Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Permohonan (2)


__ADS_3

"Tapak Raja Iblis Neraka."


Tian Feng yang sudah berhasil menyudutkan Pisau Langit mendaratkan serangan tapak ke dadanya.


Tubuh Pisau Langit mundur dua meter kebelakang sekaligus muntah darah tapi tidak banyak.


"Dia terlalu kuat untuk aku lawan!" gumam Pisau Langit setelah dia berhasil meringankan rasa sakit di dadanya.


Walau terlihat baik-baik saja, sebenarnya Pisau Langit mengalami luka dalam terkena serangan tapak Tian Feng.


Pisau Langit melihat kearah Pisau Angin dan Pisau Air yang juga terpojok oleh Zang Yang kemudian dia menoleh kearah Pisau Bumi yang juga kesulitan melawan dua orang dari Toakai.


"Apakah kamu mengharap batuan mereka? Sepertinya mereka juga butuh bantuan yang sama seperti yang kamu harapkan!" kata Tian Feng.


Sebenarnya Pisau Langit bukan mengharapkan bantuan dari mereka untuk melawan Tian Feng, karena dia sudah tahu bantuan mereka mungkin tidak akan banyak membantu.


Pisau Langit hanya berharap beberapa dari mereka ada yang mengurus Chie Xie, jika bisa harus ada yang mampu menerobos ke kamar Yuan Xia.


Namun sepertinya hal itu mustahil, dengan tewasnya Pisau Api, maka kekuatan mereka akan berkurang, walau Pisau Api bukanlah yang terkuat, akan tetapi kemampuannya bisa membantu yang lainnya.


Sesuai nama kelompoknya yaitu Kelompok Lingkaran Pisau Darah, sebenarnya mereka terkenal sangat hebat jika bersatu.


Jika di tambah dengan kemampuan Pisau Langit, seorang pendekar setingkat Wei Fang sekalipun pasti akan kalah.


Karena terlalu meremehkan lawan, ke-empat Pisau Pembunuh memilih untuk mencari lawan masing-masing seperti Pisau Angin yang masih dendam kepada Zang Yang, begitu juga dengan Pisau Api dan Pisau Bumi yang lebih memilih ke-dua pendekar pasangan dari Toakai.


Pisau Langit akhirnya mendesak para anak buahnya untuk segera mengalahkan Chie Xie karena hanya Chie Xie saat ini yang menjadi jalan satu-satunya agar bisa melemahkan Tian Feng.


Melihat tatapan mata Pisau Langit kepada para para anggotanya yang sedang mempermainkan Chie Xie, mereka bergegas maju untuk menangkap Chie Xie yang sudah kelelahan.


Empat orang melemparkan tali kepada Chie Xie sedang beberapa lagi bersiap untuk meringkusnya.


Melihat Chie Xie yang sedang kesulitan, Tian Feng mengarahkan telapak tangan kearah Chie Xie.


Pisau Langit melihat itu merasa kebingungan akan apa yang akan Tian Feng lakukan, jarak antara Tian Feng dan Chie Xie sekitar 25 meter, sedangkan Tian Feng sama sekali tidak memegang senjata apapun untuk di lempar atau menebas dengan perubahan energi, hal itu membuat Pisau Langit bingung.


Tian Feng mengumpulkan energi di telapak tangannya dan kemudian pusaran angin kecil terbentuk dan dalam sekali hentak, pusaran angin tersebut membesar dan melesat kearah dua pendekar yang melemparkan tali ke tubuh Chie Xie.


Ke-dua pendekar yang masih berusaha menangkap Chie Xie terkejut melihat pusaran angin tersebut tidak sempat menghindar dan dia terhempas begitu saja bagai kapas.

__ADS_1


Mulut Pisau Langit menganga melihat hal itu, memang ada beberapa Pendekar yang pernah ia lihat bisa melakukan perubahan energi dan melepaskannya dari jarak jauh, tapi itu di Toakai, dan yang bisa melakukan itu hanya Shinobi legendaris yang sudah mencapai tahap tertinggi.


"Melawan pemuda ini adalah tindakan yang bodoh, sebaiknya aku segera menarik semua anggota ku dan pergi dari sini!" batin Pisau Langit.


"Apakah kamu bercanda? Kamu sudah berani datang dan menyerang keluargaku! Apa kamu pikir aku akan membiarkan mu pergi begitu saja?"


