Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
melawan Kegelapan bersama-sama


__ADS_3

Tian Feng tidak lagi menghiraukan Chinmi, dia bergegas pergi ke arah dinding tak terlihat yang menutupi pandangan, alam semesta yang terus berguncang keras akibat pertarungan Ho Chen melawan Chinmi sama sekali tidak mengganggu konsentrasi.


"Seharusnya disinilah dinding perisai itu berada!" gumam Tian Feng.


Tian Feng mengulurkan tangannya kemudian energi api emas segera di keluarkan dan menyembur kearah yang Tian Feng yakini sebagai dinding Penghalang.


Setelah api yang begitu besar dan sangat panas itu menyembur ke arah yang dituju, api tersebut langsung membentur sesuatu yang tak terlihat.


Api emas menyebar mengikis setiap lapisan dinding tersebut hingga dinding yang tak terlihat tersebut mulai berwarna kemerahan.


Setelah di rasakan cukup, Tian Feng menarik kembali energinya kemudian dia mengeluarkan Tombak Emas nya yang di selimuti oleh petir merah.


Sambaran petir merah yang menyebar menghancurkan batu-batu angkasa yang berterbangan, bahkan petir merah itu mulai meningkatkan kekuatan sambarannya.


Mata Tian Feng bercahaya merah dan seluruh tubuhnya juga tertutupi oleh dua warna petir, dan setelah seluruh energinya di pusatkan di ujung Tombaknya, Tian Feng langsung melesat kearah dinding yang sedikit kemerahan dengan ujung tombaknya yang sudah berubah menjadi cahaya merah.


Petir Merah yang keluar dari ujung tombaknya menyebar seperti jaring laba-laba, sebaran acak dari petir merah tersebut mulai menyentuh dinding Penghalang sehingga sosok yang berada di dalam Istana Hitam segera menyadarinya.


"Kekuatan ini..? Apakah ini dia, tapi kenapa dia bisa menemukan tempat ini?" batin sosok berkabut yang sedang duduk bersila dan di depannya ada sebilah pedang hitam yang sangat besar, sosok tersebut tidak lain adalah Zhi Yin.


Zhi Yin segera menggunakan mata dewanya untuk melihat kearah sumber serangan yang mulai menyentuh dinding pelindungnya, dan dugaannya ternyata sangat tepat, dia melihat sesosok manusia yang memegang tombak emas di tangannya sedang berusaha menghancurkan dinding pelindung Galaxi Hitam.


"Sialan, kenapa dia bisa mengetahui tempat ini, lalu bagiamana dengan sepertiga pasukanku yang aku kirim ke Kahyangan? Apakah mereka sudah di kalahkan?" batin Zhi Yin kemudian dia mengibaskan tangannya kearah pedang besar di hadapannya lalu pedang besar tersebut langsung menghilang.


Dengan ekspresi wajah yang sangat marah, Zhi Yin berencana untuk memberikan pelajaran kepada Tian Feng serta ingin membalas dendam akan kekalahan sebelumnya.


"Dewa Sesat, kamu sendiri yang datang untuk menyerahkan dirimu padaku, dengan ini aku tidak perlu lagi bersusah payah menunggu hari itu tiba!" kata Zhi Yin kemudian dia berniat untuk ketempat Tian Feng.


Zhi Yin yang hampir saja berpindah tempat mendadak menghentikan gerakannya kemudian dia teringat akan sesuatu. "Aih kenapa aku jadi terbawa suasana seperti ini? An Huang Yi saat ini berada di Galaxi Kabut Tiga Warna, jika aku gegabah dalam bertindak...?" Zhi Yin merenung sesaat sebelum akhirnya dia hanya bisa menggelengkan kepala pelan.


Walau kemampuannya saat ini hampir berada di tahap Awal Rana Ilahi Tahap 2, namun dirinya saat ini hanyalah sebuah tubuh Ilusi, apalagi dia merasakan jika Tian Feng juga hampir mencapai tahap yang sama dengannya.


Di samping hanya memiliki tubuh Ilusi yang modifikasikan dengan kabut hitam, kekuatan yang akan bisa dia keluarkan hanya sebatas puncak Rana Ilahi Tahap 1, dan itupun tidak sepenuhnya bisa mencapai puncak kecuali dia menggunakan tubuh pengganti sementara, tapi kekuatannya yang akan menurun jika tubuh yang ia gunakan tidak cocok.

