
***
"Pukulan Seribu Bayangan Hitam."
"Tapak Buddha Suci."
Bang... Bang... Bang!!!
Diluar angkasa, Ho Chen dan Chinmi saling beradu pukulan dengan menggunakan sihir tingkat Dewa sehingga suara benturan keras berkali-kali terjadi.
Dentuman serta daya kejutnya menyebar ke segala arah, walau sudah saling serang dan juga bertahan, tidak satupun dari keduanya yang mendapatkan luka.
Ho Chen sudah menggunakan wujud Dewa Suci, sedangkan Chinmi juga berubah ke wujud Dewa Kegelapan, kekuatan keduanya sama-sama berimbang, hanya saja mereka tidak menggunakan kekuatan tahap Rana Agung.
Saat ini kedua masih tetap melapaskan serangan sihir mereka, Chinmi melepas seribu kepalan tangan hitam, sedangkan Ho Chen menahan dengan Sihir Tapak Buddha yang membentuk tapak emas raksasa.
"Cengkraman Tangan Kegelapan."
Chinmi menyerang dengan sihir yang lain, dia membuat dua tangan besar hitam dan kedua tangan tersebut langsung mendorong Sihir Tapak Buddha milik Ho Chen.
"Tapak Buddha Agung."
Ho Chen menambah ukuran besar sihir Tapak Buddha Suci dan kemudian tapak emas tersebut berubah lima kali lebih besar.
Gelombang kejut yang tiada henti dari kedua sihir yang beradu itu membuat alam semesta mulai bergetar setelah itu sebuah ledakan dahsyat langsung tercipta dari kedua sihir mereka.
Keduanya sama-sama terpental mundur agak jauh, namun setelah itu keduanya kembali ke posisi awal.
"Mau sampai kapan kita akan terus bertarung seperti ini terus, sebaiknya kita hentikan saja dan ikutlah dengan ku menghadap Buddha!" kata Ho Chen.
"Apa yang membuat yakin jika aku akan menuruti mu?" tanya Chinmi.
"Aku yakin jika sebenarnya jiwamu sudah kembali, semua itu karena hanya Chinmi yang asli yang tidak ingin bertarung di tempat yang memiliki banyak mahluk hidupnya!" jawab Ho Chen.
__ADS_1
"Jangan terlalu berprasangka berlebihan Ho Chen! Aku mengajakmu bertarung di luar Dunia bawah bukan karena aku tidak ingin mencelakai mahluk hidup disana, melainkan karena tidak ingin mengganggu para Pengawal Kaisar Kegelapan untuk menangkap Dewa Hitam!" kata Chinmi.
Ho Chen menggelengkan kepalanya seraya berkata, "Siapa yang mau kamu bohongi? Aku ini sangat mengetahui sifatmu, bahkan aku sangat tahu jika kamu berbohong, maka wajahmu akan sedikit memucat!" kata Ho Chen.
Chinmi memalingkan wajahnya setelah Ho Chen berkata demikian, karena yang dikatakan oleh Ho Chen memang benar.
Setiap kali Chinmi berbicara bohong serta mencari-cari alasan, maka wajahnya akan sedikit memucat, dan hanya Qie Yin, Fang Yuzhen dan Ho Chen saja yang mengetahuinya.
"Jangan bicara hal yang tidak penting!" kata Chinmi kemudian dia berbalik dan berniat untuk pergi.
Ho Chen mengerutkan alisnya melihat Chinmi yang berniat pergi seenaknya, padahal ini masih dalam situasi bertarung.
Ho Chen segera berpindah tempat ke hadapan Chinmi kemudian mengarahkan telapak tangannya ke wajah Chinmi.
"Pertarungan kita belum selesai Chinmi, kenapa kamu mau pergi begitu saja? Apakah kamu pikir aku akan membiarkanmu pergi? Tidak akan pernah aku biarkan kamu pergi hari ini!" kata Ho Chen.
"O iya? Apakah kamu ingin bertarung ke tahap Rana Agung untuk menghentikanku? Maaf saja tapi saat ini aku tidak ingin melanjutkan pertarungan ini, namun aku juga tidak akan ikut denganmu untuk menghadap Buddha!" kata Chinmi.
"Mau tidak mau, aku tetap akan memaksamu!" kata Ho Chen.
"Sembilan bulan lagi dari sekarang, aku akan menantangmu, jika nanti kamu menang, aku akan menurutimu dan akan ikut dengan mu ke Istana Langit!" kata Chinmi yang ingin menantang Ho Chen satu lawan satu.
"Kenapa aku harus menurutimu? Aku tidak..!"
