Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Keberuntungan atau kebetulan


__ADS_3

Dahulu kala Luwuen adalah pusat istana terbesar yang pernah ada, hampir separuh dunia berada dibawah pemerintahan Kerajaan Luwuen, dan kerajaan itu didirikan oleh Raja Tang dan jauh sebelum manusia menemukan metode baru dalam ilmu bela diri ke tingkat yang baru dan lebih tinggi.


Tian Feng membaca setiap buku yang ada di rak dan tersusun rapi, dari sana Tian Feng mengetahui jika utusan Dewa dari Langit itu pertama kali bertemu dengan salah satu prajurit yang bernama Wu Jian.


Saat itu di kerajaan sedang ada perebutan tahta antara dua pangeran yaitu Pangeran Tang Li dan Pangeran Tang Zin.


Banyak rakyat yang menjadi korban akibat perang saudara perbutan tahta itu dan dari ke-dua belah pihak masing-masing didukung oleh beberapa perguruan.


Saat situasi masih memanas, saat itu juga datang Ho Chen dan membantu Pangeran Tang Li sekaligus menghentikan kekacauan.


Saat itu Ho Chen seorang diri memukul mundur pasukan musuh yang berjumlah puluhan ribu prajurit sekaligus menangkap Tang Zin serta para pendukungnya.


Dan sejak saat itu Pangeran Tang Li berhasil menjadi Raja, serta membentuk kerja sama baru antar Perguruan besar aliran Suci yang sejak awal enggan untuk turun membantu, namun semua itu berkat keberadaan Ho Chen.


Tenyata kedatangan Ho Chen hanya untuk mencari keberadaan Bunga Lotus Emas yang di Kuil kuno di puncak gunung yang bernama Kuil Gunung Suci.


Setelah kepergian Ho Chen, Raja Tang Li segera membangun sebuah kuil serta patung Ho Chen yang dibuat dari emas, dan kuil tersebut adalah tempat Ho Chen menghadapi puluhan ribu prajurit dari Tang Zin seorang diri.


Tian Feng menutup catatan buku yang terbuat dari kulit binatang sambil menghela nafas panjang.


"Bunga Lotus Emas! Dulu Bunga itu juga yang membuat Putri Xi Liyi berhasil mencapai tingkat keabadian dan memiliki kekuatan Dewa!" ucap Xian.


"Putri Xi Liyi? Siapa dia?" tanya Tian Feng.


"Dia adalah Tuan Putri dari dunia lain, dan dia juga yang menjaga Bunga Lotus Emas agar sampai ketangan Ho Chen. Xi Liyi juga memiliki pengawal hebat yang sangat setia mendampinginya, dia adalah Tuan ku sebelum kamu, namanya adalah Jenderal Lang Yu!" kata Xian.


"Owh.. Jadi orang yang menjadi tuan mu sebelum aku namanya Lang Yu?"


"Iya, walau dia hanyalah seorang Jenderal, namun dia sangat tangguh dan tidak takut saat berhadapan dengan lawan yang memiliki kemampuan lebih tinggi dari dirinya, disamping pintar, kuat dan berbakat, dia juga sangat bijaksana! Dia juga menguasai bermacam-macam jurus dari berbagai senjata, seperti Pedang, Golok, Panah, Toya, Tombak, dan lainnya!"


"Apakah saat ini dia masih hidup?" tanya Tian Feng.

__ADS_1


"Seharusnya iya, walau dia hanya memiliki kemampuan di tahap Raja Alam, namun dia juga memiliki Tubuh Abadi!" jawab Xian.


"Aku ingin sekali bisa bertemu dengan salah satu dari para manusia yang memiliki kekuatan Dewa itu! Andai aku terlahir saat Dewa Penjaga Alam Semesta datang, mungkin aku bisa belajar banyak ilmu darinya!" gumam Tian Feng.


"Kamu pasti akan bertemu dengannya suatu saat nanti, jika kamu sudah memiliki kekuatan setidaknya di tahap Dewa, maka kamu sudah bisa menjelajahi alam semesta!" kata Xian.


Tian Feng merapikan kembali buku-buku dari kulit binatang itu karena hari sudah sore. Dia bangkit dan ingin segera pergi ke Kuil Sengshan dimana kata Wei Fang ada yang Pendekar yang ahli dalam jurus Tombak.


"Aku akan pergi ke kota Luwuen untuk menanyakan dimana Kuil Sengshan itu berada!" kata Tian Feng.


"Tian, bukannya aku ingin melarangmu pergi ke kota, akan tetapi topeng mu itu pasti akan membuat orang-orang di kota itu akan mencurigai kamu, bagaimana kalau kamu buka saja topeng itu agar lebih leluasa?" kata Xanzi.


Tian Feng memegang topengnya, dia akui dengan mengenakan topeng dia lebih percaya diri dan tidak menghawatirkan dirinya akan dikejar-kejar oleh banyak masalah, namun juga dia merasa tidak nyaman saat melihat tatapan orang-orang yang menatapnya penuh curiga.


"Sepertinya mengenakan penutup wajah seperti seorang Shinobi lebih baik dari pada mengenakan topeng!" kata Tian Feng kemudian dia ingin melepas topengnya dan berniat mengenakan kain penutup.


Namun dia terkejut saat Xian berbicara padanya, "Tian aku merasakan ada keberadaan orang yang memiliki energi hitam dari Kaisar Kegelapan!" kata Xian.


