
Tian Feng hanya berdiri diam menatap Wajah Naomi yang tersenyum kepadanya, Tian Feng merasa tidak sanggup jika harus menyakiti hati Naomi yang saat ini terlihat bahagia dihadapannya.
"Gege! Aku minta selesaikan semuanya secara baik-baik, katakanlah sesuatu yang tidak menyakiti perasaan Jiejie!" kata Chie Xie.
"Memangnya ada masalah apa?" tanya Naomi yang masih tidak mengerti.
"Biar gege yang menjelaskannya!" kata Chie Xie.
"Ada apa Tian-Kun, apakah ada masalah yang serius?" kini Naomi bertanya kepada Tian Feng.
Tian Feng terdiam dan menatap wajah Chie Xie yang terlihat marah padanya kemudian dia menarik nafas dalam-dalam dengan jantung yang berdegup kencang, dia memberanikan dirinya untuk memberitahukan semuanya kepada Naomi tanpa ada yang ditutup-tutupi.
"Naomi maafkan aku!" kata Tian Feng.
"Maaf? Kamu minta maaf untuk apa?" tanya Naomi yang semakin penasaran saat melihat wajah Tian Feng yang semakin kusut.
Wajah Tian Feng sedikit menegang, dia berusaha memantapkan hatinya untuk mengatakannya kepada Naomi, "Aku minta maaf karena aku telah mengkhianati cinta kita!" jawab Tian Feng.
Nyatanya jawaban Tian Feng masih belum sepenuhnya dimengerti oleh Naomi, dia hanya mengerutkan alisnya kemudian menatap Tian Feng serta Chie Xie secara bergantian, "Sebenarnya ada apa ini, dan apa yang ingin kamu bicarakan Tian-Kun?" tanya lagi Naomi.
"Katakan saja gege, jika gege tidak berani mengatakannya, biar aku yang mengatakannya!" kata Chie Xie.
"Tidak perlu Xie'er, biar aku sendiri yang mengatakannya!" jawab Tian Feng kemudian kembali menatap wajah cantik Naomi.
"Naomi, sebenarnya aku ini adalah laki-laki biadab yang telah melakukan dosa. Aku kesini hanya ingin memberitahukan dirimu jika aku akan menikahi Alice!" kata Tian Feng.
Cahaya di wajah Naomi segera meredup dan senyum yang sebelumnya terlihat kini juga mulai menghilang, rasa tidak percaya serta kebingungan dari ucapan Tian Feng membuat Naomi merasa salah mendengar.
"Apa katamu? Kamu mau menikahi Alice? Apakah kamu sedang sakit, atau memang aku yang salah dengar?" tanya Naomi.
Naomi berharap semua perkataan Tian Feng hanyalah kesalahan dari pendengarannya saja, dia berharap Tian Feng berkata lain.
Tian Feng menggelengkan kepalanya, dia yakin Naomi pasti akan lebih hancur jika Tian Feng menjelaskan semuanya.
Tian Feng dengan berat hati menjelaskan semua yang sudah terjadi kepada Naomi, semua kejadian yang tidak disangka-sangka serta musibah yang membuat dirinya harus mengambil keputusan yang sengat berat juga disampaikan secara hati-hati kepada Naomi.
Chie hanya terdiam dengan perasaan mulai khawatir setelah melihat raut wajah Naomi yang mulai terlihat suram. Situasi saat ini membuat Chie Xie hanya bisa menunggu reaksi Naomi saja.
Angin berhembus pelan menggoyangkan rambut Naomi yang hitam panjang terurai kebelakang, tubuh Naomi yang mematung dengan tatapan wajah seperti tenggelam membuat situasi cukup hening, yang terdengar hanyalah desiran angin hangat.
Setelah menceritakan semuanya kepada Naomi, Tian Feng hanya terdiam menatap wajah Naomi yang memasang ekspresi berbeda, walau dia tahu jika semua ini sangat menyakiti hati Naomi, namun dia juga berharap semoga Naomi juga mengerti akan semua yang terjadi.
Naomi diam cukup lama, matanya terlihat mulai lembab dan kemudian mulai mengeluarkan air mata kekecewaan, tangan Naomi sedikit bergetar dan Naomi menggigit bibirnya dalam keheningan itu.
"Jiejie..!" Chie mencoba untuk mendekati Naomi, namun secara refleks Naomi mengangkat tangan kepada Chie Xie sebagai tanda agar Chie Xie jangan dulu berbicara.
Perlahan-lahan bibir Naomi sedikit bergetar dan kemudian sebuah kata-kata berat keluar dari bibir Naomi, "Bagaimana mungkin..! Kamu pasti sedang bercanda padaku Tian-Kun, katakan jika semua itu tidak benar?" kata Naomi dengan air mata yang mulai membasahi pipinya.
