
Tian Feng menatap dingin kearah Louis, Tian Feng jelas masih ingat saat pertarungan terakhirnya melawan Louis, namun Loius sendiri masih belum menyadari jika yang berada di hadapannya saat ini adalah pria yang dulu pernah bertarung melawan dirinya hingga hampir mati.
"Pria ini memiliki kemampuan di tahap Dewa, siapa sebenarnya pria ini?" batin Louis.
Dewa Sesat yang Louis ketahui adalah seorang pemuda yang mengenakan topeng, namun pemuda dihadapannya saat ini hanya mengenakan kain sebagai penutup wajahnya sehingga Louis tidak mengenalnya.
Untuk nama Tian Feng sendiri setahu Louis nama asli Dewa Sesat bermarga Yuan, jadi dia tidak tahu nama Tian, apalagi nama lengkap Tian Feng.
Andai Loius berada di tempat pertarungan Tian Feng melawan Qian He, dia pasti akan melihat Tombak Nirwana yang dulu hampir saja membuat dirinya kehilangan nyawa.
"Bagaimana dengan musuhmu? Apakah kamu sudah mengalahkannya?" tanya Alice yang tidak memperdulikan tatapan dingin Tian Feng terhadap kakeknya.
"Aku sudah membunuh Siluman burung itu, terlebih lagi guruku sudah membunuh Setan Api Hitam!" jawab Tian Feng.
Louis mendengar itu seperti tersambar petir, dia sangat mengetahui dengan jelas kemampuan siluman burung yaitu Qian He yang memiliki kemampuan Dewa dan setara dengan Carolus, terlebih lagi dengan Setan Api Hitam yang menjadi pembimbing Carolus, kekuatannya jauh berada di atas leluhurnya, namun perkataan pemuda di hadapannya membuat dirinya sungguh tidak percaya.
"Maaf Tuan, sepertinya saya mengenali suara Tuan, jika boleh saya bertanya siapakah Tuan ini, dan kenapa Tuan bisa berteman dengan cucu saya?" tanya Louis.
Louis tidaklah bodoh, walau dia masih sulit untuk percaya apakah pemuda dihadapannya sudah benar-benar mengalahkan Qian He atau tidak, namun Louis masih bisa berpikir rasional jika orang yang sempat berhadapan dengan Qian He dan terlihat baik-baik saja setelah berhadapan dengan Gagak Ungu itu, pastinya pemuda yang ada di hadapannya adalah orang yang tidak bisa begitu saja untuk disinggung, karena itu Louis sebisa mungkin berbicara sopan kepada pemuda tersebut.
Tian Feng menaikkan sebelah alisnya setelah mendengar pertanyaan Louis, dia sendiri sempat merasa heran dengan sikap Louis dan juga tidak bisa mengenali dirinya, namun setelah itu dia ingat jika Louis hanya mengetahui dirinya dalam wajah yang tertutup oleh topeng.
"Kakek! Apakah kakek lupa padanya? Dia ini Tuan Muda Yuan Tian si Pendekar Dewa Sesat!" kata Alice yang juga merasa bingung dengan sikap Louis.
"Apa..? Jadi kau.. kau..!" Louis semakin terkejut seperti ada Listrik yang menyengat otaknya setelah mendengar nama Dewa Sesat serta mengetahui jika pemuda yang ada dihadapannya adalah si Pendekar Dewa Sesat yang dulu pernah bertarung melawan dirinya.
Tubuh Louis bergetar hebat, dia tentu tidak akan lupa kejadian dua tahun lalu dimana Tian Feng dulunya memiliki kemampuan yang setara dengan dirinya, bahkan dia merasa hanya dirinya yang sanggup berhadapan dengan Tian Feng.
Namun kenyataan pahit harus ditelan oleh Louis, hanya dalam waktu dua tahun saja, Tian Feng sudah berhasil mendobrak dinding yang tebal dan naik ketahap yang tidak bisa ia jangkau lagi.
Jika sebelumnya dia merasa hanya Tian Feng yang dapat menandinginya, namun sekarang Tian Feng tidak hanya bisa menandingi dirinya, bahkan Tian Feng pasti dengan sangat mudah akan membunuhnya hanya dengan satu serangan saja.
