
Sudah hampir satu purnama Tian Feng berlatih di bawah bimbingan Mao Lao, saat ini musim sudah berganti dengan musim salju dimana semua wilayah di tiga Kerajaan menjadi lebih dingin.
Tian Feng menghela nafas lega karena latihannya di danau hijau bau dan gatal itu sudah selesai, jika tidak bisa-bisa dirinya akan terus berendam, dan jika hal itu sampai terjadi bukankah dirinya bisa membeku bersama air danau itu.
"Siluman kecil, sekarang kamu harus menutup matamu dan berjalan di atas duri-duri ini tanpa memakai alas kaki apapun! Usahakan agar kamu jangan menginjak duri-duri itu!" kata Mao Lao.
Tian Feng menahan nafas saat melihat banyaknya duri di atas salju, duri-duri itu berserakan di mana-mana, namun masih ada celah untuk kaki agar tidak menginjak duri-duri yang lumayan besar itu.
"Jika aku sampai salah injak, bisa-bisa telapak kakiku akan berdarah," batin Tian Feng.
Sempat terlintas di pikiran Tian Feng untuk menggunakan ilmu Tubuh Raja Iblis agat kulit bisa mengeras, namun tiba-tiba saja Mao Lao mengatakan sesuatu yang membuat dirinya mengurungkan niatnya.
"Tutup matamu dengan kain ini kemudian berjalanlah di tengah-tengah duri itu, pastikan kakimu agar tidak menginjaknya, kalau tidak bisa pakai tumit, gunakan jari kaki, namun jangan sekali-kali kamu menggunakan Chi," kata Mao Lao.
Mao Lao ingin latihan Tian Feng di lakukan secara alami tanpa menggunakan satu lingkaran Chi untuk melindungi kakinya.
Hal itu bertujuan agar Tian Feng bisa mengandalkan kekuatan murni tanpa Chi, sebab jika hanya mengandalkan Chi, itu tidak akan baik.
Jadi Tian Feng tidak harus bergantung terhadap Chi yang bisa habis saat sering di gunakan.
Tian Feng secara hati-hati melangkahkan kakinya ke tumpukan duri tajam itu, dia berjalan dengan menggunakan tumit, pinggiran perut kaki dan jari-jari kakinya juga ia gunakan.
Tian Feng kini berjalan seperti orang yang setengah mabuk karena langkahnya yang tidak setabil.
Baru beberapa kali melangkah, Kaki Tian Feng tertusuk oleh beberapa duri sehingga dia mengerang kesakitan dan tidak ia ketahui saat bergerak mundur kaki satunya juga ikut tertusuk duri.
Tian Feng buru-buru membuka penutup matanya kemudian keluar dari tumpukan duri dengan berjalan sambil menahan sakit.
"Argh!!"
Tian Feng mencabut duri itu satu persatu dan darah mulai mengalir dari bekas tusukan duri tersebut.
"Baru tertusuk duri kecil saja kamu sudah kesakitan seperti itu! Ayo bangun lagi dan ulangi latihan nya," bentak Mao Lao.
Tian Feng hanya bisa menahan diri agar tidak mengumpat, walau para pendekar adalah orang-orang yang sangat kuat dan bahkan kebal, namun jika terluka tetap akan terasa sakit, di tambah lagi Mao Lao melarang Tian Feng untuk tidak menggunakan Chi sama sekali.
Tian Feng hanya bisa menurut saja kemudian kembali berjalan di tengah-tengah duri tersebut.
Tian Feng sendiri sudah lupa ada berapa duri yang sudah menusuk kakinya, dia tetap bertahan dan terus berjalan menghindari semua duri yang berserakan.
Darah yang keluar dari telapak kaki Tian Feng membuat beberapa putihnya salju berubah menjadi merah.
"Cukup Siluman kecil, sekarang kamu obati dulu luka di kakimu itu dan besok kita akan melanjutkan lagi!" kata Mao Lao.
Tian Feng segera menurut dan kemudian dia bergegas masuk kedalam rumahnya untuk mengobati kakinya.
Walau luka di kakinya tidak terlalu parah, namun luka itu membuat dirinya agak kesulitan untuk berjalan, beruntung nya dia masih memiliki beberapa obat-obatan yang bisa meredakan rasa sakit akibat tusukan duri itu.
***
"Siluman kecil, apakah kamu sudah tidur?"
__ADS_1
Saat malam hari Mao Lao datang ketempat Tian Feng yang sedang duduk sendirian di dalam rumah.
"Belum guru!" jawab Tian Feng.
"Kalau kamu tidak lelah, temani aku mengobrol sebentar!" kata Mao Lao.
Tian Feng mengangguk kemudian dia berjalan ketempat Mao Lao, dia berjalan sambil berjinjit.
"Apa kamu sudah mengeluarkan semua patahan duri di kakimu sudah di keluarkan?" tanya Mao Lao.
