Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Melanjutkan perjalanan.


__ADS_3

***


Lie Yie datang dengan tergesa-gesa setelah mereka mendengar kabar jika kediamannya diserang oleh para prajurit dari Foiberia.


"Xia! Xia..!"


Lie Yie masuk kedalam dengan wajah panik, dia mencari-cari keberadaan suaminya namun yang ia jumpai justru ke-dua anaknya yang sedang mengobrol dengan Yuan Xia.


"Ibu..!" Chie Xie bergegas berlari dan memeluk ibunya yang baru datang, sedangkan Tian Feng dan Yuan Xia sama-sama tersenyum dan menghampiri Lie Yie.


"Kalian berdua..! Kapan kalian kembali?" tanya Lie Yie.


"Yie'er! Bukannya tadi kamu mau tahu bagaimana kondisiku? Kenapa begitu melihat ke-dua anakmu yang sudah kembali kamu jadi lupa padaku?" tanya Yuan Xia.


"Melihat mu baik-baik saja apa lagi yang harus aku tanyakan? Lagi pula aku sangat merindukan ke-dua anakku ini! Kemari Yuan Tian!" kata Lie Yie.


Tian Feng hanya tersenyum canggung kemudian dia menghampiri Lie Yie, setelah berada disamping Lie Yie, dia langsung memeluk ke-dua anaknya.


"Beginilah akhirnya, saat anak-anakmu datang kamu jadi tidak memperdulikanku lagi!" gumam Yuan Xia.


"Xie'er! Tian! Ternyata kalian sudah kembali."


Yuan Jiu datang dan menyapa Tian Feng serta Chie Xie, dia juga datang saat mendengar kabar jika Yuan Xia sedang diserang.


"Kakek..!" Chie Xie yang lebih dulu merespon kemudian menghampiri Yuan Jiu dan memeluknya.


Tian Feng juga memberi hormat kemudian mereka berlima mengobrol di ruang tamu.


"Jadi penyerangan mereka itu sebenarnya ingin balas dendam kepada Tian? Tapi apa masalahnya?" tanya Lie Yie.

__ADS_1


Tian Feng menceritakan garis besar permasalahan dirinya dulu yang pernah membunuh beberapa orang dari Foiberia yang sedang menarik upeti di perkampungan kecil.


"Semua kejadian hari ini disebabkan oleh ku, mungkin hari adalah pasukan dari Foiberia, siapa tahu besok pasukan dari Yamuru juga akan datang karena aku juga memiliki masalah dengan mereka!" kata Tian Feng.


"Dulu adalah serangan dari Toakai, kemudian Foiberia, dan sekarang kamu menyebut nama Yamuru! Sebenarnya apa yang sudah kamu lakukan sehingga berurusan dengan ke-tiga Negara itu?" tanya Yuan Jiu.


Tian Feng merasa tidak enak hati dan mengakui jika sebenarnya dia sudah menyebabkan keluarganya menjadi terancam.


Melihat Tian Feng yang merasa bersalah, Lie Yie langsung menyadarinya, "Tidak apa-apa Tian! Selagi kamu bertindak demi sebuah kebenaran, kami tidak akan menyalahkanmu, dan semua masalah mu itu juga masalah kami, musuhmu adalah musuh kami! Jadi kamu tidak perlu merasa bersalah dan bertindak sendirian lagi!" kata Lie Yie sambil memegang tangan Tian Feng.


Tian Feng merasa terharu mendengarnya, dia tahu betapa tulus hati Lie Yie menyayangi dirinya seperti anaknya sendiri sehingga Lie Yie siap untuk menghadapi semua masalah yang Tian Feng hadapi.


"Tian, selama ini Organisasi Jalan Kebenaran hanya bersiaga saja menunggu para musuh bertindak, jika ada pergerakan dari musuh, barulah Organisasi Jalan Kebenaran juga bertindak, namun kali ini terlalu mendadak sehingga tidak semua para Pendekar hebat dari berbagai perguruan datang membantu! Namun mulai sekarang, aku akan meminta Panglima Wei untuk segera beroperasi mencari dan mengusir para orang-orang yang berusaha mencari masalah dengan Kerajaan kami!" kata Yuan Xia yang akan menggunakan jabatannya untuk meminta Wei Fang segera bertindak.


"Organisasi Jalan Kebenaran?" Tian Feng baru mendengar nama organisasi tersebut sehingga dia merasa penasaran.


