
***
"Selamat Dewa Sesat, kamu akhirnya berhasil mencapai Tahap Dewa Agung, ini adalah sebuah kabar besar diseluruh Kahyangan!"
"Jika begini apakah aku masih pantas untuk melatih dirimu Tian Feng?"
"Aih... Tidak lama lagi pasti akan banyak dewa yang datang untuk mengucapkan selamat padamu!"
Para dewa mulai berdatangan untuk mengucap selamat kepada Tian Feng, walau mereka belum terlalu mengenal Tian Feng, namun mereka sudah mendengar jika Tian Feng adalah orang yang akan segera bertanding melawan Kaisar Kegelapan.
"Para Dewa sekalian, terima kasih banyak atas semuanya, namun saya ini hanyalah manusia biasa yang hanya memiliki keberuntungan bisa memiliki kekuatan Dewa ini!" kata Tian Feng.
"Kau terlalu merendah Dewa Sesat, ini semua bukanlah sebuah keberuntungan, melainkan sebuah garis takdir yang memang akan kamu emban!" kata salah satu dewa sepuh.
"Tian, sebaiknya kamu segera menemui Kaisar Langit terlebih dahulu untuk membahas masalah berikutnya, apakah kamu akan tetap berlatih denganku, atau sudah waktunya bagimu untuk turun ke dunia bawah?" kata Dewa Cai Ling.
"Baik Dewa, namun sebelum itu aku ingin menemui Naomi dulu!" kata Tian Feng.
"Eee... kamu mau menemuinya dimana, sekarang Dewi Es dan kekasihmu itu ada di sana!" kata salah satu dewa sembari menunjuk kearah Naomi dan Qiao Lin yang berada agak jauh dari mereka.
Tian Feng tersenyum hangat kemudian dia menangkupkan tangan kepada mereka semua lalu segera pergi menghampiri Naomi dan Qiao Lin.
"Selamat Naomi, sekarang kamu sudah mencapai Tahap Dewa juga!" sapa Tian Feng.
"Kau memberi ku selamat, atau hanya ingin meledekku?" tanya Naomi.
Tian Feng mengerutkan dahi mendengar pertanyaan Naomi kemudian dia menjawabnya, "Tentu saja aku memberi kamu selamat!" jawab Tian Feng.
"Iya aku memang berhasil mencapai tahap Dewa, namun jika dibandingkan dengan dirimu, kekuatanku ini masihlah sangat jauh, jadi aku berpikir jika kamu bukan memberikan ucapan selamat, melainkan meledekku!" kata Naomi.
"Sudah-sudah, kalian ini baru saja bertemu kembali sudah mau ribut, tidak bisakah kalian bersikap lebih romantis setelah tidak bertemu selama dua tahun ini?" kata Qiao Lin yang melerai mereka berdua.
Naomi dan Tian Feng sama-sama saling berpandangan setelah mendengar teguran Qiao Lin, jelas mereka tidak ingin ribut karena sama-sama memiliki perasaan rindu, namun karena masih teringat akan status masing-masing, jadi mereka berusaha menjaga jarak.
"Owh iya kemana guru? Aku tidak bisa merasakan keberadaannya dari tadi?" tanya Tian Feng.
"Suamiku sedang pergi ke dunia bawah bersama dengan para dewa lainnya, mereka mendapat perintah dari Kaisar Langit untuk turun karena mereka melihat gerak-gerik para Panglima Iblis yang mencurigakan!" jawab Qiao Lin.
Tian Feng terkejut mendengarnya kemudian dia melihat ke bawah seraya bergumam, "Pantas saja aku tidak bisa merasakan keberadaannya, jadi guru berada dibawah? Kalau begitu aku harus secepatnya menyusulnya!" gumam Tian Feng.
__ADS_1
"Kamu mau pergi ke dunia bawah juga?" tanya Naomi.
"Iya, memang kenapa?" tanya Tian Feng.
"Tidak apa-apa, hanya saja kamu ini baru keluar dari meditasimu, apakah kamu tidak beristirahat dulu selama beberapa hari disini sebelum pergi?"
Tian Feng memiringkan kepalanya kemudian dengan tersenyum menggoda, dia mulia menanyakan hal yang membuat wajah Naomi memerah.