"Sudah guru, bahkan aku sudah mengobatinya dan besok sudah pasti akan sembuh!" jawab Tian Feng.
"Kalau kiranya besok kakimu masih sakit, sebaiknya kita tunda dulu latihan mu hingga kakimu sudah tidak sakit lagi," kata Mao Lao.
Mao Lao juga menambah penjelasan tentang latihan Tian Feng yang berjalan di duri.
Ada tiga jenis latihan yang bisa di lakukan, yang pertama berjalan di atas bara api, yang ke-dua berjalan di atas duri, dan yang terakhir adalah berjalan di atas sebuah balok kecil di mana di bawahnya ada banyak sekali kayu runcing yang sangat banyak, jadi kalau sampai jatuh bisa di pastikan akan langsung mati tertancap di kayu itu.
Tian Feng hanya mendengarkan sambil berpikir sendiri, menurut yang manapun latihannya sama-sama berbahaya, apalagi jika tidak menggunakan Chi, yang ada hanya akan cacat atau lebih parahnya mati.
"Guru, besok aku akan tetap berlatih, aku yakin jika besok aku sudah bisa berlatih lagi!" kata Tian Feng.
"Semangat saja tidak cukup Siluman kecil, kamu harus memiliki tekad yang kuat dan bersungguh-sungguh dalam berlatih," ucap Mao Lao.
Mereka berdua diam sejenak sehingga suasana menjadi hening, setelah itu Tian Feng mulai berbicara duluan.
"Guru, dulu guru pernah menyebut nama ketua Chang Shan, apakah senior kenal dengan ketua Chang?"
Sudah lama Tian Feng ingin menanyakan itu kepada Mao Lao, apalagi Tian Feng sangat ingat akan sikap Chang Shan padanya waktu dia berada di Singa Emas.
"Sebenarnya aku tidak terlalu mengenalnya, dulu kami bertemu saat sama-sama minum di sebuah kedai arak, saat itu dia mengenal diri sebagai Ketua Perguruan Singa Emas, dan kami sama-sama minum di sana selama semalaman!"
Tian Feng mengangguk-angguk kepala, "Ternyata dia kenal dengan Chang Shan saat sedang sama-sama minum!" batin Tian Feng.
Dia tahu jika Chang Shan juga sangat menyukai arak seperti Mao Lao, mungkin karena itu Mao Lao dan Chang Shan bisa saling mengenal akan tetapi bukan teman akrab.
"Cukup, sekarang aku ingin mendengar cerita mu, bagaiamana kamu bisa pergi sendiri keluar dari Perguruan hingga di kejar-kejar oleh orang-orang dari Yamuru itu?"
Tian Feng tersenyum tipis, dia tidak tahu harus bercerita dari mana dulu, karena dia sendiri sudah pergi sejak lima tahun lalu dan berlatih sendirian.
Tian Feng menjadikan masalalunya sebagai gurunya, karena itu tidak sulit baginya untuk bisa sampai di tingkat Pendekar Atas.
"Aku keluar dari kota Xanhuo dengan berjalan mengikuti keinginan langkah kaki tanpa memiliki tujuan, saat itu aku tiba di sebuah perkampungan kecil di pinggir hutan dan bertemu dengan penjahat dari Foiberia."
Tian Feng hanya memotong kisah perjalanannya kepada Mao Lao, dia tidak mungkin menceritakan jika dirinya sudah keluar selama lima tahun dan berlatih sendirian di dalam Goa Kegelapan.
Karena itu dia hanya menceritakan garis besar akan pengalamannya kepada Mao Lao agat tidak di curigai oleh gurunya.
"Masih muda sudah berani berpetualang sendirian, aku sungguh salut padamu, apalagi kamu berani melawan orang-orang dari negara lain seorang diri, walau terkesan berani namun kamu kedepannya harus tetap berhati-hati, bisa jadi orang-orang dari Foiberia, Toakai dan Yamuru akan mencarimu!" kata Mao Lao mengingatkan Tian Feng.
Tian Feng memang tidak menceritakan jika dirinya sudah membunuh orang-orang masing-masing dari ke-tiga negara tersebut, namun bagi Mao Lao tetap sama saja, mau Tian Feng membunuh atau hanya mengusirnya saja, semua itu sama-sama berbahaya nya.
__ADS_1
"Sudahlah ini sudah larut malam jadi terima kasih karena sudah mau menemaniku mengobrol malam ini, sebaiknya kamu segera beristirahat agar besok pagi kamu bisa lekas pulih!" kata Mao Lao kemudian dia bangkit dan kembali kerumahnya.
Tian Feng masih duduk diam saat Mao Lao sudah berada di dalam rumahnya, dia kemudian bangkit dan beristirahat agar tubuhnya bisa fit kembali untuk berlatih.
