
***
"Tuan Yuan, sudah lama kita tidak bertemu, bagaimana kabar mu dan juga Nyonya Yuan?"
"Tuan Mizu Tanaka dan Tuan Tsuki Hiroshi! Kabar kami semua baik-baik saja, maaf jika aku tidak memberikan sambutan atas kedatangan kalian kerumah kami!"
Rumah Yuan Xia kedatangan dua Klan dari Toakai, yaitu Klan Mizu dan Klan Tsuki, Yuan Xia yang tidak tahu jika Hirosi dan Tanaka akan datang langsung mempersilahkan mereka masuk namun dengan perasaan malu karena tidak menyambut mereka dengan layak.
"Tuan Yuan ini tidak perlu berkata seperti itu, bagaimanapun juga kita ini adalah teman, bukankah begitu Tanaka-Sama?"
"Yang dia katakan oleh Hiroshi-sama benar sekali Tuan Yuan!"
Yuan Xia hanya bisa tersenyum canggung kemudian mempersilahkan mereka untuk duduk.
"Tuan Yuan, maaf jika kami baru mengunjungi Tuan sekarang, kami juga sudah mendengar jika keluarga Tuan di serang oleh Shinobi suruan Klan Yama!" kata Tanaka.
Yuan Xia mengangguk dan wajahnya berubah menjadi sedih, dia dan istrinya sama sekali tidak bisa melupakan kejadian waktu itu.
"Benar sekali Tuan Mizu Tanaka, keluarga ku memang di serang oleh dua orang Shinobi, namun saat itu keberuntungan masih berada di pihak keluarga ku, itu semua karena Putraku yang sudah berjasa menyelematkan adiknya!" kata Yuan Xia yang terlihat sedih.
Hiroshi dan Tanaka sama-sama saling berpandangan, mereka juga sudah mendengar jika yang menggagalkan serangan itu adalah anak Yuan Xia yang saat itu masih berumur sekitar Lima atau enam tahun.
"Tapi Tuan, kabar yang kami terima saat itu katanya putramu juga terluka, apa itu benar?" tanya Hiroshi.
"Iya! Putraku saat itu juga terluka karena terkena senjata Shinobi itu, masalah saat itu putra ku yang sedang terluka justru pergi dari rumah dan menghilang entah kemana, bahkan istriku..!"
Yuan Xia menghentikan kalimatnya kemudian dia menatap kearah Lie Yie yang sedang duduk sendirian di samping rumahnya.
Sejak menghalangnya Tian Feng dari rumah, Lie Yie menjadi pendiam, terkadang Lie Yie melamun sendiri dengan tatapan kosong, bahkan saat itu dia sampai sakit keras akibat kurang makan dan terlalu banyak pikiran.
Suatu hari Yuan Xia hampir kecolongan dan juga hampir kehilangan Lie Yie untuk selamanya, saat itu Lie Yie hampir mati bunuh diri di tali gantungan di dalam kamarnya.
Lie Yie berniat untuk bunuh diri karena orang-orang yang mencari Tian Feng selama tiga bulan hanya kembali dengan tangan kosong, yang lebih menyakitkan lagi ketika orang-orang ada yang mengatakan jika Tian Feng kemungkinan besar sudah meninggal.
Itu sebabnya Lie Yie tidak terima dan menjerit histeris, dia lari ke dalam kamar dan kemudian mengunci kamar dari dalam.
Yuan Xia sama sekali tidak kepikiran jika Lie Yie akan nekat untuk bunuh diri, karena merasa khawatir atas kondisi Lie Yie, Yuan Xia akhirnya menyusul Lie Yie ke kamarnya.
Yuan Xia terus memanggil Lie Yie agar membuka pintu nya, namun Lie Yie sama sekali tidak menjawab.
Ke khawatirannya semakin besar sehingga Yuan Xia mendobrak pintu kamarnya, ketika berhasil di dobrak, Yuan Xia terkejut karena menemukan Lie Yie sudah tergantung di kamar.
Beruntung Yuan Xia masih bisa merasakan gerakan tubuh Lie Yie yang artinya Lie Yie masih belum sepenuhnya meninggal.
Yuan Xia dengan cepat tubuh Lie Yie dan kemudian memotong talinya agar bisa menurunkan Lie Yie.