"Hem..! Kamu ingin aku tetap disini dulu selama beberapa hari karena alasan apa? Apakah kamu sangat merindukanku sehingga kamu enggan menyuruhku untuk pergi?" tanya Tian Feng.
Wajah Naomi seketika itu juga memerah karena malu, sedangkan Qiao Lin tertawa kecil melihat Naomi yang mulia salah tingkah.
"Wajahmu segitu tebalnya sehingga dengan percaya diri kamu mengira jika aku sangat merindukanmu, apakah kamu tidak ingat jika saat ini kamu sudah punya istri dan juga anak, kenapa masih ingin menggodaku lagi?"
Tian Feng semakin tersenyum lebar kemudian dia mendekati wajah Naomi lalu berkata, "Kau adalah wanita pertama yang seharusnya menjadi pendampingku, walau aku akui jika aku sudah beristri, namun aku dan juga istriku sudah sepakat untuk menjadikan dirimu sebagai istriku juga, ingat jika kamu disini karena dorongan dari Alice agar kita bisa bersatu!" kata Tian Feng.
Naomi terdiam karena dia juga mengerti akan maksud Alice yang mendorongnya sehingga ikut pergi bersama dengan Tian Feng, dan Naomi juga diam-diam berterima kasih dalam hatinya kepada Alice, sebab jika bukan karena Alice yang mendorongnya, mana mungkin dia akan bisa mencapai tahap Dewa keabadian seperti saat ini.
Disisi lain perasaan Naomi terhadap Tian Feng juga semakin dalam, walau terkadang dia menutupinya dengan berbagai alasan, namun sesungguhnya dia memang benar-benar tidak ingin berpisah lagi dengan Tian Feng.
Tian Feng tersenyum hangat saat mengetahui akan pikiran Naomi, setidaknya dia sudah tahu jika perasaan Naomi terhadap dirinya belum hilang.
"Kamu tidak perlu terlalu khawatir Naomi, aku janji setelah aku berhasil mengalahkan Kaisar Kegelapan nanti, aku akan segera menikahi mu!" kata Tian Feng.
Naomi hanya membuka tutup mulutnya tanpa bisa menjawab apa-apa, karena tidak lagi mampu menjawab, akhirnya Naomi hanya bisa mengangguk pelan yang artinya dia sudah bisa menerima Tian Feng dan siap jika nanti Tian Feng akan menikahinya.
Qiao Lin melihat semua itu hanya mengangkat kedua bahunya kemudian dia memotong pembicaraan Tian Feng dan juga Naomi. "Jika demikian semua sudah jelas bukan, sekarang sebaiknya kamu pergi dulu menemui Kaisar Langit, dan biarkan Naomi disini bersamaku!" kata Qiao Lin.
Tian Feng mengangguk kemudian dia menatap Naomi sesaat sebelum akhirnya dia pergi menuju ke Istana Langit untuk menemui Kaisar Langit.
"Ayo kita pergi menemui Dewa Matahari, bukankah kamu ingin sekali bertemu dengan Dewa mu itu? Hari ini dia akan datang, nanti kamu bisa berguru padanya agar nanti kamu juga bisa naik ketahap Dewa Bumi!" ajak Qiao Lin.
Naomi mengangguk kemudian dia dan Qiao Lin juga pergi ke arah yang berbeda untuk menemui Dewa Matahari yang menjadi Dewa kepercayaan Naomi.
***
"Apakah kamu yakin ingin pergi menyusul Dewa Ho Chen ke dunia bawah, Tian Feng?" tanya Kaisar Langit.
"Hamba sangat yakin Yang Mulia, lagi pula hamba ingin segera menyelesaikan tugas yang pernah Yang Mulia ingin berikan kepada hamba!" jawab Tian Feng.
__ADS_1
Kaisar Langit mengangguk sekaligus berkata, "Dengan kemampuanmu saat ini seharusnya memang bisa, apalagi jika bersatu bersama-sama dengan Dewa Ho Chen dan Dewa Erlang, maka itu sudah cukup untuk menyulitkan Azura!" kata Kaisar Langit.
