Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Sihir Bayangan melawan Sihir Bayangan


__ADS_3

***


Panglima Fao Guo dan Panglima Ma Xiyue memandangi lebih dari tiga ribu pasukan Kerajaan Xia yang berbaris di sebelah perbatasan.


"Saudari Ma Xiyue! Mungkin ini akan menjadi pertempuran terakhirku jadi sebelum kita memulai pertempuran ini nanti, aku hanya ingin mengatakan jika aku sangat senang karena bisa bisa bertarung bersama dirimu!" kata Fao Guo.


"Apa maksudmu saudara Fao Guo? Kenapa kamu terlalu pesimis dan berkata seolah-olah kita akan kalah?" tanya Ma Xiyue.


Fao Guo tersenyum tipis kemudian dia memandangi pasukan musuhnya, "Sebenarnya aku masih bisa yakin jika kita mungkin bisa bertahan, tapi dua orang yang berada di udara itu membuatku tidak yakin jika kita bisa bertahan cukup lama di sini!" Fao Guo melihat dua wanita yang melayang di udara seperti sedang menginjak udara dan menatap ke arah mereka dengan tajam.


Ma Xiyue menghela nafas berat, sebenarnya dia juga memiliki pendapat yang sama dengan Fao Guo, namun dia berusaha untuk tidak pesimis dan akan berusaha walau kemungkinan bisa bertahan sangat kecil.


"Tugas kita disini hanyalah bertahan, menang atau kalah yang penting kita sudah berusaha karena disetiap dua kubu yang bertempur hanya salah satu yang akan menjadi pemenang!" kata Ma Xiyue.


"Itu yang membuatku bangga bisa bertarung bersamamu saudari Xiyue!" kata Fao Guo.


Pasukan yang berbaris di belakang mereka berjumlah seribu enam ratus prajurit yang terdiri dari pasukan berkuda, pasukan pemanah dan pasukan biasa.


Jumlah mereka hanya separuh dari pasukan musuh, sehingga membuat para pasukan musuh menyepelekan pasukan Kerajaan Wu yang hanya separuh saja.


Di atas barisan musuh, dua orang wanita sedang melayang dan membicarakan akan jumlah musuh yang hanya separuh itu.


"Kerajaan Wu benar-benar meremehkan kita!" kata salah satu wanita berambut putih dan memakai gaun merah.


"Apakah mereka sudah menyadari jika ini hanya umpan saja?" wanita berpenampilan seperti Shinobi juga bersuara.


"Ayumi, sebaiknya kita membereskan mereka secepat mungkin agar kita bisa menyusul Tuan Louis menyerang kota!"


"Bagaimana kalau kita bertanding siapa yang paling banyak membunuh? Sepertinya akan sangat seru! Kamu mau kan Evelyn?"


"Emmm...! Baik aku akan menerima tantangan mu itu, kalau begitu kita langsung serang saja sekarang," kata Ayumi yang berasal dari Toakai dan dia berada di posisi 8.


Yang berambut putih bernama Evelyn dari Foiberia, dia berada di posisi 9, namun kemampuan keduanya berada di tingkat yang sama.


Ayumi mengeluarkan sebuah cambuk panjang kemudian dia langsung terbang menuju ke para prajurit Kerajaan Wu dengan Nafsu membunuh yang berkobar.


"Hai kamu curang Ayumi..!"


Evelyn segera menyusul Ayumi sekaligus mengeluarkan dua kipas giok yang setiap pinggirnya ada mata pisaunya.


Para prajurit Kerajaan Xia terkejut melihat Ayumi dan Evelyn maju tanpa memberikan aba-aba dan akhirnya mereka semua menyusul maju untuk memulai peperangan tersebut.


"Mereka mulai menyerang..! Bersiap membentuk pertahanan..!" seru Ma Xiyue kemudian dia mengambil busur panahnya.


"Siapa yang akan kamu panah Saudari Xiyue? Para prajurit atau dua orang yang terbang itu?" tanya Fao Guo.


"Aku akan memanah dua orang itu, dan para pasukan pemanah bidik para prajurit musuh yang dibawah!" kata Ma Xiyue kemudian dia mulai mengambil anak panahnya dan kemudian melepaskan satu tembakan anak panah ke arah Evelyn.


