Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
kekuatan Energi Hitam yang sesungguhnya


__ADS_3

***


"Dewa Pelindung Alam Semesta, akhirnya kita bisa berhadapan lagi! Kamu selalu saja menjadi penghalang ku," kata An Huang Yi kepada Ho Chen yang saat ini sudah berada di hadapannya.


"Aku tidak pernah menghalangi jalanmu, aku hanya meluruskan beberapa jalan anggotamu yang tersesat!" jawab Ho Chen.


"Bagus-bagus, kamu terlalu percaya diri menjawab ucapanku, apa kamu tidak sadar jika derajat kita ini berbeda? Aku akui jika aku terkejut saat merasakan kekuatanmu yang bisa mencapai tahap Awal Rana Agung, hanya saja itu masih bukan kekuatan yang pantas untuk melawanku!" kata An Huang Yi.


Ho Chen tersenyum dengan menggelengkan kepalanya seraya menjawab, "Aku sadari itu, kekuatan mu memang sudah mencapai tahap akhir Rana Agung sejati, walau aku berada di awal Rana Agung sejati, bukan berarti aku tidak memiliki rencana!" kata Ho Chen.


An Huang Yi menaikkan alisnya kemudian dia melihat kesekelilingnya, di pikirannya saat ini kemungkinan besar Dewa Sesat juga berada di sekitar itu.


"Apa rencanamu?" tanya An Huang Yi karena tidak menemukan keberadaan Tian Feng.


Ho Chen tersenyum tipis kemudian maju selangkah kedepan sembari melemparkan pertanyaan kepada An Huang Yi, "Jika dua kekuatan Awal Rana Agung sejati bergandengan tangan menghadapimu, apakah itu masih belum cukup mengalahkanmu?"


An Huang langsung terdiam, dia jelas tahu walau dirinya sudah mencapai puncak akhir Rana Agung, namun jika harus melawan dua orang yang memiliki kekuatan awal Rana Agung, itu sama saja dengan melawan satu orang berkekuatan puncak Rana Agung.


"Kalau begitu aku akan melenyapkanmu terlebih dahulu sebelum bantuanmu itu datang!" kata An Huang Yi kemudian dia mengeluarkan Pedang Besarnya yang berwarna hitam.


Melihat An Huang Yi yang mengeluarkan Pedang selebar dua jengkal dan panjang lebih satu meter itu, Ho Chen juga mengeluarkan Pedang yang sudah lama tidak pernah dia gunakan.


Pedang itu berwarna putih berkilau layaknya seperti pedang pada umumnya, pedang tersebut adalah pemberian dari Buddha Rulay, dan Nama Pedang tersebut adalah Pedang Cakrawala.


Pedang Cakrawala adalah salah satu Pusaka Nirwana, ketajaman Pedang Cakrawala melebihi ketajaman pusaka manapun, tidak ada logam yang tidak terbelah oleh pedang tersebut, bahkan logam terkuat di alam semesta sekalipun akan mampu di belah oleh Pedang Cakrawala tersebut.


"Pedang itu...! Sepertinya aku mengenali pedang itu, bukankah itu salah satu Pusaka Nirwana? Jadi Rulay memberimu pedang Cakrawala padamu? Ini sungguh mengejutkan sekali!" kata An Huang Yi yang mengetahui pedang milik Ho Chen.


"Aku terkesan karena kamu mengenali pedangku ini, akan tetapi aku tidak akan menahan diri lagi!" kata Ho Chen kemudian dia mulai mengalirkan energi ke pedang tersebut sehingga pedang tersebut memancarkan warna terang yang menyilaukan.

__ADS_1


"Dewa Ho Chen, aku harap kamu tidak keberatan jika aku ikut membantu melawannya!" suara Azura terdengar dari atas mereka.


Ho Chen dan An Huang Yi sama-sama menoleh ke atas dan Ho Chen tersenyum lebar melihat kedatangan Azura, namun tidak untuk An Huang Yi.


"Jadi dia yang kamu maksud tadi?" tanya An Huang Yi.


Ho Chen semakin tersenyum lebar melihat raut wajah An Huang Yi yang berubah sehingga terlihat kerutan di dahi An Huang Yi.


Azura yang memegang Pedang Tulang leluhur segera turun dan berhenti di samping Ho Chen, sedangkan An Huang Yi hanya bisa berdecak kesal.


"Ayo kita serang dia agar masalah kekacauan ini lekas usai!" kata Azura yang tidak mau menunggu lama lagi untuk menyerang An Huang Yi.


Sudah sejak awal Azura merasa kesal terhadap An Huang Yi karena penyerangan di istananya, karena itu Azura tidak ingin melepaskan An Huang Yi, dia tidak peduli seberapa besar kekuatan An Huang Yi, jika dia bekerja sama dengan Ho Chen, bukan tidak mungkin An Huang Yi bisa di kalahkan.


"An Huang Yi, bukankah sudah ku bilang agar kamu tidak perlu turun dan membuang energi untuk melawan mereka?"


Kabut hitam tiba-tiba saja muncul dan berputar-putar di samping An Huang Yi, Ho Chen dan Azura memperhatikan kabut hitam tersebut, namun mereka tidak bisa mengukur kekuatan.


"Dendammu itu tidak akan menghasilkan apa-apa, sebaiknya kamu pergi sekarang juga denganku!" kata kabut hitam tersebut.


"Pergi? Jangan mimpi!" kata Azura kemudian dia dan Ho Chen langsung menyerang An Huang secara bersamaan.


