Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Gunung Tingsan


__ADS_3

"Xu Lian apakah kamu mengenali mereka?" tanya Tian Feng.


Xu Lian yang dalam wujud Naga besarnya mengangguk kemudian dia menatap ke 37 Singa Emas yang semua sudah berbaris seperti para prajurit yang sedang bertemu dengan rajanya.


Xu Lian menatap mereka semua sesaat sebelum akhirnya dia mendengus pelan lalu tubuhnya kembali berubah menjadi Naga Kecil.


"Uwa..uwa uwa!" kata Xu Lian kepada Tian Feng.


"Terima Kasih Xu Lian!" kata Tian Feng.


Xu Lian mengangguk kemudian dia pindah ke bahu Tian Feng sedangkan Ho Chen hanya tersenyum dengan menggelengkan kepala.


Melihat Xu Lian yang begitu menurut kepada Tian Feng, pemimpin Singa Emas tidak lagi bersikap garang, dia perlahan-lahan mundur saat Tian Feng datang mendekati mereka.


"Maaf atas ucapanku tadi Tuan eeee..! Tuan Singa," kata Tian Feng dengan nada bicara yang sudah berbeda.


"Panggil saja aku Raja Singa Emas!" kata pimpinan Singa Emas.


Tian Feng menggaruk kepalanya, dia juga tahu jika dia itu adalah Singa Emas, masalahnya bagaimana cara membedakan antara Raja dengan yang bukan raja, sebab semua terlihat sama dimata Tian Feng, bahkan Ho Chen juga memiliki pemikiran yang sama.


"Baiklah Raja Singa Emas, begini kami datang kesini bukan bermaksud ingin membuat kekacauan atau yang lainnya, namun kami datang hanya untuk pergi ke Gunung Tingsan saja!" kata Tian Feng.


"Iya kami tahu itu karena sebelumnya kamu sudah mengatakannya, andai saja sejak awal kamu memberitahuku jika kamu datang bersama Putri Naga Naga, tentu kita tidak akan menyerang!" kata Raja Singa Emas.


"Tapi Singa Emas, kenapa sebelumnya kamu mengatakan jika tidak akan membiarkan siapapun datang ke dunia ini bahkan jika itu Dewa sekalipun, ada masalah apa sebenarnya?" tanya Ho Chen.


Singa Emas terdiam untuk sesaat kemudian dia bangkit dan berbicara kepada para Singa lainnya dengan bahasa singa.


Semua para Singa segera mengangguk kemudian mereka semua terbang meninggalkan Tian Feng dan Ho Chen dan hanya menyisakan Raja Singa Emas saja.

__ADS_1


"Aku akan menceritakannya dalam perjalanan, mari aku akan mengantar kalian ke Gunung Tingsan!" kata Raja Singa Emas kemudian dia menjadi penuntun jalan sekali menceritakan semua kejadian yang terjadi di Dunia Selatan.


Dahulu kala Dunia Selatan adalah dunia yang menjadi tempat tinggal para binatang kuat yang memiliki kemampuan sangat tinggi, dan dulunya semua para binatang hanya di pimpin oleh satu Raja binatang paling kuat, raja itu adalah Naga Api Emas.


Namun saat itu datanglah para Dewa dan manusia yang mulai memburu para Binatang hanya untuk dijadikan binatang ajaib peliharaan mereka.


Kekacauan pun terjadi dan banyak para Binatang yang menjadi korban, rata-rata binatang yang mati adalah para binatang yang tidak mau di tangkap dan memilih bertarung sampai mati.


Melihat banyak sekali Binatang yang mati serta di tangkap oleh para manusia dan Dewa, Raja Naga Api Emas pun akhirnya keluar untuk melindungi Binatang yang lain.


Peperangan besar-besaran pun tidak bisa di hindari, kedua kubu sama-sama kuat sehingga tidak ada yang menang atau kalah, dan pada saat itu, muncul empat Dewa yang memiliki kemampuan Rana Agung dan bertarung melawan Raja Naga Api Emas.


Walau Raja Naga Api Emas hanya sendirian, namun Naga Api Emas sanggup bertahan bahkan mampu membuat tiga Dewa Agung terdesak.


Hanya saja saat itu muncul sang Buddha dan menghentikan pertikaian antara kedua belah pihak. Raja Naga tidak setuju dengan semua itu, dia sudah kehilangan banyak Binatang dari yang sudah mati maupun yang sudah tertangkap.


Pada akhirnya Raja Naga Api Emas menantang sang Buddha untuk bertarung, tapi sanga Buddha menolak karena menurut Buddha tidak akan ada gunanya bertarung, yang ada hanya akan menambah kebencian dan Nafsu membunuh sehingga akan merubah siapapun menjadi siluman.


Buddha bertanya apa hasil dari pertarungan nantinya jika salah satu menang, dan jawaban Raja Naga ada dua, jika Raja Naga menang, maka seluruh Binatang yang di tangkap harus di lepaskan, yang kedua para Dewa dan manusia harus menjadi budak para Binatang.


Namun jika ternyata jika Buddha yang menang, maka Raja Naga akan menarik mundur para pasukannya, dan yang kedua dia akan siap menjadi binatang peliharaan dan akan mengikuti Dewa ataupun manusia.