Lie Yie yang hampir tidak bernafas segera terbatuk-batuk saat dia sudah berhasil di turunkan.
Sadar jika dirinya tidak jadi mati karena di selamatkan oleh Yuan Xia, Lie Yie menangis lagi dan berkata jika dirinya ingin menyusul Tian Feng.
Lie Yie tidak mau Tian Feng kesepian sehingga dia ingin menyusulnya dan akan menemani Tian Feng di akhirat.
Melihat kondisi istrinya yang sangat memilukan itu, Yuan Xia juga tidak bisa menahan air matanya, dia memeluk istrinya erat-erat agar Lie Yie bisa lebih tenang.
Yuan Xia yakin jika Tian Feng pasti masih hidup, dan dia juga memberikan penjelasan itu kepada Lie Yie agar istrinya bisa lebih tenang.
__ADS_1
Butuh waktu sangat lama bagi Yuan Xia untuk menenangkan Lie Yie, beruntung dia berhasil meyakinkan Lie Yie sehingga Lie Yie mengurungkan niatnya untuk bunuh diri.
Semenjak berlalunya kejadian itu, Lie Yie masih tetap terlihat murung, sudah berbagai cara di lakukan agar Lie Yie kembali seperti dulu, namun tidak ada satupun yang berhasil, Chie Xie juga sering menghibur ibunya, namun tetap tidak ada senyuman yang terlihat di bibir Lie Yie.
Yuan Xia menceritakan semuanya kepada Tanaka dan juga Hiroshi sehingga mereka berdua sangat terharu akan kisah Lie Yie yang sangat menyayangi Tian Feng.
"Jika boleh saya tahu, siapakah nama putra tuan itu?" tanya Tanaka.
"Namanya adalah Yuan Tian, dan kami memanggilnya Tian!" jawab Yuan Xia.
"Tian? Nama nya hampir mirip dengan anak yang Lima tahun lalu pernah saya temui?" kata Hiroshi.
Yuan Xia menoleh kaget kearah Hiroshi sekaligus bertanya padanya, "Namanya sama? Nama siapa yang sama?" tanya Yuan Xia.
"Nama anak tuan itu, namun bedanya anak tuan bernama Yuan Tian, sedangkan anak yang pernah kami temui itu bernama Tian Feng!" jawab Hiroshi.
"Apa..!? Dimana tuan bertemu dengan putraku Tian?" tanya Yuan Xia yang berdiri karena terkejut.
Jelas saja sikap Yuan Xia mengagetkan Hiroshi dan juga Tanaka, Bahkan Lie Yie yang sedang duduk sendirian dengan tatapan kosong juga menoleh kearah Yuan Xia, bukan karena kaget, melainkan karena mendengar nama Tian yang di ucapkan oleh Yuan Xia.
"Tuan, namanya adalah Tian Feng, dan bukan Yuan Tian!" kata Hiroshi.
"Iya aku tahu, namun nama sebenarnya adalah Tian Feng, dan kami memberikan nama marga kami padanya sehingga dia kami memanggilnya Yuan Tian!" kata Yuan Xia.
"Xia! Apakah kamu tadi menyebut nama Putraku?" tanya Lie Yie yang sudah berada belakang Yuan Xia.
"Yie'er! Tuan Hiroshi katanya pernah bertemu dengan putra kita!" jawab Yuan Xia dengan tersenyum lebar, dia yakin Lie Yie pasti sangat bersemangat jika mendengar nama Tian di sebut, karena sudah sepuluh tahun dia sangat merindukan Tian Feng.
"Apakah itu benar Tuan? Kalau begitu dimana Putraku sekarang, dan bagiamana kondisinya, apakah dia baik-baik saja? Dan..dan! Apakah dia sudah besar?" tanya Lie Yie dengan pertanyaan yang saling menyusul.
"Yie'er tenanglah, ayo duduk dulu dan kita dengarkan dulu cerita Tuan Hiroshi," kata Yuan Xia.
Lie Yie yang tubuhnya terlihat sangat kurus langsung terlihat bersemangat, dia segera duduk dan kemudian mulai mendengarkan akan apa yang akan Hiroshi ceritakan.
"Namanya adalah Tian Feng begitu dia mengatakannya pada kami, awalnya kami bertemu di sebuah rumah makan dan saat itu dia sedang sendirian dan membeli makanan!"