"Terserah kamu saja, namun sebagai Dewa kamu tidak mungkin ingin mencoreng gelar dewa mu itu bukan? Sudahlah sebaiknya kamu pikir baik-baik!" kata Chinmi kemudian dia segera menggunakan sihir ruang waktunya namun sebelum dirinya benar-benar menghilang Chinmi sempat mengatakan sesuatu kepada Ho Chen.
"Aku tidak akan merugikan siapapun, sebelum rencanaku selesai, aku akan tetap berada dijalan ini!" kata Chinmi kemudian dia menghilang begitu saja.
Ho Chen sama sekali tidak mencegah ataupun berusaha menghentikannya, entah mengapa dia merasakan jika sebenarnya Chinmi hanya berpura-pura saja.
"Sepertinya dia ingin menebus sesuatu dan akan menyelesaikan sebuah masalah sendiri tanpa melibatkan siapapun!" Ho Chen berusaha memahami maksud dari ucapan Chinmi.
"Chinmi, jika benar demikian, itu tidak benar dan kamu tidak sendirian, masih ada aku dan teman-temanmu, tapi aku akan memastikan semua itu dipertemuan kita berikutnya!" gumam Ho Chen kemudian dia mengaktifkan mata dewanya untuk mencari keberadaan Tian Feng.
__ADS_1
***
Tian Feng berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, dia memeriksa beberapa dunia dan dimensi, namun dia tidak bisa menemukan siapapun, bahkan dengan menggunakan mata dewanya, dia tetap tidak bisa melihat atau merasakan kekuatan dari Kaisar Kegelapan.
"Apa sebaiknya akan kembali saja ke duniaku? Tapi kalau ternyata tidak terjadi apa-apa kepada mereka lalu aku kesana bertemu dengan Lie Yie, bisa-bisa dia akan meminta Xihua untuk tinggal bersamanya!" gumam Tian Feng.
Dia kembali berusaha memeriksa lagi sekaligus berpikir, dan setelah beberapa saat berpikir, dia akhirnya menemukan ide.
"Aih, kenapa tidak terpikirkan sebelumnya?" kata Tian Feng yang menepuk jidatnya sendiri.
Karena sebelumnya sempat panik serta emosi setelah mendengar perkataan Chinmi yang katanya salah satu keluarganya telah dibawa pergi ke Istana Kaisar Kegelapan, Chinmi sampai lupa jika Azura sempat berjanji akan melindungi dunia nya serta keluarganya.
Tian Feng langsung memeriksa energi milik Azura dan kemudian dia menemukan keberadaan Azura yang berada sangat jauh sekali, tepatnya di galaxi lain.
Tian Feng berniat pergi kesana, namun tiba-tiba saja Ho Chen muncul di hadapannya membuat Tian Feng membatalkan sihir ruang waktunya.
"Kamu mau pindah kemana lagi Tian?" tanya Ho Chen.
"Aku mau menemui Azura, saat ini dia berada di bintang yang jauh disana!" kata Tian Feng.
Ho Chen menoleh kearah galaxi yang di tunjuk dan kemudian dia tersenyum lalu kembali berbicara kepada Tian Feng.
"Kamu tahu, itu adalah galaxi tempat dunia mu berada, jadi Raja Azura sekarang berada di duniamu, itu artinya Raja Azura sudah berada disana melindungi keluarga mu, seharusnya kamu tidak perlu lagi khawatir!" kata Ho Chen.
"Tapi guru, aku tidak bisa tenang sebelum mengetahuinya sendiri, karena itu ijinkan aku kesana dan setelah aku mengetahui jika keluarga serta duniaku aman, aku akan segera kembali lagi!" kata Tian Feng.
"Tian, sepertinya Chinmi menipumu! Tapi jika kamu masih bersikeras untuk kesana, maka pergilah, aku akan menunggumu di Istana Naga Laut Utara!" kata Ho Chen.
"Terima kasih guru, kalau begitu aku pergi dulu!" ucap Tian Feng dan setelah berpamitan dia segera menghilang dengan menggunakan sihir ruang waktunya untuk kembali ke dunianya.
Ho Chen hanya menggelengkan kepalanya, saat ini kekuatan Tian Feng sudah lebih dari cukup untuk mengarungi seluruh Alam semesta, dengan kekuatan sekarang saja, tidak sulit lagi jika ingin pergi dari satu galaxi ke galaxi yang lain.
Kekuatan di tahap Awal Dewa Bumi saja, sudah bisa menjelajah Alam semesta, apa lagi Dewa Agung serta Rana Agung.
__ADS_1
"Sekarang kamu sudah bisa melindungi diri sendiri serta seluruh Alam semesta tanpa bantuan ku Tian!" gumam Ho Chen dan kemudian dia juga menghilang dan kembali ke Dunia Bawah untuk menunggu Tian Feng.