
"Aku pikir Kesatria berzirah Domaru itu adalah seorang Samurai, teryata dia adalah seorang Shinobi."
Tian Feng memperhatikan Kesatria tersebut dengan seksama, tidak hanya Tian Feng saja yang salah mengira, bahkan Saichi dan Naomi juga salah beranggapan.
Naomi segera naik keatas tembok menyusul Tian Feng yang masih berada disana. Karena api belum padam, jadi para pasukan musuhpun tidak menyerang kecuali para Shinobi yang berusaha menaiki tembok dengan menggunakan tali.
Selagi masih mempersiapkan jebakan untuk menyambut serangan ke-dua, Naomi memanahi para Shinobi yang berusaha memanjat.
"Tian-kun, Orang yang berada diatas kuda serta menjadi pimpinan penyerangan ini adalah Shinobi dari Suku Mori!" kata Naomi.
Tian Feng menatap kembali Shinobi tersebut dan Kesatria atau Shinobi berzirah itu juga menatap Tian Feng.
"Jadi dia datang sendiri ke sini, bagus sekarang aku tidak perlu repot-repot lagi mencarinya," kata Tian Feng kemudian dia menarik kembali Toya nya yang terbang sendiri menjatuhkan para Shinobi.
Di saat yang sama, Hujan panah yang dilepaskan oleh pihak musuh melesat kearah Tian Feng dan Naomi.
Tian Feng menarik Naomi ke belakangnya kemudian dia memutar Toya Emas sehingga hujan panah tidak mengenai mereka berdua.
"Turunlah kebawah dan bersiap-siap untuk menyambut serangan ke-dua!" kata Tian Feng.
Naomi merasa keberatan, namun dia sadar jika dia tetap berada di samping Tian Feng, dia hanya akan menjadi beban saja.
Hujan panah kembali melesat kearah mereka berdua dan Naomi segera turun untuk berlindung sekaligus bersiap untuk menyambut serangan pasukan berikutnya.
"Terimalah serangan anak panah kalian sendiri!" seru Tian Feng kemudian dia mengumpulkan energi ke mulut dan kemudian melepaskan Tiupan angin besar dan membalik arah anak panah tersebut dan menyerang balik kearah musuh
Barisan musuh paling depan mulai berjatuhan karena terkena panah mereka sendiri, akibat apa yang sudah Tian Feng tunjukkan tadi sudah berhasil menarik perhatian para prajurit serta Shinobi dari Suku Mori tersebut.
"Serang..!"
Pasukan musuh mulai bersemangat kembali menyerang walau belasan orang di antara mereka sudah jatuh terkena anak panah yang Tian Feng kembalikan.
Kali ini serangan musuh berbeda mereka semua berpencar ada yang menuju ke arah Pintu gerbang, ada juga yang melemparkan tali ke tembok dan berusaha memanjat.
"Pasukan pemanah segera berpencar..!" seru Saichi yang panik saat pasukan musuh yang berpencar.
"Naomi, jangan merubah rencana, tetaplah fokus terhadap musuh yang datang dari arah pintu itu!" kata Tian Feng yang melihat kelompok ke-dua mulai berpencar.
Naomi segera memerintahkan semua kelompoknya untuk kembali ke posisi masing-masing.
Walau musuh berpencar, namun sebagian besar musuh tetap berusaha melewati pintu masuk, karena itu Tian Feng meminta ke-tiga kelompok untuk lebih fokus terhadap pasukan dari arah pintu.
Tian Feng bergerak cepat dan memutuskan beberapa tali yang sudah terkait di ujung tembok.
Dengan kecepatan tinggi yang ia miliki, tidak sulit baginya untuk pindah dari satu tempat ke tempat yang lain.
Para pasukan musuh yang masuk dari arah pintu sempat memperhatikan kesekelilingnya, mereka khawatir ada jebakan lain yang sedang menunggu.
Namun mereka hanya melihat debu dari rumput kering yang terbakar serta tubuh-tubuh rekan mereka yang sudah menghitam akibat terbakar hingga daging mereka ada yang terkelupas dan ada juga yang hampir hangus terbakar.
Merasa tidak ada jebakan lagi, mereka semua bergegas menyerbu kedalam.
"Sekarang...!" seru Naomi kepada kelompok satu untuk menggulingkan rumput yang sudah di bentuk menjadi bulat namun besar.
__ADS_1
Sekitar puluhan bola rumput kering segera menggelinding dan berputar mengelilingi pasukan musuh.
"Kelompok pemanah.. lepaskan panah!" seru Naomi kemudian kelompok pemanah kembali melepaskan panah api mereka.
Saat yang bersamaan panah dari luar tembok juga turun dan mengenai beberapa kelompok satu dan dua orang dari pihak Saichi.
Panah api juga berhasil mengenai rumput bulat tersebut sehingga api kembali menyala dan mengurung puluhan pasukan musuh di dalamnya.