Pisau Langit terkejut saat Tian Feng bertanya tepat seperti apa yang ia pikirkan, namun sebenarnya Tian Feng tidak bisa melakukannya, melainkan Zanxi yang memberitahunya.


"Aku tahu kamu berniat membunuh keluarga ku dan akan membawa pergi adikku, dan aku juga sudah tahu jika sebenarnya yang menyuruh kalian adalah Yong Shing, jadi setelah membunuh kalian semua, maka aku akan mengurus Yong Shing dan juga Ma Xia Li," kata Tian Feng.


"Ba.. bagiamana kamu bisa mengetahui apa yang aku pikirkan?" tanya Pisau Langit dengan terbata-bata.


"Itu bukan urusanmu! Yang jelas hari ini akan menjadi akhir dari nama kelompok Lingkaran Pisau Darah!" kata Tian Feng kemudian dia melepaskan Aura Pembunuh yang ia miliki.


"Tubuh Raja Iblis Penca."


Aura Pembunuh Tian Feng menyebar ke segala arah membuat siapapun tidak akan bisa bergerak, bahkan Chie Xie samping jatuh berlutut karena tidak kuat terhadap tekanan dari Tian Feng.


Pisau Langit, Pisau Air, Pisau Angin, Zang Yang, Katashi, Katsuyuki dan semua pendekar jatuh berlutut tanpa bisa mengangkat tubuh mereka, sedangkan Tian Feng sudah melangkahkan kakinya maju kearah Pisau Langit yang tidak mampu bergerak.


"Matilah!"


"Amukan Raja Iblis - Pencabut Nyawa."


Kini Pisau Langit merasakan hawa panas dan kemudian saat pusaran angin itu masuk kedalam tubuhnya, Pisau Langit ingin berteriak, namun dia tidak bisa.


Jangan bersuara bergerak pun juga tidak mampu akibat Aura Pembunuh yang begitu kuat, dan tidak lama kemudian Tubuh Pisau Langit meledak dan menjadi gumpalan daging yang berserakan.


Semua anggota Lingkaran Pisau Darah sama-sama syok saat melihat ketua utama anggota mereka tewas begitu saja tanpa bisa berbuat perlawan yang sengit terhadap Tian Feng.


Chie Xie menutup mulutnya rapat karena merasa mual saat melihat tubuh Pisau Langit yang hancur, begitu juga dengan yang lainnya kecuali Zang Yang dan Katashi yang memang mengetahui jika Tian Feng memang sangat kejam dalam membunuh.


Tian Feng tidak akan berpikir dua kali jika sudah memutuskan untuk membunuh musuh-musuhnya.


Zang Yang yang masih mengaktifkan ilmu Singa Dewa Suci berusaha bangkit dan kemudian dia juga menusukkan jarinya ke leher Pisau Angin yang juga tidak bisa bergerak, ditambah lagi betis Pisau Angin juga terluka sehingga Zang Yang dengan sangat mudahnya menusukkan jarinya ke leher Pisau Angin.


Pisau Air hanya bisa melihat Pisau Langit dan Pisau Angin yang mati tepat di depan matanya tanpa bisa berbuat apa-apa, begitu juga dengan Pisau Bumi yang sejak awal tidak mampu menghadapi sepasang Shinobi dari Toakai itu.


"Sejak kapan dia bisa sekejam itu?" batin Tian Feng yang terkejut saat melihat Zang Yang yang juga tidak ragu menghabisi musuhnya.

__ADS_1


Memang benar Zang Yang bukanlah tipe pendekar yang suka membunuh, namun yang terjadi saat ini berbeda, dia sedang dalam pengaruh Ilmu Dewa Singa Suci dimana sisi kemanusiaan Zang Yang setengah berubah menjadi buas, namun dia tetap sadar dan tidak seperti Tian Feng yang waktu itu hilang kesadaran.


Zang Yang melirik kearah Pisau Air yang berusaha untuk bangkit, mereka berdua yang sama-sama berusaha bergerak dengan langkah yang berat.


Tian Feng sudah tidak khawatir lagi, kini dia menarik kembali Aura Pembunuh nya kemudian dia lebih dulu menyerang para pendekar yang berada di sekitar Chie Xie.


Satu serangan dua nyawa menghilang, bagi Tian Feng tidak sulit membunuh sisa kelompok Lingkaran Pisau Darah, dan hanya dalam waktu singkat para pendekar yang berada di sekitar tubuh Chie Xie mati tanpa memberikan perlawanan yang berarti.


