
***
"Apakah semuanya sudah berkumpul Carolus?"
"Belum semuanya Tuan Tanduk Iblis, masih ada beberapa ratus lagi yang belum datang!"
"Hah menyusahkan saja, andai Panglima Gerbang Utara tidak memintaku untuk datang membantu Organisasi ini, aku tidak akan sudi membantu orang-orang lemah ini, namun aku juga penasaran akan siapa yang sudah membunuh Sao Lao Cin."
"Tuan, mungkin nanti kita akan berhadapan dengan Pendekar Dewa Sesat, apakah Tuan yang akan menghadapinya?"
"Serahkan saja dia padaku Carolus, kamu dan Xiniu menghadapi yang lainnya!" ucap Tanduk Iblis.
"Menurut informasi, mereka semua berjumlah empat orang, salah satunya memiliki kemampuan yang sangat tinggi, mungkin dialah yang sudah membunuh Tuan Setan Api Hitam!" kata Xiniu.
"Jika memang demikian aku akan memanggil Mata Ular kesini, dengan demikian pihak kita juga sama-sama memiliki empat Kekuatan Dewa bukan?"
Carolus tersenyum lebar mendengar Tanduk Iblis yang akan memanggil Pengawal ke 18 yaitu si Mata Ular, kemampuan mata ular sama dengan Tanduk hitam, dengan demikian kekuatan pertahanan mereka akan lebih sempurna.
"Aku minta segera kumpulkan semua, waktu mu hanya besok saja karena lusa kita akan segera pergi kesana. Sekarang aku akan memanggil Mata Ular untuk datang kesini!" kata Tanduk Iblis.
Sebenarnya dia ingin memanggil pendiri Organisasi tersebut yaitu si Panglima Gerbang Utara, namun dia saat ini sedang mendapatkan tugas untuk pergi ke dunia bawah di daerah wilayah Azura, tentu saja untuk membahas kerja sama, dan semua itu adalah keinginan An Huang Yi.
Semenjak Chinmi berhasil di tangkap oleh Buddha Rulay, An Huang Yi mencari cara untuk bisa merebut kembali tubuh Chinmi, dia ingin meminta bantuan dari Kaisar Iblis Azura.
Apakah Panglima Gerbang Utara bersama beberapa rekannya berhasil melakukan kerja sama dengan Kaisar Iblis Azura atau tidak, Tanduk Iblis tidak mau tahu, yang jelas saat ini dia harus bisa menyelesaikan tugasnya kali ini, jika sampai gagal, maka An Huang Yi pasti akan menghukumnya.
"Carolus aku akan memanggil pasukan Hewan Iblis Ajaib dari kaum badak!" kata Xiniu kemudian dia tidak menunggu jawaban Carolus dan segera pergi kesebuah tanah lapang yang kosong dan mulai membuat segel pemanggilan.
Carolus menghela nafas panjang kemudian dia segera pergi ke sebuah ruangan dimana disana sudah ada beberapa orang yang rata-rata memiliki kemampuan Raja.
"Dengarkan baik-baik, mungkin ini adalah serangan terakhir kita, aku minta kepada kalian untuk mengerahkan seluruh kemampuan kalian, jika kita berhasil memenangkan misi balas dendam ini, maka aku akan membantu kalian berlima untuk mencapai ke tingkat Raja Alam bahkan hingga Tahap Dewa!" kata Carolus.
"Kami akan mengerahkan seluruh kemampuan kami pimpinan!" kata lima orang yang langsung berlutut dan berbicara secara bersamaan.
Lima orang berkemampuan Raja itu berasal dari lima wilayah negara berbeda-beda, yaitu Jiuxi, Xiadong, Yamuru, Toakai dan Foiberia. Mereka semua sengaja di beri kekuatan tambahan hingga mencapai ke tahap Raja dengan singkat, namun semua tidak sesempurna kekuatan Raja yang sesungguhnya.
"Sekarang kalian segera jemput Anggota kita yang ada di perjalanan, waktu kalian hanya sampai besok!" ucap Carolus.
__ADS_1
"Kami mengerti!" ucap kelimanya kemudian kelimanya segera pergi meninggalkan Carolus di ruangan tersebut.
Carolus menghirup udara dingin dari hidung dan menghembuskan udara panas dari mulutnya seraya bergumam, "Louis, Alice, saatnya kalian untuk pergi pulang hidup atau mati!" gumam Carolus kemudian dia melangkah keluar memperhatikan ribuan anggotanya yang sudah berkumpul di depan markas.
Di tempat yang gelap dan sunyi, Tanduk Iblis membuat simbol pemanggilan dengan bantuan segel sihirnya, sebuah aura gelap namun memiliki aroma amis segera menyebar dan tidak lama kemudian sesok muncul di hadapan Tanduk Iblis.
"Ada apa kamu memanggilku Tanduk Iblis?"
"Jika aku memanggilmu berarti aku membutuhkan bantuan mu Mata Ular!" jawab Tanduk Iblis.
"Heh, kamu bilang kamu mampu mengatasi ini sendiri, tapi ternyata hanya perkataanmu saja yang tinggi!" kata Mata Ular kemudian dia mengecilkan pupil matanya kearah luar.
"Hanya dua kekuatan Dewa dan lima kekuatan Raja saja yang di miliki oleh organisasi bentukan Panglima Gerbang Utara ini, aku kira sudah banyak para manusia yang memiliki kemampuan Raja!" ucap Mata Ular dengan menyingkirkan bibinya.
"Itu semua karena semua anggota terkuat satu persatu sudah terbunuh di tangan Dewa Sesat!" kata Tanduk Iblis.
