Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Tian Feng melawan Kai Jhin


__ADS_3

"Ke..kenapa kalian datang kesini!" tanya lagi Wei Fang.


"Emm...! Bukankah tadi sudah aku katakan! Bergabunglah dengan Organisasi kami, jika kalian semua mau, maka keselamatan dari Sang Kaisar Kegelapan yang agung akan menjamin kalian semua!" kata Kai Jhin.


"Ba..ba..bagaimana ji.. jika kami menolak?" tanya Bai Ling Ling.


Kai Jhin menatap Bai Ling Ling dan kemudian tangan kana Kai Jhin mengarah padanya.


Tidak terlihat ada tanda-tanda apapun saat Kai Jhin mengarahkan tangan kanannya, namun setelah beberapa saat, tubuh Bai Ling Ling tiba-tiba saja terangkat ke udara seperti terbang, namun Bai Ling Ling bukan merasa senang karena tubuhnya melayang, melainkan dia mengerang kesakitan sekaligus memegang lehernya yang seperti tercekik oleh tangan yang sangat kuat.


"Le..lepaskan arghh..!" Bai Ling Ling kesulitan untuk berbicara dan juga bernafas, sedangkan Wei Fang berusaha bangkit untuk menolong Bai Ling Ling.


"Kenapa? Apakah kamu kesulitan berdiri? Apakah mau aku bantu mengangkatmu?" Taiyan Zin menginjak punggung Wei Fang yang mau berdiri kemudian bertanya dengan pertanyaan ngeledek.


Semua pendekar hanya bisa pasrah tanpa bisa berbuat apa-apa, tidak satupun dari mereka yang berani buka suara, jika Wei Fang yang menjadi Pendekar terkuat saja tidak berdaya menghadapi tekanan Kai Jhin, apalagi dengan mereka.


"Turunkan dia!" Tian Feng yang sudah tidak tahan lagi akhirnya buka suara.


Kai Jhin dan Taiyan Zin serta semuanya melihat kearah Tian Feng yang terlihat seperti tidak terpengaruh oleh tekanan Kai Jhin.


Tentu saja Kai Jhin keheranan melihat Tian Feng yang sanggup bertahan, "Taiyan Zin, kenapa kamu tidak pernah cerita jika di Kerajaan ini ada pendekar muda sekuat ini?"


"Ma..maaf saya lupa Tuan Kai! Memang benar dia adalah pendekar terkuat saat ini, dia adalah anak salah satu pejabat di Kerajaan ini, bahkan pemuda itu juga yang sudah membunuh saudari She Ying," jawab Taiyan Zin.


Kai Jhin mengangguk kemudian dia menurunkan Bai Ling Ling setelah itu dia berjalan kearah Tian Feng dengan tersenyum lebar.


"Tidak kusangka di kerajaan lemah ini masih ada Pendekar sekuat dirimu! Jika kamu aku biarkan hidup, maka kedepannya kamu akan menjadi ancaman besar bagi kami.


Tapi tenang saja, aku akan membiarkanmu hidup asalkan kamu mau bergabung dengan Organisasi Bintang Hitam! Jika kamu mau, kamu akan langsung mendapatkan posisi penting di Organisasi kami," kata Kai Jhin kemudian dia menghentikan langkahnya saat jarak Tian Feng tinggal tiga meter.


"Aku tidak akan pernah sudi bergabung dengan kalian!" jawab Tian Feng.


"Pikirkan baik-baik anak muda!"


"Aku sudah memikirkannya, dan keputusanku ini tidak akan berubah!" kata Tian Feng.


Zang Yang ingin bangkit untuk mencegah Tian Feng agar tidak bertarung dengan Kai Jhin yang memiliki kekuatan tidak biasa itu, namun dia sama sekali tidak bisa bergerak.


Bai Ling Ling yang sudah berhasil selamat juga masih belum bisa berbuat apa-apa, dia hanya berharap Tian Feng tidak diapa-apakan oleh Kai Jhin.


Kai Jhin sendiri tersenyum dingin kearah Tian Feng, dia mengarahkan telapak tangannya kearah Tian Feng.


Tian Feng merasa tubuhnya seperti ada yang menarik, dia sadar jika dia ditarik oleh energi milik Kai Jhin.


"Tunggu jangan ganggu dia! Aku.. aku adalah Panglima di Kerajaan ini, jika kamu mencelakai anak muda itu, aku pastikan akan memburu Organisasi mu!" kata Wei Fang yang berusaha untuk melawan tekanan Kai Jhin.


