
Saat Energi Tian Feng merembes keluar, seharusnya akan terjadi kehancuran dan juga energinya akan bisa dirasakan hingga keluar angkasa, hanya saja itu tidak terjadi karena sebelumnya Tian Feng sudah membuat sihir pelindung di sebelum bermeditasi, hal itu yang membuat energi Tian Feng bisa teredam.
Walau tidak sampai membuat bencana, namun yang menanggung kerusakan justru Istana Naga Laut Utara, andai bukan karena Tian Feng yang sudah mencapai puncak Rana Agung, mungkin Ao Shun sudah meminta pertanggung jawaban atas kerusakan dan kerugian yang dialaminya.
Namun Ao Shun masih bisa membuka mata dan tidak mau mempermasalahkan kejadian tersebut, tidak hanya karena Tian Feng yang sangat disegani, namun Ao Shun juga tidak mau menyinggung sosok yang memiliki kemampuan tertinggi dari kekuatan Dewa.
Tian Feng sendiri juga sadar diri, walau dirinya saat ini adalah salah satu yang terkuat dari beberapa Dewa lainnya, Tian Feng tetap meminta maaf atas kerusakan yang disebabkan olehnya.
"Ada apa guru?" tanya Tian Feng saat dia baru ikut berkumpul dengan Ho Chen yang sedang duduk bersama Ao Shun.
Tian Feng melihat wajah Ho Chen yang terlihat serius berbicara dengan Ao Shun, sepertinya ada hal serius yang sedang dibahas.
"Tian, kemarin saat energimu mengguncang istana ini, ternyata hal itu berhasil menarik perhatian salah satu dari ke empat Raja Agung!" kata Ho Chen.
"Empat Raja Agung? Siapa mereka itu?" tanya Tian Feng.
"Dewa Sesat, sebenarnya ada beberapa Dewa yang memiliki kekuatan yang sama sepertimu, mereka dijuluki empat Raja Agung, namun biasanya kami menyebutnya sebagai Empat Raja Langit!" kata Ao Shun yang menjelaskan karena sebenarnya Ho Chen sendiri tidak terlalu mengetahui akan keempat Raja Agung tersebut.
Empat Raja Agung sebenarnya adalah empat Dewa yang sudah mencapai tahap Rana Agung, dan mereka tidak pernah muncul dan biasanya akan bermeditasi cukup lama.
Ho Chen sudah pernah mendengar hal itu, namun dia sendiri belum pernah bertemu dengan mereka walau dia sudah lama tinggal di Kahyangan.
"Raja Agung Utara bernama Dewa Douwen. Raja Agung Selatan bernama Dewa Zeng Zhang. Raja Agung Timur bernama Dewa Chiguo. Raja Agung Barat bernama Guang Mu, mereka berempat akan muncul jika ada masalah yang tidak sanggup dihadapi oleh para dewa yang lain, dan kabarnya kemampuan mereka berempat berada di puncak Rana Agung!" kata Ao Shun.
"Jadi begitu, lalu kenapa salah satu dari mereka ingin datang kesini setelah merasakan energiku? Bukankah aku sudah meredam energiku? Bagiamana mungkin salah satu dari mereka bisa merasakannya?" tanya Tian Feng.
"Salah satu Raja Agung memiliki kemampuan yang tidak di miliki oleh ketiga Raja Agung lainnya, dia adalah Raja Agung Barat Guang Mu, dia memiliki kemampuan yang bisa menjadikan air dan angin sebagai mata dan telinganya, karena itu dia bisa mengetahui jika ada yang sudah mencapai puncak Rana Agung, dan Dewa Guang Mu hanya ingin memastikan jika kamu bukan musuh atau ancaman bagi kahyangan!" kata Ao Shun.
Tian Feng menggaruk pelipis matanya dengan ekspresi seperti keheranan lalu kemudian dia menanyakan sesuatu kepada Ao Shun.
"Jika memang dia memiliki kemampuan seperti itu, kenapa dia tidak bisa merasakan kekuatan Kaisar Kegelapan yang saat ini juga sudah mencapai puncak Rana Agung?" tanya Tian Feng.
"Beda Tian, An Huang Yi berada di galaxi lain, jadi wajar jika Dewa Guang Mu tidak bisa merasakannya, berbeda dengan mu yang berada di galaxi yang sama!" kata Ho Chen.
"Owh..!" Tian Feng hanya bisa mengangguk-anggukan kepala saja karena sudah mengerti.
__ADS_1
"Yang Mulia..! Yang Mulia..!"
Saat masih sedang mengobrol, salah satu sosok seperti ular laut datang memanggil-manggil Ao Shun.
"Ada apa kamu memanggilku? Apa kamu tidak melihat aku sedang menemani siapa?" kata Ao Shun dengan wajah seramnya bertanya dengan nada kesal.
"Ma..maafkan hamba Yang Mulia, namun hamba harus menyampaikan hal ini!" kata sosok tersebut.
"Cepat katakan apa yang ingin kamu sampaikan!" kata Ao Shun.
"Tuan Putri sekarang sedang berhadapan dengan empat sosok berjubah hitam di atas permukaan air, mereka sepertinya ingin membunuh Tuan Putri!"
