Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Perkembangan Organisasi Bintang Hitam


__ADS_3

***


"Kau.. Alice?"


Tian Feng yang terkejut saat mengenali wajah gadis yang berada di rangkulannya, dia tidak menduga jika Alice masih hidup, padahal dia mengira jika Alice waktu itu sudah lenyap akibat berada di tengah-tengah terbenturnya dua kekuatan besar dirinya dengan Louis.


Tian Feng melihat ada banyak luka di sekujur tubuh Alice, dan di bagian leher ada warna kulitnya membiru, "Ini racun!" gumam Tian Feng.


Ho Chen mengerutkan alisnya, dia ingat pernah melihat Alice di pertempuran, "Bukankah gadis ini adalah musuhmu?" tanya Ho Chen.


"Iya, tapi saat itu dia sudah membelot dan berhianat hanya demi menolongku!" jawab Tian Feng.


"Apa yang kamu tunggu, cepat bawa dia kebawah pohon dan segera keluarkan racunnya!" kata Ho Chen.


Tian Feng segera membawa Alice kebawah Pohon, dia meletakkan tubuh Alice dan membaringkannya kemudian mulai memeriksa denyut nadinya sekaligus mengalirkan energi untuk memeriksa kondisi luka dalamnya.


"Racun ini cukup ganas, sepertinya ada yang berniat membunuhnya dengan cara yang kejam, tapi kenapa Alice bisa terkena racun, apakah dia bertarung dengan seseorang ahli racun atau siluman?" batin Tian Feng saat mengetahui cara kerja racun yang perlahan-lahan menyebar di dalam tubuh Alice.


Racun tersebut bersifat ganas, cara kerja racun aneh itu akan membuat pembuluh darah pecah dan Chi nya tidak stabil, namun gerakan penyebarannya cukup lambat. Apapun jenis racunnya, seharusnya racun itu masuk jajaran racun yang lumayan sebab kemampuan Alice saja sebenarnya berada di Tahap Puncak Raja Alam, jika kemampuan setinggi itu saja masih bisa terkena racun, itu artinya musuh yang ia hadapi kemungkinan memiliki kemampuan di tahap Raja Bumi atau Raja Langit, namun bisa juga Raja Alam.


Masalahnya siapa orang yang memiliki kemampuan setinggi itu, selama ini Tian Feng tidak pernah bertemu dengan ahli Racun yang memiliki kemampuan hingga ke Tingkat Raja, bahkan siluman sekalipun yang ia lawan di dunianya paling tinggi berada di Tingkat Cahaya 3.


Tian Feng segera mengalirkan energi kayu dan es, beruntungnya saat ini Tian Feng sudah mengetahuinya ilmu pengobatan, jadi dia bisa mengatasi Racun itu karena racun itu jika di kategorikan berada di kelas sedang.


Racun memiliki tiga kategori yaitu rendah, sedang, dan tinggi, namun tubuh Tian Feng sendiri kebal terhadap racun karena efek dari Ilmu Kitab Iblis Neraka, ditambah lagi dia memiliki energi Yan dan Sel darah yang juga sudah lengkap, jadi kekebalan tubuh Tian Feng terhadap racun sangat sempurna.


Setelah mengalirkan energi Kayu dan Es untuk membekukan racun di setiap nadi Alice, kini giliran untuk menyedot racun itu dari tempat terkena racun tersebut.


"Dimana lukanya..?" Tian Feng berusaha mencari sumber luka yang terkena racun, sedangkan Ho Chen juga membantu mengalirkan energi Kristal Es Abadi yang fungsinya untuk mengembalikan beberapa pembuluh darah yang pecah.


"Bagaimana? Apakah sudah ketemu lukanya?" tanya Ho Chen.


"Belum!" jawab Tian Feng yang berusaha untuk mencari sumber lukanya.


"Cari dengan teliti, gadis ini memiliki banyak luka di sekujur tubuhnya, walau racun sudah di bekukan, namun tetap harus dikeluarkan!" kata Ho Chen yang sudah selesai mengalirkan energi membantu Alice.


Tian Feng terus memeriksa dan kemudian dia berhasil menemukan luka yang ada racunnya, "Akhirnya ketemu juga!" kata Tian Feng.


"Cepat serap dan buang agar gadis ini secepatnya sembuh!" kata Ho Chen.


Setelah beberapa saat Ho Chen mengerutkan alisnya karena Tian Feng sama sekali tidak bergerak, dia justru diam, "Tian apa lagi yang kamu tunggu? Cepat keluarkan!" kata Ho Chen.