Beberapa orang ada yang berhasil menerobos api, namun baru saja orang itu bernafas lega, sabetan pedang dari kelompok tiga sudah lebih dulu memotong kepala mereka yang berhasil lolos.
Panah dari luar tembok juga masih terus berdatangan sehingga korban di pihak Klan Tsuki mulai berjatuhan, ada yang hanya terluka namun masih selamat, ada juga yang meninggal karena anak panah musuh mengenai kepala mereka.
Puluhan pasukan yang masih terjebak di dalam kobaran api juga semakin melemah karena tidak sanggup menahan panas serta nafas mereka juga sesak.
Dari depan pintu gerbang, pasukan musuh kembali menerobos masuk dan maju kearah kelompok dua, sedangkan para prajurit lain berusaha mematikan Api yang sudah membesar serta ujung api tersebut yang mulai menyatu sehingga bentuknya menyerupai sebuah kubah api.
Saichi dan kelompoknya segera menyambut pasukan musuh yang datang dari satu arah.
Dengan bantuan Naomi dan kelompoknya, kelompok Saichi berhasil menghadapi pasukan musuh yang datang.
Namum masalahnya anak panah kelompok Naomi tidak cukup banyak untuk membantu Saichi sehingga mau tidak mau, Naomi harus bergabung dengan Saichi dan menyambut kedatangan musuh dengan menggunakan pedang mereka.
Tian Feng memperhatikan pasukan musuh yang semakin banyak memasuki pintu gerbang, "Sekarang giliranku!" gumam Tian Feng kemudian dia melompat turun dari atas tembok dan mendarat tepat di depan pintu masuk.
Ledakan di sekitar jatuhnya Tian Feng serta asap putih tebal membuat prajurit terdekat di sekitarnya terhempas kebelakang dan menabrak rekan-rekan mereka.
Ledakan tersebut berhasil menarik perhatian semua pasukan yang berada didalam termasuk pimpinan pasukan musuh.
Tanpa memperdulikan keterkejutan mereka semua, Tian Feng maju menyerang lebih dulu ke ratusan pasukan musuh seorang diri.
"Dasar tidak berguna..! Kenapa tidak ada satupun dari mereka yang bisa melukai pria bertopeng itu?" gerutu Shinobi dari Suku Mori yang menjadi pimpinan penyerangan.
Pimpinan tersebut segera melemparkan beberapa Kunai kearah Tian Feng, namun Tian Feng dengan mudahnya menangkap semua Kunai tersebut dan menggunakan Kunai tersebut untuk menyerang Shinobi dan ronin serta pasukan Syogun lainnya.
Pimpinan tersebut segera melompat dan menyerang Tian Feng dengan mengandalkan sebilah pedang pendek yang bercahaya kuning.
Walau masih bertarung, namun Tian Feng sempat memperhatikan pedang pimpinan tersebut yang bercahaya kuning terbang tersebut.
Tian Feng tahu jika cahaya tersebut adalah kumpulan energi khusus yang bisa di alirkan ke sebuah benda seperti Pedang, Panah, dan senjata lainnya.
Shinobi tersebut menyerang Tian Feng secara langsung dengan menggunakan gerakan cepat serta gesit.
Pedang pendek berkali-kali berbenturan dengan Toya Emas dan setiap beradu pasti akan muncul percikan api.
"Chikyu o bunkatsu suru."
Pimpinan tersebut menancapkan pedangnya ke tanah dan kemudian tanah bergetar dan tanah tersebut terbelah tepat di atas kaki Tian Feng.
Belahan tanahnya cukup lebar dan panjang serta sangat dalam, jelas pimpinan tersebut berharap Tian Feng jatuh dan dia akan menutup kembali tanahnya agar Tian Feng mati terjepit.
Namun kenyataannya pimpinan tersebut atau Shinobi Suku Mori tersebut harus menelan ludah dengan tatapan tidak percaya saat melihat Tian Feng yang masih berdiri walau kakinya sudah tidak lagi berpijak di tanah.
Para shinobi dan ronin lainnya sama-sama mengusap mata mereka karena merasa tidak percaya melihat Tian Feng.
__ADS_1
"Si..siapa kamu sebenarnya?" tanya Shinobi Suku Mori tersebut dengan bahasa nya.
Mereka semua beranggapan jika Tian Feng adalah salah satu ronin yang mengenakan topeng.
Saichi dan semuanya yang berhasil mengalahkan musuh yang berada didalam segera naik keatas tembok untuk melihat akan apa yang sebenarnya terjadi.
Sejak Tian Feng maju sendiri keluar menghadapi ratusan musuh, pasukan musuh pun juga berhenti masuk kedalam sehingga Saichi dan semuanya berhasil memenangkan pertempuran di dalam gerbang.
"Apakah dia itu menginjak sebuah benang atau semacamnya? Kenapa dia bisa berdiri di atas belahan tanah?" tanya Saichi kepada Naomi.