__ADS_1


Andai kekuatan Tian Feng masih berada di tahap Rana Agung, mungkin sangat mudah baginya untuk mengalahkannya, namun sekarang kekuatan Tian Feng jauh dari yang ia harapkan, hanya dalam waktu beberapa bulan saja kemampuan Tian Feng bisa naik dengan sangat singkat.


"Sialan, jika begini aku akan memanggil empat kekuatan kembar kegelapanku!" gerutu Zhi Yin kemudian dia mengibaskan tangannya dan kumpulan kabut tebal muncul di hadapannya.


"Yang Mulia Penguasa Kegelapan, apa yang bisa kami bantu untuk Yang Mulia?" suara tiba-tiba saja terdengar dari dalam kabut tersebut, namun tidak ada sosok apapun yang terlihat selain kabut tebal.


"Kalian berempat lekas pergi kesana dan hentikan manusia itu, dengan gabungan kekuatan kalian, seharusnya kekuatan kalian sudah lebih dari cukup untuk mengalahkannya!" kata Zhi Yin.


Kabut tebal tersebut terlihat beriak sesaat kemudian kembali berbicara, "Yang Mulia, untuk bisa benar-benar mengalahkannya, sebaiknya menggunakan delapan dari lima belas kekuatan kembar Kegelapan!" kata suara tersebut.


"Hem.. aku sudah mengirim dua dari kalian ke Kahyangan, jika kalian memang nanti tidak sanggup mengalahkannya, maka aku bisa memanggil empat lainnya untuk datang dan bergabung dengan kalian, sekarang pergilah dulu kesana dan hentikan dia sebelum manusia itu datang ke sini!"


Kabut tersebut sekali lagi beriak lalu menghilang dari hadapan Zhi Yin dan hanya menyisakan dia sendiri di aula tersebut.


"Kamu terlalu percaya diri Dewa Sesat, jangankan kamu, bahkan An Huang Yi saja tidak mengetahui rahasia diriku serta kekuatanku yang sebenarnya, sekarang bermainlah dengan ke empat kekuatan kembar Kegelapan ku!" gumam Zhi Yin.


***


Ho Chen dan Tian Feng yang masih saling serang sama-sama menggunakan kekuatan Rana Ilahi mereka, namun tidak ada satupun dari keduanya yang terluka.


Andai keduanya bertarung di dalam sebuah dunia, kemungkinan besar dunia tersebut tidak akan bisa bertahan lama.


"Tahap Ilahi - Hembusan Angin Surga."


"Tahap Ilahi - Angin Kegelapan."


Dua energi Angin segera tercipta di atas tubuh mereka dan mengumpulkan seluruh pecahan batu angkasa kemudian membentuk dua bola angin raksasa yang di dalamnya terdapat banyak bebatuan yang berputar.


Percikan kilatan petir dari kedua bola angin raksasa tersebut mulai menyambar ke segala arah sebelum akhirnya kedua bola angin tersebut sama-sama di lepaskan.


Riak-riak energi terlihat di setiap gerakan kedua bola angin tersebut saat melesat maju, dan batu angkasa yang berada cukup jauh akan di hisap oleh masing-masing bola angin tersebut.


Keduanya sama-sama mengerahkan kekuatan mereka sehingga kedua bola angin raksasa itu saling bertemu di tengah-tengah kemudian saling bergesekan.

__ADS_1


Kedua bola angin yang saling bergesekan hampir menyerupai dua buah bintang yang bertabrakan kemudian saling dorong untuk saling menghancurkan, dan setelah bergesekan cukup lama, cahaya terang yang menyilaukan langsung terpancar dari kedua gesekan itu kemudian seluruh energi liar yang berada di luar terhisap masuk kedalamnya.


Aura yang berubah-ubah warna juga terlihat seperti terhisap kedalam cahaya gesekan tersebut hingga sesaat kemudian kedua bola angin raksasa itu sama-sama terserap kedalam cahaya lalu meledak dengan ledakan yang sangat dahsyat.