"Guru! Bukannya aku tidak mau, tapi lukanya ini berada di tempat yang salah, aku tidak berani!" kata Tian Feng.


Ho Chen memperhatikan wajah Tian Feng yang memerah, dia juga penasaran kenapa Tian Feng sampai berwajah merah seperti itu, setelah dia mendekat, wajah Ho Chen akhirnya ikut memerah.


"Ehem ..! Kamu itukan sudah mengetahui ilmu pengobatan, jadi kamu harus siap dengan resiko apapun dan harus berani!" kata Ho Chen.


Tian Feng menatap Ho Chen dengan tatapan yang lebih aneh, setelah itu dia memiliki ide, "Bagaiamana kalau guru saja yang mengeluarkannya? Aku sendiri akan menyiapkan obatnya, setuju?"

__ADS_1


Mata Ho Chen melotot kemudian dia batuk beberapa kali, "Uhuk! Uhuk! Tidak aku sudah punya istri, kamu saja yang melakukannya, sudahlah aku akan menjauh agar kamu tidak ragu dan malu!" kata Ho Chen sambil menepuk pundak Tian Feng.


"Tapi guru, bagaimana kalau sampai dia tahu?"


"Itu bukan urusanku!" jawab Ho Chen kemudian dia pergi untuk menghindari masalah besar.


Tian Feng hanya bisa mengumpat, seumur-umur dia tidak pernah mengalami ini, luka yang ada racunnya ini berada di sebelah kiri payudara Alice, jika hanya satu luka masih mending, nah ini ada beberapa luka lain yang sangat dekat sekali dengan ***********.


"Kenapa senior Yao lama sekali?" Tian Feng mondar mandir seperti setrika dan berharap Yao Shan cepat datang, dia berharap Yao Shan memiliki cara lain untuk bisa mengeluarkan racun tanpa perlu membuka baju Alice dan menyedot racunnya keluar.


Dengan perasaan gugup dan takut serta gelisah, Tian Feng semakin panik, masalahnya racun yang dibekukan bisa mencair kapan saja karena sel darah itu juga mengandung unsur panas.


Tian Feng akhirnya menghirup nafas dalam-dalam, dia tidak mungkin membiarkannya berlarut-larut karena ini menyangkut keselamatan Alice.


Dengan wajah memerah dan menekan rasa takutnya, secara perlahan tangan Tian Feng mulai melepaskan baju Alice, namun tangannya gemetar, "Maafkan aku ya Dewa, ini semua demi menolong nyawanya! Alice maafkan aku jika aku lancang, semoga kamu mengerti dan tidak marah!" kata Tian Feng.


Dengan membulatkan tekadnya Tian Feng terpaksa membuka baju Alice, dia tidak mungkin menutup mata, jika menutup mata, bisa-bisa dia salah pegang.


Darah Tian Feng mendesir tidak karuan mulai dari ujung kaki naik kepala, namun dia tetap berusaha menekan semua itu dan dengan wajah merah padam, Tian Feng menahan nafas kemudian secara hati-hati menyedot luka yang ada racunnya itu.


Alice yang tidak sadarkan diri setengah mendesah tidak berdaya karena rasa sakit saat lukanya mulai dihisap oleh Tian Feng untuk mengeluarkan racunnya, ******* ringan ini semakin membuat wajah Tian Feng menjadi merah padam, dia hanya bisa menahan semua itu dengan dahi yang mulai dibanjiri keringat besar.


Tian Feng andalah seorang laki-laki normal, wajar jika hal itu terjadi, namun untung saja dia masih bisa berpikir jernih dan menahan nafsunya.


Rasa pahit dan agak asin segera memenuhi rongga mulut Tian Feng, dia yakin jika itu adalah racun yang ia serap, dan saat dia meludahkan racun itu, darah berwarna hitam segera menyebar di tanah, dan kabut hitam tipis mulai terlihat dari racun itu.


"Racun ini sungguh ganas, padahal baru di kelas sedang!" kata Tian Feng.


Tian Feng duduk lemas karena sejak awal dia sudah berusaha mati-matian menekan nafsunya, dia tidak tahu jika saat ini Ho Chen dan Yao Shan sama-sama melihat itu dari jauh sambil terkekeh.


Kulit Alice akhirnya sedikit normal, dan Tian Feng segera membuat Pil pemulihan untuk diminumkan kepada Alice setelah itu dia hanya bisa duduk menunggu Alice sadar, namun perasaannya dihantui bayang-bayang akan apa yang sudah ia lakukan, "Semoga semuanya baik-baik saja!" gumam Tian Feng kemudian dia bangkit dan kembali membuat Pil untuk mengisi waktu luang.


