
***
"Anak kecil, siapa namamu dan mengapa kamu di kejar-kejar oleh orang-orang dari Yamuru itu?" tanya Mao Lao saat sudah berada di dalam rumah.
"Kakek kita sudah pernah bertemu sebelumnya, ini aku Tian Feng! Owh maaf," kata Tian Feng kemudian dia lupa membuka kain penutup wajahnya.
"Kakek ingat kan sekarang?" tanya Tian Feng.
Mao Lao memiringkan wajahnya sambil mengamati wajah Tian Feng dan berusaha mengingat-ingat apakah dia pernah bertemu atau tidak.
"Usiaku ini sudah sangat tua, jadi ingatan ku juga ikut menua!" kata Mao Lao yang masih belum bisa mengingat wajah Tian Feng.
Tian Feng hanya tertawa kecil, dia ingat jika Mao Lao pernah berkata jika dia sering lupa, namun ada satu yang tidak akan pernah Mao Lao lupakan, yaitu warisan Cincin keluarga yang pernah di berikan padanya.
Tian Feng segera mencari cincin tersebut di dalam buntilan kain bawaannya, dan tidak lama dia berhasil menemukannya.
"Apakah kakek ingat dengan cincin ini?" tanya Tian Feng sambil menunjukkan cincin itu pada Mao Lao.
Mao Lao mengambil cincin tersebut kemudian memperhatikannya lagi, "Ini adalah cincin milikku yang aku serahkan saat itu kepada seorang bocah kecil sebagai janji..! Tunggu dulu, apakah kamu adalah Siluman kecil itu?" tanya Mao Lao.
"Benar kek, aku adalah Murid Guru Zang!" jawab Tian Feng.
"Jadi kamu benar-benar mencariku saat sudah lima tahun kamu berada di Singa Emas! Maaf jika aku lupa, itu karena wajahmu yang juga ikut berubah!" kata Mao Lao.
Mao Lao bangkit dan kemudian melihat keluar, "Sepertinya Doa ku di kabulkan oleh para Dewa! Siluman Kecil, apakah kamu tahu mengapa aku memintamu untuk mencari ku Setelah lima tahun kamu berada di tempat Chang Shan?" tanya Mao Lao dan di jawab dengan gelengan kepala oleh Tian Feng.
"Sebenarnya jurus mabukku ini tidak tidak memerlukan teknik khusus, hanya gerakan saja yang perlu di perhatikan! Jika kamu sudah memiliki Chi, maka akan lebih mudah bagimu untuk mempelajari jurus Dewa Mabuk ku!" kata Mao Lao.
Tian Feng membuka mata lebar-lebar, secara tidak langsung Mao Lao sudah menganggapnya menjadi muridnya.
"Kakek, apakah maksud kakek aku ini...!"
Mao Lao tersenyum kearah Tian Feng kemudian berkata dengan lembut, "Iya, aku sudah mengangkat mu sebagai muridku, jadi sebaiknya kamu jangan lagi memanggil diriku dengan panggilan kakek!" kata Mao Lao.
"Baik kek! Eee.. maksud ku Senior! Eh bukan.. tapi Guru!" kata Tian Feng.
"Baguslah! Kalau begitu mulai besok aku akan mengajarimu jurus Dewa mabuk! Sebenarnya untuk orang biasa akan membutuhkan waktu 30 tahun lebih untuk menguasai semua jurus ini, namun dengan kondisi mu saat ini seharusnya kamu bisa menguasai semua jurus Dewa mabuk ku dalam waktu 5 tahun saja," kata Mao Lao.
Tian Feng merasa senang bersemangat, sudah lama dia ingin mempelajari salah satu jurus milik salah satu dari Lima Pendekar terkuat di Kerajaan Wu, dan sekarang keinginan benar-benar terwujud.
__ADS_1
Tian Feng segera berlutut di hadapan Mao Lao, "Terima kasih guru, murid janji akan berlatih dengan keras dan tidak akan mengecewakan guru!" kata Tian Feng kemudian dia sujud tiga sebanyak tiga kali.