Ma Xiyue sangat mahir dalam memanah, sejak dirinya belajar ilmu beladiri, hal yang paling dia sukai adalah memanah.


Anak panah melesat lurus kearah Evelyn dan begitu hampir mengenai kepala Evelyn, dengan mudahnya Evelyn menangkap anak panah itu dengan dua jarinya.

__ADS_1


"Kamu pikir mainan seperti ini akan mampu melukaiku?" kata Evelyn kemudian dia melempar anak panah tersebut menuju ke arah Ma Xiyue.


Lemparan anak panas tersebut lebih cepat sehingga melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi serta mengandung energi angin.


"Saudari menghindar..!" seru Fao Guo.


Para pasukan pemanah yang bersiap melepaskan anak panah mereka mengurungkan niatnya setelah melihat pusaran angin yang berada di belakang anak panah dari lemparan Evelyn.


Ma Xiyue sendiri tidak tahu bagaimana cara menghentikan anak panah tersebut yang kemungkinan besar akan mampu membunuh beberapa orang.


"Ini dia korban pertamaku!" kata Evelyn dan melihat anak panah yang hampir sampai mengenai Ma Xiyue.


Evelyn tersenyum lebar sedangkan Ayumi merengut karena Evelyn akan lebih dulu mendapatkan korban pertamanya.


Namun senyum Evelyn berubah menjadi keterkejutan dan Ayumi juga sama terkejutnya.


Anak panah tersebut yang hampir sampai ke tubuh Ma Xiyue berhasil di tangkap oleh seseorang yang entah datang dari mana.


Gelombang kejut langsung meledak saat anak panah tersebut berhasil ditangkap oleh pria bertopeng membuat para prajurit serta kedua Panglima sama-sama terdorong mundur kebelakang.


"Pendekar Dewa Sesat..!" jerit Ma Xiyue saat melihat pria bertopeng yang sudah menyelamatkannya.


"Kalian ingin memamerkan kekuatan kalian dengan menyerang para prajurit? Jika demikian aku juga bisa melakukannya!" kata Tian Feng yang sudah memegang anak panah tersebut.


Tian Feng memutar anak panahnya menghadap kearah para prajurit musuh kemudian dia melempar anak panah tersebut ke arah mereka.


Anak panah tersebut segera melesat dan kemudian api menyala menutupi anak panah itu.


Perisai berwarna perak berhasil menahan laju anak panah dari Tian Feng, namun anak panah tersebut tidak jatuh dan tetap berusaha menembus perisai perak milik Ayumi.


Evelyn tidak tinggal diam saja menyaksikan semua itu, dia langsung melepaskan energinya yang besar membuat tanah bergetar.


"Panglima! Kalian urus saja para prajurit itu, biar aku yang menghadapi mereka berdua!" kata Tian Feng.


"Dewa Sesat, musuh terlalu banyak, kami tidak mungkin bisa menghadapi mereka semua dengan pasukan kami yang hanya separuh dari musuh!" kata Fao Guo.


"Jangan mengukur kekuatan dari jumlah Panglima! Jika sepuluh orang bodoh beradu kepintaran dengan dua orang terpelajar, maka siapa yang akan menang?"


"Eee.. itu..!" Fao Guo terdiam karena tidak bisa menjawab.


"Dewa Sesat, kami akan menghadapi pasukan musuh, dan terima kasih sudah memberikan kami pencerahan!" kata Ma Xiyue.


"Emm... kalau begitu aku akan mengajak mereka ke tempat yang jauh!" kata Tian Feng kemudian dia terbang ke arah Ayumi.


"Saudari Ma Xiyue, apakah kamu mengerti maksud perkataannya?" tanya Fao Guo.


"Masak kamu belum mengerti juga? Maksudnya jika ingin menang kita berdua harus membuat strategi dan tidak maju menyerang secara membabi buta!" kata Ma Xiyue.


"Ahh benar juga, kenapa aku jadi cepat pesimis dan tidak memahami sebuah kalimat pencerahan dari Dewa Sesat?"


Mereka berdua kini mulai mengatur siasat sebelum para pasukan musuh kembali maju, sedangkan Tian Feng yang akan menuju kearah Ayumi yang masih menahan anak panah api tersebut di hadang oleh Evelyn.