"Tutup mulutmu..!" Taiyan Zin menginjak kembali punggung Wei Fang dengan keras sehingga Wei Fang kembali jatuh terbaring di atas pasir.


"Kau hanya berani karena ada dia, andai aku tidak sedang dalam tekanan ini, aku akan membunuhmu saat ini juga!" kata Wei Fang.


"Kalau begitu ayo lakukan jika kamu bisa! Ayo bangkit! Kenapa? Apa kamu masih tidak bisa bergerak?" Taiyan Zin semakin mengejek Wei Fang.


Sebenarnya Wei Fang sangat bingung, kenapa Taiyan Zin bisa berkerja sama dengan Organisasi Bintang Hitam, sedangkan Taiyan Zin sendiri adalah salah satu ketua Organisasi Tiga Bunga.


Tian Feng sendiri saat ini sedang menahan tubuhnya agar tidak terus ditarik kearah Kai Jhin. Tian Feng mengalirkan Chi ke kakinya agar tidak terus maju.


"Hebat sekali! Biar aku tebak, kamu pasti adalah satu-satunya pendekar terkuat di wilayah ini! Sekarang aku ingin lihat sampai dimana batas kemampuan mu!" kata Kai Jhin.


"Tian! Bukankah sudah kubilang jangan gegabah! Tapi ini kamu malah membuatnya menantang mu sebelum dirimu mengetahui kemampuan serta kelemahan orang ini!" kata Zanxi.


"Tidak ada waktu lagi untuk menunggu, jika aku diam saja, bisa-bisa dia akan membunuh semua orang!" jawab Tian Feng.


"Apa aku tidak salah dengar? Atau kamu sedang sakit? Sejak kapan kamu perduli kepada orang lain?" tanya Zanxi.


"Jika kamu ingin membantuku maka beritahu aku cara mengalahkan orang yang memiliki kekuatan Kegelapan ini! Jika tidak, maka sebaiknya kamu diam saja!" kata Tian Feng.


"Ayo majulah anak muda! Kerahkan semua kemampuan mu!" tantang Kai Jhin.


"Aku terima tantangan mu, namun sebagai syaratnya, kamu lepaskan mereka dulu setelah itu aku akan bersedia bertarung dengan mu!" kata Tian Feng.

__ADS_1


"Em.. baik! Aku harap kamu bisa menghiburku dan juga tidak mengecewakan ku!" kata Kai Jhin.


Mendengar permintaan Tian Feng, Taiyan Zin ingin protes, namun Kai Jhin sama sekali tidak memperdulikannya.


Wei Fang sendiri melirik kearah Taiyan Zin dengan tersenyum dingin, Wei Fang merasa tidak sabar ingin segera menghajar Taiyan Zin yang sudah berani merendahkan dirinya dengan menginjak pundaknya berkali-kali.


Kai Jhin segera menarik kembali Aura yang menekan semua orang sehingga semuanya bisa bernafas lega.


Begitu terlepas dari tekanan, Zang Yang berniat menghampiri Tian Feng, namun dia mengurungkan niatnya saat melihat Gu Yuao sedang berusaha menolong Zian Wen dan Lin Ling yang tidak sadarkan diri.


Bai Ling Ling juga ingin membantu Tian Feng, namun Tian Feng menggelengkan kepalanya.


"Sekarang aku akan membalas mu Pendekar Banci!" kata Wei Fang yang sudah bisa bangkit dan kemudian dia segera meraih goloknya.


"Jangan ada satupun dari kalian semua yang berani bertarung saat aku bertarung dengan pemuda ini, dan ini juga berlaku bagimu Taiyan!" kata Kai Jhin.


Wei Fang tidak mau mendengarkan perintah Kai Jhin, dia sudah melepaskan energi dan bersiap untuk menyerang Taiyan Zin.


"Tahan Panglima! Jangan dulu ada yang saling serang!" kata Tian Feng.


Wei Fang menarik kembali energinya dan kemudian dia menatap Taiyan Zin dengan mata penuh dendam, "Untuk sementara kamu masih bisa selamat, namun setelah ini aku tidak akan membiarkan mu lolos dari maut!" kata Wei Fang.


"Hihihi..! Kamu terlalu yakin sekali Wei Fang, jika pemuda itu menang kamu mungkin bisa melakukan itu! Tapi bagaimana kalau tidak? Apa kamu yakin bisa mewujudkan niatmu untuk membunuhku?"