Tian Feng kembali mengenakan topengnya, namun belum selesai dia mengenakannya, tiba-tiba ada seorang gadis bermata biru yang menatapnya tanpa berkedip.


"Maaf Nona, saya disini hanya ingin beristirahat saja, jika Nona ingin berdoa, silahkan lanjutkan!" kata Tian Feng.


Gadis bermata Biru itu tidak menjawab, dia tetap menatap Tian Feng tanpa berkedip, dari wajah serta rambutnya, Tian Feng yakin jika gadis bermata biru itu berasal dari Foiberia, karena itu Tian Feng berpikir jika gadis itu mungkin tidak akan mengerti akan apa yang ia katakan.


Tian Feng ingin melangkah pergi keluar, namun gadis itu menyapanya, "Tunggu! Siapa kamu? Bahasamu terasa sedikit berbeda dengan bahasa Jiu? Apakah kamu dari Kerajaan Wu?" tanya gadis tersebut yang ternyata bisa berbicara dengan bahasa Wutong.


Tian Feng sedikit terkejut mendengar gadis itu bisa berbicara dengan bahasa Wutong, dia kembali melihat gadis itu, "Xian! Apakah energi hitam itu berasal dari orang lain atau dari gadis ini?" tanya Tian Feng karena dia tidak bisa mendekati atau berbicara dengan sembarang orang, terlebih lagi orang yang belum ia kenal.


"Ini aneh Tian, tadi aku benar-benar merasakannya, namun sekarang justru menghilang! Aku tidak tahu apakah itu berasal dari gadis ini atau orang lain yang sedang lewat!" jawab Xian.


Tian Feng mengangguk dan berpikir mungkin ada pengikut Bintang Hitam yang sempat lewat di dekat kuil.

__ADS_1


"Benar sekali Nona, aku berasal dari Kerajaan Wu! Tapi kenapa Nona bisa berbicara dengan bahasa Wutong? Apakah Nona pernah pergi ke Kerajaan Wu?" tanya Tian Feng.


Gadis itu tersenyum lembut kemudian menjawabnya, "Tidak, aku bisa berbicara bahasa Wutong karena aku memiliki beberapa teman dari sana, dari sana aku belajar dan mengerti bahasa Wutong! Owh iya, namaku Alice dari Foiberia, namamu siapa?" tanya gadis itu yang ternyata adalah Alice.


"Namaku Tian Feng dari Kerajaan Wu!" jawab Tian Feng.


"Tian Feng? Namamu sangat bagus dan wajahmu benar-benar membuat aku sulit bernafas tadi Tian Feng!" kata Alice.


Tian Feng hanya menanggapinya dengan senyuman kemudian dia kembali berbicara kepada Alice.


"Apakah kamu sudah lama berada di Kerajaan Jiu ini?" tanya Tian Feng.


"Iya sudah cukup lama sekali, aku disini ikut kakek, dan kakekku adalah seorang pedagang yang saat ini berada di pusat kota Kerajaan Jiu, kami juga memiliki rumah serta menampung para pendatang baru dari berbagai wilayah luar Kerajaan Jiu sebelum mereka memiliki tempat sediri!" kata Alice.


"Tapi kenapa kamu berada di Kota Luwuen?" tanya Tian Feng.


"Owh, aku sedang pergi kerumah temanku disini, jadi sekalian saja aku datang ke kuil ini untuk membaca kisah sejarah Kota Luwuen!" jawab Alice.


Tian Feng mengangguk kemudian dia teringat sesuatu, "Nona Alice! Apakah kamu mengetahui nama sebuah Kuil di Kerajaan Jiu ini? Kuil itu bernama Kuil Sengshan, apakah kamu mengetahui dimana kuil itu berada?" tanya Tian Feng.


"Kuil Sengshan? Tentu saja aku tahu! Kuil itu berada di dekat pusat kota, jika kamu mau kesana sebaiknya pergi besok saja, karena kebetulan besok aku juga akan pulang ke pusat kota, jadi kita bisa pergi bersama-sama!" kata Alice.


"Baik aku akan pergi dengan mu besok!" jawab Tian Feng.


"Kalau begitu malam ini kamu menginap saja dirumah temanku, dan besok pagi kita akan berangkat ke Pusat Kota Kerajaan Jiu! Sekarang aku mau masuk kedalam jadi tunggulah sebentar!" kata Alice.


Tian Feng mengangguk kemudian Alice berbalik dan melangkah kedalam. Tian Feng tidak tahu jika Alice sedang tersenyum tipis saat menuju kedalam.


"Beruntung sekali hari ini kamu Tian! Tadi kamu berhasil lolos dari serangan, dan tanpa sengaja kamu berpindah tempat hingga sampai ke Kerajaan Jiu ini, sekarang kamu malah bertemu dengan seorang gadis pirang bermata biru yang mengetahui letak lokasi kuil tujuan mu itu!" kata Xanzi.


"Iya ini sebuah keberuntungan saja!" jawab Tian Feng.

__ADS_1


"Keberuntungan atau kebetulan yang jelas untuk hari ini adalah hari baik!" kata Xian sambil tertawa.


Ternyata Alice benar-benar tidak lama berada di dalam, dia keluar dan kemudian mengajak Tian Feng pergi ke Kota Luwuen untuk menginap dirumah temannya.


__ADS_2