
Yinfei dan yang lainnya sama-sama bingung karena tidak mengerti akan apa yang sedang Ho Chen dan Tian Feng bicarakan, mereka memang mengetahui akan Kaisar Kegelapan, namun tidak dengan Energi Hitam, namun tidak ada satupun yang bertanya sehingga mereka semua hanya bisa menjadi pendengar saja.
"Darimana Guru bisa memiliki keyakinan seperti itu?" tanya Tian Feng.
"Kaisar sudah memberitahuku, dan satu-satunya orang yang memiliki mewarisi kekuatan hitam milik Energi Hitam adalah putrimu!" kata Ho Chen.
Tian Feng hanya terdiam setelah Ho memberikan penjelasan seperti itu, walau dia sendiri sudah tahu jika Xihua memang memiliki kekuatan kegelepan, hanya saja jika harus mengasingkan putrinya, Tian Feng sangat tidak tega.
"Guru, jika memang benar demikian, aku akan mencarikan tempat yang aman sendiri agar Xihua dan ibunya tidak berpisah!" kata Tian Feng.
"Tidak Tian, tidak ada tempat yang aman, sebab Energi Hitam pasti bisa menemukannya!" kata Ho Chen.
"Siapa bilang tidak ada tempat, masih ada satu tempat lagi!"
Ho Chen menatap Tian Feng dengan penuh penasaran kemudian bertanya padanya, "Dimana?" tanyanya.
"Dunia Dimensi Obat yang berada di dalam Cincinku ini!" jawab Tian Feng.
"Owh benar juga, kenapa aku bisa melupakan Dunia dimensi obat Yao Shan? Bagus-bagus, kalau begitu hari ini juga aku akan membuka segel agar Dunia dimensi obat bisa terbuka, tapi nanti saat putrimu dan orang-orang yang ingin kamu masukkan akan memasukinya, kamu harus melepaskan cincinmu terlebih dahulu!" kata Ho Chen.
Membuka segel agar pintu Dunia dimensi obat bisa terbuka memang tidak sulit, hanya saja kali ini yang akan memasukinya bukan lagi sebuah Roh maupun Spiritual apapun, melainkan langsung tubuh seseorang, bisa di bilang jika Dunia dimensi obat akan seperti dulu dimana Tian Feng dan Ho Chen serta Alice pernah memasukinya tanpa perlu lagi memasukinya dengan jejak Spiritual.
"Guru semua, mari kita kembali ke rumah Guru!" ajak Tian Feng.
"Eee...?? Baik mari!" jawab Lio Long namun dengan pikiran yang masih di penuhi banyak tanda tanya.
Tian Feng, Ho Chen dan semuanya kembali ke rumah Ho Chen bersama-sama, sedangkan Ho Chen diam-diam memperhatikan Tian Feng.
Ho Chen masih teringat akan perkataan Zhi Shan yang mengatakan jika kelak Tian Feng akan mampu mencapai tahap Rana Ilahi, hal ini membuat Ho Chen merasa bangga karena memiliki seorang murid yang akan mampu menembus tahap Rana Agung, di mana saat ini Tahap Rana Agung adalah puncak kekuatan para Dewa.
Hanya saja Ho Chen tidak tahu kapan Tian Feng akan mampu menembus tahap itu, saat ini semuanya tergantung Tian Feng.
__ADS_1
***
"Kuasa Rana - Api Pemusnah."
Sebuah lautan Api menyebar ke segala seluruh penjuru hingga mencapai puluhan Mil jauhnya, namun lautan api itu bukan di dunia manapun, melainkan luar angkasa, dan sosok yang melepaskan sihir Api itu adalah Chinmi yang baru keluar dari meditasinya setelah selesai menerima energi dari An Huang Yi yang di serap dari energi kehidupan murni dari beberapa galaxi.
Sihir Api tersebut bukan lagi setingkat sihir Dewa, melainkan setingkat Kuasa Rana yang hanya mampu di gunakan oleh orang yang sudah mencapai tahap Rana Agung, dan Chinmi saat ini sudah mencapai tahap awal Rana Agung.
Lautan Api yang menyebar hingga puluhan mil tersebut terus melebar dan kemudian api tersebut pecah menjadi serpihan api yang bertebaran ke segala arah.
"Maafkan, aku terpaksa menerima energi kehidupan kalian demi bisa menghentikan Kaisar Kegelapan ini, aku berjanji setelah semuanya selesai, akan aku kembalikan energi kehidupan kalian!" gumam Chinmi.
