Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Tugas pergi ke dunia bawah


__ADS_3

"Sepertinya kamu tidak terlalu terkejut mendengar nama Batu Mustika putih, apakah sebelumnya kamu pernah mendengarnya?" tanya Dewa Obat.


"Sebenarnya begini, satu dari sekian banyak pecahan batu itu ada dalam diriku!" jawab Tian Feng.


"Benarkah? Bagiamana kamu bisa memilikinya?" Dewa Obat cukup terkejut mendengarnya.


"Batu ini di dapat ketika kami sedang bertarung dengan salah satu Siluman yang bisa meregenerasi tubuhnya, setelah berhasil mengalahkannya, aku segera mengambilnya dan menyatukan batu itu kedalam tubuhku!" jawab Tian Feng.


"Owh, jadi kamu saat ini memiliki pecahan kecil dari Batu itu? Pantas saja Batu Mustika yang ada disini kembali bergetar, ternyata batu itu merasakan pecahan lainnya yang mendekat!" kata Dewa Obat.


Tian Feng mengerutkan dahinya mendengar itu kemudian bertanya, "Apakah kalian juga berencana akan mengbil batu itu dari dalam tubuhku?" tanya Tian Feng.


"Sepertinya tidak!" jawab Dewa Obat.


"Sepertinya? Berarti masih ada kemungkinan jika kalian ingin mengambilnya?" Tian Feng mulai merasa curiga.


"Tian, semua keputusan ada pada Kaisar, hanya beliaulah yang bisa memutuskan apakah akan mengambil batu itu darimu atau tidak, jadi alangkah baiknya jika kita memberitahukan masalah ini kepada Yang Mulia!" kata Dewa Obat dengan menggelengkan kepala.


"Bagiamana jika nanti Kaisar akan mengambilnya? Aku tidak bisa melakukannya karena aku juga butuh untuk bisa bertarung melawan musuh yang kuat!" kata Tian Feng.


"Kamu jangan dulu berprasangka buruk dulu, Kaisar Langit sangatlah bijaksana, dia tahu apa yang harus dia lakukan! Sudahlah sebaiknya kita ke aula Istana langit dulu, lagi pula Pil ini masih nanti baru jadi!" ajak Dewa Obat.


Tian Feng masih merasa ragu, namun karena tidak ada pilihan lain, akhirnya dia menurut dan pergi kembali mengikuti Dewa Obat untuk menemui Kaisar Langit.


Perjalanan ke Istana Langit memang tidak terlalu memakan banyak waktu, hanya sepertiga hari saja, Tian Feng dan Dewa Obat sudah tiba di depan pintu Istana.


Penjaga Pintu istana segera membukakan pintu untuk mereka berdua, dan keduanya segera melangkah masuk ke dalam Istana.


Disana sudah ada beberapa dewa, namun Ho Chen tidak terlihat, sedangkan beberapa Dewa yang sebelumnya sudah Tian Feng lihat kini sudah tidak ada.

__ADS_1


"Ada apa Dewa Obat, kenapa kamu datang lagi kesini? Apakah kamu sudah memberikan Pil itu kepada Tian Feng?" tanya Kaisar Langit.


"Yang Mulia, Pil itu masih belum selesai! Kedatangan hamba dan Tian Feng kesini ingin membahas Batu Mustika putih!" kata Dewa Obat dengan nada penuh hormat.


"Batu Mustika putih? Batu itu memang menunjukkan reaksi tadi, memangnya kenapa dengan Batu itu?" tanya Kaisar Langit lagi.


"Sebelumnya hamba maaf, namun batu yang akan hamba bahas ini bukan Batu Mustika putih yang ada di istana ini, melainkan pecahan batu lainnya yang saat ini berada di dalam tubuh Tian Feng."


Kaisar Langit dan para Dewa yang berada disana terkejut mendengar ucapan Dewa Obat, sedangkan Tian Feng semakin merasa was-was.


"Apakah itu benar Tian Feng?" tanya Kaisar Langit kepada Tian Feng.


"Benar Yang Mulia!" jawab Tian Feng dengan nada sedikit berat.


"Batu itu dulunya menyebar kesegala penjuru Alam semesta, tapi bagiamana kamu bisa memiliki salah satu pecahan batu itu?" sama seperti Dewa Obat, Kaisar Langit juga menanyakan akan Batu Mustika putih yang berada di dalam tubuh Tian Feng.


Tian Feng menceritakan semuanya kepada Kaisar Langit serta para Dewa yang berada disana, semua yang ada disana memasang wajah serius ketika Tian Feng bercerita.


"Jadi begitu!"


"Benar-benar luar biasa, dia benar-benar kesatria pilihan Buddha!"


Semua Dewa yang ada disana kini mulai ribut berbicara masing-masing akan Tian Feng setalah Tian Feng selesai bercerita, hal ini menjadi pembicaraan tidak terarah karena mereka bicara masing-masing.


