Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
memanjakan


__ADS_3

"Kitab pengobatan ku yang salah, atau Tian memang sudah tahu cara mengembalikan kondisi Zang Yang?" batin Wei Fang.


Kitab koleksi yang ia simpan di perpustakaan pengobatan adalah aset yang berharga bagi dirinya, bahkan dia bisa awet muda karena salah satu kitab koleksinya.


Namun baru kali ini kitabnya gagal dalam memberikan petunjuk, tidak hanya Tian Feng berhasil menyadarkan Zang Yang, justru kekuatan Zang meningkat satu tingkat lebih tinggi.


Dengan kekuatan yang dimiliki oleh Zang Yang saat ini, mungkin Zang Yang bisa masuk di jajaran sepuluh Pendekar terkuat.


"Katashi! Maaf jika aku sudah membuatmu terluka!" kata Zang Yang kepada Katashi.


"Tidak apa-apa Guru Zang, lagi pula semua yang terjadi itu diluar kendali dan bukan disengaja!" jawab Katashi.


Zang Yang merasa malu saat Yuan Xia menceritakan akan apa yang terjadi saat Wei Fang selesai menotok dirinya.


Hanya saja dia tidak menyangka jika ilmu yang seharusnya membuat dirinya mati atau membuatnya menjadi binatang bisa dihentikan oleh Tian Feng, terlebih lagi dirinya semakin bertambah kuat.


"Guru! Kenapa kamu bisa berbuat senekat itu?" tanya Tian Feng.


"Apa yang harus aku jawab, keluarga mu adalah keluarga ku juga! Sejak dulu aku telah mengikuti ayahmu, menjaganya dan juga aku sudah berjanji akan mengabdi pada ayahmu!" jawab Zang Yang.


Yuan Xia merasa terharu mendengar pernyataan Zang Yang, dia benar-benar tidak menduga jika Zang Yang rela mengorbankan segalanya demi melindungi keluarganya.


"Aku tahu itu! Tapi dengan berbuat hal senekat itu, kamu bisa kehilangan segalanya! Teman, keluarga dan semua orang-orang yang kamu sayangi! Apa kamu tidak berpikir bagaimana perasaan anak dan cucumu nanti saat dia tahu jika kakeknya sudah berubah menjadi binatang?" kata Wei Fang.


Mungkin Zian Wen mengerti akan pengorbanan ayahnya, namun tidak untuk Lin Ling. Yang jelas Lin Ling pasti akan tidak terima jika kakeknya harus berubah dan meninggalkan dirinya.


Zang Yang hanya tersenyum tipis sambil menggelengkan kepala pelan, dia sempat berpikir hal yang sama sebelum memutuskan untuk menggunakan ilmu Dewa Singa Suci.


"Sudah yang penting sekarang Guru Zang sudah kembali, dan yang terpenting dia sehat dan juga jauh lebih kuat!" kata Yuan Xia yang merasa sudah tidak perlu lagi membahas hal itu.


"Tian! Bukankah kamu sempat mengejar salah satu ketua Kelompok Lingkaran Pisau Darah? Bagiamana hasilnya? Apakah dia berhasil lolos?" tanya Wei Fang.


"Aku berhasil mengejarnya!" jawab Tian Feng dengan singkat.


"Lalu dimana dia sekarang?" tanya lagi Wei Fang.


"Sudah kubunuh, dan semua anggotanya yang ada di markasnya juga sudah aku habisi!"


Semuanya terkejut mendengar hal itu, sebab dari dulu tidak satupun dari mereka yang bisa menemukan markas Lingkaran Pisau Darah.


"Begini Tian! Sebenarnya mereka datang kesini atas perintah pejabat Yong dan juga Pejabat Ma! Mereka ditugaskan untuk membunuh keluarga Yuan dan juga akan menculik adik mu!"


Wei Fang mengerutkan dahinya saat melihat Tian Feng tidak terkejut sama sekali, beda dengan Yuan Xia dan Zang Yang yang terkejut mendengar penjelasan dari Wei Fang.


"Aku pikir mereka datang karena ingin balas dendam padaku!" kata Zang Yang.


