
"Tian, Sebaiknya kamu urus dulu orang yang bernama Hedelles tadi, dia itu lebih berbahaya dari pada mereka berdua," kata Xian.
"Sama saja Xian, membiarkan mereka berdua tetap hidup kedepannya akan sama berbahayanya bagi banyak orang!" jawab Tian Feng.
"Memang iya, tapi ada cara agar mereka semua tetap di lenyapkan!"
"Maksudmu?" Tian Feng tidak mengerti maksud dari perkataan Xian.
"Kamu ini kenapa tidak pintar-pintar? Umur sudah segini tapi pemikiran seperti orang dungu!" Xanzi ikut bersuara.
"Bukankah aku sudah memberimu Ilmu Sihir membelah diri? Gunakan ilmu itu untuk menghadapi mereka berdua, sedangkan dirimu segera pergi menyusul Hedelles!" kata Xian.
"Aih iya aku lupa!" Tian Feng ingin menepuk jidatnya sendiri karena lupa jika dia juga menguasai Ilmu Sihir membelah diri.
Ilmu Sihir membelah diri adalah ilmu yang bisa membuat bayangan seperti penggunanya, kekuatan bayangan itu setidaknya 70 persen dari kekuatan aslinya.
Saat ini kemampuan Tian Feng berada di Tahap Raja Bumi, jadi Tian Feng hanya bisa membuat satu bayangan saja dan itu sudah cukup untuk menghadapi Kwe Shin dan Raneb kerena kemampuan mereka berdua belum sampai ke Tahap Raja Bumi.
Hanya saja bayangan tersebut memiliki waktu kurang dari setengah hari saja, kecuali jika Tian Feng sudah mencapai ke Tahap Raja Langit, maka bayangan akan mampu bertahan seharian, dan bila berada di tahap Raja Alam, maka akan lebih lama lagi, kecuali jika Tian Feng sudah berada di tahap Dewa, maka bayangannya bisa bertahan sesuai keinginan Tian Feng.
Tian Feng langsung menggunakan Sihir Membelah dirinya sehingga muncullah satu Tian Feng lagi yang berdiri di sampingnya.
"Dia sedang membuat ilusi!"
"Mungkin dia ingin mengalihkan perhatian kita agar dia bisa menyerang saat kita menghadapi ilusinya itu!"
Kwe Shin dan Raneb mengira jika bayangan Tian Feng itu adalah sebuah ilusi, karena itu mereka lebih memfokuskan mata mereka kepada Tian Feng yang asli.
"Kalian berdua katakan kepada ku, kemana perginya orang yang bernama Hedelles tadi?" tanya Tian Feng.
"Hedelles? Apa kamu berencana ingin menghadapi Hedelles?" tanya Raneb.
"Sepertinya aku tidak perlu menjawab itu karena aku tahu, kamu pasti sudah tahu jawabannya!" jawab Tian Feng.
__ADS_1
"Ha..! Kamu ingin menghadapi Hedelles? Jangan mimpi kamu bisa melawannya! Walau kamu sudah berhasil mengalahkan Fukayna bukan berarti kamu bisa mengalahkan Hedelles!" kata Kwe Shin.
"Kalian cukup menjawab dimana Hedelles itu berada dan jangan bicara omong kosong lagi! Jika kalian memang tidak mau mengatakannya juga tidak masalah, aku bisa melacaknya sendiri! Jadi silahkan kalian hadapi diriku yang ini!" kata Tian Feng kemudian bayangannya segera turun di hadapan mereka berdua.
"Apa kamu bercanda? Kamu kira kami ini orang bodoh yang mau bertarung melawan ilusimu ini? Kami tidak akan tertipu oleh Ilusi murahan seperti ini!" kata Raneb kemudian berniat memukul bayangan Tian Feng.
Namun alangkah terkejutnya Raneb dan Kwe Shin saat bayangan Tian Feng menahan pukulan Raneb dengan tangannya kemudian bayangan Tian Feng melepaskan pergelangan tangan Raneb hingga membuat Raneb berteriak keras saat tulang persendiannya mencuat keluar.
"Arghh....!!"
Raneb langsung meringis dengan memegang pergelangan tangan kanannya yang sudah terlepas dengan tulang yang sendinya yang keluar.
"Ini asli?" Kwe Shin langsung mundur saat mengetahui jika bayangan Tian Feng itu bukanlah hanya ilusi semata saja.
"Silahkan kalian hadapi dia dan kalahkan jika kalian mampu! Tapi dia tetap akan membuat kalian menyusul teman kalian ini!" kata Tian Feng kemudian dia melayang lebih tinggi dan terbang mengikuti arah Hedelles pergi.
"Kwe Shin jangan diam saja! Cepat bantu aku," kata Raneb yang masih memegang pergelangan tangannya.