Ledakan dahsyat yang disertai dengan suara gemuruh keras serta menciptakan gelombang kejut yang sangat luar biasa itu membuat tubuh kedua sosok yang sama-sama bertahan itu terhempas sangat jauh.


Tubuh keduanya terus melesat hingga menabrak bebatuan angkasa sebelumnya akhirnya tubuh keduanya berhasil stabil lalu kembali menghilang dan sama-sama muncul dengan kondisi tubuh sama-sama terlihat sedikit ilusi.


Chinmi menghela nafas sesaat sebelum akhirnya menghela nafas panjang seraya menggelengkan kepalanya lalu berbicara kepada Ho Chen.


"Maafkan aku! Sebenarnya aku sama sekali tidak bermaksud menghentikan dia untuk ke pergi ke Istana Hitam, hanya saja aku tidak ingin dia bertemu dengan sosok Energi Hitam!" kata Chinmi.


"Apa Maksudmu sosok kabut hitam itu? Aku sudah tahu, namun kekuatan kabut hitam itu masih belum mencapai puncak, jika aku dan Tian bergandengan tangan, maka bukan tidak mungkin bagi kami untuk bisa menang, tapi aku ingin tahu alasanmu sebenarnya Chinmi, aku yakin kamu memiliki alasan lain sehingga berani untuk berhadapan denganku? Jawablah!"


Chinmi kembali mengirup nafas dalam-dalam kemudian menatap Ho Chen dengan tatapan yang berbeda dan setelah itu dia mulai menjelaskan alasan yang sebenarnya serta menjelaskan jika yang di katakan oleh Ho Chen akan dirinya yang sudah terbebas itu memang benar.


Ho Chen sama sekali tidak memotong dan terus mendengarkan alasan Chinmi yang sebenarnya.


Setelah Chinm selesai memberi tahu semuanya, keduanya sama-sama diam sehingga yang terdengar hanyalah suara gemuruh dan cahaya merah di tempat yang sangat jauh.


Ho Chen memperhatikan Chinmi yang kini terlihat seperti merasa sangat tersiksa karena memendam rasa dendam yang sangat besar.


"Aku tidak tahu kenapa kamu bisa memiliki pemikiran seperti ini Chinmi? Apakah kamu benar-banar tidak menganggap kami sebagai teman lagi? Jangan kamu pikir kamu sendirian akan mampu mengalahkan An Huang Yi dan Energi Hitam seorang diri," kata Ho Chen yang mulai marah dan menceramahi Chinmi.


Chinmi hanya terdiam, dia jelas tidak ingin menyeret siapapun kedalam masalahnya sehingga berniat ingin membalas dendam dan akan menyelesaikannya semuanya dengan tangannya sendiri, terlebih lagi dia sempat mencoba menguji Tian Feng, melihat Tian Feng yang saat itu masih bisa terpengaruh oleh tipuannya, Chinmi akhirnya tidak lagi berharap jika Tian Feng adalah orang yang akan bisa mengalahkan An Huang Yi.


Namun sekarang kemampuan Tian Feng sudah melebihi dari yang ia khawatirkan, mungkin saja Tian Feng memang sosok yang akan mampu mengalahkan An Huang Yi, dan jika memang tidak bisa, hanya ada dua cara saja, yang pertama Chinmi akan mengorbankan dirinya untuk menghancurkan diri bersama An Huang Yi, dan yang kedua adalah bekerja sama dengan Tian Feng dan Ho Chen dalam menghadapi An Huang Yi dan Energi Hitam.


Ho Chen medekati Chinmi kemudian menepuk pundak Chinmi seraya berkata, "Kau adalah murid serta temanku, jadi semua masalah akan kita hadapi bersama, dan kita akan melawan Kegelapan bersama-sama."


Chinmi hanya tersenyum canggung kemudian mengangguk, namun setelah itu dia dan Ho Chen mulai merasakan ada kekuatan lain yang sedang menghampiri Tian Feng.


"Mari kita bantu junior kita!" ajak Ho Chen mengajak Chinmi dengan tersenyum hangat.

__ADS_1


Senyum ceria di wajah Chinmi mulai terlihat kemudian dia dan Ho Chen bergegas menyusul Tian Feng yang kemungkinan akan berhadapan dengan Energi Hitam atau sosok lain yang memiliki kekuatan yang cukup besar.


__ADS_2