
Melihat daratan Dunia Selatan yang hancur berantakan dengan bongkahan batu dan tanah akibat runtuhnya beberapa Gunung membuat Tian Feng bernafas lega, setidaknya Dunia Selatan tidak lenyap dari alam semesta walau dalam kondisi rusak serta lava yang bermunculan dimana-mana.
"Sebelumnya aku kembali ke Alam Jiwa, aku akan membantumu memulihkan Dunia ini!" kata kembaran jiwa Tian Feng.
Tian Feng mengangguk, namun saat akan turun dia mendengar masih ada pertarungan yang terjadi di beberapa tempat.
"Walau dia sudah pergi, namun pasukan tulangnya tetap masih bisa bergerak?" gumam Tian Feng.
"Tidak udah memperdulikan itu, lagi pula kemampuan tengkorak binatang itu tidak sekuat kekuatan para Binatang, terlebih lagi pasukan boneka ku juga masih bisa membantu para Binatang itu!" jawab kembaran jiwa Tian Feng.
"Baiklah, mari kita pulihkan Dunia ini!" ucap Tian Feng.
Tian Feng terbang keluar dari Dunia Selatan kemudian dengan kekuatan kembaran jiwanya, Tian Feng melepaskan energi berwarna Hijau, Putih, Biru, dan Merah.
Energi Hijau adalah energi dari elemen kayu dan tanah yang menjadi sumber energi kehidupan, sedangkan Biru adalah elemen air, Putih elemen Angin, dan Merah elemen Api.
Keempat elemen disatukan oleh Tian Feng sehingga membentuk sebuah kubus dengan empat warna yang berubah-ubah.
Setelah dirasa cukup, Tian Feng menjatuhkan kubus tersebut ke arah Dunia Selatan. Para Binatang dan Ho Chen dapat melihat dengan jelas ketika awan terbelah dan terlihat di cakrawala sebuah kubus energi yang turun setelah itu meledak di pertengahan udara.
Ledakan dengan suara teredam menyapu awan hitam hingga langit menjadi sangat terang, sedangkan ledakan energi menyisakan butiran berwarna-warni dan jatuh menghujani daratan.
Tanah secara perlahan-lahan bergerak, tanah yang terbelah dengan lava yang masih menyembur keluar secara bertahap mulai menutup serta lava nya juga ikut menyusut kembali ke dalam tanah.
"Mengembalikan seluruh Dunia ini membutuhkan energi Yin dan Yang yang sangat besar, jika aku di posisi mu, mungkin aku hanya mampu mengembalikan setengahnya nya saja!" gumam Ho Chen yang takjub akan kemampuan Tian Feng yang bisa memulihkan kembali Dunia Selatan yang sepenuhnya hampir hancur.
Walau kemampuan Tian Feng berada di Rana Ilahi, namun itu baru setengah langkah saja untuk masuk ke awal Rana Ilahi dan itu juga masih Kekuatan pinjaman, hanya saja Ho Chen tidak menduga jika kekuatan yang baru setengah langkah itu sudah bisa mengembalikan kondisi satu dunia, tentu saja Ho Chen tidak bisa membayangkan akan seberapa besarnya kekuatan Puncak Rana Ilahi.
Baik Ho Chen maupun Tian Feng masih belum tahu akan kekuatan di tahap Rana Ilahi itu yang sebenarnya, dan hanya Zhi Yin dan Zhi Shan serta kembaran jiwa Tian Feng yang mengetahui seberapa besar kekuatan di setiap tahapan.
Walau cukup lambat untuk memulihkan seluruh Dunia Selatan, yang jelas kondisi Dunia Selatan akan kembali walau tidak sepenuhnya.
Tanah yang retak serta terbelah sudah kembali normal, dan Gunung yang memuntahkan Lavanya juga berhenti, hanya saja bagi gunung-gunung yang sudah runtuh, tidak sepenuhnya kembali.
__ADS_1
"Segini saja sudah cukup, sekarang aku akan kembali ke dalam Alam Jiwa, dan aku akan memantau semuanya dari sana sekaligus jika sudah waktunya, aku akan memberikan bimbingan terhadapmu agar bisa mencapai tahap Rana Ilahi Awal 1," kata kembaran jiwanya.