"Tidak Naomi, aku mengatakan yang sebenarnya!" jawab Tian Feng.
Hati Naomi seperti dihujam oleh seribu pedang setelah mendapatkan kepastian dari Tian Feng, hatinya terasa hancur berantakan dan Naomi mulai menahan bibirnya agar bisa menahan rasa sakit tersebut.
Namun tetap saja rasa sakit yang teramat sangat melebihi rasa sakit saat terkena sayatan pedang, rasanya dunia mulai berhenti berputar dan tatapan Naomi yang dipenuhi rasa ketidak percayaan hanya menatap separuh wajah Tian Feng dengan perasaan campur aduk.
Naomi yang berusaha menahan tangisnya menggelengkan kepalanya sedangkan Chie Xie berusaha memegang pundak Naomi untuk menenangkannya.
"A..aku tidak percaya jika kamu akan tega melukaiku dengan cara seperti ini Tian-Kun! Laki-laki yang sangat aku sayangi dengan teganya mematahkan hati ini yang selama ini sangat menjaga kesucian serta kesetian, tapi kamu..!" Naomi memutuskan kalimatnya dengan suara isak tangis yang mulai terdengar, nafasnya serasa sesak untuk melanjutkan ucapannya.
"Naomi, aku tahu kamu sangat marah dan juga kecewa, namun semua ini sudah terjadi! Perlu kamu tahu bahwa hingga saat ini aku masih sangat mencintaimu dan tidak ada niat di hatiku untuk menghianatimu!" kata Tian Feng.
"Cukup! Cukup Tian-Kun, ternyata aku sudah salah menilai mu, kamu tidak ada bedanya dengan laki-laki bajingan lain diluar sana!" kata Naomi dengan suara lebih keras.
"Naomi! Aku berkata jujur, aku sungguh masih sangat...!"
__ADS_1
Plakk!!
Naomi yang sudah mulai terbakar amarah segera memberikan tamparan ke pipi Tian Feng yang ingin berbicara, kejadian tersebut membuat semua orang mendengar pertengkaran mereka berdua dan semua orang segera berkerumun untuk melihat akan apa yang sedang terjadi.
Hiroshi dan para pengawalnya juga segera keluar dan menghampiri Naomi, begitu juga dengan Yuan Xia, Lie Yie, Alice, Wei Fang, Zang Yang, semua para Pendekar yang ada disana, Ho Chen, Lio Long, dan Wang Dunrui juga melihat, namun mereka melihat dari tempat yang agak jauh.
"Sudah kuduga semua ini pasti akan segera terjadi! Ini adalah masalah yang tidak bisa dibantu oleh siapapun termasuk oleh kita, biarkan Tian menyelesaikan masalah pribadinya sendiri tanpa ada campur tangan dari kita!" kata Ho Chen.
Tangis Naomi yang sudah tak terbendung akhirnya pecah setelah menampar Tian Feng, sedangkan Chie Xie yang terkejut melihat Naomi yang begitu marah berusaha untuk menenangkannya.
Saat sedang menangis pandangan Naomi tiba-tiba saja menangkap keberadaan Alice yang sedang bersama dengan Lie Yie, mata Naomi segera memerah, kebencian dan kemarahannya akhirnya mencapai puncak saat melihat wajah Alice.
"Kau..! Kau adalah wanita murahan yang telah merebut Tian-Kun dariku, kau harus mati wanita murahan..!"
Suara Naomi menggema di telinga semua orang, mereka semua mendengar nada sakit dan juga perasaan hancur dari suara Naomi yang terlihat sangat sakit.
Tanpa basa-basi lagi Naomi segera mencabut pedangnya dan melesat kearah Alice dengan nafsu membunuh yang sangat kuat.
"Jurus Pedang Naginata."
"Teknik Raja Api."
Naomi mengalirkan energi api biru ke pedangnya dan kemudian dia berniat memberikan serangan mematikan kepada Alice tanpa peduli akan siapa yang berdiri di samping Alice.
Suhu panas yang di pancarkan oleh energi Api Biru membuat badai angin yang sangat besar, namun anehnya Alice sama sekali tidak terlihat untuk menghindari serangan Alice.
"Naomi berhenti..!"
Hiroshi mencoba menghentikan Naomi, namun jeritan Hiroshi sama sekali tidak dihiraukan oleh Naomi yang sudah terbakar oleh api amarahnya.
Jika melihat dari segi kemampuan, sangat jelas jika kemampuan Naomi berada di bawah Alice, namun dari yang terlihat, Alice sepertinya tidak berniat untuk bertarung melawa Alice, dia justru terlihat akan menerima serangan Naomi tanpa melepaskan pelindung energi apapun.