Selama hampir satu hari Alice tidak sadarkan diri, namun setelah Tian Feng memberinya Pil Tulang Hati 3 Bintang kondisi Alice berangsur-angsur pulih, walau hanya 3 Bintang namun ini masih sama-sama memiliki khasiat dengan Pil Tulang Hati 4 Bintang buatan Yao Shan.


Alice akhirnya mulai terlihat menggerakkan badannya, dia membuka matanya perlahan-lahan dia hanya melihat dedaunan di atasnya.


"Aku sebenarnya dimana?" Alice bersuara dengan nada sedikit lemah.


"Kamu sudah sadar rupanya! Saat ini kamu berada di dunia Dimensi lain."


Alice terlihat terkejut, dia merasa sangat akrab dengan pemilik suara tersebut, Alice yang masih berbaring segera menoleh dan dia melihat wajah yang sudah ia kenal, "Tuan Tian? Owh benar juga aku lupa jika aku sempat melihatmu saat masuk ke garis warna untuk menyelematkan diri, tapi...!?" Alice berhenti bicara dan mencoba melihat luka-lukanya.


"Siapa yang mengeluarkan Racun di dalam tubuhku?" tanya Alice dengan wajah terkejut saat merasakan jika racun di dalam tubuhnya sudah tidak ada.


Tian Feng memilih diam, dia sama sekali tidak ingin menjawab sedangkan tatapan Alice kini tertuju padanya, "Apakah kamu yang sudah mengeluarkan racun dari tubuhku?" tanya Alice dengan tatapan serius.


Tian Feng jadi bingung harus bilang apa, dia ingin menjawab jika yang menolongnya adalah orang lain, tapi yang ada saat ini hanya mereka berdua. Tian Feng melihat tatapan serius Alice, dia menarik nafas dan kemudian menganggukkan kepalanya.


"Apa..? Beraninya kau..!" Wajah Alice memerah, dia sangat mengetahui luka yang dialaminya serta posisi luka yang ada racunnya, jalan satu-satunya untuk mengeluarkan racun adalah menghisapnya, dan jika benar yang mengeluarkan itu adalah Tian Feng, itu artinya Tian Feng pasti sudah membuka pakaiannya.

__ADS_1


"Nona Alice, aku tidak memiliki cara lain, ini semua demi keselamatanmu, jika aku tidak melakukan semua itu, nyawamu mungkin tidak akan tertolong!" kata Tian Feng.


Wajah Alice yang merah semakin memerah, dia menatap kembali wajah Tian Feng kemudian bertanya padanya, "Apakah kamu tidak mengambil keuntungan saat aku tidak sadar?" tanya Alice.


"Hahaha.. tidak-tidak, bagaimana mungkin aku berani melakukannya!" jawab Tian Feng yang berusaha tertawa.


"Apakah kamu bisa dipercaya?" Alice masih menatap Tian Feng dengan tatapan curiga.


"Nona Alice, walau kita tidak terlalu lama saling mengenal, tapi aku tidak memiliki sifat buruk yang hanya demi mendapatkan keuntungan lain, percayalah!" jawab Tian Feng yang berusaha meyakinkan Alice agar Alice tidak memperpanjang masalah tersebut.


Alice hanya bisa diam, dia ragu antara percaya atau tidak, namun dia juga tahu jika Tian Feng bukan tipe orang yang mesum dibalik sifatnya yang terkadang buas saat bertarung.


"Baik aku percaya padamu, tapi sedikit banyak kamu sudah menelanjangiku dan kamu sudah melihat bagian dalam tubuhku yang selalu aku lindungi, tapi karena kamu memang berniat menolong nyawaku, aku tidak akan memperpanjang masalah ini, tapi mulai saat ini kamu harus melupakan semua yang sudah kamu lihat!" kata Alice.


Tian Feng hanya tersenyum sambil mengangguk, namun dia juga bingung bagaimana caranya melupakan akan apa yang sudah dia lihat, mungkin kenangan itu akan tetap ada hingga beberapa hari kedepan.


Alice berusaha untuk duduk kemudian dia mencoba memeriksa Chi di dalam tubuhnya, Alice terkejut karena energinya stabil, "Kamu ternyata memiliki keahlian ilmu pengobatan juga!" kata Alice.


"Hanya sedikit saja! Tapi aku cukup kaget ternyata kamu berhasil selamat dari ledakan itu, dan bagiamana kamu bisa terluka dan lari masuk ke dunia Dimensi ini? Mengingat kemampuanmu berada di Tahap Puncak Raja Alam, bagaimana bisa ada seseorang yang bisa meracuni mu?" tanya Tian Feng.


