Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Pendekar nomor 1


__ADS_3

"Jangan halangi jalanku!" kata Tian Feng.


Perkataan Tian Feng sama sekali tidak di hiraukan oleh mereka, dan mereka terlihat seperti orang-orang yang di cuci otaknya, mereka langsung mengepung Tian Feng walau sudah melihat sendiri beberapa rekan lainnya yang mati hanya dengan sekali serang.


"Auman Singa."


Groarrr...!!!


Tian Feng menggunakan Auman Singa untuk menyingkirkan penghalang di hadapannya sehingga belasan hingga puluhan prajurit terhempas sangat jauh.


Bukannya takut dan lari, para pasukan anggota Organisasi Tiga Bunga justru semakin gila seakan-akan mereka lebih suka mati jadi korban ketua mereka yang pengecut yang lari dari pertarungan.


Di saat yang sama Wei Fang dan para prajurit maju menyerang ribuan pasukan untuk membantu Tian Feng.


Di balik asap ternyata lebih dari separuh anggota organisasi Tiga Bunga sudah menghilang seolah-olah mereka memiliki ilmu para Shinobi.


Semakin lama nafas Tian Feng semakin memburu, jantungnya berdetak jauh lebih cepat dan pandangannya semakin buram.


Melihat ratusan sisa kelompok Organisasi Tiga Bunga yang masih berusaha menghadangnya, Tian Feng memutuskan untuk membunuh mereka saja setidaknya dia akan memperoleh Aura Pembunuh yang lebih banyak dari pada mengejar Taiyan Zin dan Cin Peng yang sudah tidak terlihat lagi.


Tian Feng mengubah jurus Iblis nya menjadi jurus Singa, namun dia masih dalam bentuk tubuh iblis.


Dalam bentuk tubuh iblisnya, jurus Singa nya menjadi lebih cepat dan juga sangat mematikan.


"Cakar Singa Merobek Mangsa."


"Kuku Singa Mencakar Angin."


Tian Feng menggunakan jurus Singa yang bisa menyerang lebih dari tiga orang, serangan yang cepat dengan jurus yang kuat membuat Tian Feng sanggup membunuh Lima orang sekaligus dalam sekali serang.


"Auman Singa."


"Taring Kematian."


Satu demi satu nyawa para anggota Organisasi Tiga Bunga berguguran sehingga membuat yang lainnya mulai ragu untuk terus menghadapi Tian Feng lagi.


Sekarang di mata mereka Tian Feng terlihat seperti seorang Iblis yang memiliki sifat seperti Hewan Buas.


"Dia bukan manusia, ayo mundur jangan sampai kita mati sia-sia di tangannya!" seru salah satu dari mereka.


Wei Fang dan prajurit lainnya sudah berhasil melumpuhkan beberapa orang, namun mereka tidak bisa Fokus karena perhatian mereka teralihkan kepada Tian Feng yang ada di tengah-tengah kepungan musuh.


"Anak muda ini sangat kuat, dia lebih kuat dari aku dan bisa membunuh salah satu dari Lima Pendekar terkuat! Anak ini layak di juluki sebagai Pendekar nomor 1 di Kerajaan Wu ini!" kata Wei Fang.


Saking terpananya mereka semua terhadap aksi Tian Feng, mereka sendiri sampai lupa untuk dan terlambat menyadari jika sisa kelompok Organisasi Tiga Bunga sudah melarikan diri.


"Cepat kejar, jangan sampai mereka lolos..!" seru Wei Fang saat sudah menyadari semua musuh yang lari.


Anehnya Tian Feng tidak mengejarnya, dia terlihat terdiam mematung seperti sedang melamun.


"Anak muda, kamu sudah berbuat banyak jadi biar kami ambil alih dari sini!" kata Wei Fang namun Tian Feng sama sekali tidak bergerak atau merespon perkataan Wei Fang sehingga membuat Wei Fang kembali menyapanya.