"Dia memang pantas menjadi orang yang paling ditakuti oleh para Pengawal Dewa Kegelapan, sepertinya yang mereka khawatirkan akan benar-benar terjadi!" kata Louis yang berusaha menekan rasa takutnya dan tersenyum pahit.
"Alice, kenapa dia tiba-tiba berubah? Kamu harus berhati-hati jangan sampai kamu kena jebakannya!" kata Tian Feng kemudian dia melepaskan Aura merah yang mampu menekan Louis hingga Loius berkeringat dingin.
Melihat hal itu Alice buru-buru menengahi Tian Feng, "Tian, aku tahu kamu masih memiliki dendam terhadap kakek, namun percayalah jika sebenarnya saat ini kakek hanya ingin melindungiku," kata Alice.
Louis yang masih tidak bisa bergerak hanya bisa bertahan dari tekanan Tian Feng tanpa bisa mengucapkan sepatah katapun, tekanan yang dilepas oleh Tian Feng benar-benar membuat dirinya tidak bisa berkutik, bahkan mau menggerakkan sedikit jarinya saja juga tidak bisa.
"Inikah kekuatan Dewa itu? Sungguh sangat menakutkan!" batin Louis setelah merasakan sendiri tekanan dari Tian Feng.
Tian Feng menatap Louis selama beberapa saat, dia masih belum sepenuhnya percaya kepada Louis, namun karena Alice meminta Tian Feng untuk menarik kembali Auranya, Tian Feng pun akhirnya menurutinya sehingga Louis bisa kembali bergerak dan bernafas lega.
"Dewa Sesat, aku sadar sulit bagimu untuk bisa percaya kepadaku, kalaupun kamu ingin membunuhku saat ini aku sama sekali tidak akan melawan! Sekarang yang aku inginkan hanyalah kebebasan cucuku saja!" kata Louis.
__ADS_1
"Kebebasan? Apakah aku tidak salah dengar? Kebebasan seperti apa yang kamu maksud? Apakah dengan cara mengejar-ngejar Alice dan ingin membawanya hidup ataupun mati? Apa itu yang kamu sebut kebebasan?" pertanyaan Tian Feng menghujani Louis.
Alice ingin bersuara namun Louis memegang pundak Alice dengan menggelengkan kepalanya, "Biarkan aku yang menjelaskannya!" kata Louis kemudian dia mulai menjelaskan semuanya kepada Tian Feng.
Wajah Tian Feng berubah-ubah mendengar penjelasan Louis. Ekspresi Tian Feng antara terkejut, percaya dan juga tidak percaya menjadi satu setelah mendengarkan penjelasan dari Louis.
Ada satu hal yang masih membuat Tian Feng tidak mengerti saat mendengarkan penjelasan Louis, "Jika memang yang kamu katakan itu benar, kenapa kamu sendiri tidak berusaha untuk meyakinkan Carolus jika Alice adalah satu-satunya keturunan terakhir kalian? Apakah garis kekeluargaan kalian selemah itu hingga rela untuk ditukar dengan kekuatan?" tanya Tian Feng.
Tian Feng mempelajari semua itu di kehidupan barunya dimana Yuan Xia dan Lie Yie yang hanya sebagai orang tua angkatnya berusaha mati-matian membela dirinya walau mereka harus bertengkar dengan Yuan Jiu.
Bagi Lie Yie kehormatan dan harta tidak lebih mulia daripada hubungan keluarga, bahkan dengan pengaruh dan kekayaan Yuan Jiu saja tidak bisa memutuskan kasih sayang Lie Yie kepada Tian Feng, padahal Tian Feng hanyalah memiliki status sebagai anak angkatnya saja.
Louis menggelengkan kepalanya dengan wajah terlihat sedih, "Sangat sulit untuk menjelaskan kepada leluhurku Dewa Sesat, yang ada justru dia akan membunuhku kemudian akan lanjut memburu Alice!" jawab Louis.
"Keserakahan telah membutakan hati serta perasaannya!" kata Tian Feng yang kini teringat akan keempat saudara seperguruannya yang dibutakan oleh Kitab Iblis Neraka sehingga rela bertarung dan ingin membunuh dirinya.