Tian Feng hanya diam dengan mengangguk pelan, setelah itu butiran cahaya yang masih menyatu dengan auranya mulai memudar kemudian menghilang bersamaan dengan kembaran jiwanya yang sudah kembali ke Alam Jiwa.
Tian Feng turun secara perlahan sekaligus memperhatikan pertarungan para Binatang melawan Tengkorak Binatang buatan Zhi Yin, dan pertarungan melawan baru selesai setelah Tian Feng ikut turun tangan membantu mereka.
Setelah semuanya berakhir, seluruh para Binatang, baik itu yang terkuat dan yang terlemah berkumpul di depan pintu Gunung Tingsan, namun tidak semua binatang, hanya binatang yang berada di sekitar Gunung Tingsan saja, walau demikian jumlah mereka lebih dari 300 binatang yang paling lemah berada di tahap Raja Alam, dan yang terkuat berada di puncak Dewa Agung.
Andai seluruh binatang yang ada di Dunia Selatan berkumpul, jumlahnya pasti sangat banyak, dan itu sudah setara dengan kekuatan Kerajaan Langit.
Raja Singa Emas yang menjadi pemimpin utama para binatang saat ini menyampaikan rasa terima kasih nya kepada Tian Feng yang telah menyelamatkan Dunia Selatan, dia mengajak seluruh binatang di wilayah Gunung Tingsan untuk berkumpul di sana.
"Tuan Tian Feng, aku mewakili nama seluruh binatang yang ada di Dunia Selatan serta Dunia Selatan itu sendiri sangat berterima kasih atas bantuan mu, andai tidak ada kamu disini, aku tidak tahu lagi apakah kami sudah tiada atau tidak! Karena itu terimalah rasa terima kasih kami semua!" kata Singa Emas kepada Tian Feng yang saat ini berada di hadapan mereka semua.
Tian Feng merasa sangat aneh melihat para binatang yang berbaris kemudian bersujud mengucap terima kasih padanya, jika itu manusia, Tian Feng mungkin masih bisa memakluminya, namun ini adalah para binatang, walau bukan binatang biasa, hanya saja Tian Feng tetap merasa aneh.
"Raja Singa Emas, Dunia ini adalah Dunianya Xu Lian, tidak mungkin aku berpangku tangan saja melihat Dunia ini berada dalam bahaya!" kata Tian Feng.
"Tuan Tian, sebelumnya aku minta maaf atas pertemuan pertama kita yang tidak menyenangkan, aku sungguh merasa bodoh karena telah berani menyerang kalian saat itu!" kata Raja Singa Emas yang masih mengingat akan awal mula pertemuan mereka.
Raja Singa Emas tidak menduga jika ternyata Tian Feng masih menyembunyikan kekuatan yang lebih besar, menurut Raja Singa Emas, kekuatan yang di tunjukkan oleh Tian Feng setara dengan kekuatan Raja Naga Api Emas Xu Guang Long.
Kekuatan sebesar itu jelas tidak akan mampu mereka lawan, andai Tian Feng bukan dari Ras Manusia, mungkin Raja Singa Emas akan memintanya untuk menjadi pemimpin baru bagi mereka semua yang berada di Dunia Selatan.
"Yang lalu biarlah berlalu, lagi pula semua itu hanya ke salah pahaman saja! Sebaiknya sekarang kita masuk kedalam sekaligus memeriksa keadaan Xu Lian!" kata Tian Feng.
Raja Singa Emas mengangguk kemudian dia berbicara dengan bahasa binatang kepada para binatang dengan bahasa yang tidak di mengerti oleh Tian Feng, mamun Tian Feng tetap mengetahui karana membaca pikiran Raja Singa Emas.
Seluruh para binatang sempat menundukkan kepala kepada Tian Feng sebelum akhirnya mereka semua membubarkan diri dan hanya menyisakan Raja Singa Emas dan Tian Feng saja.
Setelah semuanya pergi, keduanya segera masuk kedalam untuk melihat kondisi Xu Lian yang hampir seharian berendam di dalam kolam Air Mata Naga.
