Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Api Teratai Buddha Emas


__ADS_3

***


Tian Feng terbang mengikuti sosok ilusi yang mengenalkan dirinya Huo Xiong dengan beruangnya yang sudah mengecil, namun tetap tidak bisa disebut kecil karena tubuhnya masih melebihi manusia.


Mereka bertiga terbang Beberapa saat hingga keluar dari wilayah hutan iblis kemudian berhenti di sebuah tempat yang tidak jauh dari pemukiman, di tempat itu ada sebuah garis yang memiliki beberapa cahaya yang berubah-ubah seperti sebuah pelangi hidup yang bergerak-gerak.


"Nanti kamu jangan kaget saat seluruh energi dan kemampuanmu tidak bisa digunakan, jalan retakan itu dapat mengekang energi kita hingga sedikitpun tidak bisa digunakan, jadi kita hanya akan mengandalkan tenaga sendiri!" kata sosok ilusi itu.


"Baik senior Huo!" jawab Tian Feng sambil memperhatikan garis warna itu.


Jantung Tian Feng berdegub kencang saat berada di dekat garis tersebut, walau ini bukan pertama kalinya dia akan memasuki dunia lain, namun perasaan was-was yang mendebarkan tetap terasa.


"Ayo masuk sebelum retakan ini menutup!"


Tian Feng mengangguk dan mengikuti sosok ilusi itu masuk melewati retakan yang menyerupai garis pelangi, saat Tian Feng mulai masuk kedalam garis tersebut, dia merasakan hawa aneh mulai dari panas, sejuk, hangat, dingin, dan terus berubah-ubah.


Didalam perjalanannya Tian Feng seperti menabrak tembok kasar, namun setelah itu semuanya berubah seperti sebuah terowongan berkabut dengan bermacam warna-warni, bahkan dindingnya juga berwarna.


"Ayo bergegas retakan ini mulai menutup..!".


Tangisan sosok ilusi itu menyadarkan Tian Feng yang masih merasa terpesona melihat warna warna yang bertebaran, dia melihat kebelakang dan benar saja warna dari belakang itu bergerak dan mulai merapat seperti sebuah tembok yang akan menyatu.


Seperti yang diperingatkan oleh sosok ilusi itu, Tian Feng memang merasakan tekanan aneh dan energinya seperti tidak berfungsi sehingga ketiganya tidak bisa terbang. Jalan satu-satunya hanya menggunakan kaki sendiri yaitu berlari agar tidak terjepit dan selamanya tidak akan bisa keluar dari dalam terowongan itu.


Jika Tian Feng dan Beruang itu berlari, sosok Ilusi yang pada dasarnya adalah sebuah roh itu justru melayang, namun kecepatan gerakan tidak ada bedanya dengan Tian Feng dan Beruang itu dalam bergerak lari.


"Cih..!"


Tian Feng memasang wajah masam dengan banyak kulit yang melipat saat dia di kejar oleh dinding yang merapat, dia seperti orang yang tak berdaya berlari secepat mungkin seperti sedang dikejar setan dari belakang. Dengan usaha ketiganya sebuah cahaya putih tidak jauh di depan mereka mulai terlihat, Tian Feng yakin itu adalah ujung dari terowongan aneh itu.


Ketiganya secepatnya mungkin lari sedangkan didinding dibelakang mereka juga sudah sangat dekat akan merapat. Tian Feng merapatkan giginya dan mempercepat larinya hingga akhirnya seluruh kekuatan kembali tepat saat dekat dengan cahaya tersebut.


Ketiganya bergegas melompat keluar kemudian terbang dan berhenti diudara hanya untuk berbalik melihat garis warna itu yang mulai mengecil dan terus mengecil dan pada akhirnya menghilang.


"Huff..!" Tian Feng menyeka keringatnya sekaligus menghela nafas lega karena berhasil melewati terowongan tersebut dengan selamat.


Tian Feng menatap sosok ilusi dan beruang itu sebelum akhirnya dia melihat kesekelilingnya yang membuat mata Tian Feng terbelalak dengan tatapan tidak percaya.


"Ini..! Ini semua tanaman obat?"


Sosok ilusi itu mengangguk sekaligus tersenyum tanpa menjawab sepatah katapun, dia membiarkan keterkejutan Tian Feng yang menatap banyak tanaman obat ajaib, mulia dari rumput, bunga pohon dan semua tumbuhan disana adalah tanaman ajaib, tempat itu terlihat seperti dunia surganya obat.


