
Tian Feng membutuhkan waktu cukup lama untuk menekan rasa sakit di jantungnya yang ternyata diakibatkan oleh Energi Yin yang ia kuasai.
Tian Feng tidak mengerti kenapa Xian tidak memberitahu dirinya jika membentuk Sendi Air atau energi Yin akan memiliki efek seperti yang ia alami.
Beruntungnya Xanzi juga mengetahui cara mengatasinya, jika tidak bisa-bisa Tian Feng akan mati oleh energinya sendiri.
"Bagaimana keadaanmu gege?" tanya Chie Xie saat Tian Feng sudah membuka matanya.
"Aku sudah baikan Xie'er! Maaf sudah membuatmu khawatir," jawab Tian Feng kemudian dia bangkit dan dibantu oleh Chie Xie.
"Gege.. maafkan aku! Aku hanya tidak mau gege terus-menerus membunuh orang dengan cara sesadis itu! Aku takut nantinya gege jadi Pendekar yang haus darah!" kata Chie Xie.
Tian Feng tersenyum lembut, sebenarnya sejak dulu dia memang sudah menjadi seorang Pendekar yang haus darah, membunuh dan membunuh itu adalah jalan yang Tian Feng tempuh sejak masih menjadi seorang Pendekar aliran Sesat hingga kini juga masih sama walau sedikit berbeda jalan.
"Xie'er! Jika kita sudah menjadi seorang pendekar, itu artinya kita harus siap berhadapan dengan kematian, jika kita tidak membunuh, yang ada kitalah yang akan dibunuh!"
Sebagai mantan seorang Pendekar aliran sesat, sudah tidak terhitung berapa nyawa yang sudah Tian Feng ambil.
Dulu dia hanya memiliki kemampuan setingkat Pendekar Cahaya Tahap 1, namun dengan kemampuan barunya saat ini, Tian Feng terkadang memang sering kelewat batas.
Entah karena marah, atau memang pengaruh dari Aura Pembunuh nya yang semakin banyak, namun jika saat mengaktifkan Tubuh Raja Iblis, hal itu memicu Nafsu membunuh Tian Feng semakin bergejolak.
"Gege.. Saat kamu membunuh lawan-lawanmu, adakah rasa sedikit penyesalan dihatimu?" tanya Chie Xie.
"Bagaimana cara menjelaskannya padamu! Begini Xie'er, setiap orang memiliki sifat yang berbeda-beda, seperti dirimu yang dianugerahi kemampuan tinggi namun berhati lembut, sedangkan aku justru sebaliknya!" kata Tian Feng.
"Tapi gege, tidak semua orang yang kamu bunuh itu adalah seorang penjahat! Contohnya para pasukan yang kamu bantai itu! Mereka itu hanya mengikuti perintah seseorang yang lebih tinggi derajatnya untuk berbuat jahat, selebihnya mereka itu hanyalah rakyat biasa yang memiliki keluarga di rumah yang sedang menunggu kedatangan ayah, suami, dan anaknya! Apakah pernah kamu berpikir sampai kesitu?"
Tian Feng tersenyum kecut, dia tahu jika para prajurit Foiberia yang ia bunuh kebanyakan adalah para rakyat biasa yang mengikuti perintah Tuhannya.
Entah mengapa saat dia mengaktifkan Tubuh Raja Iblis, naluri membunuhnya membuat dirinya seperti kehilangan akal.
Merasa tidak mampu untuk menjawab lagi pertanyaan Chie Xie yang semakin membuatnya sulit berpikir, Tian Feng pun mengalihkan topik pembicaraannya.
"Xie'er katakan padaku siapa yang telah melatihmu sehingga kamu memiliki kemampuan besar ini serta menguasai Ilmu Sihir?" tanya Tian Feng.
Chie Xie terdiam sesaat kemudian dia mulailah menceritakan akan asal mula dirinya keluar untuk menyusul Tian Feng hingga memiliki kemampuan serta Ilmu Sihir yang tinggi.
__ADS_1
Tian Feng mendengarkan cerita Chie Xie sambil berjalan berdua menuju kerumah mereka, saat Chie Xie sudah menyelesaikan semua ceritanya, Tian Feng langsung menjadi penasaran dan ingin tahu siapa wanita yang sudah melatih Chie Xie.
Mereka berdua kini sudah sampai dirumah dan segera masuk kedalam untuk menemui Yuan Xia, sedangkan diluar para prajurit istana sedang membersihkan mayat dan sebagian lainnya berdiri mengelilingi Toya Emas Tian Feng yang menancap kebawah.
***
"Ini benar-benar terbuat dari emas?"
"Tidak salah lagi, tongkat ini memang terbuat dari emas!"
Semua para prajurit istana mengelilingi Toya Emas dengan terkagum-kagum. Toya tersebut hingga saat ini masih berdiri dan menancap ditempat dia dijatuhkan.
"Apa yang sedang kalian lihat? Cepat bantu teman-teman kalian yang lain!" bentak Wei Fang.
Semua para prajurit tidak ada yang berani membantah dan bergegas pergi membantu rekan-rekan yang lain menguburkan jenazah serta membawa yang sedang terluka.
Kini giliran Wei Fang yang terkagum-kagum melihat Toya Emas tersebut, "Benar-benar pusaka yang hebat! Siapa orang yang membuat pusaka dari bahan emas seperti ini?" gumam Wei Fang sambil memperhatikan Toya Emas tersebut.