Wei Fang hanya terdiam, sebenarnya dia juga khawatir terhadap Tian Feng, mana mungkin Tian Feng bisa menang melawan Kai Jhin yang memiliki kemampuan tinggi dan juga bisa terbang.


"Mari kita mulai anak muda!" kata Kai Jhin kemudian tubuhnya mulai mengambang.


Tian Feng juga melepaskan seluruh energi yang ia miliki serta melapaskan semua Aura Pembunuh yang sudah dia kumpulkan.


Seluruh area Padang pasir sejauh dua ratus meter mulai bergetar akibat energi yang dilepaskan oleh Tian Feng.


Semua pendekar yang sudah menjauh menjaga jarak dari mereka berdua terkejut saat merasakan energi besar yang dimiliki oleh Tian Feng.


"Anak muda ini memiliki Chi sebanyak ini?" kata Bai Ling Ling.


"Jadi hanya segini batas kemampuan mu?" tanya Kai Jhin kemudian dia juga melapaskan energi yang lebih besar dari energi milik Tian Feng.


Getaran semakin meningkat saat Kai Jhin juga melepaskan energinya, bahkan pasir-pasir mulai terangkat keudara seperti tidak ada gravitasi.


"Tubuh Raja Iblis."


"Tahap Akhir Dewa Singa Suci."


Tian Feng menggabungkan dua ilmu yang sama-sama memiliki resiko tinggi jika digunakan, namun karena Aura Pembunuh Tian Feng sudah banyak dan juga Chi yang ia miliki juga lebih besar, jadi tidak akan ada resiko saat menggunakan dua ilmu berbahaya tersebut.


Tian Feng segera melesat dengan kecepatan tinggi dan memberikan serangan tapak kearah Kai Jhin.


Ketika hampir mengenai tubuh Kai Jhin, tiba-tiba saja Kai Jhin terbang ke udara sehingga serangan Tian Feng melesat.


"Bagaimana cara Tian menghadapi lawan yang bisa terbang seperti itu?" tanya Wei Fang kemudian dia teringat akan pertanyaan Tian Feng.


"Apakah kalian percaya jika ada seorang pendekar yang bisa terbang?"


Itu adalah pertanyaan yang pernah Tian Feng tanyakan, sekarang pertanyaan itu ternyata sudah terbukti benar, "Apakah sebelum dia pernah bertemu dengan Pendekar yang bisa terbang seperti itu?" batin Wei Fang.


Tidak hanya Wei Fang yang bingung akan bagaimana cara menghadapi lawan yang bisa terbang di udara, hampir semua orang memiliki pertanyaan yang sama, sedangkan Zang Yang dan Gu Yuao masih sibuk menyadarkan Zian Wen dan juga Lin Ling.


"Ayo kesini jika kamu bisa anak muda!" kata Kai Jhin.


Tian Feng tersenyum sinis kemudian dia juga mulai melompat keatas menyusul Kai Jhin.


"Mengandalkan ilmu meringankan tubuh tidak akan cukup untuk bertarung diudara!" kata Kai Jhin.


Semua orang juga menganggap Tian Feng menggunakan ilmu meringankan tubuh untuk menyerang Kai Jhin yang ada diudara, namun beberapa saat kemudian semua terkejut termasuk Kai Jhin.


"Kamu juga bisa terbang?" tanya Kai Jhin yang sempat terkejut.


Tian Feng tidak menjawab, dia tahu jika dia terbang maka Chi yang ia miliki akan cepat habis, karena itu dia lebih fokus untuk menyerang.

__ADS_1


"Tapak Raja Iblis Neraka."


Tian Feng mengarahkan serangan tapaknya kearah dada Kai Jhin, namun Kai Jhin membalas serangan tapak Tian Feng dengan tapak yang sama.


"Tapak Raja Langit."


Dentuman yang sangat keras dari ke-dua tapak yang saling beradu membuat pasir bergerak serta angin berhembus dengan sangat kencang.


Semua orang yang berada dibawah sangat kesulitan untuk menstabilkan tubuh mereka akibat guncang keras serta angin ribut yang berhembus sangat kencang.


"Semuanya menjauh dari tempat ini!" seru Wei Fang.


Jarak mereka padahal sudah cukup jauh, namun ternyata jarak yang lebih seratus meter itu ternyata masih terkena dampak pertarungan Tian Feng melawan Kai Jhin.