__ADS_1


"Anak muda! Apa kamu mendengar ku? Sekarang kamu bisa istirahat dan biar kami yang mengejar mereka," kata Wei Fang mengulangi perkataan nya.


Wei Fang semakin keheranan karena Tian Feng masih tetap diam dengan kepala menunduk.


"Nak...!?"


Wei Fang memegang pundak Tian Feng dan memanggilnya lagi, saat Tian Feng mengangkat kepala dan menoleh kearahnya, Wei Fang terkejut saat melihat wajah Tian Feng.


Ke-dua mata Tian Feng berubah menjadi merah sepenuhnya seperti bola bara api, tidak hanya itu saja, rambut Tian Feng juga mulai berubah berwarna merah.


"Apa yang terjadi padamu?" tanya Wei Fang.


Pertanyaan Wei Fang di sambut dengan senyuman aneh yang membuat Wei Fang mundur karena dia merasakan firasat buruk dan ancaman dari senyuman Tian Feng.


"Manusia! Serahkan nyawamu padaku," kata Tian Feng kemudian dia menyerang Wei Fang dengan jurus Tapak yang sangat kuat.


Wei Fang mengalirkan Chi ke tangannya kemudian dia menyambut serangan tapak Tian Feng.


Serangan ke-dua nya saling beradu sehingga suara benturan keras terdengar oleh semua para prajurit yang mengejar sisa kelompok Organisasi Tiga Bunga, mereka semua berhenti dan melihat kearah suara benturan keras tersebut.


Wei Fang terpental kebelakang sejauh tiga meter, dia menggunakan goloknya untuk menahan laju gerakan nya kebelakang dan kemudian memegang telapak tangannya yang kebas.


"Luar biasa sekali, kekuatanku sama sekali tidak ada apa-apa jika di bandingkan dengan pemuda ini! Tapi apa sebenarnya yang sedang terjadi padanya?" batin Wei Fang.


Ying Lo, Li Xiang Fai, Bai Ming dan semua para prajurit segera menghampiri Wei Fang, "Ada apa panglima, kenapa panglima saling serang dengannya?" tanya Ying Lo.


"Ying, sepertinya ada yang salah dengan anak ini, dia seperti hilang kendali atas tubuhnya sendiri! Mungkin dia sedang kerasukan!" kata Wei Fang.


Kali ini tawa keras Tian Feng lebih keras dari sebelumnya sehingga Ying Lo yang sebelumnya masih mempu menahannya kali ini sudah tidak bisa lagi.


"Kalian semua harus mati! Kalian semua harus mati...!"


Tian Feng melapaskan energi yang lebih besar lagi sehingga membuat tanah bergetar.


"Kekuatan macam apa ini? Ini seperti kekuatan yang pernah ada di dalam legenda yang ada di Kerajaan Jiu!" kata Wei Fang.


"Maksud Panglima?"


"Kekuatan ini hampir setara dengan kekuatan Dewa, namun aku tidak mengerti apakah ini kekuatan Dewa atau bukan!"


"Jika kekuatan Tian ini setara dengan Dewa, maka dia pantas menjadi seorang Pendekar Nomor 1 di Kerajaan Wu ini, tapi jika di ingat lagi cara dia membunuh, dia lebih pantas di juluki Pendekar...! Eeee... Pendekar Dewa Kejam!" kata Ying Lo.


"Kamu benar sekali Panglima, dia memang pantas menjadi seorang pendekar nomor satu di Kerajaan ini, dan jika soal nama julukan, sebaiknya kita jangan dulu memikirkannya, lebih baik kita cari cara untuk menyadarkannya kembali," kata Wei Fang kemudian dia memutar goloknya dan melompat menyerang Tian Feng.


Ying Lo, Li Xiang Fai dan Bai Ming juga ikut membantu sehingga Tian Feng diserang dari empat arah yang berbeda.


"Golok Membelah Bumi."


"Tangan Besi Penghancur Gunung."


"Pedang Elang Gunung Persik."