"Dewa Sesat, apakah aku yang sudah tua ini bisa meminta tolong kepada Dewa Sesat?"
Tian Feng menoleh kearah Loius dengan heran kemudian dia menjawabnya, "Apakah kamu ingin aku membunuh Carolus itu? Baik tidak masalah, aku akan membantumu menghabisi Carolus serta menghapus Organisasi Bintang Hitam dari dunia ini!" kata Tian Feng.
"Bu..bukan itu!"
Louis menggaruk kepalanya, dia belum mengutarakan permohonannya namun Tian Feng mengira jika dirinya akan meminta bantuannya untuk menghabisi Carolus.
Louis sendiri saat ini berada diurutan ke 13 terkuat, semenjak datangnya para sosok lain yang berkemampuan Dewa, dan di diantara mereka adalah Qian He dan Liang Whu, kekuatan Louis saat ini sangat tidak berarti lagi.
"Memangnya kakek mau minta tolong apa kepada Tian?" tanya Alice yang juga sama penasarannya.
Louis menatap Alice kemudian menatap Tian Feng secara bergantian sebelum akhirnya menghela nafas dan mulai berbicara, "Dewa Sesat, bisakah aku percayakan Alice kepadamu? Aku yakin jika cucuku akan lebih aman jika bersamamu, jika perlu Dewa Sesat bisa menikahi cucuku agar cucuku tidak menjadi orang asing lagi bagimu!" kata Louis.
Tian Feng mengedutkan alisnya mendengar permohonan Loius, begitu juga dengan Alice yang juga terkejut mendengarnya, "Kakek! Apa yang kakek katakan?" tanya Alice dengan wajah malu-malu.
Sebenarnya Tian Feng juga ingin mempertanyakan hal yang sama, namun Alice yang lebih dulu merespon dan menanyakan lebih dulu.
"Aku tahu jika yang sudah merubah dirimu dan berbalik memusuhi organisasi adalah pemuda ini! Lagi pula saat ini pemuda ini adalah satu-satunya harapan yang bisa menjaga dan melindungimu dari kejaran leluhur!" kata Louis.
"Iya tapi...!"
"Sudahlah Alice, sekarang aku ingin mengetahui jawabanmu Dewa Sesat, bagaiamana Dewa Sesat?" tanya Louis yang memotong perkataan Alice.
Tian Feng terlihat diam, dia bukannya tidak mau, masalahnya saat ini Tian Feng juga sulit untuk menolak karena sebelumnya dia sudah menodai Alice walau itu bukan karena disengaja, namun sebagai laki-laki Tian Feng sadar jika dirinya tetap harus bertanggung jawab.
Disisi lain Tian Feng belum memiliki perasaan kepada Alice, dan Tian Feng juga memiliki calon lain yaitu Naomi, tentu saja hal ini membuat Tian Feng sedikit frustasi jika memikirkannya.
Yang satu ada Alice, gadis cantik bermata biru dari Foiberia, walau Tian Feng belum memiliki perasaan padanya, namun kesuciannya sudah direnggut oleh Tian Feng, dan yang satu lagi ada Naomi, gadis cantik dari Toakai. Gadis ini adalah cinta sejati Tian Feng, namun masalah jika sampai Naomi tahu jika dirinya telah merenggut kehormatan Alice, apakah Naomi akan terima? Yang pasti Naomi akan sangat kecewa dan sakit hati karena merasa telah dihianati oleh laki-laki yang dicintainya.
__ADS_1
"Bagaimana Dewa Sesat?" tanya Louis kepada Tian Feng yang masih larut dalam pemikirannya.
"Aku...!" Tian Feng menatap Alice yang wajahnya agak menegang menunggu jawaban Tian Feng.
Setelah memikirkannya cukup lama, akhirnya Tian Feng mulai mengambil keputusannya, "Aku tidak bisa berjanji, namun aku akan berusaha melindungi Alice!" jawab Tian Feng.
Wajah Alice terlihat berseri-seri mendengar jawaban Tian Feng, begitu juga dengan Louis, walau Tian Feng tidak mengatakan tidak bisa berjanji, namun kata Tian Feng yang akan berusaha melindungi Alice memiliki arti yang sangat dalam, secara tidak langsung Tian Feng bersedia untuk mendampingi Alice.
