Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Dua lawan satu


__ADS_3

"Aura yang sangat kuat sekali!" Ho Chen mulai menyadari kekuatan Tian Feng yang meningkat drastis, walau masih berada di dalam bungkusan Aura empat warna, hanya saja dia baru teringat akan sesuatu, "Tunggu, jangan-jangan mereka berdua sudah..?" Ho Chen yakin jika kemungkinan besar kekuatan Tian Feng berasal dari gabungkan dua kekuatan Rana Ilahi.


Zhi Yin menggunakan kain selendang hitamnya untuk menghalau serangan Aura Tian Feng yang masih mengejarnya walau dirinya sudah menjauh.


"Kekuatan ini..! Dari mana dia mendapatkannya?" batin Zhi Yin sekaligus berusaha menghindari serangan aura yang bagai cambuk mengejarnya.


"Ini tidak benar, seharusnya tidak ada yang lain selain diriku yang mencapai tingkat ini, ini tidak mungkin terjadi, aku tidak akan membiarkan siapapun memiliki kekuatan yang sama dengan diriku!" ucap Zhi Yin kemudian dia menekan jari tengahnya lalu sebuah energi menyerupai tali keluar lalu menyerang aura emas yang terus mengejarnya.


Dentuman kembali menggetarkan Galaxy Merah dan kali ini dentumannya terdengar berkali-kali karena dentuman kuat tersebut berasal dari serangan aura emas dengan energi hitam.


Disaat yang sama, empat aura yang menyelimuti tubuh Tian Feng mulai terserap memasuki tubuh Tian Feng, setelah semua aura terserap ke seluruhnya, tubuh Tian Feng langsung bercahaya sangat terang sekali.


Aura yang menyerang Zhi Yin juga menghilang membuat Galaxy Merah kembali menjadi tenang kecuali di luar Galaxy Merah yang masih bertempur.


Cahaya terang yang terpancar dari tubuh Tian Feng secara perlahan-lahan meredup dan kemudian sesosok pria mengenakan Zirah Putih dan emas serta biru dan dan merah tergantung di ruang hampa dengan Tombak yang juga memancarkan energi yang sangat besar.


"Tian, ini benar-benar dirimu kan?" tanya Ho Chen yang muncul di samping Tian Feng.


Ho Chen sungguh terpana akan perubahan wujudnya, tidak hanya Zirahnya yang mencolok serta indah, namun tubuh serta wajah Tian Feng sepenuhnya berubah.


Tian Feng terlihat jauh lebih muda, seolah-olah usia Tian Feng baru menginjak 18 tahunan, dan wajah tampannya semakin memancarkan pesona memikat.


Tian Feng tersenyum lembut kepada Ho Chen seraya mengangguk sekaligus bertanya kepada Ho Chen, "Kenapa kamu seperti tidak mengenalku Senior, memang ada yang berubah pada diriku?" tanya Ho Chen namun dengan suara pelan dan penuh kharisma.


"Tentu saja banyak yang berubah, tidak hanya Kekuatan mu yang bertambah besar, bahkan tubuh serta wajahmu jauh lebih muda!" jawab Ho Chen.


Tian Feng memperhatikan Zirahnya yang memiliki empat warna, bagian dada berwarna putih, sedangkan bagian lengan berwarna emas, dan bahu ke belakang berwarna merah, lalu ada kain lebar di belakang yang berwarna biru.


Tian Feng menggerakkan lengannya lalu mengayunkan tangannya secara perlahan, begitu selesai di ayunkan, sebuah energi langsung tercipta dan kemudian energi tersebut melesat lurus kedepan dan kemudian meledak kuat.


Badai energi segera menyebar setelah ledakan energi dari ayunan tangan Tian Feng, sedangkan Ho Chen merasakan ledakan yang tercipta hanya dengan ayunan pelan tersebut memiliki daya hancur yang sangat luar biasa.


"Bagus Tian, dengan kemampuanmu ini, kamu pasti akan mampu mengalahkan Zhi Yin!" kata Ho Chen.

__ADS_1


"Zhi Yin..? Tian Feng menoleh ke arah Zhi Yin yang berada cukup jauh dengan tali Energi Hitam yang masih berayun di jarinya.


Tian Feng tersenyum tipis kemudian menggelengkan kepalanya seraya berkata, "Kekuatan ku memang sudah mencapai puncak Rana Ilahi Tahap 3, bahkan sudah sebanding dengannya, hanya saja jujur aku sendiri juga tidak akan bisa mengalahkannya, namun jika hanya untuk membuatnya melemah, mungkin aku masih bisa!" kata Tian Feng.


Ho Chen terkejut mendengar pernyataan Tian Feng, dia merasa tidak percaya akan ucapan tersebut, sebab dia tahu betapa besar kekuatan Tian Feng saat ini.


"Kenapa kamu bisa berkata seperti itu?" tanya Ho Chen.


"Senior, Zhi Yin itu adalah energi alam yang terbentuk dari kekuatan alam semesta, walau kemampuanku sanggup untuk menandinginya, namun untuk benar-benar mengalahkannya serta melenyapkannya, itu tidak mungkin terjadi!" kata Tian Feng.


Setelah melakukan penyatuan dengan kembaran jiwanya, Tian Feng berhasil mendapatkan banyak informasi dari ingatan kembaran jiwanya, melihat pertarungan sebelumnya antara kembaran jiwanya melawan Zhi Yin, Tian Feng dapat menemukan sebuah pencerahan.


Tian Feng teringat akan ucapan sang Buddha Rulay jika Energi Hitam dan Energi Putih adalah satu inti dari pusat Alam Semesta itu sendiri, jika salah satu dilenyapkan, maka alam semesta akan ikut lenyap sebab keseimbangan yang sudah tidak stabil.