"Apakah Tuan masih ingat ciri-ciri wajahnya?" tanya Yuan Xia.
Hiroshi tersenyum dia jelas tidak akan melupakan wajah Tian Feng walau pertama kali bertemu Tian Feng sedang mengenakan kain untuk menutup sebagian wajahnya.
"Tentu saja Tuan Yuan, awalnya dia mengenakan penutup wajah sehingga membuat aku serta putri ku sangat penasaran! Namun saat dia membuka penutup wajahnya, ternyata wajah anak itu sangat tampan seperti anak seorang Dewa!" kata Hiroshi.
Mata Lie Yie melebar, kini dia yakin jika anak itu adalah Putra nya, "Xia, aku yakin dia pasti anak ku, Tian! Tian masih anak ku masih hidup! Tian masih hidup!" Lie Yie terlihat sangat senang sekali saat mengetahui jika Tian Feng masih hidup, dia tidak henti-hentinya berbicara sehingga Yuan Xia meminumnya untuk tetap tenang dan membiarkan Hiroshi menceritakan semuanya.
"Lalu kemana Tian saat itu pergi Tuan?" tanya Yuan Xia.
Hiroshi segera menceritakan semuanya saat dia melakukan perjalanan bersama Tian Feng, bahkan Hiroshi juga mengatakan jika sebenarnya dia sangat terkejut saat mengetahui jika Tian Feng saat itu ternyata memiliki ilmu bela diri yang sangat tinggi.
Tanpa ada yang di tutup-tutupi oleh Hiroshi, dia menceritakan akan bagaiamana Tian Feng saat itu menyelematkan keluarganya dari serangan Shinobi yang di kirim oleh Klan Yama untuk membunuh dirinya serta Naomi.
Hingga akhirnya dia berpisah dengan Tian Feng di Desa Xinyi, Hiroshi baru tahu jika yang membunuh empat orang dari Yamuru itu adalah Tian Feng, dan semua itu di jelaskan oleh salah satu Shinobi yang menjadi pengawal nya.
Shinobi itu bisa seyakin itu karena dia pernah melihat Tian Feng menggunakan ilmu cakaran seperti cakar Singa saat menghadap Shinobi merah di dalam Tenda.
"Tuan Yuan, sebenarnya kedatangan ku ke Kota Xanhuo ini juga ingin mencari keberadaan Tian-san, seharusnya dia sudah tiba di sini Lima Tahun yang lalu, karena dia sudah mengatakan jika dirinya akan pulang ke Kota ini!" kata Hiroshi.
__ADS_1
"Ini aneh sekali, jika benar Tian akan pulang kesini, kenapa dia tidak juga kunjung tiba?" tanya Yuan Xia.
"Aku juga tidak tahu soal itu Tuan Yuan, mungkin saat ini anak itu tumbuh besar, karena saat itu aku bertemu dengannya saat dia masih berusia kurang lebih 13 tahun, dan jika di hitung-hitung dari tahun itu, seharusnya saat ini dia sudah berumur kurang lebih 18 tahun!" kata Hiroshi.
"Kalau begitu aku akan pergi menemui Guru Zang dan akan menceritakan ini padanya, biar nanti dia yang pergi mencarinya!" kata Yuan Xia.
"Eee Tuan Yuan, maaf jika aku menyela obrolan kalian! Bukankah sekitar sebulan lagi akan diadakan pemilihan pejabat oleh Raja baru Kerajaan ini? Kenapa Tuan masih ingin pergi saat jabatan Tuan akan di rebut oleh pejabat lain?" tanya Tanaka.
Saat ini yang menjadi Raja di Kerajaan Wu memang bukan Raja yang dulu, karena Raja yang dulu sudah tiada.
Menurut kabar Raja mati karena serangan jantung, namun ada juga yang mengatakan jika ada yang menyabotase atas kematian sanga Raja.
Semenjak Kerajaan Wu di gantikan oleh Raja baru, aturan pun juga mulai berubah. Saat ini posisi Yuan Xia sebagai Pejabat sedang di ambang penurunan.
Menurut Raja baru, Yuan Xia sudah tidak pantas lagi menduduki jabatannya, semua itu juga karena hasutan dari dua pejabat lain yang menjelek-jelekkan Yuan Xia sehingga Raja akan mengadakan pemilihan Pejabat baru.
