Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Guru berikutnya


__ADS_3

***


Setibanya di dalam Kuil Sengshan, Tian Feng segera disambut langsung oleh Xe Wong selaku ketua serta Kepala Biksu di Kuil Sengshan.


"Amithafa! Selamat datang di Kuil kecil kami! Maaf jika kami hanya bisa memberikan sambutan biasa karena kami hanya bisa melakukan ini untuk menyambut para tamu yang datang!" kata Xe Wong.


"Biksu agung! Maaf jika kami datang tak diundang!" kata Tian Feng seraya memberi hormat kepada Xe Wong.


Tian Feng yakin jika umur Xe Wong lebih Tua dari dirinya dalam usia yang sebenarnya, terlebih lagi Biksu Xe Wong sepertinya sudah mengetahui jika dirinya akan datang ketempat itu.


Alice sendiri yang sulit melepaskan pandangannya terhadap Tian Feng kini menatap Xe Wong dengan tajam.


Bukan tanpa alasan Alice menatap Xe Wong setajam itu, melainkan tatapan Xe Wong yang awalnya lebih dulu menatap Alice tatapan yang sama seolah-olah Xe Wong mengetahui identitasnya, padahal bertemupun baru pertama kali.


"Mari silahkan ikut kami kedalam!" kata Tao Chen saat melihat Xe Wong dan Alice yang saling berperang mata.


"Ah dimana sopan-santun ku maaf! Mari masuk kedalam!" ajak Biksu Xe Wong dengan tersenyum hangat kepada Tian Feng.


"Tuan Tian! Aku disini saja," kata Alice.


"Kenapa kamu tidak mau ikut kedalam?" tanya Tian Feng.


"Aku lebih suka melihat pemandangan diluar saja!" jawab Alice namun hatinya merasa keberatan untuk menjauh dari Tian Feng.


Tapi apalah daya mengingat tatapan Xe Wong yang seolah mengetahui akan siapa dirinya sehingga dia merasa tidak nyaman.


"Baiklah jika demikian!" kata Tian Feng kemudian dia dan Biksu Xe Wong serta Biksu Tao Chen masuk kedalam.


"Ini aneh sekali! Kenapa perasaanku jadi seperti ini kepada Pendekar Dewa Sesat itu? Apakah aku ini ingin menjebaknya, atau justru aku yang terjebak?" Alice bergumam sendiri sambil berdiri.


"Ahh ayolah Alice! Dia itu hanya memiliki wajah tampan saja, sedangkan dia itu adalah musuhmu! Ayolah jangan sampai kamu yang jatuh hati padanya," Alice menutup wajahnya sendiri sekaligus berusaha untuk tidak jatuh hati kepada Tian Feng.


Walau mulut bergumam demikian, namun entah mengapa hatinya ingin menolak, dia ingin sekali menyusul Tian Feng kedalam, namun masih ragu.


Alice bukan takut kepada Xe Wong, melainkan dia merasa ada sebuah Aura aneh yang terpancar dari dalam kuil, Alice tidak tahu pasti Aura apa itu, namun Aura hampir setara dengan Aura yang terpancar dari dalam Toya Emas milik Tian Feng.

__ADS_1


Yang membedakannya hanya dari segi tekanannya. Aura Toya Emas milik Tian Feng tidak terlalu menekan, sedangkan Aura dari dalam Kuil lebih menekan kekuatan dalam dirinya.


Jika dia memaksakan diri untuk masuk, dia takut Aura aneh itu akan menarik keluar energi miliknya sehingga Tian Feng akan mengetahui akan siapa dirinya yang sebenarnya.


Alice yakin jika Aura itulah yang membuat Kuil Sengshan tidak bisa di hancurkan bahkan oleh kakeknya sekalipun seolah-olah Aura aneh tersebutlah yang melindungi Kuil Sengshan dari kekuatan kegelapan.


Alice terpaksa hanya bisa mencari tempat duduk sendiri dan dia akhirnya hanya bisa menunggu Tian Feng diluar.


***


"Anak muda! Kenapa kamu bisa datang bersama Gadis itu?" tanya Biksu Xe Wong.


"Kami hanya kebetulan saja bertemu di Kuil Dewa Langit di Kota Luwuen, kemudian kami bersama-sama datang kesini, dan Nona Alice ikut datang kesini hanya ingin mengantarku saja!" jawab Tian Feng.


"Benarkah! Kalau boleh orang tua ini memberi nasehat, sebaiknya kamu berhati-hati dengan gadis Foiberia itu! Dia memang cantik, namun hatinya dipenuhi dengan kegelapan!" kata Xe Wong.


"Sudah kuduga, jadi kecurigaan kita selama ini memang benar!" kata Xian.


Biksu Xe Wong tersenyum sambil melihat kearah Toya Tian Feng membuat Tian Feng mengerutkan dahinya.


"Ada apa Biksu agung?" tanya Tian Feng.


"Kami bertiga?" tanya Tian Feng sekaligus melihat kiri dan kanan.


"Masa kamu tidak mengerti juga, bukankah kamu memiliki dua Roh Penjaga pusaka?"