"Ayo aku akan membawamu menemui gurumu! dan kamu, jangan coba-coba keluar lagi saat melihat retakan, jika tidak...!"


"Iya..!" beruang itu menjawab patuh sambil menundukkan kepala seperti seorang anak yang patuh kepada orang tuanya.


Tian Feng merasa aneh melihat Beruang itu, jelas-jelas dia tahu kekuatan beruang itu sangat besar, andai sebelum dia sampai bertukar pukulan dengannya, Tian Feng yakin jika dirinya tidak akan pernah bisa bertahan dari serangan beruang itu mengingat semua siluman sangat kuat walau kemampuan hanya di Tingkat Atas.


Dalam perjalanan mengikuti sosok itu, Tian Feng juga melihat banyak sekali Siluman di tempat itu, awalnya mata Tian Feng berkobar karena melihat banyaknya Siluman di dunia itu, anehnya siluman dari macam jenis dan bermacam bentuk itu hidup rukun berdampingan dan makan tanaman ajaib seperti makan rumput.


Saat mata Tian Feng menyala-nyala karena tatapan ingin berburu, seketika itu juga niatnya langsung hilang saat seekor burung besar yang semuanya bulunya seperti api terbang diatasnya, dari aura dan energi yang di pancarkan oleh burung itu, dia terlihat berada di tahap Raja Alam.


"Glukk!!"


Tenggorokan Tian Feng bergulir saat meneguk air ludahnya hanya untuk mengucapkan, "Siluman Burung Api yang menakutkan!"

__ADS_1


"Itu bukan siluman, dia itu salah satu suku Hewan Purba dari suku Qiji, dan semua yang ada sini Binatang disini bukan siluman, mereka adalah para Sheng Shou, yaitu para kumpulan Binatang Suci Ajaib, jadi jangan samakan dengan para Moshou dari para Binatang Iblis Ajaib!" kata sosok tersebut.


Tian Feng merajut alisnya, dia memahami jika yang dimaksud dengan Moshou itu pasti adalah Siluman jahat, sedangkan untuk Sheng Shou mungkin tidak.


Tian Feng tidak banyak menyuarakan atau bertanya, dia lebih memilih menikmati pemandangan serta dengan para Binatang Suci Ajaib itu yang hidup rukun dan damai selama perjalanan.


Setelah terbang selama beberapa saat, mereka tiba di sebuah pohon yang sangat besar dengan ujung pohonnya yang menjulang hingga melewati awan.


Dibawah pohon Tian Feng melihat sosok yang mengenakan Zirah Emas sedang duduk dengan tenang dan di hadapannya ada sebuah kuali kecil berwarna perak.


"Hahaha..! Maaf jika aku telah membuatmu menunggu terlalu lama Dewa Ho Chen! Tapi kali ini aku datang membawa seseorang untukmu!" kata sosok tersebut.


Sosok berzirah emas itu tidak lain adalah Ho Chen yang telah mengenakan kembali Zirah emasnya. Ho Chen menoleh sambil tersenyum, namun saat matanya bergulir kesamping sosok itu, alisnya merajut dan keterkejutan terlihat di wajahnya.


"Tian..! Kenapa kamu juga berada disini?" tanya Ho Chen dengan ekspresi wajah suram.


Melihat wajah Ho Chen yang berubah-ubah, Tian Feng wajah Tian Feng langsung berubah jadi ungu, wajah Ho Chen menandakan tanda-tanda kemarahan padanya.


"Hahaha..! Sebenarnya aku tadi yang mengajaknya karena anak itu keluar melewati retakan yang menuju ketempat dia berada, jadi saat melihat kondisinya yang sepertinya terluka, aku mengajaknya walau awalnya dia tidak mau. Namun tidak kusangka jika dia itu adalah muridmu, jadi aku memberitahukan padanya jika kamu berada disini karena ingin meminta salah satu kuali ajaibku!" kata sosok tersebut.


Wajah Ho Chen yang memerah berangsur-angsur pulih sebelum akhirnya menatap sosok ilusi itu dan menghela nafas panjang sambil menatap kuali kecil berwarna perak itu dengan berkata, "Kalua sudah begini namanya bukan kejutan lagi..!" kata Ho Chen.


Awalnya Ho Chen berniat memberikan hadiah kejutan saat kembali nanti, namun sekarang semuanya sudah sia-sia karena Tian Feng sudah mengetahuinya.