Tubuh Tian Feng terseret mundur hingga sepuluh meter, untungnya Tian Feng segera mendapatkan kembali keseimbangan tubuhnya sehingga dia segera menstabilkannya.


"Dia terlalu kuat diatas ku! Jika begini aku tidak akan bisa mengalahkannya!" batin Tian Feng.


"Makanya dengarkan dulu nasehat ku! Sekarang kamu tahu sendiri segimana besarnya kekuatan orang itu? Dengan kemampuan kecilmu itu, bagaimana caramu mengalah orang itu?"


"Dari pada bertanya sebaiknya kamu bantu cari cara mengalahkan pengikut Kaisar Gelap itu!" kata Tian Feng.


"Ada dua cara untuk mengalahkannya! Pertama aku akan mengambil alih tubuh mu, namun ini terlalu berisiko, jadi ada cara ke-dua yaitu aku akan meminjam sedikit energi ku padamu, namun waktunya tidak lama!" kata Zanxi.


Selama Tian Feng masih mendengarkan penjelasan Zanxi, Tian Feng berusaha menyerang Kai Jhin sekaligus bertahan dari serangan Kai Jhin.


Kulit Tian Feng yang keras karena menggunakan perubahan tubuh Iblis yang digabung dengan perubahan Dewa Singa Suci ternyata masih mampu dilukai oleh Kai Jhin.


"Apa kamu mengerti?" tanya Zanxi setelah selesai menjelaskan semuanya.


"Iya aku mengerti jadi cepat pinjamkan aku kekuatanmu!" kata Tian Feng.


"Ingat jangan membuang-buang waktu!" kata Zanxi.


Zanxi sudah menjelaskan jika kekuatan yang akan ia pinjamkan hanya sedikit saja, namun itu sudah lebih dari cukup untuk mengalahkan Kai Jhin.


Akan tetapi kekuatan yang ia pinjamkan hanya bertahan sebentar saja, karena itu Zanxi minta untuk tidak membuang-buang waktu.


"Bersiaplah aku akan menyalurkan energi ku padamu!" kata Zanxi.


Aura berwarna biru segera keluar dari dalam baju Tian Feng dan kemudian mengurung tubuh Tian Feng.


Kai Jhin melihat itu merasa heran, namun dia tidak mau ambil pusing dan kembali menyerang Tian Feng yang ditutupi oleh Aura berwarna biru.


Tubuh Kai Jhin terpental saat tapaknya menyentuh Aura biru yang menutupi tubuh Tian Feng, "Aura apa itu?" tanya Kai Jhin saat berhasil menstabilkan tubuhnya.


Dia tidak bisa melihat tubuh Tian Feng dengan jelas karena tertupi oleh Aura biru tersebut.


Kai Jhin melapaskan aura berwarna hitam dan berusaha menekan Aura biru yang menutupi Tian Feng.


Namun Aura milik Kai Jhin sama sekali tidak bisa menekan Aura biru tersebut, justru aura nya sendiri yang semakin melemah.


"Apa yang sebenarnya sedang terjadi kepada anak muda ini?" Kai Jhin sama sekali tidak mengerti apa sebenarnya yang terjadi terhadap Tian Feng.


Aura biru yang menyelimuti tubuh Tian Feng secara perlahan-lahan mulai terserap ke-tubuh Tian Feng dan akhirnya semuanya diserap habis.


Mata Tian Feng bercahaya biru, sedangkan kulitnya yang berwarna merah juga berubah menjadi normal.


Tian Feng melihati tubuhnya sendiri, dia merasa kebingungan sendiri saat merasakan tubuhnya sendiri yang terasa sangat ringan dan juga dipenuhi banyak energi.


Saat melihat Aura biru itu tidak ada, Kai Jhin langsung menyerang Tian Feng dengan serangan tapaknya.


Serangan tapak Kai Jhin memang mengenai pundak Tian Feng, namu Tian Feng sama sekali tidak merasakan apapun, justru Kai Jhin sendiri yang terlempar.


"Mustahil..!" Kai Jhin kebingungan dan merasa tidak percaya.


Saat Kai Jhin melihat kearah Tian Feng, ternyata Tian Feng sudah menghilang, "Kemana Anak muda itu!" Kai Jhin mencari kesekelilingnya namun dia tidak melihat keberadaan Tian Feng.


"Aku ada disini!" kata Tian Feng yang ternyata sudah berada di belakang Kai Jhin.

__ADS_1


__ADS_2