Tian Feng terkejut bukan main saat Biksu Xe Wong menyebutkan dua Roh Penjaga pusaka nya, dia tidak tahu apakah Biksu Xe Wong hanya menebak atau dia memang sudah tahu.


"Apakah biksu mengetahui Roh Penjaga pusaka ini? Tapi bagaimana bisa?" tanya Tian Feng.


"Anak muda! Toya mu itu dulu pernah berada dimiliki oleh Dewa Penjaga Bunga Lotus Emas yang ada di Gunung Suci, dan Toya Emas itu memang memiliki Roh Penjaga seperti Tongkat Emas milik ku yang disana!" kata Xe Wong sembari menunjuk kearah Tongkat Emas yang ujung atasnya membentuk mahkota dan memiliki beberapa gelang kecil di pinggirannya.


Tian Feng sangat sulit untuk mempercayainya jika ada pusaka lain yang terbuat dari emas dan memiliki Roh penjaga juga seperti miliknya.


"Apakah artinya Biksu juga bisa mendengar suara ku?" tanya Xian.

__ADS_1


"Iya aku bisa mendengar mu," jawab Biksu Xe Wong membuat Tian Feng serta ke-dua Roh Pusaka terkejut mendengarnya.


Jika di ukur dari kekuatan Biksu Xe Wong, Tian Feng merasa kemampuan Xe Wong setara dengan Wei Fang, namun dia tidak tahu apakah Biksu Xe Wong menyembunyikan kemampuannya atau memang hanya segitu saja energinya, namun apapun itu dia tetap harus menghormati Xe Wong selaku ketua utama di Kuil Sengshan.


"Ini sangat mengejutkan sekali, tapi biarlah! Tian cepat katakan pada kepala Biksu itu akan tujuanmu datang kesini!" kata Xanzi.


"Benar sekali! Biksu agung, sebenarnya kedatang ku ke kuil ini ingin memperlajari Ilmu jurus Tombak, apakah Biksu tidak keberatan jika jurus Tombak dipelajari oleh orang luar?" tanya Tian Feng.


"Amithafa! Ini hanyalah sebuah jurus saja, lagi pula tidak baik menyimpan ilmu dan tidak mengajarkannya kepada yang lain! Tapi ngomong-ngomong dari mana kamu mengetahui jika disini ada yang bisa jurus Tombak?"


"Dari Panglima Wei Fang di Kerajaan Wu!" jawab Tian Feng tanpa menutup-nutupi kebenarannya jika Wei Fang lah yang sudah menunjukkan Kuil Sengshan.


"Aku benar-benar tidak menyangka jika Ilmu ku sampai terdengar hingga ke Kerajaan Wu!"


Bagi Xe Wong jurus Tombak yang ia kuasai tidak terlalu istimewa, namun ternyata jurusnya bisa terkenal hingga ke Kerajaan Wu, apalagi yang mengetahuinya adalah seorang Panglima.


"Kalau begitu baiklah, besok kamu sudah bisa berlatih Jurus Tombak Kuil kami, namun besok aku sendiri yang akan melatihmu!" kata Xe Wong.


"Terima kasih banyak atas kesediaan serta kemurahan hati Biksu Agung yang mau melatih orang seperti aku!" kata Tian Feng dan ingin bersujud sebagai penghormatan karena telah diterima menjadi murid Biksu Xe Wong, namun Biksu Xe Wong menahannya.


"Jagalah ucapanmu Tian, dia itu adalah seorang Biksu dan umurnya lebih tua dari mu! Jadi pakailah bahasa yang sopan," kata Xian.


Xe Wong yang menahan Tian Feng agar tidak sujud hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya saat mendengar Xian menegur Tian Feng.


Sedangkan Tian Feng hanya garuk-garuk kepala karena dia sudah terbiasa berbicara seperti itu, jadi dia lupa jika Xe Wong akan menjadi Guru berikutnya.


"Sudahlah tidak perlu membahas masalah ucapan, sekarang kamu ikutlah dengan Biksu Tao Chen, dia akan menunjukkan kamar mu!" kata Xe Wong.


"Tao Chen bawalah saudara muda ini ke kamarnya!" Xe Wong menyuruh Tao Chen yang berdiri di belakangnya.


Tao Chen segera membungkuk kemudian dia mengajak Tian Feng untuk ikut dengannya.


"Eee... bagiamana dengan temanku?" tanya Tian Feng.


"Owh gadis berhati gelap itu! Tenang saja, dia juga akan disiapkan kamar jika dia memang mau menginap disini!" jawab Xe Wong.

__ADS_1


Walau Alice diduga memiliki hati gelap, namun dia tidak akan bisa berbuat macam-macam didalam kuil, karena seluruh Kuil saat ini dilindungi oleh Aura dari Tongkat Xe Wong.


Jika Alice berani macam-macam, maka energi tidak akan bisa ia keluarkan karena energi yang ia sembunyikan akan semakin ditekan oleh Roh penjaga Tongkat Emas milik Xe Wong.


__ADS_2