
***
Tian Feng merasa Xian sangat berbeda dengan Zanxi, tidak hanya dalam segi pemikiran, bahkan dalam wujud pusaka pun juga beda.
Selama ini Zanxi hanya bisa bersuara dan membantu Tian Feng lewat suaranya, sekalipun bisa membantu dengan tindakan, Zanxi akan mengambil alih tubuhnya.
Berbeda dengan Xian yang bisa bergerak dalam wujud pusaka. Dalam bentuk Toya saja Xian bisa menyerang lawan secara langsung sedangkan sisanya sama seperti Zanxi.
"Apa saja yang sudah kamu lakukan bersamanya Xanzi? Apakah kerjamu hanya tidur saja?" tanya Xian.
"Apa kamu kira akan ini tukang tidur? Bukankah kamu tahu sendiri jika salah satu dari kita mengambil tubuh seseorang yang belum memiliki kekuatan Dewa akan membuat kita kehilangan separuh dari Qi kita," jawab Zanxi.
"Karena tidurmu itu, Manusia ini hampir saja mati andai aku tidak datang tepat waktu," kata Xian.
"Namaku Tian Feng!" Tian Feng menyela pembicaraan mereka.
"Aku tidak bertanya namamu!" jawab Xian dengan nada ketus.
"Zanxi apakah kamu sama sekali tidak membantu manusia ini agar segera memiliki tubuh keabadian serta memiliki kekuatan Dewa? Apa saja yang sudah kamu lakukan sejak bersama manusia ini?"
"Kau tidak tahu apa-apa Xian, Tian itu orang paling sulit untuk diberikan penjelasan, dia sering mementingkan hal yang tidak penting sejak Buddha Maitreya datang sebagai kakek tua dan menyerahkan ku padanya!" kata Zanxi menjelaskan kepada Xian.
Buddha Maitreya adalah salah satu Bodhisattva yang memiliki sifat sangat baik, dia sering muncul di dunia dengan mengubah wujudnya menjadi anak kecil, orang Tua, sedangkan wujud aslinya sangat besar dan terlihat bertubuh gemuk.
"Bisakah kalian diam dulu? Aku tidak bisa mendengar obrolan mereka disana!" kata Tian Feng yang melihat Hiroshi memacu kudanya dan sesekali berbicara kepada para Shinobi.
"Kamu lihat sendiri bukan? Dia lebih mementingkan urusannya bukan?" kata Zanxi kepada Xian.
"Kalian ini sudah mengulur-ulur waktu terlalu lama, jika begini bisa-bisa musibah datang sebelum manusia ini memiliki tubuh keabadian dan memiliki kekuatan Dewa!" kata Zanxi.
"Kamu sendiri kenapa bisa tahu kalau Tian adalah manusia yang ditakdirkan memiliki kita?" tanya Zanxi.
"Aku bukan seperti kamu dan Lianli yang hanya mengandalkan pembawa pesan untuk mencari Manusia ini, kamu tahu sendiri aku bisa bergerak sendiri dan jelas aku tahu jika manusia inilah yang selama ini aku cari! Tapi sebenarnya aku sangat merindukan Lang Yu, sudah hampir dua ratus tahun aku meninggalkannya, bagaiamana kabarnya dia sekarang?" kata Xian.
"Lang Yu? Apakah itu tuanmu sebelum kesini?" tanya Xian.
"Iya! Aku rasa dia lebih baik dan selalu menurutiku dari pada si Tian ini."
__ADS_1
Tian Feng tersenyum kecut saat Xian membandingkan dirinya dengan Tuan pemilik Xian sebelumnya.
"Katakan padaku Tian! Sebenarnya kamu mau apa? Apakah kamu mau aku menghancurkan gerombolan orang berkuda itu agar urusan mu cepat selesai?" tanya Xian.
"Tidak-tidak, aku hanya ingin membantu mereka saja!" jawab Tian Feng.
"Membantu apa? Sejak tadi kamu hanya mengikuti mereka saja!" kata Xian.
Tian Feng merasa pusing mendengar Xian yang terus mengomel serta tidak henti-hentinya mengoceh padanya, Tian Feng sempat berpikir ingin memasukkan Toya tersebut kedalam Cincin Langit Malam nya agar Xian diam, namun pastinya Xian akan melawan, bisa-bisa Xian menghajarnya dalam wujud Toya.
Karena ocehan Xian, sampai-sampai Tian Feng tidak bisa mendengar pembicaraan Hiroshi sama sekali, padahal dia sudah berusaha memfokuskan pendengaran yang bisa menjangkau sangat jauh, namun suara Xian yang terus memenuhi pendengarannya.
Tian Feng melihat pantai tidak jauh dari Hiroshi, dan Hiroshi terlihat menuju kearah pantai tersebut.
Tian Feng segera melesat agar bisa sampai lebih dulu di pinggir pantai kemudian dia berhenti di salah satu batang kayu yang sangat besar.
Terlihat ada beberapa Shinobi dari Pengawal Hiroshi yang sudah menunggu kedatangan Hiroshi, sedangkan Hiroshi tiba saat hari sudah mulai pagi.
***
"Hiroshi-dono! Kata beberapa nelayan, semalam memang ada kapal besar yang di beli dari pelabuhan berlabu disini, namun kapal itu sudah berangkat saat dini hari!" kata salah satu Shinobi.