"Tian! Apa sebenarnya kamu juga sudah tahu jika yang menyuruh mereka adalah ke-dua pejabat itu?" Wei Fang terpaksa bertanya karena Tian Feng terlihat biasa saja.


"Iya Panglima!" jawab Tian Feng sambil mengangguk.


Yuan Xia yang terkejut juga ikut bertanya kepada Tian Feng, "Sejak kapan kamu mengetahui hal ini?"


Tian Feng tersenyum tipis kemudian menjawabnya, "Semenjak aku bertemu dengan Guru Topeng Iblis!" jawabnya.


"Topeng Iblis? Owh iya aku ingat, dulu dia juga pernah ingin membunuh Tuan Yuan, namun dia gagal karena saat itu aku berada disana!" kata Zang Yang sambil mengelus dagunya yang berjenggot tipis.


"Guru Topeng Iblis pernah bercerita padaku jika dulu ada dua pejabat yang datang dan memintanya untuk membunuh seorang pejabat yang lain, dan ternyata ke-dua pejabat itu adalah pejabat Yong dan Pejabat Ma! Sedangkan targetnya adalah kamu ayah."


"Dasar Yong Shing dan Ma Xia Li keparat! Apa salahku sehingga mereka berdua sangat ingin membunuh semua keluarga ku?" Yuan Xia merasa geram.


"Mungkin kalian akan lebih terkejut lagi jika aku menceritakan akan semua kejahatan yang mereka perbuat kepada kalian semua!"

__ADS_1


Wei Fang, Zang Yang, dan semuanya saling berpandangan, "Kami semua? Apa aku juga termasuk?" tanya Wei Fang dan dijawab dengan anggukan oleh Tian Feng dan kemudian dia menceritakan semuanya.


Dari racun yang diminum oleh Zang Yang, dan juga Racun yang hampir diminum oleh Wei Fang, dan rencana tersebut berhasil digagalkan oleh Tian Feng.


"Jadi.. acara bersulang untuk menyambut ku itu sengaja kamu rubah karena kamu tahu jika minuman ku ada racunnya?" Wei Fang yang tidak menduga kembali bertanya.


"Benar sekali Panglima! Namun aku belum tahu apa rencana mereka sebenarnya sehingga Panglima juga menjadi targetnya."


"Hemm.. Pantas saat itu saudara Ma berusaha menolak dan mencari alasan agar tidak meminum air milik Panglima! Kurasa semuanya sudah masuk akal," kata Zang Yang.


Katashi dan Katsuyuki hanya bisa jadi pendengar saja karena mereka tidak tahu akan masalah tersebut.


"Yong Shing..! Ma Xia Li..! Jika aku berhasil menemukan kalian, akan aku robek tubuh kalian dengan golokku!" Wei Fang semakin geram dan juga marah.


"Apa maksud Panglima? Apakah mereka berdua menghilang?" tanya Tian Feng yang belum mengetahui jika dua orang yang menjadi incaran nya berhasil kabur.


"Owh iya maaf aku lupa memberi tahu mu! Benar mereka berdua berhasil kabur, sepertinya mereka berdua menyadari jika kedok mereka akan terbongkar!" jawab Wei Fang.


"Sial...!" gerutu Tian Feng.


Dengan menghilangkannya ke-duanya, maka keluarganya masih jauh dari kata aman, masalahnya kemana Tian Feng harus mencari mereka berdua? Sedang wilayah Kerajaan Wu itu sangat luas.


"Maaf jika aku memotong pembicaraan kalian!" perkataan Katashi mengalihkan perhatian mereka semua kepada dirinya.


"Ada apa tuan Katashi?" Yuan Xia bertanya.


"Apakah dua orang pejabat itu memiliki hubungan dengan Tuan Yama Denji dari Klan Yama?"


"Sepertinya begitu! soalnya dia sempat berkerja sama saat di Pertandingan Perebutan Jabatan!" jawab Tian Feng yang mengira-ngira.


"Jika demikian besar kemungkinan ke-duanya bersembunyi di tempat Yama Denji!" Katashi menyampaikan pendapatnya.