"Jangan coba-coba menyerang cucuku!"
Mata Naomi semakin memerah dan amarahnya yang semakin bertambah membuat Louis dan semua orang terkejut saat merasakan lonjakan energi besar Naomi.
Siapa sangka jika kemarahan Naomi berhasil mendobrak dinding pembatas yang belum bisa dia hancurkan selama latihan, kekuatan Naomi yang sebelumnya hanya berada di Tahap Raja Langit tiba-tiba saja naik ketahap Raja Alam.
Naomi yang seperti kesetanan segera melepaskan energinya yang menyebabkan semua orang segera menjauh termasuk Lie Yie yang di minta untuk menjauh oleh Alice.
"Kalian berdua harus mati..!" seru Naomi kemudian dia meraung keras dan melepaskan Kekuatan mengerikan yang belum pernah ia keluarkan sebelumnya.
"Puncak Raja Alam!? Bagaimana mungkin?" Louis dan semua para pendekar terkejut saat merasakan luapan energi dahsyat yang dilepaskan oleh Naomi.
Kemampuan Naomi yang tiba-tiba saja naik ke puncak Raja Alam akan mampu bertarung melawan Louis serta Alice, walau tanpa bantuan siapapun saat ini Naomi sudah benar-benar mampu menghadapi Louis.
"Dia berhasil membangunkan energi Yan nya! Ini sungguh luar biasa, ternyata kemarahan dan rasa sakitnya berhasil menyempurnakan sembilan energi Yan yang tertidur di dalam dirinya," gumam Wang Dunrui.
Badai energi Api segera meluas dan Naomi mulai menutupi tubuhnya dengan energi apinya kemudian dia menghentakkan kakinya dan melesat menyerang Louis.
"Berhenti Naomi..!"
Serangan Naomi yang hampir sampai ke Louis segera terhenti saat Tian Feng muncul dihadapannya dan membelakangi Louis.
"Minggir Tian-Kun, jika kamu tidak mau minggir maka aku akan menyerangmu!" kata Naomi.
"Lakukanlah Naomi, lakukan apa yang kamu mau! Jika melukaiku bisa membuatmu lebih tenang, maka lakukanlah, jika kamu masih belum cukup puas, sekalian saja kamu bunuh aku!" jawab Tian Feng.
"Tian-Kun, apakah kamu pikir aku tidak berani melakukannya? Walau aku sangat mencintaimu, namun rasa sakit hatiku padamu tidak akan bisa disembuhkan oleh apapun!"
Tangisan Naomi benar-benar membuat Tian Feng merasa bersalah, dia tahu jika sakit hati Naomi sangat parah hingga membuat Naomi berubah dari wanita yang ramah dan lembut berubah menjadi ganas dan mematikan.
"Kalau begitu bunuhlah aku! Aku rela mati di tanganmu asalkan kamu benar-benar mau memaafkanku, ini juga sebagai bukti bahwa hingga saat ini di hatiku masih ada kamu!" kata Tian Feng.
__ADS_1
Sebuah pedang energi Api berwarna biru mulai muncul di telapak tangan Naomi, dia mengarahkan ujung pedang energi Api tersebut kepada Tian Feng, "Aku memang tidak sanggup untuk menyerangmu, namun aku akan tetap membunuh wanita itu, bahkan jika kamu melindunginya sekalipun, aku akan tetap membunuhnya!" kata Naomi kemudian dia melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi melewati tubuh Tian Feng dan mengarahkan ujung pedangnya ke dada Alice.
Louis jelas panik, mengingat kemampuan Naomi yang tiba-tiba saja setara dengannya, bukannya tidak mungkin bagi Naomi untuk membunuh Alice, bahkan dirinya sekalipun akan sangat kesulitan untuk menghadapi perubahan mendadak Naomi.
Masalahnya Alice sama sekali tidak berniat memberikan perlawanan atau menghindar, Alice terlihat seperti akan menerima serangan Naomi yang bisa membunuhnya jika tidak menghindar atau memberikan perlawanan.
"Matilah..!" seru Naomi kemudian memberikan serangan tusukan yang mengarah ke jantung Alice.
Saat hampir menyentuh dada Alice, yang terlihat justru senyum hangat Alice kepada Naomi membuat Naomi semakin murka dan nafsu membunuh yang semakin besar saat melihat senyum dari wajah wanita yang sangat dibencinya.
Tepat saat pedang energi Api itu hanya tinggal beberapa garis mengenai kulit Alice, tiba-tiba saja tubuh Alice berubah menjadi Tian Feng.
Tian Feng menggunakan sihir ruang waktunya untuk bertukar tempat dengan Alice sehingga membuat Naomi, Alice dan semua orang terkejut.