"Guru! Bagaimana dengan keadaan Xu Lian?" tanya Tian Feng.
__ADS_1
Ho Chen hanya tersenyum kemudian menjawabnya, "Xu Lian baru saja keluar, dan dia pergi ke sana!" jawab Ho Chen.
"Benarkah? Lalu bagiamana bentuknya, apakah dia bertranformasi ke wujud manusia dengan sempurna, atau dia seperti Raja Naga Ao Shun?" tanya Tian Feng.
"Nanti kamu juga akan tahu, sekarang kita tunggu saja dia disini, mungkin setelah menemukan pakaian yang cocok, dia pasti akan datang kesini," kata Ho Chen kemudian dia menatap cincin Tian Feng.
"Berikan Mustika Mata Naga Giok Kaisar padaku, sekarang aku akan mencari tahu tempat keberadaan An Huang Yi itu!" kata Ho Chen.
Tian Feng langsung mengeluarkan mustika biru tersebut kemudian menyerahkannya kepada Ho Chen, namun pikirannya masih sangat penasaran dengan perubahan wujud Xu Lian sehingga sesekali melihat ke arah Xu Lian pergi.
"Tuan Ho Chen, Tuan Tian, maaf jika aku mengganggu, jika boleh aku tahu, pusaka apa sebenarnya yang Tuan Tian miliki?" tanya Raja Singa Emas yang sejak awal sangat penasaran dengan Tombak emas milik Tian Feng.
"Senjata Tian adalah sebuah Tombak Emas dari Nirwana!" jawab Ho Chen.
"Pusaka Nirwana? Berarti kalian memiliki hubungan dengan para Buddha?" tanya Raja Singa Emas sekaligus terkejut setelah mengetahui jika Tombak Emas milik Tian Feng berasal dari Nirwana.
"Begitulah!" ucap Ho Chen.
"Tuan Tian sangat beruntung sekali bisa memiliki pusaka dari Nirwana, seharusnya Tuan Tian di juluki sebagai Kesatria Pusaka Nirwana, atau Kesatria Tombak Emas Nirwana, atau Kesatria Tombak Nirwana! Bagaimana,apakah julukan itu cocok?"
Tian Feng dan Ho Chen saling berpandangan, keduanya sama-sama tidak menduga jika Raja Singa Emas memiliki pemikiran untuk membuatkan Nama Gelar untuk Tian Feng, walau dulu Tian Feng pernah mendapatkan julukan sebagai Kesatria Tombak Emas, namun yang lebih terkenal hanyalah nama Pendekar Dewa Sesat saja.
"Raja Singa terlalu berlebihan, apakah nama sebuah gelar, aku lebih suka jika kalian memanggilku Tian saja!" kata Tian Feng.
"Tidak-tidak, mulai sekarang kami semua akan memanggilmu sebagai Kesatria... Eee.. yang mana yang harus aku sebut? Eee...!"
Raja Singa Emas mondar-mandir memilikirkan nama panggilan yang cocok, sedangkan Tian Feng dan Ho Chen sama-sama mengangkat kedua bahu mereka dan berniat meninggalkan Raja Singa yang masih memikirkan pilihan nama gelar yang cocok.
Saat akan meninggalkannya, tiba-tiba saja Raja Singa kembali berbicara karena telah menemukan nama gelar yang sangat cocok untuk Tian Feng.
"Kesatria Tombak Nirwana! Iya sekarang kami akan memanggil Tuan Tian dengan nama Kesatria Tombak Nirwana!" kata Raja Singa Emas.
"Terima saja nama gelar itu, ini adalah sebuah penghormatan bagi mereka untuk mu, jadi janganlah menolak dan nama gelarmu itu tidak seburuk dengan gelar pertamamu!" kata Ho Chen.
__ADS_1
Tian Feng hanya tersenyum canggung kemudian dia menangkupkan tangannya kepada Raja Singa Emas seraya menjawab, "Terima kasih atas julukannya Raja Singa!" kata Tian Feng kemudian dia dan Ho Chen serta Raja Singa Emas melangkah pergi ke tempat enam Pilar segel untuk menggunakan Mata Naga Giok Kaisar disana.