Menurut pemikiran Wei Fang, tidak mungkin Yong Shing dan Ma Xia Li akan bersembunyi dan meminta perlindungan Yama Denji, mereka pasti sadar jika mereka sembunyi di sana mereka akan tetap tertangkap.


Andai hanya menjadi buronan sebuah perguruan mungkin tidak masalah, karena Yama Denji memiki keamanan melebihi keamanan sebuh perguruan besar.


Namun tidak untuk pasukan Kerajaan, Yama Denji jelas tidak memiliki kekuatan yang mampu melawan para prajurit. Tidak hanya Wei Fang saja yang di khawatirkan oleh Yong Shing dan Ma Xia Li, Tian Feng pasti akan menjadi perhitungan terbesar mereka.


"Tidak masalah! Katashi, kau tunjukkan saja padaku dimana Yama Denji itu tinggal! Aku akan pergi kesana untuk memeriksa sendiri!" kata Tian Feng.


"Tuan Muda! Bukannya aku meragukan kemampuan Tuan Muda, akan tetapi disana terdapat satu orang ronin berkemampuan Goddo, dan juga ada satu Shinobi yang memiliki kekuatan sama!" kata Katashi.


"Kemampuan Goddo? Aku tidak pernah mendengar hal itu!" kata Wei Fang begitu juga Tian Feng.


Katashi mulai menjelaskan jika para ronin dan Shinobi memiliki tingkat tahapan kemampuan, yang tertinggi adalah kemampuan Goddo atau Dewa yang melegenda di Toakai, dan kesatria berkemampuan itu kurang dari 10 orang di Toakai.


Jika seorang ronin, maka dia akan mampu melepaskan energi pedang hingga mampu membelah sebuah gunung, sedang jika seorang Shinobi maka dia akan mampu membuat ilusi Tingkat tinggi bahkan mampu menggunakan beberapa elemen seperti Api, Air, Tanah, Angin, Petir, dan masih banyak lagi elemen-elemen lainnya.


"Membelah gunung? Itu sungguh terdengar konyol!" kata Zang Yang begitu juga semuanya kecuali Tian Feng.


"Andai Yama Denji memiliki pengawal sekuat itu, bukankah sejak dulu dia menunjukkan serta akan mampu merebut istana ini?" kata Wei Fang.


Katashi menggelengkan kepalanya, "Ke-dua kesatria itu tidak akan mau melakukan apa yang bukan menjadi tugas mereka! Tugas mereka hanya satu, yaitu melindungi tuan mereka dan bukan merebut dunia untuk tuan mereka! Itulah sumpah mereka sejak pertama kali mereka memasuki tingkat Goddo," kata Katashi.


"Omong kosong!" tepis Wei Fang dan juga Zang Yang kemudian mereka berdua menoleh kearah Tian Feng yang terlihat percaya terhadap cerita Katashi.


"Tian! Kenapa sekarang kamu jadi diam? Jangan bilang kamu menarik kembali keinginan mu hanya gara-gara mendengar cerita konyol darinya?" tanya Wei Fang.


"Aku tidak akan membatalkan rencana ku, namun aku juga yakin jika manusia juga memiliki kemampuan yang diceritakan oleh Katashi!" jawab Tian Feng.


"Tian! Tian! Kamu mungkin adalah pendekar terhebat di Kerajaan ini, tapi kamu gampang percaya dengan cerita aneh seperti ini!" kata Zang Yang.

__ADS_1


"Guru! Panglima! Jika aku bercerita jika seorang pendekar bisa terbang apakah kalian akan percaya?" tanya Tian Feng.


"Tidak!"


"Sama aku juga tidak!"


Zang Yang dan Wei Fang sama-sama tidak percaya, bahkan Wei Fang yang pernah mendengar kisah Dewa Langit di Kerajaan Jiu juga tidak mempercayai cerita itu.


"Baik pertahanan kepercayaan kalian itu!" kata Tian Feng.


"Otoknya bermasalah nya kambuh lagi!" gumam Yuan Xia dan jawab dengan anggukan oleh Zang Yang.


"Aku akan pergi ke tempat Yama Denji besok bersama Katashi, nanti...! Aw.. Aw..! Xie'er apa yang kamu lakukan?"