"Yang Mulia, maaf jika hamba lancang, namun saya ingin meminta sesuatu kepada Yang Mulia, itupun jika Yang Mulia tidak keberatan!" kata Tian Feng.
"Katakanlah Tian Feng, apa yang ingin kamu minta dariku?" tanya Kaisar Langit.
"Yang Mulia, sebenarnya hamba ingin meminta Batu Mustika putih yang ada disini untuk hamba satukan dengan tubuh hamba!" kata Tian Feng.
"Hah...? Apa yang kamu katakan Tian Feng?" Dewa Obat terkejut mendengarnya dan kemudian bertanya kepada Tian Feng.
"Dewa Obat, sudah biarkan saja, aku ingin tahu kenapa dia menginginkan setengah bongkahan Batu Mustika putih itu? Jadi diamlah!" kata Kaisar Langit yang menegur Dewa Obat.
Dewa Obat segera menunduk dan tidak lagi berani memotong pembicaraan Tian Feng dan Kaisar Langit.
"Sekarang katakan padaku Tian, kenapa kamu menginginkan Batu Mustika putih itu? Jika kamu memberikan alasan yang tepat, mungkin aku akan mengabulkannya!" kata Kaisar Langit.
Tian Feng menghirup nafas dalam-dalam sebelum dia mengatakan maksud dari keinginannya.
"Begini Yang Mulia, sebenarnya hamba sudah tahu akan Batu Mustika putih itu, dan kebetulan juga ada bongkahan Batu Mustika putih yang kecil di dalam diri hamba, jika hamba bisa menyerap Batu Mustika putih yang setengah itu kedalam tubuh hamba, maka hamba pasti bisa menandingi Kaisar Iblis dan merebut kembali Batu Mustika putih yang ada di tubuh Kaisar Iblis!" kata Tian Feng.
Kaisar Langit terdiam sembari berpikir, dia jelas tahu jika Batu Mustika putih itu memang mampu untuk menandingi Kaisar Iblis, namun masalahnya apakah tubuh Tian Feng akan sanggup untuk menyerapnya? Itu yang membuat Kaisar Langit sedikit bimbang.
"Jika kamu tahu akan hal itu, tentu kamu tahu juga akan resikonya bukan?" tanya Kaisar Langit.
"Hamba sudah tahu Yang Mulia, dan hamba akan berusaha untuk menyatukan Batu Mustika putih itu kedalam tubuh hamba!" jawab Tian Feng.
"Jika memang kamu sangat yakin, maka aku akan Mengabulkan permintaan mu itu, jika memang benar kamu bisa melakukannya, maka aku akan mempercayakan Batu Mustika putih yang setengah itu padamu!" kata Kaisar Langit.
Tian Feng langsung bernafas lega setelah Kaisar Langit mengabulkan permintaannya, Tian Feng dengan cepat mengucapkan terima kasih kepada Kaisar Langit.
"Dewa Awan, lepaskan segel Kabut yang mengekang Batu Mustika putih kemudian serahkan kepadanya!" kata Kaisar Langit.
"Akan hamba laksana titah Yang Mulia!" jawab Dewa Awan.
"Tian Feng, pergi dan ikutlah bersama Dewa Awan untuk mengambil Batu Mustika putih itu!" kata Kaisar Langit.
"Terima kasih yang mulia!" kata Tian Feng dengan memberi hormat.
"Iya-iya, lagi pula aku mengabulkan itu karena kamu adalah orang yang dipilih oleh Buddha Rulay, jadi Batu itu memang sepantasnya menjadi milikmu, dan sekarang aku serahkan semuanya hanya kepadamu!" kata Kaisar Langit.
__ADS_1
Tian Feng memberi hormat kembali kemudian dia berbalik dan pergi bersama dengan Dewa Awan untuk mengambil Batu Mustika putih itu yang di sembunyikan di suatu tempat yang tidak mudah untuk dilacak keberadaannya oleh mahluk lain.
Setelah kepergian Tian Feng dan Dewa Awan, perbincangan kembali terjadi di istana, tentu saja mereka sedang membicarakan Tian Feng yang nekat ingin menyatukan Batu Mustika putih kedalam tubuhnya, walau terdengar cukup gila, namun kenyataannya Kaisar Langit sudah mengabulkannya.