"Ah.. Aku lupa! Guru besar tadi sempat terluka," Chie Xie baru teringat kepada Mei Yinyi yang sebelumnya sempat terluka.


"Tenanglah Xie'er! Nenek Chi baik-baik saja, sekarang dia sedang melakukan pertemuan dengan ke-empat ketua anggota Pengemis di kamarku!" jawab Zang Yang yang baru datang walau sebenarnya dia sudah sejak tadi berada disana dan hanya menguping pembicaraan mereka.


Chie Xie langsung bernafas lega kemudian dia melihat kearah luar dimana disana ada Toya Emas nya Tian Feng yang masih menancap.


"Apa rencanamu berikutnya gege?" tanya Chie Xie.


Tian Feng menghela nafas panjang sebelum akhirnya menyampaikan rencana kedepannya.


"Sebenarnya aku belum tiba di Kerjaan Jiu, entah kenapa aku tiba-tiba saja kembali lagi kesini, mungkin karena masalah ini atau takdir yang lain!"


Tian Feng menatap Chie Xie kemudian dia memegang pundaknya, "Chie Xie, disini selain diriku yang memiliki kemampuan besar, masih ada kamu yang juga memiliki kemampuan yang sama, sekarang kamu adalah pendekar yang tak terkalahkan."

__ADS_1


Tian Feng meminta agar Chie Xie bisa menekan perasaannya dan berusaha untuk mencoba tidak takut membunuh.


"Kamu harus bisa memutuskan akan siapa yang pantas dan siapa yang tidak pantas untuk dibunuh! Hari ini aku akan kembali melanjutkan perjalanan ku, jadi aku minta padamu untuk tidak kemana-mana dan melindungi keluarga serta membantu Panglima Wei mengusir para Penjahat dari Negara asing! Lakukanlah akan apa yang menurutmu benar, namun ingatlah jika keselamatan keluarga jauh lebih penting!" kata Tian Feng.


Lie Yie dan Yuan Jiu sama sekali tidak mengerti dan bingung setelah Tian Feng mengatakan jika Chie Xie memiliki kemampuan yang hampir setara dengan dirinya.


Chie Xie hanya terdiam, dia tahu jika Tian Feng meminta dirinya untuk tidak terlalu terbawa perasaan saat bertemu lawan, hatinya terlalu lembut untuk melakukan sebuah kekerasan, namun dia teringat akan perkataan Tian Feng jika dirinya tetap ingin keluarganya selamat, maka sebagai seorang Pendekar harus siap menghadapi segala marabahaya.


Membunuh atau dibunuh adalah takdir yang harus dijalani oleh semua penderkar termasuk juga dirinya.


"Kamu masih mau pergi lagi?" tanya Lie Yie.


"Tentu saja ibu! Lagi pula disini sudah ada Chie Xie yang mampu menjaga kalian, jadi aku percayakan semuanya kepada Xie'er! Kamu siapkan Xie'er untuk melaksanakan amanah dariku?"


Chie Xie hanya mengangguk dengan sedikit keraguan, "Aku harus berlatih lebih pasif lagi agar bisa menekan perasaanku seperti gege!" batin Chie Xie.


"Guru Zang! Aku minta padamu untuk membimbingnya! Ayah, Ibu, Kakek! Maaf jika pertemuan kita hari ini sangat singkat, aku harus pergi sekarang!" kata Tian Feng.


Lie Yie membuka tutup mulutnya ingin mengucapkan sesuatu, namun tidak sepatah katapun yang terucap saat melihat Tian Feng memberikan hormat kemudian segera keluar mengambil Toya Emas nya kembali.


"Begitu saja? Apakah kepergiannya lebih penting dari pada berkumpul bersama dengan keluarga?" tanya Yuan Jiu.


"Saya juga memiliki pemikiran yang sama dengan Tuan, namun Tian melakukan semua ini agar bisa lebih kuat lagi karena setahu saya musuh-musuhnya itu memiliki kemampuan yang lebih tinggi lagi, jadi dia terpaksa memilih pergi agar kelak dia bisa berkumpul kembali bersama keluarganya dimasa depan!" jawab Zang Yang.


Tian Feng mencabut kembali Toya Emas nya kemudian dia menoleh kebelakang dan melihat semuanya yang sudah berdiri didepan rumah melihat dirinya.


"Maafkan aku karena terpaksa pergi lagi!" gumam Tian Feng kemudian dia melompat keudara dan terbang kembali melanjutkan perjalanan menuju ke Kerajaan Jiu.


__ADS_1


__ADS_2