"Xie'er..!" Tian Feng membangun Chie Xie yang tak sadarkan diri.


Chie Xie pingsan bukan karena terkena serangan, melainkan karena dia tidak mampu melihat tubuh Pisau Langit yang hancur sehingga tatapannya mulai berkunang-kunang kemudian tidak sadarkan diri.


Tubuh Chie Xie segera di angkat oleh Tian Feng dan di pindahkan kedalam. Setelah membaringkan Chie Xie di tempat yang aman, Tian Feng kembali keluar, dan kali ini dia mengincar Pisau Air, karena dia satu-satunya pendekar terkuat yang tersisa, sedang Pisau Bumi pasti bisa di kalahkan oleh Katashi dan Katsuyuki.


Sebagian anggota mulai mulai bergerak mundur karena takut. Setelah melihat Ketua Utama tewas, semangat bertarung mereka langsung turun.


Dalam waktu singkat saja Tiga Pendekar terkuat di Lingkaran Pisau Darah harus mati hanya gara-gara Pisau Langit yang sudah mengubah rencana Ma Xia Li.


"Guru! Serahkan dia padaku, guru kejar saja mereka yang berusaha kabur, jika bisa jangan biarkan satupun lolos, dan pastikan semuanya harus mati!" kata Tian Feng.


Zang Yang hanya mengangguk tanpa menjawab dengan lisan, dia dengan garangnya melompat pergi mengejar sisa-sisa anggota yang berusaha lari, sedang Tian Feng kini sudah berhadapan dengan Pisau Air.


"Pendekar muda! Kita tidak memiliki dendam, lagipula kami hanya melaksanakan perintah Pisau Langit, aku juga tidak mau melakukan hal ini!" kata Pisau Air yang berusaha agar dia tidak perlu menghadapi Tian Feng.


"Aku tahu jika kamu melakukan semua ini karena melaksanakan perintah ketua mu, akan tetapi aku tetap tidak akan membiarkan mu tetap hidup karena orang yang sudah jatuh ke dalam kegelapan akan sulit untuk bisa kembali menemukan jalan terang," kata Tian Feng.


Tian Feng yang sudah pernah berjalan di jalan yang sama seperti Pisau Air sangat mengerti bertapa sulitnya untuk menjadi orang baik.


Jika Pisau Air tetap dibiarkan hidup, kelak dia pasti akan kembali berulah sehingga prinsip Tian Feng saat ini adalah, membunuh orang-orang jahat adalah sebuah kewajiban, sekali mencabut kejahatan, maka harus dicabut hingga ke akar-akarnya.


"Aku mohon biarkan aku pergi, aku berjanji tidak akan lagi berani datang dan mengganggu keluargamu lagi!" Pisau Air masih memelas.


"Permohonan mu tidak bisa aku kabulkan, karena tadi aku sudah mengatakan jika hari ini Lingkaran Pisau Darah akan lenyap untuk selamanya, dan semua keluargaku" jawab Tian Feng.


"Tu...tunggu dulu! Begini saja, aku akan memberikan mu uang, katakan berapa yang kamu inginkan? Aku akan memberikan berapapun yang kamu mau!" karena cara biasa tidak bisa meluluhkan Tian Feng, maka Pisau Air mencoba dengan cara memberikan uang padanya.


Menurut Pisau Air, semua orang pasti akan tergiur jika mendengar nama uang, karena itu Pisau Air mencoba menawarkan uang sebagai ganti nyawanya.


"Aku sudah memiliki segalanya, untuk apa aku menginginkan uangmu? Sekarang yang aku inginkan hanya satu, menyapu bersih semua kejahatan di wilayah ini, termasuk dengan membersihkan namamu juga!" jawab Tian Feng kemudian telapak tangannya mulai berubah warna menjadi merah.

__ADS_1


Pisau Air jelas panik, dia segera bangkit dan kemudian melompat menjauhi Tian Feng dan kemudian kabut sebisa mungkin.


Tian Feng hanya tersenyum tipis melihat Pisau Api yang lari ketakutan, dia segera keluar dan melompat keudara mengejar Pisau Air yang lari ketakutan, sedangkan Pisau Bumi yang saat ini sudah di lumpuhkan hanya bisa mengumpat saat melihat Pisau Air keluar seperti seorang pengecut.


__ADS_2