__ADS_1


"Pedang Angin-Membelah Samudra."


Empat serangan kuat menghantam tubuh Tian Feng, namun saat mengenai tubuhnya, suara benturan seperti besi keras tercipta dan gelombang kejut juga ikut terlepas membuat daya dorong sejauh lima meter.


Beberapa prajurit yang ikut mengepung Tian Feng harus terhempas karena dorongan gelombang kejut tersebut, beruntungnya itu mereka tidak sampai meninggal.


Tian Feng menangkap pedang Li Xiang Fai dan mematahkan pedang tersebut sedang ujung pedang yang di pegang oleh Tian Feng di buat untuk membalas serangan Pedang milik Ying Lo.


Tian Feng menendang tangan besi Bai Ming kemudian lanjut memberikan serangan tendangan kearah golok Wei Fang.


Golok Wei Fang memiliki kwalitas yang lebih kuat dari pusaka milik Li Xiang Fai, namun bukan berarti Li Xiang Fai tidak memiliki pusaka yang kwalitas sama seperti milik Wei Fang.


Li Xiang Fai memang memiliki dua pedang dan pedang yang terakhir adalah sebuah pedang yang kwalitas lebih bagus dari pedang yang di patahkan oleh Tian Feng.


Ke-empat serangan gabungan tersebut sama sekali tidak membuat Tian Feng terlihat kesulitan, karena tubuh Tian Feng yang mengeras sehingga setiap senjata yang mengenai tubuh Tian Feng tidak akan bisa membuat goresan sama sekali.


"Serangan kita sama sekali tidak bisa melukai tubuhnya, dia benar-benar memiliki tubuh dan kulit yang lebih keras dari besi," kata Ying Lo.


Tian Feng tidak diam begitu saja saat melihat mereka berempat yang mundur untuk mengambil nafas.


Tian Feng lebih dulu menyerang Ying Lo karena dia tahu Ying Lo yang paling lemah dari semuanya.


"Serahkan nyawamu padaku!" kata Tian Feng dengan suara yang terdengar aneh sekali seolah-olah itu sudah bukan dirinya lagi.


"Golok Samudra-Gelombang Penghancur."


Tangan Tian Feng hampir saja mencengkram kepala Ying Lo, namun beruntungnya Wei Fang bergerak lebih cepat dan menebas tangan Tian Feng.


Bukannya menghindari serangan golok Wei Fang, Tian Feng justru menahan golok tersebut dengan lengannya, dan seperti biasa golok Wei Fang tidak bisa memberikan gores sedikitpun pada kulit Tian Feng.


"Pedang Angin-Membelah Samudera."


Ying Lo yang berhasil lolos dari maut segera menebas perut Tian Feng yang masih saling menyerang dengan Wei Fang.


Walau Wei Fang terlihat fokus melawan serangan Wei Fang, namun dia masih bisa menahan serangan lain yang datang.


"Pedang Elang Kepakan Sayap Elang."


Li Xiang Fai kembali menyerang Tian Feng dengan pedang pusakanya, kali serangan mampu melepaskan energi pedang yang sangat kuat sehingga baju Tian Feng mulai robek akibat sayatan pedang Li Xiang Fai.


"Tapak Besi-Tapak Buddha."


Bai Ming mengumpul seluruh Chi dan menyatukannya di satu telapak tangannya kemudian dia melesat dan maju menyerang Tian Feng.


Tapak Bai Ming berhasil mengenai pundak Tian Feng dan Tian Feng sempat terdorong namun hanya sedikit saja.


"Biksu, sepertinya jurus mu itu sangat efektif, coba kita gabungkan jurus kita dan juga menyatukan Chi dalam satu titik!" kata Wei Fang.


"Baik, mari kita coba!" kata Bai Ming.


Li Xiang Fai dan Ying Lo segera mengalihkan perhatian Tian Feng agar Wei Fang dan Bai Ming bisa berkonsentrasi untuk menggabungkan energi mereka.

__ADS_1


__ADS_2