Kaisar Langit terlihat tidak terlalu terganggu dengan keributan pembicaraan para Dewa, dia hanya mengangguk-angguk sekaligus mengelus janggutnya secara pelan.


"Hem..! Andai saja kamu adalah musuh atau mahluk serakah setelah memiliki kekuatan Batu Mustika putih, aku pasti akan mengeluarkannya dari dalam tubuhmu! Namun karena kamu berada di pihak kami, maka aku tidak akan mengeluarkannya!" kata Kaisar Langit.


Tian Feng menghela nafas lega mendengar perkataan Kaisar Langit, seperti yang di katakan oleh Dewa Obat, Kaisar Langit memang bijaksana dan tentunya memiliki keputusan yang sudah dipikir sebelum memutuskan.

__ADS_1


"Yang Mulia, bolehkah hamba memberi sedikit saran?" salah satu Dewa maju dan ingin memberikan saran.


"Silahkan Dewa Petir."


"Begini Yang Mulia, jika Tian Feng bisa merebut Batu Mustika putih dari siluman lain, mungkin Tian Feng juga bisa merebut Batu Mustika putih yang ada di tubuh Kaisar Iblis, bagiamana jika Tian Feng diberi tugas untuk pergi ke dunia bawah mengambil batu itu?"


"Dewa Petir, apakah kamu sedang bercanda? Tian Feng saat ini masih berada di puncak Dewa Langit, bagaimana mungkin dia bisa merebut Batu Mustika putih dari Kaisar Iblis yang memiliki kemampuan melebihi Dewa Agung?" salah satu Dewa memprotes saran Dewa Petir.


"Aku hanya memberikan saran saja Dewa Api, lagi pula aku juga tahu akan seberapa kuat Tian Feng saat ini, semua bisa dilakukan jika Tian Feng sudah berhasil mencapai tahap Dewa Agung, di dunia bawah nanti, dia juga bisa berpetualang sekaligus berlatih, siapa tahu nanti saat dia bertemu dengan Kaisar Iblis, Tian Feng sudah memiliki kemampuan yang melebihi kemampuan Dewa Agung!" kata Dewa Petir.


"Sebenarnya cukup masuk akal juga saran mu Dewa Petir, namun ini terlalu berisiko bagi Tian Feng, sebaiknya kita memutuskan masalah ini ketika Tian Feng sudah mencapai tahap Dewa Agung, jika Tian Feng memang yakin untuk pergi, maka dia akan pergi ke dunia bawah, namun jika Tian Feng masih ragu, sebaiknya jangan, jadi semua keputusan berada di tangan Tian Feng sendiri nantinya, bagiamana menurutmu Tian Feng?"


Tian Feng hanya terdiam dengan perasaan yang juga bingung untuk menjawab, dia sudah melihat gambaran Kaisar Iblis tersebut, namun dia masih ragu karena kemampuan Kaisar Iblis tidak bisa dia ukur, jika Kaisar Kegelapan bisa dia rasakan kekuatannya, namun Kaisar Iblis Tian Feng sama sekali tidak bisa mengukur seberapa kuat dirinya.


"Hamba tidak begitu yakin Yang Mulia, namun tidak ada salahnya jika nanti hamba mencoba, namun nanti hamba ingin Yang Mulia memberikan beberapa bantuan andai hamba tidak bisa mengalahkan Kaisar Iblis ini!" jawab Tian Feng.


"Jika soal itu tidak masalah Tian Feng, yang penting kamu bisa yakin, terlebih lagi kamu juga harus tahu kekuatan utama Kaisar Iblis ini, kekuatan terbesarnya adalah Batu Mustika itu, dia sulit dikalahkan karena keberadaan Batu Mustika di dalam tubuhnya, seriap kali dia berhasil dikalahkan, baik itu tumbuhnya di hancurkan sekalipun, dalam waktu satu kedipan mata saja, dia sudah bisa kembali utuh, dan kami para Dewa benar-benar tidak tahu, bagaimana cara memisahkan Batu itu dari tubuh Kaisar Iblis," kata Kaisar Langit.


"Hamba mengerti yang mulia, terima kasih karena sudah memberikan informasi ini kepada hamba!" jawab Tian Feng.


"Baik-baik, kalau begitu mulai hari ini kamu harus tekun berlatih!" kata Kaisar Langit.


"Terima kasih Yang Mulia," jawab Tian Feng.


"Baiklah Tian Feng, kalau begitu mari kita kembali, seharusnya tidak lama lagi Pil Dewa Tujuh Petir Langit akan segera selesai!" kata Dewa Obat kemudian dia berbalik menghadap kepada Kaisar Langit.


"Kami berdua kembali ke rumah obat Yang Mulia!" kata Dewa Obat.


"Hem.. Silahkan Dewa Obat!" kata Kaisar Langit.

__ADS_1


Tian Feng dan Dewa Obat sama-sama pergi keluar dari Istana, sedangkan Kaisar Langit hanya bisa melihat kepergian mereka hingga menghilang.


__ADS_2