
Chie Xie yang sudah tidak bisa bergerak hanya bisa pasrah saat energi merah itu melesat ke arah dahinya, dia sampai memejamkan matanya dengan air mata yang mulai mengalir karena tidak menyangka dirinya akan berakhir setelah bertemu dengan kakaknya.
"Gege, selamat tinggal!" hanya itu yang ada di batin Chie Xie.
Tepat saat energi merah itu hampir menyentuh dahinya, tubuh Chie Xie tiba-tiba saja ada yang menarik kesamping sehingga cahaya energi itu hanya mengenai beberapa helai rambutnya saja.
Zang Yang yang panik terkejut serta senang karena Chie Xie berhasil selamat, sedangkan Tan Zuo Ming menyipitkan matanya melihat sosok pria mengenakan Zirah serta golok di tangannya.
"Satu serangga lagi muncul mengantarkan nyawanya sendiri!" gumam Tan Zuo Ming.
Chie Xie yang tertegun sesaat tersadar jika dirinya masih hidup, dia menoleh dan melihat Panglima Wei Fang sudah berdiri disampingnya.
"Panglima Wei!" kata Chie Xie yang tubuhnya di penuhi banyak luka.
Wei Fang memperhatikan kondisi Chie Xie yang di penuhi banyak luka serta gaun putihnya yang sudah merah karena darah.
"Siapa orang ini? Dia bisa melukai Nona Chie Xie separah ini pasti dia bukan orang biasa!" batin Wei Fang kemudian dia melihat Yinfei dan keenam lainnya yang juga tidak mampu melawan dua lawannya.
Chie Xie hanya bisa merasa lega Sesat, namun setelah itu dia sadar jika dia tetap akan mati walau berhasil di selamatkan oleh Wei Fang, anggap saja sebagai kematian yang tertunda.
"Panglima, seharusnya panglima tidak perlu datang kesini membantu kami, karena kami disini juga tidak akan sanggup untuk melawannya!" kata Chie Xie.
"Aku tahu itu Chie Xie, tapi aku tidak datang sendiri, ada Tuan Louis yang juga akan membantu!" jawab Wei Fang.
"Itu tidak akan cukup, karena satu-satunya orang yang bisa mengalahkannya hanya gege saja!" kata Chie Xie.
Wei Fang hanya tersenyum kecut, dia juga tahu jika sosok pria besar yang sudah melukai Chie Xie itu hanya cocok berhadapan dengan Tian Feng, masalahnya ada dimana Tian Feng, dan apakah dia tahu jika keluarganya sedang dalam bahaya? Itu yang ada dibenak Wei Fang.
Louis akhirnya juga datang dan berdiri bersama Wei Fang, dia juga sempat terkejut saat melihat Chie Xie yang terluka parah, kemudian dia menatap Tan Zuo Ming dengan tatapan lain.
"Sosok ini memiliki aura yang sama dengan Tuan Panglima Gerbang Utara? Apakah dia salah satu Pengawal Kaisar Kegelapan?" tanya Louis.
"Aku tidak tahu, namun yang jelas dia bukan sosok yang bisa dengan mudah kita lawan!" jawab Wei Fang.
__ADS_1
Tan Zuo Ming menatap Louis yang baru datang dengan mata melebar, dia bisa merasakan adanya kekuatan dari Energi Hitam dari dalam tubuhnya.
"Owh, jadi salah satu alasan gagalnya Hun Daidi karena kamu sudah berhianat? Pantas saja semuanya gagal!" kata Tan Zuo Ming kemudian dia menghilang dan muncul kembali seperti hantu di hadapan Loius dan Wei Fang.
Tentu saja cara berpindah tempat sudah umum di ketahui oleh Wei Fang dan Louis, namun cara Tan Zuo Ming pindah lebih cepat dari kedipan mata.
Wei Fang secara refleks mengangkat goloknya kemudian Louis juga menyerang Tan Zuo Ming yang kini sudah berada di hadapannya dalam jarak satu meter.
"Hem, apa kamu pikir golok mainanmu itu akan mampu melukaiku?" kata Tan Zuo Ming kemudian dia menerima tebasan golok Wei Fang yang sudah dialiri Chi.
Setelah golok tersebut mengenai pundak Tan Zuo Ming, suara benturan keras segera tercipta dan suara gemuruh angin ricuh menghancurkan tembok rumah Yuan Xia.
Belum lagi serangan Louis yang mengenai dada Tan Zuo Ming juga membuat gelombang angin besar yang langsung meratakan rumah Yuan Xia.
Golok Wei Fang langsung retak kemudian terpotong menjadi dua, sedangkan Louis terseret mundur oleh gelombang angin tersebut termasuk Chie Xie yang juga ikut terhempas.
Tan Zuo Ming meraih lengan Wei Fang yang masih memegang gagang goloknya yang patah, Tan Zuo Ming menarik tangan Wei Fang kemudian dia mengayunkan tubuh Wei Fang dan melemparnya bagai kertas ke arah Louis.
Louis yang berhasil mendapat kembali ke setabilan tubuhnya langsung menghindar kesamping agar tubuh Wei Fang tidak membentur dirinya kemudian dia dengan cepat menarik Wei Fang agar tidak terlempar terlalu jauh.
Wei Fang batuk-batuk sekaligus memuntahkan darah segar dari mulutnya kemudian dia menatap ke arah ujung goloknya yang sudah patah menjadi dua.