Naomi menggelengkan kepalanya kemudian dia menjawabnya, "Tian-kun tidak menggunakan trik apapun, akan tetapi dia itu bisa melayang di udara!" jawab Naomi.
Hanya Naomi sendiri yang tidak terkejut melihat Tian Feng, sedangkan Shinobi Suku Mori masih belum percaya, apalagi Tian Feng sama sekali tidak menjawab pertanyaan darinya.
"Apakah kamu tuli? Aku tahu semua itu hanya trik untuk menakuti kami bukan? Sayangnya aku tidak akan tertipu! Ayo semuanya serang dia," kata Shinobi suku Mori tersebut sekaligus kembali mengalirkan energi ke pedangnya.
"Asunidoru."
Tanah yang terbelah dengan cepat tertutup dan kemudian Shinobi suku Mori menebas tanah kearah Tian Feng.
Tebasan tanah yang ia buat memunculkan tanah runcing dari bawah dan melesat kearah Tian Feng.
Tian Feng memukul semua tanah runcing yang datang padanya, setelah habis dia mengangkat Toyanya dan memukul tanah juga dengan sangat keras sehingga tanah langsung berguncang hebat.
Shinobi suku Mori tidak bisa menstabilkan tubuhnya akibat guncangan hebat tersebut, bahkan semua orang termasuk Saichi dan Naomi juga langsung berpegangan pada sesuatu untuk menstabilkan tubuh mereka.
Beruntungnya dinding pembatas Desa Klan Tsuki cukup kuat sehingga tidak roboh, namun ada retakan di berbagai tempat.
"Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan tadi kepadaku, namun aku ingin kamu tetap hidup karena aku ingin kamu menunjukkan padaku lokasi persembunyian Suku Mori!" kata Tian Feng yang sudah berada di hadapan Shinobi tersebut.
Zirah Domaru yang terkenal sangat keras dan kuat ternyata harus retak saat Tian Feng meletakkan Toyanya di pundak Shinobi tersebut, dan Shinobi suku Mori tersebut jatuh berlutut karena tidak kuat menahan beratnya Toya Emas.
Shinobi tersebut bingung karena dia tidak melihat gerakan Tian Feng, tiba-tiba saja dia sudah meletakkan Toyanya di pundaknya dan Shinobi tersebut langsung berlutut dan tidak mampu untuk berdiri.
"Kau..Kau bukan penduduk Toakai! Si siapa kamu sebenarnya?" tanya Shinobi suku Mori tersebut dengan suara terputus-putus.
Tian Feng yang tidak mengerti bahasa Shinobi tersebut memiringkan kepalanya kemudian dia melirik kesemua pasukan yang tidak berani bertindak gegabah karena pimpinan mereka kini berada di tangan Tian Feng.
Melihat tidak ada pergerakan atau penyerangan dari semua pasukan, Saichi dan Naomi bergegas menghampiri Tian Feng.
Setelah keduanya tiba, Tian Feng meminta kepada mereka untuk menterjemahkan bahasanya kepada Shinobi tersebut begitu juga sebaliknya.
Dari informasi Shinobi tersebut mereka baru tahu jika Hataro memang selamat, namun tubuhnya masih lemas sehingga informasi dari Hataro kurang begitu jelas, salah satu informasi yang tidak di sampaikan adalah keberadaan Tian Feng yang berasal dari Kerajaan Wu.
Semua pasukan mulai dari pasukan ronin, Shinobi dan juga pasukan Syogun langsung mundur saat pimpinan mereka sudah ditangkap.
Tidak satupun yang berani melihat kebelakang karena mereka masih merasa jika Tian Feng tetap mengawasi mereka walau Tian Feng sendiri sudah tidak terlihat.
"Apakah kamu yakin membiarkan semua pasukan itu begitu saja?" tanya Saichi.
Tian Feng mengangguk sekaligus menjawab, "Mereka hanya orang-orang yang menuruti perintah pemimpin mereka, jadi tidak pantas membunuh mereka yang hanya menjalankan perintah dari keangkuhan seorang tuannya, jika ingin menyelesaikan masalah ini jalan satu-satunya hanya mencabut pohon sampai ke akar-akarnya saja!" kata Tian Feng.
"Benar juga! Percuma juga memotong daun jika pohon dan akarnya tidak dicabut, yang ada pohon itu akan mengeluarkan daun yang baru menggantikan daun yang sudah gugur!" kata Naomi yang langsung memahami maksud perkataan Tian Feng.
__ADS_1
"Tolong tahan dia disini untuk satu malam, karena malam ini aku akan pergi ke rumah Daimo itu agar masalah ini lebih cepat selesai!" kata Tian Feng.
Saichi segera menolak niat Tian Feng yang akan pergi ke rumah Daimo seorang diri. Saichi sudah memiliki rencana lain untuk menghentikan Daimo itu, yaitu dengan melaporkan kejadian tersebut kepada Daimyo serta para Dewan Toakai agar jabatan Daimo untuk Klan Iga segera dicabut.