Buddha pun menyetujuinya dan keduanya akhirnya bertarung, namun siapa sangka jika ternyata kekuatan Buddha jauh dari perkiraan semuanya, bahkan serangan Raja Naga sama sekali tidak bisa menyentuh Buddha dan pada akhirnya Raja Naga mengaku kalah karena kehabisan energi.


Bisa dibilang jika itu bukanlah sebuah pertarungan, sebab Buddha sama sekali tidak menyerang, justru Raja Naga yang menyerang secara sengit dan akhirnya kehabisan energinya.


Sesuai aturan yang sudah di sepakati, Raja Naga dan semua para binatang bersedia untuk menjadi binatang peliharaan para Dewa dan Buddha, namun Buddha menolaknya dan mengatakan untuk berhenti bermusuhan.


Tentu saja kami menyambutnya dengan suka cita, hanya saja Raja Naga tetap akan mengikuti sang Buddha sedangkan para binatang yang lain tetap berada di sana.

__ADS_1


Sang Buddha mengabulkan keinginan Raja Naga Api Emas, hanya saja Buddha akan mengijinkan Raja Naga Api Emas ikut dengannya jika sudah ada Raja Naga baru dari keturunan Naga Api Emas.


Raja Naga sangat senang dan mengatakan jika beberapa keturunannya akan senantiasa menjadi pelindung Nirwana.


Dan beberapa ratus tahun kemudian, Raja Naga Api Emas pergi meninggalkan Dunia Selatan dan pergi ke Nirwana setelah itu disusul oleh Ratu Naga dan Pengeran Naga yang bernama Xu Guang Long, dan Xu Guang Long sering datang guna untuk mengunjungi para Ras Naga Api Emas.


Hanya saja setelah ratusan tahun berlalu, muncul beberapa sosok seperti manusia yang mengenakan jubah hitam dan menangkap banyak binatang, tidak hanya itu saja, bahkan istana Naga juga hancur di serang oleh sosok yang berkabut yang mengaku sebagai Dewa.


Saat itu ras Naga Emas hanya tinggal sedikit dan itu bukan keturunan murni dari Naga Emas sehingga kekuatan para keturunan Naga Emas yang sudah tidak murni tidak sekuat Darah Naga Murni.


Mengetahui hal itu Raja Naga Api Emas Xu Guang Long bersama Raja pertama datang, namun semuanya sudah terlambat.


Raja Naga Xu Guang Long mengatakan jika kelak putrinya akan datang dan akan memimpin kembali Dunia Selatan, dan selama Putri Naga Api Emas belum datang, Xu Guang Long mengangkat Raja Singa Emas menjadi pemimpin sementara.


Tentu saja Raja Singa Emas langsung mengenali Xu Lian karena hanya dia keturunan terakhir dari ras Naga Api Emas yang murni, dan sebagai penjagaan, Xu Guang Long meninggalkan sebuah permata yang bernama Mata Naga Giok Kaisar.


Gunanya agar Raja Singa Emas tahu akan wujud putrinya nanti dan tidak terkejut saat melihat kedatangan Xu Lian alias si Naga Kecil atau Api Teratai Buddha Emas.


Hingga saat ini Raja Singa Emas masih menaruh dendam kepada manusia berjubah hitam dan sosok berkabut hitam yang mengaku sebagai Dewa.


"Jadi semua ini ternyata adalah ulah An Huang Yi dan Zhi Yin, An Huang Yi pasti tahu jika di Dunia Selatan ini tidak berasa di bawah perlindungan Raja Naga Api Emas yang menjadi Naga Pertama sekaligus Naga Kuno Paling kuat, karena itu dia menyerang sekaligus mengadu domba antara manusia dan Dewa agar bermusuhan dengan para Binatang di Dunia ini!" kata Ho Chen setelah mengetahui kisah Dunia Selatan.


"Apakah kira-kira mereka tahu akan keberadaan Pusaka Mata Naga Giok Kaisar itu guru?" tanya Tian Feng.


"Entahlah, jika mendengar kisahnya sih seharusnya tidak, namun aku tidak yakin apakah para Dewa juga mengetahui akan Pusaka itu atau tidak, sebab setahuku Naga Api Emas yang melindungi Kahyangan juga bernama Xu Guang Long!" kata Ho Chen.


"Jika demikian besar kemungkinan mereka sudah tahu, sebab salah satu dari Dewa pasti ada yang dekat dengan Naga Emas itu, terlebih lagi saat ini pengawal Kaisar Kegelapan itu sering menyusup ke Kahyangan!" kata Tian Feng.


"Kalau begitu kita harus bergegas tiba di Gunung Tingsan!" kata Ho Chen.

__ADS_1


"Tidak perlu terburu-buru karena Gunung Tingsan yang kalian datangi sudah ada di hadapan kalian!" kata Raja Singa Emas sehingga membuat Tian Feng dan Ho terkejut.


"Jadi ini Gunung Tingsan itu? Aku kira gunung nya sangat tinggi dan besar, tapi ternyata gunung ini adalah yang paling kecil!" kata Tian Feng yang tidak menduga jika ternyata Gunung Tingsan adalah gunung terkecil dari semua gunung yang ada di Dunia Selatan.


__ADS_2