"Terima kasih Tuan Louis!" kata Wei Fang namun dengan hati yang terasa sakit karena goloknya yang patah.
"Jangan dulu buru-buru berterima kasih Panglima, musuh masih di ada dan kita tidak tahu apakah kita akan bisa menang atau justru akan mati secara bersama-sama? Karena itu simpanlah dulu rasa terima kasih mu itu untuk nanti!" jawab Louis.
Wei Fang mengelap darah ditepi bibirnya seraya mengangguk, kali ini dia harus bertarung melawan Tan Zuo Ming dengan tangan kosong saja.
Chie Xie yang terlengkap hingga belasan meter kini kembali bangun, namun dalam posisi duduk karena dia sudah tidak mampu lagi untuk berdiri.
Tatapan Chie Xie mengarah ke langit dengan mata yang berkaca-kaca berharap kakaknya mengetahui ini dan secepatnya datang membantu, namun setelah cukup lama menatap Langit, dia tidak melihat kemunculan Tian Feng sehingga Chie Xie hanya beranggapan jika harapannya itu hanyalah mimpi.
Kini Chie Xie memperhatikan pertarungan mereka semua sembari menghentikan pendarahannya dari sisa Chi yang ia miliki.
__ADS_1
Pertarungan dari kubu Yinfei juga terlihat semakin buruk dimana mereka bertujuh semakin kesulitan.
"Bukankah sudah kubilang jika kalian semua bukanlah tandingan ku!" kata Yo Xian kemudian dia mencengkram leher Yinfei dan mengangkat tubuh Yinfei ke dengan cekikikan kuat.
Lio Long melihat itu benar-benar sangat geram, dia dan Yinfei dan yang lainnya tidak menggunakan kekuatan penuh mereka karena takut Kota Xanhuo akan hancur, karena itu mereka semua hanya menggunakan setengah dari kemampuan masing-masing kecuali Wei Fang, Louis, Zang Yang, Hiroshi, dan Lang Yu, mereka sudah menggunakan kekuatan penuh mereka.
"Si..sial..! Jika begini tidak ada pilihan lain lagi selain melepaskan kekuatan penuh!" batik Yinfei.
Merasa sangat sulit untuk melepaskan diri dari cekikan Yo Xian, akhirnya secara terpaksa Yinfei melepaskan seluruh energinya dan berubah ke wujud Dewa.
Yo Xian langsung melepaskan cengkramannya karena dorongan dari energi Yinfei, sedangkan Lio Long segera melepaskan energinya juga.
Awan hitam segera terkumpul dan menutupi seluruh Kota Xanhuo dengan badai angin kencang serta petir yang menyambar kesegala arah.
Seluruh kota Xanhuo langsung bergetar keras dan seluruh masyarakat serta penghuni istana langsung panik dan lari kocar-kacir menyelamatkan diri.
Sebagian kota langsung hancur karena saat yang bersamaan, Xi Liyi dan Wang Dunrui juga melepaskan energi penuh mereka dan berubah ke wujud manusia Dewa.
Mereka tidak punya pilihan selain melakukan itu, walau mereka tahu jika nantinya akan banyak menelan korban jiwa.
Untungnya di istana masih ada tiga Panglima yang berjaga sehingga mereka sempat membuatkan perisai pelindung dengan kekuatan mereka yang masih berada di tahap Raja Bumi, walau tidak begitu kuat, namun setidaknya bisa melindungi Ibu Ratu Sie Qian dan Raja Muda Zhi Yei Fai serta sebagian para prajuritnya.
Wei Fang dan Louis segera terbang ke udara dan melepaskan Pelindung di sebagian kota dan di susul oleh Hiroshi dan, sedangkan Zang Yang sebisa mungkin menyelamatkan Chie Xie dan membawa nya ke tempat yang lebih aman.
Seperti yang dikhawatirkan jika banyak korban jiwa yang jatuh akibat terkena dampak dari kekuatan penuh ke empat manusia Dewa yang melepaskan seluruh energi mereka, dan lebih dari setengah kota kini sudah rusak, sedangkan untuk seluruh kota dilanda ketakutan yang mencekam.
"Hem... Mau pamer kemampuan kalian yang hanya segitu saja dihadapan kami? itu masih belum cukup Manusia!" kata Tan Zuo Ming kemudian aura hitam segera menyelimuti seluruh tubuhnya.
Yo Xian dan Dewi Peramal juga mengeluarkan aura yang sama sehingga sangat terasa tekanan kuat dari ketiga yang mampu melipat gandakan tekanan gravitasi.
"Jika mereka bertiga juga melepaskan seluruh energi mereka, bisa-bisa seluruh kota dan setengah dari wilayah kerajaan akan hancur!" batin Yinfei.
Semuanya berniat berpencar untuk membuat kubah pelindung, sayangnya mereka terlambat karena Tan Zuo Ming sudah melapaskan tekanan yang sangat kuat yang tidak mampu dinetralkan oleh Yinfei, belum pagi tekanan gabungan dari Yo Xian dan Dewi Peramal.
__ADS_1
Tanah yang bergetar hebat kini menciptakan banyak retakan besar yang menyebar kesegala arah, badai kencang yang sebelumnya menerjang sebagian kota kini semakin besar, hal ini membuat seluruh kota mulai hancur, bahkan Istana sekalipun yang dilindungi oleh perisai para Panglima juga tidak bisa bertahan lebih lama lagi.