"Sudah-sudah ayo bangun Siluman kecil!" kata Mao Lao kemudian dia mengajak Tian Feng keluar.
"Pilihlah salah satu rumah ini sebagai tempat mu!" kata Mao Lao.
Tian Feng bingung kemudian bertanya padanya, "Maksud guru? Murid sama sekali tidak mengerti!"
"Begini Siluman kecil, rumah-rumah ini sebenarnya aku buat untuk orang-orang yang ingin menginap, lebih tepatnya membuat persinggahan untuk orang-orang yang sedang melakukan perjalanan jauh, jadi kamu pilih salah satunya untuk kamu jadikan rumahmu sendiri!" kata Mao Lao menjelaskan.
Tian Feng sedikit mengerti akan garis besar cerita Mao Lao, sebenarnya lima bangunan tersebut sangat sederhana, jadi mana mungkin ada orang yang akan mengira jika rumah-rumah sederhana itu di siapkan untuk penginapan.
"Sepertinya senior Mao tidak terlalu pandai dalam membuat rumah!" batin Tian Feng.
"Apa kamu sudah selesai memilih?" tanya Mao Lao yang melihat Tian Feng masih berpikir.
"Tenang saja, karena kamu adalah muridku, aku tidak akan menarik biaya sepersenpun darimu, jadi pilihlah!" kata Mao Lao.
"Aku akan memilih rumah ini saja!" jawab Tian Feng.
"Kalau begitu bawa semua barang bawaan mu kesini, dan mulai saat ini rumah ini akan menjadi tempat tinggal mu!" kata Mao Lao.
Selama hampir seharian Tian Feng membersihkan rumah yang akan ia gunakan sebagai rumahnya, dan setelah selesai dia datang menemui Mao Lao yang terlihat santai-santai saja.
"Guru, aku sudah membersihkan rumah, jadi apa yang harus aku lakukan sekarang?" tanya Tian Feng.
"Memangnya apa yang harus kamu lakukan? Kamu hanya perlu menempatinya saja, jadi mengapa kamu masih bertanya lagi!" jawab Mao Lao.
Tian Feng hanya bisa menahan emosi saja, sebenarnya maksud pertanyaannya bukan kearah itu, melainkan apakah ada sesuatu yang bisa ia lakukan untuk Mao Lao.
"Kenapa kamu masih berdiri? Sudah sana kamu masuk kerumah mu dulu, terserah kamu mau melakukan apa, apakah kamu mau tidur atau mau menari disana terserah kamu, yang jelas latihan mu akan di laksanakan besok, dan sekarang kamu jangan menggangguku dulu karena aku sekarang sedang sibuk!" kata Mao Lao.
"Sibuk apanya? Bukankah kamu hanya baring-baring saja sambil mencekik kendi arak mu itu?" batin Tian Feng kemudian dia keluar dan pergi masuk kerumah sendiri.
***
Seperti yang sudah di katakan oleh Mao Lao, dia benar-benar mulai melatih Tian Feng di keesokan harinya.
Tian Feng yang sudah sangat siap dan bersemangat tentu sudah tidak sabar ingin mempelajari jurus Dewa Mabuk yang sangat hebat itu.
__ADS_1
Awalnya Tian Feng mengira Mao Lao akan memberinya arak agar dia bisa sedikit mabuk lalu mulai mempelajari jurus mabuk.
Namun ternyata semua itu tidak sesuai dengan yang Tian Feng harapkan, nyatanya Mao Lao hanya mengajarinya gerakan-gerakan dari setiap jurus mabuk tanpa harus minum arak.
"Sebenarnya jurus mabuk hanyalah sebuah gerakan saja, kamu tidak perlu harus benar-benar mabuk untuk mempelajari, jadi pelajari dulu setiap gerakan lambat satu persatu terlebih dahulu, jika nanti kamu sudah cukup umur dan menguasai semua gerakan jurus mabuk, kamu baru bisa mencoba dengan menggunakan arak atau bisa juga tuak!" kata Mao Lao.