Naomi jelas tidak bisa menarik pedang energinya karena sudah terlanjur di lepaskan dan hasilnya pedang energi Api milik Naomi berhasil menembus dada Tian Feng.
"Gege..!?"
"Tian..!"
"Ti.. Tian-Kun!?"
Semuanya kaget dan memanggil Tian Feng, sedangkan Tian Feng sudah menundukkan kepalanya dengan memegang pedang energi milik Naomi yang menembus tubuhnya.
Tidak ada darah yang keluar dari tusukan pedang tersebut karena pedang tersebut terbuat dari unsur Api sehingga darah akan mengering, namun Tian Feng masih memuntahkan darah dari mulutnya.
"Ke.. kenapa? Kenapa kamu sampai segitunya melindungi dia?" tanya Naomi.
Untungnya tusukan Naomi tidak mengenai jantung Tian Feng, dan rasa panas dari energi api Naomi masih bisa di netralisir oleh Api Teratai Buddha Emas sehingga Tian Feng masih bisa bertahan.
"Bukankah sudah aku katakan jika aku siap mati di tanganmu, dan mengenai Alice, aku tentu tidak akan membiarkan sesuatu terjadi padanya karena saat ini dia sedang mengandung anakku! Jadi aku melakukan semua ini demi kalian berdua!" kata Tian Feng sembari membersihkan darah dari tepi bibirnya.
Naomi menarik kembali pedangnya dan kemudian menarik energinya kembali, "Tian-Kun, apapun yang kamu katakan sekarang sudah tidak bisa lagi menutup rasa sakit dan kebencian ku kepada kalian berdua, urusan ini masih belum berakhir, suatu saat nanti aku akan membalas semua perlakuan serta penghianatan yang telah kamu berikan padaku!" kata Naomi kemudian dia berbalik dan menatap ayahnya.
"Ayah! Hari ini juga kita akan kembali ke Toakai!' kata Naomi.
Hiroshi hanya terdiam, dia hanya bisa mengangguk dan menuruti keinginan Naomi,.walau demikian dia juga sama seperti Naomi, yaitu kecewa kepada Tian Feng.
"Jiejie, apakah kamu benar-benar akan pergi?" Chie Xie segera bertanya kepada Naomi.
"Xie Xie, walau aku sangat dendam dan membenci Tian-Kun, namun kamu tetaplah sahabat dan juga sudah aku anggap sebagai adikku, aku akan tetap menjadi kakakmu dan kita nanti pasti akan tetap berteman!" kata Naomi.
Air mata Chie Xie mengalir kemudian dia segera memeluk Naomi, begitu juga dengan Naomi yang membalas pelukan Chie Xie serta menangis pelan.
"Jaga diri baik-baik Xie Xie, aku minta kamu untuk tetap berhati-hati dengan wanita itu!" kata Naomi kemudian dia melepaskan pelukannya dan pergi bersama ayahnya.
Setelah beberapa saat rombongan Hiroshi akhirnya pergi meninggalkan Perkemahan, setalah agak jauh, Naomi menoleh lagi kebelakang.
Selama beberapa tahun berada di Wutong membuat Naomi merasa sangat akrab sekali seolah-olah Wutong adalah Toakai, dia melihat Chie Xie yang masih menangis sambil melambaikan tangan kepada Naomi membuat Naomi hanya bisa menahan semuanya dan kemudian dia menatap Alice serta Tian Feng.
"Suatu saat kita akan bertemu lagi, hingga saat itu tiba, aku sudah tidak akan segan lagi untuk membalas semua ini kepada kalian!" kata Naomi kemudian dia dan semua rombongannya pergi untuk meninggalkan Wilayah Kerajaan Wutong.
Ho Chen sendiri mengerutkan dahinya, samar-samar dia merasakan sesuatu yang tidak asing baginya.
"Saudara Dunrui, pergilah bersama Nona Naomi, lindungi dia dan jika ada sesuatu segera kamu selamatkan dia dan bawa padaku!" kata Ho Chen.
"Memang ada apa Saudara Chen? Bukankah kita masih harus membantu Tian untuk menyerang markas cabang Organisasi Bintang Hitam?" tanya Wang Dunrui.
"Urusan itu biar aku, Senior Lio Long dan Tian yang melakukannya, saat ini keselamatan nona Naomi yang lebih utama!" kata Ho Chen.
"Memang siapa yang akan mencelakainya?" tanya Wang Dunrui.
"Sepertinya Nona Naomi sedang diincar oleh seseorang yang aku kenal, sepertinya energi Yan di dalam tubuh Nona Naomi yang jadi sasarannya, jadi segera kamu ikuti dan lindungi dia!" kata Ho Chen.
__ADS_1
Wang Dunrui segera mengangguk kemudian dia segera menghilang dan pergi menyusul Naomi.