***
Latihan Tian Feng tidak hanya berjalan di tumpukan duri saja, Mao Lao justru memberikan latihan fisik yang beragam.
Semua latihan yang di jalani oleh Tian Feng benar-benar tidak menggunakan Chi, semuanya murni mengandalkan kekuatan fisik semata.
Selain berjalan di atas duri, ada juga latihan memikul air di ember sambil berjalan di sebuah kayu yang licin akibat salju yang menutupi permukaan kayu tersebut.
Namun bagi Tian Feng yang memang sudah memiliki fisik tubuh yang kuat serta sudah memiliki Sel Darah Hijau, dia sama sekali tidak kesulitan.
Hanya saja rintangannya yang membuat dia sedikit sulit, namun itu bukan masalah serius karena dulu dia sudah pernah mendapat latihan yang lebih keras dan juga lebih mengerikan dari semua itu.
"Kau sudah menyelesaikan latihan dasar dengan sempurna Siluman kecil, jadi sekarang sudah waktunya bagimu untuk berlatih jurus Dewa Mabuk!" kata Mao Lao sambil memegang kayu yang ia jadikan Tongkat pegangan.
Tian Feng mengerutkan dahinya saat melihat Mao Lao seperti kurang sehat, bahkan dia melihat wajah Mao Lao yang sedikit pucat.
"Guru! Apakah guru sedang sakit?" tanya Tian Feng.
"Jangan kau pedulikan diriku, sebaiknya kamu fukos saja dan dengar semua arahan dari ku!" kata Mao Lao kemudian dia menutup mulutnya dan batuk beberapa kali.
Mao Lao melihat ketangannya yang ia buat untuk menutup mulutnya saat batuk, dia melihat sedikit darah di telapak tangannya kemudian dengan cepat dia menyembunyikan telapak tangannya ke belakang.
Tian Feng semakin curiga terhadap Mao Lao yang terlihat seperti menyembunyikan sesuatu darinya.
"Bersiaplah untuk mendengarkan arahan dariku sekaligus bergerak mengikuti arahan ku!" kata Mao Lao kemudian dia duduk di teras rumah nya dan mulai memberikan arahan kepada Tian Feng.
"Dewi Bunga memberikan anggur kepada Kaisar! Kendi yang jatuh di tangkap oleh seekor ular."
Tian Feng bergerak dengan mengikuti arahan syair dari Mao Lao, walau sudah berusaha dan sudah melenturkan gerakan nya, namun tetap saja ada kesalahan di dalam gerakannya.
"Guru! Aku tidak mengerti akan gerakan Menangkap ribuan embun dengan alunan suling, apa itu juga bagian dari gerakan jurus Dewa Mabuk?" tanya Tian Feng.
"Itu memang salah satu gerakan dari jurus Dewa Bersulang Dewi Menari! Gerakan Menangkap ribuan embun dengan alunan suling adalah gerakan pukulan beruntun dengan posisi tapak kaki miring kearah kanan secara bersamaan dan harus searah," kata Mao Lao.
Tian Feng segera mencobanya dan ketika dia memiringkan tapak kakinya ke bagian kanan, tiba-tiba saja tubuhnya serasa mau terjatuh, namun dia segera memutar tapak kakinya hingga tumitnya saja yang menempel di atas salju, dan Tian Feng berhasil bergerak seperti sedang menari dalam kondisi mabuk.
"Selanjutnya adalah Jurus Dewa Mabuk sedang tidur."
Mao Lao kembali memberi arahan dengan syair nya kepada Tian Feng, sedangkan Tian Feng segera bergerak mengikuti arahan Mao Lao.
Andai saja Kitab Dewa Mabuk tidak di bakar oleh Mao Lao, mungkin dia tidak perlu melantunkan syair sebagai arahan, karena di dalam kitab itu sudah ada semuanya, mulai dari gambar dan juga penjelasan nya.
Saat ini hanya dengan arahan syair saja yang bisa mempercepat Tian Feng untuk bisa mempelajari jurus Dewa Mabuk itu.
Jika dengan cara penjelasan akan membutuhkan Waktu yang lebih lama lagi, kecuali kondisi Mao Lao tidak sakit, mungkin akan lebih mudah bagi Mao Lao untuk memperagakan nya.
Sesekali Mao Lao batuk-batuk saat masih berada di tengah-tengah penjelasannya, dan seperti biasa darah akan keluar saat dia batuk.
__ADS_1
Tian Feng memang merasakan jika Mao Lao sedang sakit, namun dia tidak mengerti kenapa Mao Lao menyembunyikannya.
Terlihat dengan sangat jelas jika Kondisi Mao Lao yang semakin memburuk saat dia batuk, namun Tian Feng tidak bisa berbuat apa-apa karena Mao Lao memintanya untuk tetap fokus terhadap latihannya saja.