Namun karena energi negatif lebih besar dari para positif, hal inilah yang menciptakan energi hitam berubah menjadi sosok jahat serta mulai berniat menguasai seluruh Alam semesta.


"Jadi apa solusinya?" tanya Ho Chen.


Percikan petir kecil mulai muncul di rambut Tian Feng kemudian dia menatap Zhi Yin seraya berkata, "Hanya ada satu solusinya, hanya saja ini akan sedikit merepotkan serta sulit untuk dilakukan!"


"Mengeluarkan jiwa Zhi Yin dari tubuh An Huang Yi, dengan demikian kekuatan energi Zhi Yin akan menurun, hanya saja untuk melakukannya mungkin sangat sulit, sebab dibutuhkan sesuatu yang dapat menarik jiwa Zhi Yin keluar dari dalam tubuh An Huang Yi!" kata Tian Feng.


"Apa mungkin sesuatu itu adalah Batu Matahari yang saat ini masih akan diambil oleh Chinmi?" tebak Ho Chen.


"Mungkin saja, selama kita menunggu senior Chinmi kembali, maka aku akan bertarung dengannya!" kata Tian Feng kemudian dia menghentakkan gagang tombaknya ke ruang kosong sehingga gelombang energi berwarna biru menyebar hingga ke tempat Zhi Yin.


Zhi Yin menepis gelombang energi tersebut dengan tangannya kemudian dia menatap Tian Feng dengan tatapan tajam.


"Senior, apakah senior mau membantuku melawannya?" tanya Tian Feng sehingga membuat Ho Chen menaikan sebelah alisnya.


"Aku..? Sebenarnya aku ingin sekali membantumu, namun apakah kekuatanku memenuhi syarat untuk melawannya? Yang ada hanya akan menjadi nyamuk pengganggu antar dirimu dan dia!" kata Ho Chen.


"Senior, bantuan sekecil apapun akan sangat berguna di pertarungan, ini juga akan membuat konsentrasinya akan terbagi!" kata Tian Feng.

__ADS_1


"Jika kamu memang menginginkan itu, baiklah, aku akan membantu dirimu dengan seluruh kemampuanku!" ucap Ho Chen kemudian dia mulai melepaskan energinya, namun energinya tidak lagi berupa energi petir biru, melainkan berbentuk kabut yang sangat dingin.


"Dewa Sesat, aku tidak peduli dari mana kamu bisa mendapatkan kekuatan itu, namun aku tetap tidak akan membiarkan siapapun memiliki kemampuan yang sama sepertiku, dan hari ini akan menjadi penentuan antara diriku atau dirimu yang pantas menjadi penguasa dari Seluruh Alam Semesta ini!" seru Zhi Yin kemudian dia langsung melesat menyerang Tian Feng.


Tian Feng sama sekali tidak menjawab, dia mulai mengalirkan energinya keseluruhan tubuhnya serta tombaknya kemudian berseru kepada Ho Chen, "Ayo kita serang bersama!"


Ho Chen mengangguk dan kemudian dia serta Tian Feng berubah menjadi kilatan cahaya dan melesat menyambut serangan Zhi Yin.


Ledakan badai energi langsung menyebar keseluruhan Galaxy Merah bahkan hingga mencapai keluar galaxy, pertarungan dua lawan satu di dalam galaxy mengakibatkan banyak kehancuran terjadi.


Tidak ada yang dapat melihat pertarungan ketiga sosok tersebut dengan jelas, yang terlihat hanyalah kilatan-kilatan cahaya yang melesat dan baku tabrak serta dentuman hebat ketika kilatan cahaya tersebut saling bertabrakan.


Zhi Yin dengan menggunakan pedang hitam besar milik An Huang Yi, serta rantai hitam dan kain selendang yang juga ikut bergerak seperti memiliki kesadaran sendiri.


Sedangkan Tian Feng menggunakan tombak, lalu Ho Chen yang menggunakan pedangnya.


"Argh…!"


Ho Chen meraung keras sekaligus melepaskan serangan pedang yang mampu melepaskan energi pedang berkabut yang mampu membekukan apapun yang dia sentuh, dan arah serangannya di arahkan ke pinggang Zhi Yin.


"Menyingkirlah pengganggu..!" seru Zhi Yin kemudian dia menghalau energi kabut dingin dengan selendangnya.


Energi hitam langsung mementalkan kabut tersebut kemudian energi hitam itu melesat ke arah Ho Chen dengan kecepatan tinggi.


Sebelum energi tersebut sempat mencapai ke tempat Ho Chen, Tian Feng lebih dulu menahan serangan tersebut kemudian dia juga membalikkan serangan tersebut dengan sabetan tombaknya ke arah Zhi Yin.


Saat energi yang dikembalikan itu masih meluncur ke arah Zhi Yin, Tian Feng juga dengan bersamaan memberikan serangan dari jarak dekat.


Zhi Yin menahan kedua serangan tersebut, namun dari arah lain, kabut putih dan dingin juga berhasil mengenai selendangnya sehingga selendang tersebut langsung membeku.


Zhi Yin melirik Ho Chen dengan tatapan mata yang semakin menghitam dan buas, terlihat amarah yang sangat besar tertuju kepada Ho Chen.


Tian Feng mengambil kesempatan tersebut dengan melepaskan serangan tusukan beruntun ke perut Zhi Yin yang lengah.

__ADS_1


Zhi Yin terpaksa mundur beberapa meter saat perutnya mulai terluka, hanya saja luka tersebut kembali menutup serta gaun hitamnya kembali seperti semula.


"Kalian berdua tidak akan aku ampuni!" seru Zhi Yin yang sangat marah.


__ADS_2