__ADS_1


"Dewa Sesat..! Kamu sudah membunuh banyak Pengawal Organisasi kami, karena itu sekarang kamu harus mati!" kata Evelyn kemudian dia melempar dua kipasnya ke arah Tian Feng.


Ayumi sendiri merasa heran karena dorongan anak panah yang ia tahan sama sekali tidak melemah dan terus berusaha menembus perisainya.


Ayumi terlalu fokus menahan anak panah tersebut sebelum akhirnya sebuah suara berbisik dari belakangnya.


"Ikutlah dengan ku wanita tua..!"


Ayumi terkejut bukan main sehingga dia melepaskan pertahanannya hanya untuk menghindari orang yang ada di belakangnya yang ternyata adalah Tian Feng.


Perisai langsung menghilang dan anak panah api segera melesat ke arah prajurit tanpa ada lagi yang menahannya.


Ledakan yang cukup besar serta kepulan asap hitam yang sangat banyak membumbung tinggi ke udara, dan ledakan tersebut berasal dari anak panah api yang meledak saat mengenai salah satu prajurit Kerajaan Xia.


Dalam sekali ledak, lebih dari dua puluh prajurit tewas dan puluhan lainnya luka-luka dan puluhan lagi mengalami luka ringan akibat terkena ledakan tersebut.


Ayumi sendiri berusaha mencambuk Tian Feng, namun setiap kali cambuk nya mengenai Tian Feng, Tian Feng justru berubah menjadi asap dan kemudian muncul lagi di dekat Ayumi.


Evelyn juga terkejut karena Tian Feng berada di beberapa tempat, tiga Tian Feng berada di hadapannya dan satu lagi sedang dilawan oleh Ayumi.


"Ini ilusi bayangan! Kau ingin mempermainkan ku dengan ilmu ilusi bayangan Dewa Sesat? Akan aku tunjukkan sihir Ilusi bayangan yang sebenarnya padamu..!" seru Ayumi yang merasa dirinya diremehkan oleh Tian Feng yang membuat dirinya berkali-kali menyerang bayangan.


Ayumi mencambuk tanah berkali-kali dan kemudian muncul beberapa sosok menyerupai manusia namun terbungkus tanah.


Sekitar tujuh sosok manusia tanah berdiri di hadapan Ayumi, dan kemudian ketujuh sosok tersebut berubah menyerupai wajah Ayumi dan semuanya sama-sama memegang cambuk.


Tian Feng juga memecah diri dengan Sihir Membagi diri dan delapan bayangan Tian Feng kini berhadapan dengan bayangan Ayumi.


Evelyn sendiri masih bertarung melawan tiga bayangan Tian Feng, dia tidak tahu yang mana yang asli, sehingga dirinya benar-benar dibuat kerepotan melawan Tian Feng.


Kedelapan bayangan Tian Feng terbang melesat ke tempat yang lebih jauh, dan Ayumi segera mengejarnya.


"Ayumi.. Cih..!" Evelyn merasa kesal kemudian dia segera menyusul Ayumi.


Evelyn yakin jika Tian Feng yang asli adalah salah satu bayangan yang berhadapan dengan bayangan Ayumi.


"Kamu mau kemana? Jika ingin menjauh, baik ayo kita cari tempat juga!" kata Tian Feng yang menghadang Evelyn.


Evelyn yang semakin kesal segera menyerang Tian Feng dengan kipasnya yang mampu melepaskan Energi Angin yang sangat panas dan juga mampu menyapu awan hingga langit menjadi cerah tanpa awan.


Ayumi yang bertarung menggunakan Sihir Bayangan melawan Sihir Bayangan Tian Feng berlangsung sangat sengit, setiap serangan dan pertahanan membuat tanah di perbatasan bergetar hebat, dan dua Sihir Bayangan terlihat sama-sama kuat.


Keduanya tidak sadar jika sebenarnya mereka dipancing oleh Tian Feng menuju ke laut dimana disana kekuatan mereka akan melemah.


Namun bukan itu maksud Tian Feng, dia tidak tahu kalau mereka memiliki pantangan jika terbang di atas permukaan air laut.


Tian Feng hanya ingin menjauhkan mereka dari para pasukan yang ada di perbatasan agar tidak ada yang terkena imbas dari pertarungan mereka.


**


Dua hari ini saya drop, jika besok saya tidak update itu artinya sakit saya semakin parah. 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2