Tian Feng belum sempat menyelesaikan kalimatnya tiba-tiba merintih kesakitan saat Chie Xie menarik telinga kanannya dengan keras.


"Tian gege jahat! Aku tidak suka gege membunuh orang!" kata Chie Xie.


"Iya.. iya! Tapi lepaskan dulu telingaku!" kata Tian Feng yang ikut memiringkan kepalanya ke kanan mengikuti tangan Chie Xie.


"Tidak mau sebelum gege meminta maaf padaku dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi!" kata Chie Xie sambil menatap Tian Feng dengan tatapan kesal.


Wei Fang dan Zang Yang serta semuanya tertawa melihat Tian Feng yang tidak berdaya menghadapi kemarahan Chie Xie, sedang Chie Xie memang tidak bisa melupakan gumpalan daging Pisau Langit yang hancur sehingga membuat dirinya jatuh pingsan.


"Baik-baik ampun aku minta maaf!" kata Tian Feng.


"Tidak bukan seperti itu! Katakan dengan benar, jika tidak aku akan tetap menjewer telinga gege hingga aku tidur nanti!" kata Chie Xie.


"Tian! Jika kamu tidak mengatakannya dengan benar, maka kamu harus bersiap-siap menghadapi amarahnya, karena dia mirip dengan ibumu!" kata Yuan Xia sambil tertawa lepas.


"Aku akan mengatakannya! Xie'er, gege minta maaf dan gege janji tidak akan melakukannya lagi!" kata Tian Feng.


"Kalau begitu katakan jika gege melakukannya lagi di depan ku, maka gege akan celaka! Apa gege berani?"


"Xie'er jangan berkata seperti itu!" kata Yuan Xia.


Tian Feng menggelengkan kepalanya kepada Yuan Xia untuk tidak membuat Chie Xie kecewa, sedangkan Yuan Xia merasa Tian Feng terlalu memanjakan Chie Xie.


"Iya jika gege melakukannya lagi di depan Xie'er gege akan celaka!" kata Tian Feng.


Mendengar sumpah Tian Feng, Chie Xie langsung melepaskan tangannya dari telinga Tian Feng, sedangkan Tian Feng pura-pura kesakitan sambil memegang telinganya.


"Tuan Muda, sebaiknya kita bicarakan besok saja rencana mu itu, sepertinya Nona muda ingin bermain dengan mu!" kata Katashi kemudian dia pamit untuk ke belakang karena Katsuyuki dan Lie Yie ada disana.


"Aku juga pamit Pejabat Yuan, Tuan! Besok kita lanjutkan lagi, tapi pertemuannya di istana sekaligus menyampaikan ini langsung kepada Ibu Ratu!" kata Wei Fang.


Tian Feng dan Yuan Xia serta Zang Yang mengangguk kemudian Yuan Xia dan Zang Yang mengantarkan Wei Fang keluar.


"Kamu juga harus merasakan hukuman dari gege..!" kata Tian Feng.


"Coba saja kalau bisa wekkk!" jawab Chie Xie sambil menjulurkan lidahnya mengejek Tian Feng kemudian dia lari.


Tian Feng mengejarnya dan berhasil menangkap Chie Xie yang tertawa karena Tian Feng berhasil menangkapnya.


Tian Feng segera mengangkat tubuh Chie Xie dan kemudian dia meletakkannya di kursi sekaligus menahan ke-dua tangannya dan kemudian Tian Feng menggelitik Chie Xie.


"Ampun gege..! Ampun!" Chie Xie tertawa terbahak-bahak sampai keluar air mata karena geli meminta ampun.


Tian Feng segera berhenti, ini pertama kalinya Tian Feng merasa senang dan tertawa lepas bercanda dengan adik angkatnya, walau Chie Xie bukan adik kandungnya, namun Tian Feng sangat menyayangi Chie Xie.


Tian Feng tidak mau siapapun yang berani menyakiti Kelurganya, terlebih lagi adik angkat kesayangannya, jika sampai ada orang yang berani melukai kulit atau perasaan Chie Xie, maka orang itu harus bersiap-siapa untuk berhadapan dengan Tian Feng.

__ADS_1


__ADS_2