"Sekarang aku bisa lebih tenang!" kata Louis.
"Jadi apa rencana Kakek setelah ini, apakah kakek masih akan kembali ke Organisasi?" tanya Alice.
"Sepertinya begitu Alice! Kamu mungkin belum tahu, sejak leluhur kembali memimpin Organisasi, kami semua yang memiliki kemampuan di tahap Raja akan di berikan Segel pelacak, jadi jika aku berani berhianat walau aku kabur ke dasar neraka sekalipun tetap akan ditemukan olehnya!" jawab Louis.
"Segel pelacak? Apakah segel itu dibuat dari energi obor hitam masih-masing dari setiap pengawal?" tanya Alice.
Louis mengangguk kemudian menjelaskan jika Segel pelacak adalah sebuah segel khusus yang digabung dengan energi hitam yang biasa disebut obor hitam, terlebih lagi ada tambahan kekuatan khusus agar segel itu tertanam di dalam tubuh sehingga mustahil untuk bisa mengeluarkan segel tersebut.
"Apakah Hikari dan yang lainnya juga memilikinya?" tanya Alice.
"Iya! Namun sepertinya Hikari dan yang lainnya sudah mati karena tanda-tanda keberadaan mereka sudah menghilang dari markas!" jawab Louis.
Tian Feng hanya bisa mendengar obrolan antara cucu dan kakek tersebut tanpa mengganggu perbincangan mereka berdua, namun Tian Feng juga mulai sedikit mendapatkan beberapa informasi sehingga sebuah ide muncul di kepalanya, namun dia belum mengutarakannya.
"Ini sungguh keterlaluan!" kata Alice kemudian dia menatap kearah Tian Feng.
"Apakah kamu memiliki solusi agar kakek ku bisa bebas dan hidup tenang tanpa harus bergabung lagi dengan Organisasi Bintang Hitam?" Alice bertanya kepada Tian Feng.
Tian Feng menatap Louis sesaat sebelum akhirnya dia kembali kepada Alice seraya berbicara kepada Alice, "Semua itu tergantung keputusan kakekmu, jika kakekmu memang ingin keluar dari Organisasi itu, maka aku memiliki sebuah rencana, namun jika kakekmu tidak ingin keluar, aku tidak bisa membantu apa-apa lagi untuk menolongnya!" jawab Tian Feng.
Mendengar jawaban Tian Feng, Alice segera berbalik dan bertanya kepada kakeknya, "Jadi bagaiamana? Apakah kakek mau untuk keluar dari organisasi? Ini demi diriku kek!"
Louis memandang wajah cucunya kemudian dia tersenyum lembut dan mengelus rambut Alice, "Sebelum aku memutuskan semua itu, aku ingin bertanya terlebih dahulu kepada Dewa Sesat! Apakah kamu bisa mengeluarkan Segel pelacak yang ada di dalam tubuhku?" tanya Louis.
"Aku tidak bisa, namun aku juga memiliki cara tersendiri agar Segel pelacak yang ada di dalam tubuhmu itu bisa di manfaatkan!" jawab Tian Feng sehingga membuat Louis sedikit terkejut.
Alice yang sudah sangat percaya kepada Tian Feng kembali berusaha memaksa Louis untuk mengambil keputusan terkait penjelasan Tian Feng.
Loius terlihat merenung sesaat berusaha memikirkan keputusan yang harus diambil oleh dirinya. Setelah berpikir cukup lama Louis menarik nafas dalam-dalam kemudian mulai menatap Tian Feng.
"Aku masih belum terlalu yakin, namun karena cucuku sepertinya sangat percaya padamu maka aku akan mengikuti apa yang kamu katakan tadi!" kata Louis.
"Maksud kakek?" Alice bertanya sekaligus ingin memastikan.
Louis tersenyum hangat kepada Alice kemudian dia melepaskan cincin giok hitam yang ia kenakan, "Demi kamu aku akan mengambil keputusan besar hari ini! Mulai hari ini aku akan keluar dari organisasi!" kata Louis sehingga membuat Alice terkejut namun juga merasa senang.
__ADS_1