Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Serangan mendadak di Istana Naga Api Emas


__ADS_3

Mereka berenam secata bersamaan mengalirkan energi ke pilar masing-masing dan kemudian seluruh permukaan lantai bergetar seperti ada yang bergerak dari bawah.


Setelah cukup lama, keenam pilar tersebut secara perlahan-lahan mulai terbenam kebawah lantai, namun sangat pelan sehingga mereka harus lebih fokus untuk mengalirkan energi mereka semua.


"Benar-benar segel yang sangat kuat, mereka benar-benar sangat ketat dalam menjaga pusaka ini!" batin Tian Feng.


Tian Feng yang memiliki kekuatan puncak Rana Agung saja dapat merasakan kekuatan segel tersebut sehingga harus lebih berkonsentrasi untuk melepaskannya.


Tian Feng tidak bisa membayangkan andai yang melepaskannya hanya memiliki kekuatan Dewa Agung, walau berhasil pastinya mereka akan kehabisan energi.


Setengah dari pilar tersebut sudah terbenam dan tiba-tiba saja terdengar suara raungan Naga yang sangat keras sekali, raungan tersebut bukan berasal dari tempat lain, melainkan dari keenam pilar yang mulai hampir terbenam.


Setelah cukup lama, barulah keenam pilar tersebut terbenam seluruhnya kedalam lantai, dan ketiga bayangan Ho Chen juga langsung menghilang.


"Fuih, benar-benar segel yang rumit dan kuat!" kata Ho Chen yang menghela nafas lega.


Singa Emas menghampiri kotak peti batu hitam tersebut kemudian dia menempelkan kaki depannya ke arah pola yang terdapat di pinggir peti tersebut dan kemudian peti tersebut terbuka ke samping.


Ho Chen dan Tian Feng segera mendekati Singa Emas untuk melihat bentuk dari Pusaka Mata Naga Giok Kaisar tersebut dan setelah itu sebuah kotak batu kecil naik keatas dimana di atas kotak tersebut ada sebuah Batu Mustika Berwarna Biru terang.


Batu tersebut bentuknya seperti sebuah mata Naga, namun jika diamati baik-baik, Batu mustika tersebut seperti terbuat dari sebuah batu giok.


"Jadi ini Mata Naga Giok Kaisar itu? Aku pikir bentuknya seperti sebuah senjata karena guru bilang ini adalah sebuah pusaka!" kata Tian Feng.


"Ini juga masuk dalam sebuah Pusaka Tian!" kata Ho Chen.


Singa Emas mundur dan mempersilahkan Ho Chen dan Tian Feng untuk melakukan akan apa yang mereka ingin lihat.


"Silahkan jika kalian ingin melihat sesuatu yang ingin kalian ketahui!" kata Singa Emas.

__ADS_1


"Terima kasih!" kata Ho Chen.


Ho Chen ingin memegang batu Mustika tersebut, sedangkan Tian Feng hanya menunggu akan apa yang ingin Ho Chen lakukan, namun Ho Chen belum sempat menyentuh Mustika Mata Naga Giok Kaisar, sebuah getaran dan teriakan dari luar terdengar oleh mereka bertiga.


"Ada apa?" tanya Ho Chen.


"Tidak tahu!" jawab Singa Emas.


Ho Chen segera menggunakan mata dewanya untuk melihat ke luar, dan setelah itu dia langsung terkejut.


"Itu adalah Panglima Gerbang Timur, kenapa dia juga berada disini?" kata Ho Chen.


"Panglima Gerbang Timur? Siapa itu?" tanya Singa Emas.


"Dia adalah salah satu Pengawal Kaisar Kegelapan!" jawab Ho Chen.


"Entahlah, namun sepertinya dia memiliki tujuan yang lain! Jika memang dia ingin menangkap binatang, dia tidak akan membunuh para Binatang yang lari!" kata Ho Chen kemudian kembali memperhatikan Panglima Gerbang Timur.


"Sepertinya ada yang salah, kekuatan Panglima Gerbang Timur tidaklah sekuat ini, seharusnya puncak kekuatannya tidak sampai di Puncak Dewa Agung, tapi ini? Ada yang tidak beres!" kata Ho Chen kemudian dia melihat Mustika Mata Naga Giok Kaisar tersebut.


"Raja Singa Emas, aku khawatir sosok itu sebenarnya juga mengincar Pusaka ini, jika Raja mengijinkan, aku akan memindahkan Mustika ini ketempat yang lebih aman!" kata Ho Chen kepada Singa Emas.


Singa Emas menatap Ho Chen dengan tatapan yang berbeda dan kemudian terdengar helaan nafas darinya.