Hiroshi menggenggam pasir dengan erat kemudian dia berseru dengan sangat keras.
"Hataro..! Kembalikan putri ku...!"
Seruan Hiroshi yang sangat keras membuat Tian Feng mengetahui akan apa yang sudah terjadi, dia menatap kearah laut dan kemudian kembali memandangi Hiroshi yang berteriak memanggil mana Naomi.
"Tuan! Sebaiknya kita ke pelabuhan saja, kita sewa kapal dan mengejar Putri Naomi sebelum terlambat!" kata salah satu ronin.
"Percuma! Dia pasti sudah sangat jauh!" kata Hiroshi.
"Tapi Tuan! Setidaknya kita juga tiba Toakai sebelum Pangeran Hataro melakukan sesuatu disana!" kata ronin tersebut.
Hiroshi berpikir sejenak sebelum akhirnya dia setuju untuk pergi ke pelabuhan, saat dia akan menaiki kudanya, Tian Feng datang menghampirinya.
"Tuan Hiroshi! Aku sudah mendengar semuanya, sebaiknya Tuan tidak perlu pergi kesana, biar aku saja yang menyusulnya, jadi Tuan tidak perlu cemas karena aku akan menyelamatkan Naomi!" kata Tian Feng.
__ADS_1
Awalnya Hiroshi terkejut karena Tian Feng yang ternyata berada disana juga, namun keterkejutannya berubah menjadi angin segar saat Tian Feng berjanji akan menyelamatkan Naomi.
"Apakah kamu serius Tian? Kalau begitu terima kasih banyak karena sudah bersedia menyelamatkan Naomi!" kata Hiroshi.
"Tidak apa-apa Tuan, Naomi adalah temanku, jadi sudah tugasku untuk menolongnya!" kata Tian Feng.
"Baiklah sekarang aku sudah lebih lega! Saat kamu pergi nanti, aku juga berjanji akan melindungi semua keluarga Yuan hingga kamu kembali lagi kesini!" kata Hiroshi.
Tian Feng mengangguk sedangkan Hiroshi memberikan pedang yang ia bawa pada Tian Feng.
"Ini adalah pedang utama Klan Tsuki, bawalah pedang ini bersamamu, dengan ini seluruh pengawal serta semua Klan Tsuki akan menghormati mu sebagai pengganti ku disana, jika nanti kamu berhasil membawa Naomi kembali ke Klan Tsuki di Toakai barulah kamu serahkan Pedang ini kepada Naomi!"
Tian Feng menerima Pedang milik Hiroshi yang agak panjang dan sedikit melengkung. Hiroshi berkata selama Tian Feng masih memegang pedang tersebut, maka seluruh pengawal keluarga Klan Tsuki yang berada di Toakai berhak mematuhi perintah Tian Feng, bahkan Saichi sekalipun harus mematuhi Tian Feng.
"Baiklah Tuan Hiroshi, aku pergi dulu!" kata Tian Feng.
"Emm.. berhati-hatilah dan aku titip keselamatan Naomi padamu!" kata Hiroshi.
Tian Feng mengangguk dan kemudian dia melakukan sesuatu yang membuat Hiroshi serta semua Pengawal terkejut.
"Kemana pedangku tadi?" tanya Hiroshi yang panik saat melihat pedangnya menghilang dari tangan Tian Feng.
"Tuan tidak perlu sepanik itu, aku sudah menyimpannya di tempat yang aman!" kata Tian Feng kemudian dia melangkah pergi dengan membawa Toya nya.
Hiroshi hanya bisa keheranan dan juga lupa untuk bertanya akan dimana Tian Feng menyimpan pedang sepanjang itu hingga tidak terlihat.
Hiroshi baru sadar saat Tian Feng sudah melompat dan terbang menuju ke tengah lautan dan terlihat jelas jika Tian Feng menyusul kapal Hataro dengan cara terbang.
"Ayo kita segera kembali! Aku juga akan pergi keistana hari ini karena hari ini Istana pasti sedang berduka atas gugurnya Panglima Ying Lo!" kata Hiroshi kemudian dia segera kembali karena dia harus menghadiri pemakaman Ying Lo.
Pagi Itu juga akan menjadi awal mula petualangan Tian Feng untuk mempelajari ilmu Tombak di sebuah kuil yang berada di wilayah Kerajaan Jiu.
Tian Feng yakin perjalanan tidak akan berjalan berjalan dengan mudah, dia yakin akan mendapat banyak sekali halangan dan rintangan yang akan menyambut di setiap perjalanannya.
Tian Feng sangat yakin jika kapal milik Hataro pasti masih belum jauh, dengan kecepatan ? terbangnya, dia yakin akan bisa menyusul kapal Hataro.
Hiroshi berhenti sesaat dan menoleh kearah Tian Feng yang sudah tidak terlihat lagi, "Aku percaya padamu Tian! Jika kamu berhasil menyelamatkan putriku, aku berjanji akan menjodohkan mu dengan putriku, karena hanya kamu yang pantas menjadi pendamping putri ku!" gumam Hiroshi.
__ADS_1
Hiroshi tidak mempermasalahkan perbedaan negara antara dia dan Tian Feng, walau berbeda negara adat serta bahasa, namun hanya Tian Feng satu-satunya Pemuda yang pantas untuk menjadi pasangan hidupnya putrinya.