Cara pemilihan Pejabat tidak lagi seperti dulu dimana Rakyatlah yang akan memilihnya, namun cara yang baru adalah lewat pertandingan.
Semua calon Pejabat yang akan mencalonkan diri harus bertanding, siapa yang menang dialah yang pantas menjadi Pejabat dan menggantikan posisi Yuan Xia.
Namun Raja juga memberikan kesempatan kepada Yuan Xia untuk tetap mempertahankan jabatannya dengan cara ikut bertanding.
Jika tidak memiliki ilmu beladiri atau tidak memiliki keturunan yang memiliki ilmu beladiri!Setiap calon Pejabat boleh menyewa pendekar lain sebagai wakilnya untuk bertarung dan memenangkan pertandingan perebutan Jabatan.
Yuan Xia sendiri saat ini memiliki satu Pendekar hebat dan satu keturunan yang juga seorang pendekar, dia adalah Zang Yang dan yang satunya adalah Chie Xie yang sudah berusia 13 tahun.
Chie Xie sudah berlatih di bawah bimbingan Zang Yang, dan dia saat ini sudah berada di tingkat Pendekar Bawah, dan tidak lama lagi akan naik ketingkat Pendekar Tengah.
"Sebenarnya aku tidak terlalu tertarik akan jabatan ini Tuan Tanaka! Yang terpenting bagiku saat ini hanyalah menemukan putraku kembali, itu saja!" kata Yuan Xia.
"Tidak Tuan, sebaiknya demi nama baik keluarga Tuan, sebaiknya Tuan jangan mengabaikan ini, jika Tuan tidak memiliki pendekar sebagai perwakilan, maka saya akan memberikan satu Ronin untuk mewakili Tuan!" kata Tanaka.
Yuan Xia terdiam sesaat, dia sadar jika semua ini hanya demi menjatuhkan dirinya, jika dirinya tidak ikut, itu sama saja jika dia mengaku kalah dan dua pejabat yang memang berencana menjatuhkan dirinya pasti akan sengat senang.
Namun masalahnya dia hanya memiliki Zang Yang dan putrinya saja, sedangkan aturan pertandingan sama sekali tidak ada.
Bisa saja nanti beberapa calon lainnya menyewa lebih dari dua pendekar, dan yang lebih dia khawatirkan jika sampai ada salah satu Calon yang menyewa seorang Pendekar Cahaya yang mungkin lebih tinggi dari Zang Yang.
Tentu saja itu sangat berat, apa lagi Pertandingan Perebutan Jabatan itu tidak memiliki aturan, mau bertarung sampai mati juga tidak di larang.
"Aku akan memikirkannya lagi!" kata Yuan Xia.
"Jadi bagaimana dengan Tian? Apakah kamu tidak mau mencarinya?" Lie Yie bertanya.
"Yie'er, anak kita pasti akan pulang, kamu sudah dengar sendiri bukan jika dua sebenarnya akan pulang, sebaiknya kamu bersiap-siap menyambut kedatangannya, jangan sampai dia datang menjadi sedih karena melihat kondisi mu saat ini!" kata Yuan Xia.
Perkataan Yuan Xia ternyata berhasil membuat Lie Yie bersemangat, dan senyum kebahagiaan yang sudah lama menghilang di wajah Lie Yie kini kembali terlihat.
"Kamu benar sekali Xia, sebaiknya aku harus bersiap-siap! Mulai saat ini aku harus menjaga kesehatan demi Tian!" kata Lie Yie kemudian dia bangkit dan pamit untuk ke kamar.
Yuan Xia merasa bahagia melihat istrinya yang kembali bersemangat setelah mengetahui jika Tian Feng masih hidup dan akan segera pulang, namun dia tidak tahu kapan Tian Feng akan datang.
"Terima kasih banyak Tuan Hiroshi atas semua informasinya, kini kami semua merasa lega, dan nanti akan ku ceritakan ini kepada Guru Zang dan juga Chie Xie, aku yakin mereka akan senang mendengarnya," kata Yuan Xia.
Hiroshi dan Tanaka berada cukup lama di rumah Yuan Xia, setelah itu mereka baru berpamitan pulang saat hari sudah sore.
__ADS_1