"Maaf guru, tadi senior Huo Xiong ingin menyembuhkan luka dalamku, karena guru juga disini aku akhirnya setuju!" kata Tian Feng.


"Senior Huo Xiong?"


Saat Ho Chen menanyakan nama itu, sosok Ilusi itu terkekeh seperti sedang senang karena merasa berhasil melakukan sesuatu.


"Aih..! Kamu sudah kena jahilnya," kata Tian Feng sambil menggelengkan kepalanya.


Tian Feng mengerutkan alisnya dan merasa bingung, dia melihat sosok ilusi itu yang tertawa aneh kemudian kembali menatap Ho Chen dan bertanya, "Maksud guru?"


"Huo Xiong itu nama seekor Beruang, dan nama dia itu sebenarnya adalah Yao Shan, salah satu ahli Pil terhebat di Benua Jantung Api," kata Ho Chen.


Tian Feng tercengang kemudian dia melihat Yao Shan yang tertawa terbahak-bahak sambil melihat ekspresi wajah Tian Feng kemudian berkata, "Aku senang melihat ekspresi wajahmu yang kaget itu Hahaha..!"


"Orang tua ini...!" Tian Feng hanya dapat tersenyum kaku saat sadar jika dirinya sudah di dikerjai olehnya.


"Baik-baik kalau begitu maaf!" kata Yao Shan kemudian dia menatap kuali perak.


"Dewa Ho Chen, apakah kuali itu ingin kamu berikan kepada muridmu ini?"


"Iya, kenapa?" tanya Ho Chen.


Yao Shan melihat Tian Feng dengan seksama dan kemudian dia seperti melepaskan Aura tak kasat mata kepada Tian Feng.


"Dia memiliki energi sembilan Yan, memang dia cocok untuk menjadi pakar Pil, namun sepertinya dia tidak memiliki kualifikasi untuk itu!" kata Yao Shan dengan menggelengkan kepalanya.


"Senior maaf jika saya lancang, walau Senior bilang saya tidak pantas karena tidak memiliki bakat, apakah tidak bisa mempelajarinya walau satu atau dua Pil?" tanya Tian Feng.


Yao Shan terdiam sesaat kemudian dia menghela nafas panjang, "Sebenarnya bisa, tapi untuk menjadi seorang pembuat Pil itu sangat sulit, butuh waktu dan kesabaran untuk bisa memahaminya, jika tidak bisa-bisa kamu bukan membuat Pil Obat malah justru menjadi racun!" kata Yao Shan.


Keinginan Tian Feng yang memang ingin bisa membuat obat dan memiliki pengetahuan akan semua Pil ajaib sangat tinggi, walau dia tahu itu sangat sulit, namun dia akan mencobanya.

__ADS_1


Tian Feng langsung berlutut dihadapan Yao Shan membuat sosok ilusi itu terkejut dengan sikap Tian Feng.


"Senior, walau saya tahu ini sulit dan mungkin akan mengalami banyak kegagalan, namun saya ingin mempelajarinya, mengingat senior adalah Ahli Pil, jadi saya mohon bimbingan senior untuk menjadi guru saya!" kata Tian Feng.


Yao Shan dan Ho Chen yang terkejut atas sikap Tian Feng saling bertukar pandang, mereka tidak kenapa Tian Feng sangat ingin bisa membuat Pil.


"Hah...! Aku yang dulu memang salah satu Ahli Pil di Benua Jantung Api, tapi itu saat aku masih hidup 50 tahun yang lalu, sekarang aku hanya sisa kekuatan Roh Sihir saja, jadi kenapa kamu mau menjadi murid dari seorang yang hanya tinggal Roh Sihir ini?" tanya Yao Shan.


"Senior, apakah jika sebuah Roh Sihir itu tidak pantas untuk menjadikan seseorang sebagai murid? Tapi kalau senior memang merasa keberatan karena saya hanyalah orang asing dari dunia lain, saya juga tidak akan memaksa, walau saya sendiri sempat mendapat sedikit pengetahuan dari Guru Lio Long, namun sepertinya hanya itu saja yang bisa saya pelari!" kata Tian Feng.


Ho Chen hanya terdiam, walau dia itu adalah kenalan Yao Shan, namun dia juga tidak bisa memaksa Yao Shan untuk mengajari Tian Feng.