Chinmi tahu jika sebenarnya ada cara agar galaxi yang sudah kehilangan energi kehidupan murninya karena di serap oleh An Huang Yi masih bisa kembalikan.
Hanya saja Chinmi belum tahu caranya, tapi dia yakin Ho Chen pasti tahu caranya mengingat selama ini Ho Chen sudah sering berpetualang ke seluruh Alam semesta.
"Pangeran Muda, Yang Mulia Kaisar akan segera tiba, sebelumnya Yang Mulia berpesan kepadaku jika nanti Pangeran keluar dari meditasinya agar segera kembali ke Aula Istana, dan kebetulan sekarang Yang Mulia dari Dunia bawah sedang menuju kesini!" kata Dewa Hitam.
Chinmi segera berbalik kemudian dia dan Dewa Hitam segera pergi menuju ke Aula Istana, sesampainya disana, ternyata tempat itu sangat sepi.
"Kemana yang lain?" tanya Chinmi.
Mereka semua pergi mengikuti Yang Mulia menyerang Dunia bawah, jadi disini hanya ada kita berdua saja!" jawab Dewa Hitam.
"Dewa Hitam, selama aku bermeditasi, apakah ada informasi yang harus aku ketahui mengenai perkembangan atau masalah terkait ayah mertua?" tanya Chinmi yang sebenarnya ingin mengorek informasi.
"Ada Pangeran, Yang Mulia berkata jika ada sosok lain yang juga memiliki kekuatan kegelapan, asalnya dari Kahyangan, dan penyerangan ke dunia bawah hanyalah sebagai pengalihan saja!" jawab Dewa Hitam.
"Sosok? Siapa sosok itu?" tanya lagi Chinmi.
"Entahlah Pangeran, Yang Mulia tidak memberikan informasi secara detail padaku!" jawab Dewa Hitam.
__ADS_1
"Hem... sosok lain yang memiliki kekuatan kegelapan ya? tapi siapa dan akan diapakan orang itu jika tertangkap?" tanya lagi Chinmi.
Lagi-lagi Dewa Hitam hanya menggelengkan kepalanya karena dia benar-benar tidak tahu akan hal itu, dan akhirnya Chinmi hanya bisa menahan rasa kesalnya karena informasi yang ia dapat hanya sedikit saja dan tidak terlalu jelas.
"Owh lihat itu sepertinya Yang Mulia!" kata Dewa Hitam yang menunjuk kearah gumpalan kabut hitam dari jauh.
Chinmi menatap kearah kabut hitam tersebut yang bergerak dan mendekat ke arahnya, tepat saat kabut itu berada di depan istana, muncullah para pasukan serat para Pengawal Kaisar Kegelapan, begitu juga dengan An Huang Yi, namun wajah An Huang Yi terlihat seperti agak kurang senang.
"Ayah mertua!" sapa Chinmi.
An Huang Yi hanya mengangguk tanpa ekspresi apapun, sedangkan Dewa Hitam mengerutkan dahi saat merasa ada yang kurang.
"Kemana Pedang Api Merah dan Pedang Es Biru?" tanya Dewa Hitam kepada Penjaga Gerbang Timur.
"Mereka sudah tiada!" jawab Dewi Peramal.
"Jadi kalian pulang dengan kekalahan?" tanya lagi Dewa Hitam yang merasa tidak percaya.
"Diamkan Dewa Hitam!" seru An Huang Yi setelah dirinya sudah duduk di singgasananya dengan kabut hitam yang melayang di atas kepalanya.
"Ampun Yang Mulia!" jawab Dewa Hitam kemudian berhenti bertanya setelah mendapatkan teguran dari An Huang Yi.
"Menantuku, aku ingin kamu mencari tahu siapa sosok pemilik kekuatan kegelepan itu," kata An Huang Yi yang kini ingin meminta bantuan Chinmi.
"Bukankah sosok itu berada di kahyangan, bagaimana caraku bisa kesana?" tanya Chinmi.
"Kamu tidak perlu khawatir karena aku akan memberikan Jubah Emas Penutup Jiwa padamu agar kamu tidak terlacak oleh siapapun,' kata An Huang Yi
"Ayah kenapa kamu ingin sekali menemukan sosok ini?" tanya Chinmi.
"Hem... sebenarnya pemilik kekuatan kegelepan sangat di butuhkan oleh Energi Hitam, baik itu laki-laki atau perempuan, jika sosok itu masih muda maka tubuh mereka akan menjadi tubuh pengganti baru Energi Hitam!" jawab An Huang Yi.
__ADS_1
"Baik ayah mertua, jika demikian aku akan pergi mencari keberadaan sosok itu!,"