
Suasana sore yang seharusnya terasa damai kini serasa mulai mencekam, semua para pendekar yang ada di sana mulai bersiaga setelah Lio Long dan Wang Dunrui menyampaikan jika musuh akan segera datang.
"Panglima, aku harap kita bisa melalui ini semua, setelah itu aku ingin melihat anak cucuku hidup damai dan menjadi pendekar yang cukup hebat agar kelak semua keturunan ku bisa terus berlanjut!" kata Zang Yang.
"Em..? Apakah kamu berencana ingin berhenti dan menjalani hidup biasa seperti kebanyakan orang?" tanya Wei Fang.
"Memang kenapa? Setiap manusia pasti mendambakan kedamaian bukan?" Zang Yang balik bertanya.
Wei Fang hanya bisa tersenyum tipis, di dalam hatinya dia juga ingin istirahat dan berhenti jadi seorang Panglima, namun saat pikiran itu mulai muncul, pasti ada saja masalah yang datang yang mengharuskan dirinya untuk tetap bergerak, terlebih lagi dia masih ingin mencapai Tahap Raja Alam, untuk kekuatan normal, tahap Raja Alam adalah yang tertinggi kecuali dia bisa menyusul Tian Feng.
"Kalau begitu mari kita berjuang sama-sama demi menggapai impian kita Guru Zang!" ajak Wei Fang yang memberikan dukungan kepada Zang Yang.
Baru saja keduanya selesai mengobrol, tiba-tiba saja seluruh area menjadi terisolir, getaran demi getar segera tercipta dan tidak lama kemudian sebuah celah spasial muncul membentuk sebuah garis besar dan lebar.
Semuanya sama-sama menjadi siaga penuh dan menatap kearah celah spasial yang lebar, setelah beberapa saat, barisan pasukan berjubah hitam mulai terlihat, bahkan ada hembusan angin panas yang menyebar ke segala penjuru.
"Mereka sudah tiba!" ucap salah satu Pendekar yang menggenggam pedangnya dengan sangat erat.
Barisan pasukan berjubah hitam terus bermunculan dan membentuk sebuah barisan besar yang sangat banyak, bahkan melebihi para Pendekar yang berada di tempat itu.
"Banyak sekali jumlah mereka? Ini seperti akan melawan satu pasukan kerajaan saja!" kata pendekar yang lain.
Saat ribuan pasukan sudah berbaris rapi, para Pendekar merasa jika pasukan musuh sudah semua berada disana dan tidak akan ada lagi setelah itu, namun selanjutnya mereka terkejut setelah mendengar suara hentakan langkah kaki yang keras dan juga banyak seperti ada ratusan langkah kaki pasukan berkuda.
Rasa keterkejutan mereka belum juga hilang saat kejutan lain muncul dari celah spasial itu, ratus hewan bertubuh besar mulai bermunculan, hewan-hewan tersebut terus berdatangan dan kini berbaris dibarisan bagian depan.
"Itu hewan Badak? Kenapa ada banyak sekali hewan bertanduk dan berkulit tebal itu?"
"Ini berada di luar informasi yang sudah kita dengar, Badak-badak itu sepertinya sangat kuat sekali."
Semua para Pendekar mulai ricuh membicarakan akan kemunculan pasukan Badak yang mencapai ratusan ekor, mereka tidak menyangka jika badak juga akan menjadi lawan mereka.
Lio Long dan Wang Dunrui juga melihat semua itu, namun tidak ada reaksi apapun dari keduanya, mereka justru menatap ke celah spasial dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Satu, dua, tiga, empat. Ada empat orang yang memiliki kemampuan Dewa, dua di antaranya sepertinya sangat kuat, dan melebihi kekuatan ku!" kata Lio Long yang jawab dengan anggukan oleh Wang Dunrui.
Kini tatapan mereka mulai melihat kearah empat sosok yang muncul dari dalam celah spasial yang gelap itu, empat sosok berkekuatan Dewa secara perlahan-lahan terbang dan kemudian turun di depan barisan pasukan Badak.
"Hem..!? Sepertinya kedatangan kita memang sudah di ketahui oleh mereka!" gumam salah satu sosok yang memiliki tanduk panjang di dahinya.
"Xiniu, tanyakan kepada Carolus, yang mana orang yang di juluki Dewa Sesat itu!" sosok lain bermata seperti ulat bertanya kepada sosok yang berdiri di sampingnya.
"Baik!" jawab Xiniu kemudian dia berbalik dan bertanya kepada Carolus yang sedang fokus mengendalikan angin panas yang di arahkan ke rumah Tian Feng.
"Yang mana Dewa Sesat itu Carolus? Cepat tunjukkan orang itu kepada tuan Mata Ular!" kata Xiniu.
"Aku juga tidak tahu, selama ini aku belum pernah bertemu dengannya, jadi biarkan dulu aku berkonsentrasi mengambil Energi Hitam pembatalan dari dua penghianat Organisasi ku!" jawab Carolus kemudian dia mengarahkan telunjuknya kearah rumah Tian Feng dan seketika itu juga angin panas segera berhembus dengan sangat kencang.
Angin panas tersebut segera menyebar dan kemudian berusaha masuk ke dalam rumah, namun sayang kearah rumah Tian Feng seperti ada perisai yang melindunginya.
"Tenyata ada satu orang lagi yang bersembunyi di dalam rumah kecil itu, kekuatan berada di tahap Dewa!" gumam Carolus.
Carolus dapat merasakan keberadaan dua energi yang berada di tahap Raja dan satu lagi berada di tahap Dewa, namun dia tidak bisa merasakan adanya kekuatan lain seperti kekuatan milik Ho Chen dan Tian Feng yang berada di dalam rumah yang sama.