"Si Tua Lio Long memberikan pengetahuan obat padamu?" tanya Yao Shan.


Tian Feng kembali terkejut, dia tidak menyangka jika Yao Shan juga mengenali Lio Long.


"Senior kenal?" tanya Tian Feng.


"Kalau aku saja kenal dengan manusia dewa generasi keempat kenapa aku harus tidak kenal dengan yang generasi kedua? Tapi baiklah jika kamu bersih keras untuk belajar membuat obat, namun sebelum itu aku akan membantu mengobati luka dalamku dulu, setelah itu aku kita akan mulai latihan, soal berhasil atau tidaknya, itu semua tergantung dari dirimu!" kata Yao Shan.


Tian Feng ingin bersujud untuk mengucapkan terima kasih, namun sebelum sempat bicara, Yao Shan lebih dulu bicara, "Jangan memanggilku guru, panggil saja seperti biasa agar tidak canggung!" kata Yao Shan.


Tian Feng merenung sejenak sebelum akhirnya dia mengangguk, "Terima kasih senior!" kata Tian Feng.


Yao Shan mengibaskan tangannya dan kemudian sebuah kuali berwarna emas melayang di udara dan kemudian kuali itu mendarat di hadapan Yao Shan.


"Aku akan membuat Pil penyembuhan luka dan pemulihan Dantianmu, karena saat ini semua pil yang aku miliki semua aku berikan kepada Huo Xiong!" kata Yao Shan.


"Tian, sebaiknya kamu memperhatikan cara Yao Shan membuat Pil agar kamu sedikit paham!" kata Ho Chen yang dibalas dengan anggukan oleh Tian Feng.


Yao Shan hanya menggelengkan kepalanya, dia tahu Ho Chen bukan tipe orang yang suka membuat obat, namun sekarang dia mendorong muridnya untuk mempelajari pembuatan Pil.


Yao Shan mengangkat telapak tangan kanannya kemudian dia menjentikkan jarinya dan api berwarna Emas muncul ditangannya.


"Apakah itu yang namanya Api Teratai Buddha Emas?" Tian Feng terkejut melihat api berwarna emas di telapak tangan Yao Shan, dia sudah menyaring akan apa yang Lio Long kirim sehingga dia mengetahui jenis api kuning itu.


"Owh jadi kamu mengetahuinya? Iya ini adalah Api Teratai Buddha Emas, api inilah yang membuat hidupku harus berakhir ditangan orang-orang yang serakah akan kekuatan!" kata Yao Shan.


Yao Shan melempar api emas itu kearah kuali emas dan kemudian api itu menyala sendiri tanpa ada dukungan apapun seperti kayu atau yang lainnya.


Tangan kiri Yao Shan dijentikkan dan kemudian beberapa bahan obat aneh muncul begitulah saja, namun Tian Feng tahu jika itu muncul dari cincin putih terang tidak jauh dari Yao Shan.


Sekitar tiga bahan yang tidak dikenali oleh Tian Feng diambil dan kemudian dimasukkan kedalam kulai emas itu, saat dilempar ternyata didalam kuali hanya ada energi seperti Chi yang sangat padat, mungkin itu berbagai pengganti air atau segala macamnya.


Yao Shan mengarahkan telapak tangan kanannya kearah Api dan kemudian Api Emas itu membesar seperti ada minyak yang menyiramnya.


Ketiga bahan obat itu berputar-putar di dalam kuali selama beberapa waktu dan kemudian bahan itu mulai transparan dan berubah menjadi bentuk cair selesai air yang berputar. Setelah selang beberapa saat kemudian tiga cairan itu menyatu dan membetuk sebuah gumpalan air kecil.


Yao Shan menutup kualinya kemudian dia memfokuskan kedua tangannya itu satu ke api dan satu lagi seperti mengaduk-aduk kuali dari luar.


"Ini secara ringkas seluruhnya menggunakan energi!" kata Tian Feng yang mulai mengerti cara kerjanya.


Walau begitu seperti tidak mudah, itu seperti terlihat membuang-buang energi sia-sia, namun ditangan ahlinya, tentu semua itu tidak rugi karena pastinya hasilnya mungkin lebih besar.


Dengan sekali lihat, Tian Feng akhirnya mengetahui sedikit cara-caranya, namun dia juga masih harus belajar banyak dari Yao Shan karena seperti semua itu tidak semudah seperti yang dilihat.

__ADS_1


__ADS_2