"Jika memang dia juga menginginkan Mustika ini, maka kamu boleh menyimpannya sementara di tempat yang aman, karena tidak mungkin bagi kita untuk menyegel lagi dengan cepat!" kata Singa Emas.


Melepaskan segel dengan kembali menyegel akan lebih sulit saat kembali menyegel, disamping butuh lebih banyak energi, waktu untuk menyelesaikan penyegel juga butuh waktu yang lebih lama lagi.


"Tian, kamu pindahkan Pusaka ini kedalam Cincin Langit Malam mu!" kata Ho Chen.

__ADS_1


Tian Feng segera mengayunkan tangan kearah mustika tersebut dan kemudian mustika tersebut langsung menghilang dari tempatnya.


"Aku harus keluar untuk memanggil para Singa yang lain untuk menghentikan panglima itu, dan kalian pastikan untuk menjaga Putri Naga, sebab saat ini dia tidak boleh terganggu, jika tidak putri tidak hanya akan gagal, bisa-bisa dia akan lenyap karena ritualnya sudah terganggu!" kata Singa Emas kemudian dia segera melesat keluar.


"Guru, apakah tidak sebaiknya kita membantu Raja Singa Emas, sepertinya Panglima Gerbang Timur itu tidak akan bisa di kalahkan oleh kekuatan para Singa Emas itu!" kata Tian Feng.


"Jangan dulu gegabah Tian, kita lihat dulu kondisinya, bukankah kita sudah lihat sendiri seberapa besar kekuatan semua singa itu jika di gabungkan, jika ternyata gabungan itu juga tidak bisa mengalahkan Panglima Gerbang Timur, itu artinya ada ada sosok lain yang menggunakan tubuhnya, dan kemungkinan dia adalah Energi Hitam!" kata Ho Chen.


"Kalau begitu aku akan ke kolam Air Mata Naga untuk menjaga Xu Lian agar tidak terganggu!" kata Tian Feng kemudian dia segera berpindah tempat ke Kolam air mata Naga.


Serangan mendadak di Istana Naga Api Emas membuat seluruh Dunia Selatan mulai bergetar akibat pertarungan dahsyat, sedangkan Ho Chen dan Tian Feng terus memperhatikan agar tahu kekuatan yang disembunyikan oleh Panglima Gerbang Timur.


Tian Feng melihat ke dalam kolam Air Mata Naga untuk melihat kondisi Xu Lian, Tian Feng melihat tubuh Naga Xu Lian yang sebelumnya kecil kini mulai memanjang seperti akan bertransformasi.


"Air yang benar-benar ajaib, tapi kenapa Raja Singa Emas tidak menggunakannya agar dia juga memiliki tubuh seperti manusia?" batin Tian Feng yang sesaat berpikir kenapa Raja Singa Emas juga tidak melakukan hal sama seperti Xu Lian, hanya saja pikiran tersebut segera menghilang dan dia kembali fokus terhadap pertempuran di luar.


Sesekali Tian Feng mengepalkan kedua tangannya karena merasa tidak tahan lagi, namun dia tetap berusaha untuk tenang seperti Ho Chen, hanya saja beberapa saat kemudian, Tian Feng benar-benar sudah tidak tahan lagi saat melihat Panglima Gerbang Timur membantai para Binatang tersebut.


Yang lebih mengejutkan lagi, ternyata gerombolan Singa Emas yang muncul juga di buat kocar-kacir oleh Panglima Gerbang Timur sehingga membuat darah bertarung Tian Feng mendidih dan kemudian dia melepaskan aura bertarungnya.


"Tian!?" Ho Chen terkejut saat merasakan aura baru Tian Feng.


Untuk pertama kalinya Ho Chen merasakan aura ganas Tian Feng, entah dari mana Tian Feng mempelajari, yang jelas saat ini Tian Feng seperti sudah tidak bisa di hentikan lagi.


"Jaga Xu Lian guru!" kata Tian Feng kemudian dia segera menghilang dari hadapan Ho Chen.


"Anak ini benar-benar tidak bisa ditahan, tapi yang tadi itu aura apa? Auranya begitu ganas dan kuat!" kata Ho Chen kemudian dia melihat Tian Feng yang kini sudah muncul di hadapan Panglima Gerbang Timur dengan aura buas serta ada percikan debu cahaya di sekitar tubuh Tian Feng.


Ho Chen mengerutkan dahinya, dia merasa pernah melihat cahaya debu tersebut, dan setelah berusaha mengingatnya, Ho Chen bergumam pelan, "Debu Cahaya ini sama dengan Debu Cahaya milik Energi Putih Zhi Shan!" gumamnya.

__ADS_1


__ADS_2