"Kalian dua semut mau apa?" tanya kabut hitam tersebut kemudian kabut tersebut berubah wujud menjadi sosok bertubuh hitam pekat.


Azura dan Ho Chen sama sekali tidak memperdulikan Energi Hitam yang merubah wujudnya menjadi sosok manusia bertubuh hitam, mereka berdua tetap mengarah pedang mereka yang sudah dialiri energi kearah An Huang Yi.


Energi Hitam yang sudah merubahnya wujudnya hanya mengangkat satu jarinya menghadap ke atas dan kemudian seluruh tempat pertempuran mendadak menjadi sangat berat dan juga bergetar.


Ho Chen dan Azura serta An Huang yang sama-sama berada di tahap Rana Agung langsung tidak bisa bergerak, bahkan para pasukan Azura serta para Panglimanya langsung jatuh dengan posisi duduk karena tidak bisa menggerakkan tubuh mereka sama sekali.

__ADS_1


"Ke...ke.. kekuatan apa ini?" kata Ho Chen yang kesulitan untuk bersuara, bahkan kekuatannya yang berada di Awal Rana Agung sejati saja tidak mampu untuk menetralkan tekanan jari tersebut.


An Huang Yi juga sama terkejutnya, ini untuk yang pertama kalinya dia merasakan kekuatan Energi Hitam yang selama ini hanya berwujud kabut hitam.


Selama ini An Huang Yi belum mengetahui akan siapa sebenarnya energi hitam itu dan dari mana dia berasal, sejak dulu Energi Hitam hanya memberikan kekuatan hitam nya saja dan tidak pernah menunjukkan kekuatan sejatinya, namun kali ini, An Huang Yi bisa merasakan sedikit kekuatan Energi Hitam yang sesungguhnya.


Energi Hitam mulai menekuk jarinya secara perlahan-lahan, dan setiap senti dari gerakan tekukan jarinya itu membuat tanah bergetar hebat hingga retakan besar mulai tercipta dan retakan di beberapa titik menyemburkan lava dari dalam tanah.


Tubuh Ho Chen dan Azura semakin di tekan seiring semakin turunnya tekukkan jari Energi Hitam tersebut, dan sebagian pasukan ada yang langsung jatuh kedalam retakan tanah yang mengeluarkan semburan Lava itu, dan sebagian lagi ada yang langsung mati.


Ho Chen dan Azura melepaskan seluruh energi mereka sehingga langit dan bumi bergetar hebat, walau Ho Chen dan Azura sudah menggunakan seluruh energi mereka untuk menetralkan tekanan sosok bertubuh hitam itu, tetap saja itu tidak bisa membantu.


Energi Hitam yang semakin menekuk jarinya mendadak berhenti dan dia menatap ke langit sekaligus bergumam, "Keberadaanku sepertinya sudah di ketahui!" ucapnya kemudian dia menatap kearah An Huang Yi yang duduk dengan satu lutut dan tangannya berpegangan ke pedang besarnya agar dia benar-benar tidak terjatuh berbaring di tanah.


"Ayo ikutlah denganku, dan biarkan dia pengawalmu itu berkorban disini!" kata Energi Hitam sembari menatap kearah Ho Chen dan Azura lalu berkata kepada keduanya.


"Ini masih hari keberuntungan kalian, andai dia tidak mengetahui keberadaanku, maka kalian akan lenyap dengan mudah oleh jariku ini!" kaya Energi Hitam kemudian dia memegang kerah jubah An Huang Yi kemudian dia berubah menjadi kabut hitam menutupi tubuh An Huang lalu kabut hitam tersebut menghilang bersama dengan An Huang Yi.


Setelah menghilangnya kabut hitam tersebut, barulah tekanan yang begitu kuat itu menghilang sehingga Ho Chen dan semuanya kembali bisa bergerak.


"Siapa sosok hitam tadi itu?" tanya Azura.


"Aku juga tidak tahu akan siapa sebenarnya dia, namun yang kami tahu, dia adalah sosok Energi Hitam yang selalu bersama dengan Kaisar Kegelapan!" jawab Ho Chen.


"Energi Hitam..! Kekuatannya sangat tidak lazim, bahkan Kaisar Kegelapan yang sudah mencapai puncak Rana Agung saja tidak bisa bergerak oleh nya!" kata Azura.


"Iya, ini sangat aneh sekali, tapi sepertinya Energi Hitam seperti takut dengan sesuatu, karena itu dia buru-buru ingin pergi, jika tidak mungkin dia sudah menghabisi kita semua hanya dengan tekanan Aura saja!"


Ho Chen masih ingat jika Energi Hitam sempat menyebut nama "Dia" yang artinya ada sosok yang ditakuti oleh Energi Hitam itu, namun Ho Chen tidak tahu siapa "Dia" tanya di maksud oleh Energi Hitam, hal ini semakin membuat Ho Chen bertambah penasaran akan siapa sebenarnya Energi Hitam itu, dan berada di tahap apa kekuatannya sehingga mampu menekan kekuatan terbesar puncak Rana Agung seperti An Huang Yi.

__ADS_1


"Jalan satu-satunya adalah menangkap salah satu dari mereka berdua dan yang satunya harus dihabisi, aku yakin salah mereka pasti tahu akan siapa sosok tadi itu!" kata Azura sembari menatap kearah dua Pengawal si Pedang Api Merah dan Es Biru.


__ADS_2