"Panglima!" Zang Yang yang sudah selesai dengan urusannya menghampiri Wei Fang, dia datang bersama Nenek Chi yang berjalan agak pincang.
"Bagiamana kondisi mu saudari Chi?" tanya Wei Fang.
Sayangnya Zuan Lao berhasil melarikan diri saat perhatian Tian Feng lebih fokus mengejar Taiyan Zin dan dua ketua cabang organisasi Tiga Bunga tersebut.
"Sebenarnya siapa tadi yang guru hadapi? Kenapa dia juga menguasai jurus Singa Emas?" tanya Zang Yang.
"Sebenarnya dia adalah saudara seperguruan kami, aku hanya tidak menduga jika dia masih hidup, Namum terlebih lagi dia semakin bertambah kuat!" jawab Mei Yinyi.
"Sebelumnya guru tidak pernah bercerita jika punya saudara seperguruan! Tapi jurus yang ia gunakan sedikit berbeda dengan Jurus kita."
Zang Yang sempat memperhatikan setiap Jurus yang digunakan oleh Zuan Lao, karena itu dia merasa sangat aneh dengan jurus Singa yang digunakan oleh Zuan Lao.
"Itu adalah Jurus Singa Terbalik, jurus tersebut dia pelajari dari Kitab Singa Emas, namun karena terburu-buru Zuan Lao akhirnya salah mengambil urutan sehingga jurusnya berbeda!" jawab Mei Yinyi.
"Sebenarnya saudara seperguruan mu itu lebih hebat dari pada kamu, andai Chie Xie tidak datang tepat waktu, mungkin kamu sudah mati ditangan saudara seperguruan mu itu!" kata Wei Fang.
Mei Yinyi mengangguk dan mengakui jika jurus Zuan Lao lebih kuat dari dirinya, andai saja dia masih memiliki stamina seperti waktu masih muda dulu, mungkin dia masih bisa mengimbanginya.
__ADS_1
"Tapi ngomong-ngomong dari mana Xie'er bisa memperoleh kekuatan serta ilmu setinggi itu? Apakah Tian yang mengajarinya selama Xie'er tidak ada disini?" Zang Yang membahas akan rasa penasarannya.
"Bisa jadi!" jawab Mei Yinyi.
"Aku lebih tertarik dengan Toya Emas ini! Andai Tian mau menukarkan Toya Emas ini dengan Golok ku, aku tidak akan keberatan!" kata Wei Fang yang kembali memperhatikan Toya Emas tersebut.
Zang Yang dan Mei Yinyi saling berpandangan, mereka tidak menduga jika Wei Fang sangat tertarik dengan Toya Emas milik Tian Feng.
"Sepertinya itu mustahil Panglima! Selama ini belum pernah ada satupun di semua kerajaan sebuah pusaka yang terbuat dari Emas, jadi baru Tian Feng satu-satunya yang memilikinya," kata Zang Yang.
"Aku ini hanya berandai-andai saja saudara Zang!" kata Wei Fang kemudian dia mendekati Toya Emas tersebut.
"Sebaiknya Toya ini jangan dibiarkan disini, lebih baik kita kembalikan kepada Tian!" kata Wei Fang kemudian berniat untuk mencabut Toya Emas tersebut.
Wei Fang mengerutkan dahinya saat Toya Emas tersebut sama sekali tidak bergerak saat mau diangkat.
"Padahal Toya ini tidak terbenam terlalu dalam, kenapa sangat sulit sekali untuk mengangkatnya!" kata Wei Fang.
Wei Fang kembali mencobanya sekali lagi, namun tetap saja Toya Emas tersebut sama sekali tidak bergerak.
Merasa tidak sanggup mengangkat Toya tersebut, Wei Fang mengumpulkan energi hingga hembusan angin tercipta dari tubuhnya.
Wei Fang memegang Toya Emas tersebut dengan kedua tangannya dan kemudian berusaha menarik Toya tersebut, namun semua sia-sia karena Toya tersebut seolah-olah tertancap sangat dalam.
Nafas Wei Fang memburu karena kelelahan hanya karena ingin mengangkat Toya tersebut, "Aku menyerah!" gerutu Wei Fang sambil mundur.
"Jika Panglima saja tidak sanggup mengangkat Toya itu, bagiamana nanti jika Panglima nanti bisa memilikinya?" kata Mei Yinyi yang ngeledek.
"Jika kamu mampu silahkan!" Wei Fang mempersilahkan Mei Yinyi untuk mencobanya, "Aku tidak tertarik!" jawab Mei Yinyi.
"Kita biarkan saja dia, lagi pula selain dari Tian, pasti tidak akan ada orang lain yang bisa mencabutnya!" kata Zang Yang.
Mereka bertiga sepakat untuk segera menyusul para tahanan perang dan meninggalkan Toya tersebut yang masih tertancap ditanah karena mereka yakin tidak akan ada yang bisa mencuri emas tersebut.
Wei Fang tidak tahu jika tertangkapnya Taiyan Zin dan ke-dua rekannya akan memicu kekacauan yang lebih besar di Kerajaan Wu, hanya tinggal menunggu waktu hingga hari itu tiba.
***
__ADS_1
Semalam saya sedang tidak enak badan hingga sekarang, karena itu semalam tidak update.