Sebenarnya Tanduk Iblis sedikit khawatir, kemampuan Sao Lao Cin atau Setan Api Hitam berada di bawahnya, jika Setan Api Hitam saja kalah, apalagi dengan dirinya, karena itu dia memang berencana memanggil Mata Ular sejak dari awal sebelum dia memiliki rencana berangkat dua hari lagi. Tanduk Iblis berusaha menyembunyikan rasa ketakutannya dari Mata Ular, karena itu dia terlihat seperti tidak takut.
Dengan bantuan Mata Ular,Tanduk Iblis yakin akan mampu mengalahkan sosok yang sudah mengalahkan Setan Api Hitam, setidaknya itu yang ada di pikirannya.
"Baiklah karena aku sudah tiba disini, kapan kita akan beraksi?" tanya Mata Ular.
Energi Hitam pembatalan adalah sebuah kekuatan sangat istimewa, kekuatan tersebut mampu menghapus Tanda Segel Kesetiaan di setiap tubuh orang yang memiliknya, disamping itu energi Hitam Pembatalan juga memiliki kekuatan besar, namun semua itu tergantung dari kekuatan penggunanya.
"Kalau begitu ayo kita gabung kesana, aku juga ingin melihat dunia disini!" ajak Mata Ular.
Keduanya langsung keluar untuk melihat para Pasukan mereka yang sudah sebagian terkumpul sedangkan Carolus sendiri juga mulai mempersiapkan semua yang ia butuhkan.
***
"Jadi ini rumahmu Gege?"
"Em.. em! Memangnya kenapa?" tanya Tian Feng saat Chie Xie bertanya.
"Tidak ada, aku hanya bertanya saja!" jawab Chie Xie.
Tian Feng, Ho Chen, Chie Xie, Naomi, dan Arwah Sue Yue tiba di depan rumah Tian Feng yang sederhana itu, rumah itu terlihat sepi, namun tidak lama kemudian pintu rumah terbuka dan terlihat sesosok wanita dengan perut buncit keluar dari dalam.
__ADS_1
"Tian? Kamu sudah pulang?"
Alice yang merasakan kedatangan Tian Feng segera membuka pintu seraya bertanya, saat sudah melihat Tian Feng dan beberapa orang lainnya, Alice terkejut saat melihat dua gadis yang berdiri di samping Tian Feng.
"Kalian...?" pertanyaan Alice hanya sampai disitu karena terkejut.
Mata Chie Xie terarah ke perut Chie Xie yang membuncit, kemudian dia tersenyum lebar seraya berkata, "Gege, setelah perang ini selesai, sebaiknya gege membawa pulang dia kerumah, biarkan kakak ipar melahirkan di rumah, aku yakin jika ibu melihat ini, dia pasti akan langsung sembuh!" kata Chie Xie.
Tian Feng yang mendengarkan itu langsung memasang wajah gelap, dia terlalu sibuk mengurus pemberantasan markas cabang Organisasi Bintang Hitam sehingga dia lupa jika saat ini Lie Yie masih sakit karena dirinya.
"Kenapa aku sampai lupa kepadanya?" batin Tian Feng kemudian mengangguk kepada Chie Xie, "Tentu saja!" kata Tian Feng.
Alice sendiri masih memasang tatapan permusuhan kepada Naomi, namun saat melihat perut Alice yang membuncit, akhirnya dia hanya bisa menekan rasa amarahnya dan berusaha tersenyum kepada Alice walau sedikit di paksakan.
"Nona Alice, owh maaf maksudku Nyoya Tian, maaf jika kedatanganku kesini sangat mendadak!" kata Naomi.
Alice dan Tian Feng serta Chie Xie sama-sama mengerutkan alis mereka melihat sikap Naomi yang lembut dan sangat ramah kepada Alice, sedangkan Ho Chen yang hanya memperhatikan keduanya hanya bisa tersenyum tipis, dia mengetahui akan apa yang ada di hati Naomi.
"Mereka berdua mengingatkan ku kepada Yihua dan Qiao Lin!" batin Ho Chen.
"Seharusnya aku yang minta maaf karena tidak tahu jika kalian akan datang, jadi aku belum sempat mempersiapkan apapun untuk menyambut kalian!" kata Alice.
Walau masih terkejut atas perubahan sikap Naomi, namun dia tidak mau berpikir negatif tentang Naomi, bagaiamana pun juga baik itu Naomi dan Chie Xie adalah orang-orang terdekat Tian Feng.
"Guru dan semuanya, mari masuk kedalam!" ajak Alice.
Mereka semua segera masuk kedalam, Alice sendiri berjalan ke belakang untuk menyiapkan minuman hangat untuk semuanya, namun saat jalan Chie Xie menyusulnya.
"Kakak ipar mau membuat air minum?" tanya Chie Xie.
"Iya!" jawab Alice dengan singkat namun dengan tersenyum lembut.
"Kalau begitu ayo aku bantu, lagi pula wanita hamil itu katanya jangan terlalu kerja terlalu berat!"
"Terima kasih adik ipar!" kata Alice.
Naomi melihat seluruh ruang tamu rumah Tian Feng, rumah tersebut berdinding kayu yang di susun rapi, dan atapnya terbaru dari ilalang, nuansa yang dirasakan oleh Naomi begitu menyenangkan.
__ADS_1
"Tian! Sebaiknya kamu nanti beritahu istri mu akan apa yang akan segera terjadi disini!" kata Ho Chen dan di jawab dengan anggukan oleh Tian Feng.