"Kekuatanmu terlalu lemah jika ingin menekan pasukan ku manusia!" kata sosok bertanduk kemudian dia mengarahkan telapak tangannya kedepan.
Sebuah energi hisap segera terbentuk dan menyerap semua hawa panas dari tiga kekuatan termasuk Kekuatan milik Carolus, lubang hitam di telapak tangan Tanduk Iblis seperti sebuah lubang tanpa batas yang mampu menyerap segala energi yang ada di hadapannya, hal itu membuat Lio Long mulai memahami kemampuan Tanduk Iblis.
"Hati-hatilah pada sosok bertanduk itu, sepertinya dia memiliki keahlian yang mampu menyerap segala energi yang akan kita gunakan!" kata Lio Long kepada Wang Dunrui.
Wang Dunrui mengangguk, dia juga melihat dengan jelas akan apa yang Tanduk Iblis lakukan, dari sini dia sudah bisa menebak sesulit apa nantinya jika sampai berhadapan dengan tanduk Iblis.
"Ada tiga orang yang memiliki kemampuan di tahap Dewa, tapi kemana yang satu lagi?" tanya Xiniu.
"Entahlah, jika memang mereka hanya memiliki tiga orang berkekuatan Dewa, itu artinya kemenangan sudah berada di tangan kita, walau semua pasukan mereka rata-rata berada di tahap Raja, namun itu bukan masalah bagi kita!" kata Mata Ular yang mengamati kesekelilingnya.
"Hai manusia tua, sebaiknya kamu dan semua pasukan mu yang sedikit itu menyerah saja, lagi pula kalian hanya bertiga saja sedangkan kami ada empat, jika kamu pikir pasukan mu yang semuanya berada di tahap Raja bisa menghentikan kami, maka itu adalah sebuah kesalahan besar, lebih baik menyerah dari pada kalian nanti harus berakhir secara menakutkan!" kata Tanduk Iblis dengan suara yang mengandung tekanan energi.
__ADS_1
Lio Long hanya menggelengkan kepalanya pelan kemudian dia maju dan berbicara kepada Tanduk Iblis. "Aku sudah memutuskan untuk membantu Ho Chen, walaupun pada nantinya aku harus kalah, setidak aku bukan kalah karena menyerah dan menjadi seorang pecundang!" kata Lio Long.
"Hem berani juga kamu ternyata! Tapi... baiklah jika itu keinginan mu!" ucap Tanduk Iblis kemudian dia memberikan kode kepada Carolus untuk segera memerintahkan pasukannya untuk maju.
Namun belum sempat Carolus memberikan perintah, tiba-tiba saja dia merasakan ada lima sosok lain yang melesat kearah mereka.
Lio Long juga merasakan kekuatan yang menuju kearahnya itu dan kemudian lima sosok manusia kini sudah berada di atasnya, tentu saja dengan datangnya lima sosok tambahan itu membuat wajah Carolus berubah drastis.
"Lio Long, lama kita tidak bertemu!" sapa salah satu sosok yang memiliki paras cantik namun suaranya adalah suara laki-laki.
Lio Long tersenyum lebar melihat kelima sosok yang kini sudah datang, dia merasa senang karena akhirnya bisa bertemu kembali dengan teman lamanya setelah beratus-ratus tahun sudah berlalu.
"Si Tua Yinfei, aku pikir kamu sudah tidak tertarik lagi untuk kembali bertarung seperti dulu sejak kita berhasil mengalahkan Shen Long!" jawab Lio Long kemudian dia menatap yang lainnya.
"Xi Liyi dan Lang Yu, dan kamu Hanzi, tenyata kalian juga mau membantu teman lama kalian, dan jika tidak salah, anda dulu yang pernah melatih Ho Chen bukan? Saya yakin jika anda adalah Jenderal Dewa Perang Cao Yuan!" kata Lio Long.
"Terima kasih karena masih mengingat ku, dan kami semua disini juga tidak mungkin membiarkan Dewa Pelindung Alam Semesta harus berjuang sendirian membantu manusia itu, jadi demi menyelematkan seluruh alam semesta, maka kami juga akan membantu!" kata sosok berzirah kemudian dia dan yang lainnya turun.
"Senior Lio, keamanan Ho Chen? Kenapa dia tidak terlihat?" tanya laki-laki berbadan kekar dan memiliki aura kewibawaan.
"Dia berada di dalam sana, tidak akan lama lagi dia pasti akan keluar!" jawab Lio Long.
Sosok pria seperti seorang raja itu bernama Lang Yu, sedangkan wanita cantik mengenakan baju berwarna emas itu adalah ratu sekaligus istri Lang Yu yang bernama Xi Liyi.
"Tanduk Iblis, tenyata kamu datang membawa Mata Ular kesini!" kata Cao Yuan.
"Huh... ternyata Jenderal Dewa Perang juga akan ikut campur urusan kami, tapi baiklah aku akan menghadapi mu," kata Tanduk Iblis.
"Dewa Cao, aku akan menghadapi para pasukan musuh itu!" sosok pria yang memiliki daun telinga runcing berbicara kepada Cao Yuan.
"Silahkan Tuan Hanzi!" jawab Cao Yuan kemudian dia menatap kearah Tanduk Iblis kembali.
"Carolus, cepat kamu berikan perintah kepada pasukanmu untuk maju!" kata Tanduk Iblis.
__ADS_1
Carolus langsung mengangkat telapak tangannya dan kemudian dengan aba-abanya, ribuan pasukan organisasi segera maju menyerang sekaligus dengan pasukan Badak.