"Apa..!? Sejak kapan Yun'er keluar dari istana?" tanya Ao Shun yang terkejut.
Ho Chen dan Tian Feng saling berpandangan kemudian kedua sama-sama menggunakan mata Dewa mereka untuk melihat apa yang terjadi di atas.
"Para Pengawal Kaisar Kegelapan? Jadi mereka benar-benar datang kesini?" kata Ho Chen saat melihat empat sosok berjubah hitam, namun setelah itu matanya melihat kearah lain.
"Guru, sepertinya sosok yang mengamati dari jauh itu memiliki kemampuan Awal Rana Agung!" kata Tian Feng yang juga melihat sosok yang juga di lihat oleh Ho Chen.
"Murid serta teman lama guru?" Tian Feng sama sekali tidak mengerti.
"Iya, dialah orang yang dulu pernah aku bicarakan dengan kalian saat masih berada di duniamu, dia adalah Chinmi!" kata Ho Chen kemudian dia berbicara kepada Ao Shun.
"Raja Naga tidak perlu cemas, lagi pula ke empat sosok yang berhadapan dengan Tuan Putri bukanlah tandingan Tuan Putri, dan juga masih ada kami disini yang akan membantunya!" kata Ho Chen lalu mengajak Tian Feng untuk keluar.
Ho Chen dan Tian Feng langsung menghilang dari hadapan Ao Shun dan muncul kembali tepat di hadapan Chinmi.
***
Chinmi yang sedang memperhatikan Tiga Panglima Gerbang Hitam dan Cambuk Petir Hitam yang sedang berhadapan dengan Yun Yun merasa heran, kenapa Yun Yun bisa kembali ke laut Utara, dan tidak hanya itu, bahkan Yun Yun merubah penampilannya sehingga terlihat sangat cantik sekali.
Saat masih keheranan, dia dikejutkan oleh kemunculan dua sosok di hadapan yang muncul seperti hantu.
"Kalian...!?"
__ADS_1
"Chinmi kita bertemu lagi, hari ini aku akan benar-benar membebaskan mu!" kata Ho Chen.
Tian Feng memperhatikan Chinmi dengan seksama, ini pertama kali baginya bertemu dengan Chinmi yang menurut cerita Lio Long dia adalah salah satu manusia Dewa yang memiliki kemampuan yang sama seperti Ho Chen, namun dia baru tahu jika sosok tersebut ternyata dulunya juga muridnya Ho Chen.
Artinya sosok di hadapannya saat ini bisa disebut sebagai saudara seperguruannya, namun Tian Feng bingung apakah dia harus memanggilnya saudara atau musuh, karena saat ini Chinmi juga berada di pihak Kaisar Kegelapan.
"Ho Chen! Saat ini aku tidak ingin menghadapimu, jadi tolong jangan ikut campur urusanku karena saat ini Kaisar Kegelapan menginginkan Dewa Hitam untuk kembali!" kata Chinmi.
"Tidak bisa Chinmi, saat ini Putri Yun Yun sudah berada di bawah perlindungan kami, jika kamu ingin membawanya, maka kamu harus berhadapan dengan salah satu dari kami, dan aku yang akan menghadapimu!" kata Ho Chen.
"Guru, biarkan aku yang menghadapinya!" kata Tian Feng.
Chinmi melihat Tian Feng, walau dia sudah pernah mendengar namanya, namun ini baru pertama kalinya dia bertatap langsung dengan Tian Feng.
Sebenarnya Chinmi merasa senang karena telah bertemu lagi dengan Ho Chen, namun dia menyembunyikannya demi keberhasilan rencananya.
"Kamu pasti Dewa Sesat itu, tidak ku duga kamu begitu sopan hingga masih memanggil Ho Chen dengan panggilan guru!" kata Chinmi.
"Aku tidak peduli akan siapa dirimu, apakah kamu murid guruku, atau teman guruku! Selama kamu masih berada di pihak Kaisar Kegelapan, maka kamu adalah musuhku!" kata Tian Feng.
"Sepertinya petualangan mu di Alam Dewa belum terlalu banyak, apakah kamu tahu seperti apa caranya berbicara kepada seniormu?" kata Chinmi.
"Aku tahu seperti apa caranya menghormati sosok yang lebih senior, namun untukmu pengecualian!" kata Tian Feng kemudian dia langsung mengubah telapak tangannya kebentuk cakar singa.
"Tahan Tian, kamu tidak perlu menghadapinya, biar aku saja!" kata Ho Chen.
"Dewa Sesat, apakah kamu tahu jika sebenarnya salah satu keluargamu yang ada duniamu disana sudah berhasil di tangkap dan saat ini sedang dalam perjalanan menuju ke Galaxi Hitam? Aku rasa kamu belum tahu, jika kamu tetap disini, maka wanita itu pasti akan menjadi budak pengikut Kaisar Kegelapan!" kata Chinmi.
Tian Feng terkejut mendengar cerita Chinmi, sampai-sampai dia mengeluarkan aura emas yang sangat panas dan menekan Chinmi dengan sangat kuat.
"Katakan padaku, siapa yang sudah kalian bawa?" tanya Tian Feng dengan tatapan yang di penuhi dengan kemarahan.
****
Jilid 4: Petualangan di alam dewa selesai.
__ADS_1