Wajah Alice tiba-tiba menjadi suram, dia mengepalkan tangan erat-erat dengan wajah mulai marah dan keinginan membunuh juga keluar dari tubuhnya, "Ini semua karena ulah Hikari, Dusten dan Arthur, awas kalian bertiga, suatu saat nanti aku pasti akan memberikan balasan yang lebih menakutkan dari pada kematian!" kata Alice.


"Hikari, Dusten dan Arthur? Bukankah kemampuan mereka masih dibawah mu, bahkan walau ketiganya bergandengan tangan sekalipun, mereka tidak mungkin bisa mengalahkan mu bukan?" tanya Tian Feng yang mengetahui seperti apa kemampuan ketiganya.


"Iya memang benar tapi itu dulu, sekarang semuanya sudah berbeda!" jawab Alice kemudian dia mulai menceritakan akan apa saja yang sudah terjadi selama dua tahun terakhir.


Sejak selesainya peristiwa pertarungan puncak Tian Feng melawan Louis, Alice berhasil selamat di tolong oleh orang-orang dekat pantai. Alice tinggal disana selama tiga bulan, namun dia memilih keluar karena khawatir jika kakeknya pasti akan mencarinya mengingat dia masih memiliki hubungan dengan Organisasi.


Alice tidak ingin orang-orang yang menolongnya harus celaka karena dia tahu seperti apa sifat orang-orang organisasi. Alice pergi dari satu desa ke desa lain dan dia berusaha mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang Organisasi dan juga Tian Feng.


"Perkembangan Organisasi Bintang Hitam lebih cepat dari sebelumnya, bahkan Tiga Kerajaan saat ini sudah benar-benar bergabung dan berada di bawah kendali Organisasi Bintang Hitam," kata Alice.


Tian Feng sedikit bingung, walau dia akui jika di Organisasi itu memiliki banyak Ahli yang kemampuan berada di Tahap Raja, namun para Ahli itu sudah lebih dari setengah dihabisi oleh Tian Feng, jadi tidak mungkin mereka akan mempu berkembang lagi apalagi hanya dalam waktu kurang dari dua tahun, "Apakah ada orang lain yang berkemampuan lebih tinggi di sana?" tanya Tian Feng.


Alice ingin menjawab namun tiba-tiba Ho Chen dan Yao Shan muncul di hadapan mereka berdua, "Apakah kalian belum selesai mengobrol, jika belum sebaik kalian mengobrol di luar saja!" kata Ho Chen.


Alice terkejut dengan kemunculan Ho Chen, namun dia tidak melihat sosok Yao Shan di sampingnya, "Anda...!?" Alice ingat pernah melihat Ho Chen saat pertempuran, saat itu dengan mudahnya Ho Chen keluar dari Segel Perisai Kurungan.


"Tidak perlu takut, aku adalah temannya Tian!" kata Ho Chen dengan tersenyum hangat.


Tian Feng menatap Alice, dia sepertinya mengabaikan keberadaan Yao Shan disamping Ho Chen atau mungkin tidak melihat keberadaan Yao Shan.


"Tenang saja Tian, sekarang aku sudah melepaskan sihir penghalang, jadi dia tidak akan melihat ke beradaanku!" kata Yao Shan yang mengerti akan kebingungan Tian Feng.


"Tian, aku sudah tidak punya banyak waktu lagi, jadi sekarang aku akan mengirim kalian kembali ke dunia kalian, dan ini Cincinmu, semuanya sudah aku lakukan seperti yang aku rencanakan!" kata Ho Chen.


Tian Feng mengangguk, dia menatap Cincin Langit Malam nya dan melihat ada tambahan ukiran segitiga kecil kemudian dia mengenakannya.


"Tian, aku akan tetap disini, kamu bisa datang kesini untuk meningkatkan keahlian pembuatan Pil mu serta bisa berlatih di Dunia dimensi dalam, namun kamu hanya bisa masuk dengan menggunakan Spiritual saja!" kata Yao Shan.

__ADS_1


"Tian dan Nona, kalian bersiaplah karena aku akan memindahkan kalian ke dunia kalian, nanti kamu bisa memulihkan diri setelah tiba disana!" kata Ho Chen.


Tian Feng mengangguk sedangkan Alice terlihat tidak mengerti, namun belum sempat dia bertanya Tian Feng sudah memegangnya dan kemudian Ho Chen menjentikkan jarinya.


__ADS_2