Tian Feng hanya mengangguk tanpa bisa protes atau bertanya apapun, sekarang yang terpenting adalah menguasai teknik dasar dari gerakan jurus Dewa Mabuk terlebih dahulu, soal minum arak itu urusan belakangan.
"Jurus mabuk memiliki 11 jenis jurus yang berbeda, dan setiap jurus memiliki lebih dari 20 gerakan dari gerakan menghindar, memukul dan menendang."
Mao Lao menjelaskan satu persatu setiap gerakan dari setiap jurus Dewa Mabuk itu, walau terdengar mudah, namun untuk mendemonstrasikan nya, tenyata tidak semudah yang di jelaskan.
"Jurus yang pertama adalah Dewa menuangkan arak! Jurus ini harus memiliki kelenturan gerakan semaksimal mungkin, caranya adalah mengepalkan ke-dua telapak tangan dan jari telunjuk harus keluar dari kepalan dengan cara membengkokkannya."
Mao Lao menjelaskan sekaligus mendemonstrasikan di hadapan Tian Feng, setiap gerakan memang terlihat sangat lentur, terlebih lagi pijakan kakinya yang di miring-miringkan dari lutut, samping perut kaki, hingga jari.
Semua terlihat seperti benar-benar mabuk, secara perlahan-lahan Tian Feng mulai mengikuti gerakannya.
Tian Feng menekuk tangan keatas seolah-olah sedang menuangkan arak ke mulutnya kemudian dia menjatuhkan badannya ke tanah seperti sudah mabuk beneran.
Jurus yang pertama saja membutuhkan banyak gerakan yang sangat sulit, yang membuat Tian Feng kesulitan adalah melenturkan gerakan seperti gerakan Mao Lao.
"Gerakan mu terlalu kaku Siluman kecil, begini saja sebaiknya kamu berlatih gerakan dulu di air, bergeraklah di dalam air dan belajarlah di sana untuk melenturkan gerakan mu!" kata Mao Lao.
Tian Feng menurut saja, kebetulan di sana hanya ada danau kecil yang kedalamannya hanya sebatas leher orang dewasa saja, terlebih lagi warna air itu berwarna hijau karena lumutnya yang banyak.
Tian Feng tidak memiliki pilihan lain selain berendam di danau tersebut kemudian mulai melakukan gerakan pelan di dalam air.
"Bagus-bagus! terus lakukan gerakan itu hingga kamu benar-benar bisa melenturkan gerakan mu itu!" kata Mao Lao.
Tian Feng hanya mengangguk dengan tersenyum pahit, walau tubuhnya mulai terasa gatal akibat air yang berlumut itu, Tian Feng tetap bertahan dan terus melakukan gerakan pelan.
Mao Lao meninggalkan Tian Feng sendirian di danau itu begitu saja, dia kembali kerumah nya untuk mengambil arak nya, sedangkan Tian Feng tetap berlatih sendiri walau Mao Lao sudah tidak ada.
Walau Mao Lao tidak mengawasi Tian Feng, namun Tian Feng sama sekali tidak bermalas-malasan, demi bisa Mempelajari Jurus Dewa Mabuk serta menguasainya, dia akan berlatih walau latihan itu sangat sulit baginya.
Selama Tian Feng belum bisa melenturkan gerakan, maka dia akan tetap berlatih di dalam danau tersebut selama berhari-hari kecuali malam saja.
Latihan tersebut berlangsung selama hampir dua puluh empat hari, dan setelah ke dua puluh lima hari, barulah Tian Feng bisa melakukan gerakan yang lentur.
__ADS_1
"Jadi gerakan ini sebenarnya mengandalkan ilmu meringankan tubuh, pantas saja tubuh guru saat menggunakan jurus Dewa mabuk terlihat seperti sangat ringan, jadi ini kunci nya!" batin Tian Feng sambil keluar dari dalam danau.