"Raneb maafkan aku, sepertinya aku tidak bisa membantumu! Sebaiknya kamu hadapi dia sekaligus mengulur waktu agar aku bisa mengejar yang asli dan membantu Hedelles menghadapi Pendekar Dewa Sesat itu!" kata Kwe Shin yang seperti biasa akan memilih menghindar.
Raneb segera mengalirkan energi untuk menutupi luka tangannya kanannya yang sudah buntung.
Kwe Shin sendiri berpikir jika Raneb pasti tidak akan bisa lagi menggunakan Ilmu pasirnya dengan sempurna sehingga mustahil rasanya untuk berharap bisa menang melawan bayangan Tian Feng.
"Raneb jangan marah padaku, jika kita berdua mati bersama disini, maka Pengawal Bintang Hitam akan semakin berkurang, jadi sebaiknya kamu berkorban saja untuk Dewa Kegelapan yang agung, nanti aku dan semuanya pasti akan membalas kematian mu!" kata Kwe Shin kemudian dia terbang meninggalkan Raneb.
"Kwe Shin kembali..!" Raneb berseru keras namun Kwe Shin sama sekali tidak memperdulikannya.
"Dasar wanita licik!" gerutu Raneb dan menatap bayangan Tian Feng yang menatap dirinya sambil tersenyum lebar.
"Kasian sekali dirimu karena telah dihianati oleh teman sendiri! Tapi tenang saja aku akan membantumu untuk menghukum penghianat itu setelah kamu pergi menyusul temanmu yang sudah lebih dulu menemui Raja Neraka!" kata Tian Feng.
"Di..dia juga bisa berbicara?"
__ADS_1
Raneb sungguh terkejut karena bayangan Tian Feng ternyata juga bisa bicara dan juga memiliki pemikiran sendiri seperti tubuh aslinya.
"Aku tidak akan mudah untuk kamu kalahkan!" kata Raneb kemudian dia membuat tangan pasir di tangannya yang sudah buntung sehingga kini ke-dua tangannya terlihat sudah lengkap.
"Percuma saja Raneb, kekuatan mu saat ini berada jauh dibawah ku, jadi sebaiknya kamu menyerah dan biarkan aku menghabisi mu dengan cepat tanpa ada rasa sakit sedikitpun!".
"Menghabisi nenek mu!"
Raneb yang merasa geram karena merasa diremehkan oleh bayangan Tian Feng segera melepaskan Energi yang hampir mencapai Tahap Raja Bumi kemudian dia melepaskan serangannya.
"Pukulan Tangan Pasir."
Raneb melepaskan pukulan terkuatnya ke tubuh Tian Feng dengan tangan yang sudah terbungkus Pasir dan mengeras.
"Selamat tinggal Raneb, sayang sekali aku tidak mau berlama-lama menemanimu!"
Raneb yang masih melancarkan pukulannya seketika itu juga terkejut saat suara Tian Feng tiba-tiba saja sudah ada di belakangnya, padahal yang ia serang masih berdiri dihadapannya.
Ternyata ketika pukulan tangan pasir Raneb mengenai bayangan Tian Feng, bayangan Tian Feng tiba-tiba saja menghilang dan pukulan hanya mengenai udara kosong saja.
Raneb berniat ingin melompat menjauhi Tian Feng yang suara terdengar berada di belakangnya, namun dia terjatuh diatas pasir.
Raneb sama sekali tidak merasakan kakinya, seolah-olah seperti mati rasa, dan saat dia ingin bangkit, dia terkejut karena baru menyadari jika tubuhnya sudah terpotong menjadi dua dan ususnya yang berserakan.
Bagian perut kebawah sudah terpisah seperti terkena tebasan pedang yang sangat tajam, anehnya dari awal Raneb sama sekali tidak merasakan sakit serta tidak tahu kapan Tian Feng menyerangnya.
Tidak berselang lama, barulah dia merasakan sakit yang sangat hebat dan kesadaran mulai memudar, namun dia masih sempat melihat pundak Tian Feng yang membelakangi dirinya kemudian Tian Feng menghilang seperti ditelan oleh ruang hampa.
"K..Kwe Shin! A..aku a..akan me.. menunggu mu di..nera...ka!"
Raneb menghembuskan nafas terakhirnya dan dia mati dengan hati penuh dendam karena penghianatan Kwe Shin sehingga dia ingin menunggu Kwe Shin di Neraka.
Kini dalam waktu kurang dari setengah hari saja, Tian Feng sudah berhasil membunuh dua Pengawal Organisasi Bintang Hitam dari Fukayna yang berada di posisi 13, dan Raneb yang berada di posisi 19.
__ADS_1
Kini Tian Feng akan mengincar Hedelles yang berada posisi 12, walau dia tahu jika Hedelles memiliki kemampuan yang sama besarnya dengan dirinya.
Sedang bayangan Tian Feng kini sudah berada di hadapan Kwe Shin dengan menggunakan ilmu sihir ruang dan waktu nya dia berhasil menghadang Kwe Shin yang ingin melarikan diri.