Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
samakin aneh saja


__ADS_3

***


Naomi tidak menduga jika dia akan kembali bertemu dengan Qiao Lin, siapa sangka jika Qiao Lin ternyata adalah salah satu Dewi Es, walau bukan asli keturunan Dewi, namun kemampuan Qiao Lin setara dengan Dewa-dewi di kahyangan.


Saat ini Naomi dan Qiao Lin sedang berada disebuah taman luas yang memiliki beraneka macam jenis bunga, aroma bunga yang menyebar memenuhinya seluruh taman membuat siapapun merasa seperti berada di dalam ruangan yang diberi pewangi dari minyak bunga termahal.


"Guru Qiao Lin, aku ingin tahu bagaimana hubungan asmaramu dengan Guru Ho Chen! Maukah kamu menceritakannya sedikit denganku?" tanya Naomi.


Qiao Lin tertawa kecil mendengar pertanyaan Naomi, namun dia tidak keberatan untuk menceritakan masa lalunya kepada Naomi.


"Kisah asmaraku dengan Ho Chen agak unik, dulu Ho Chen disukai oleh beberapa gadis salah satunya adalah aku, namun pada akhirnya hanya tersisa dua gadis saja yang masih bertahan, namanya adalah Hong Yihua, dia adalah Tuan Putri di kekaisaran Yun!" kata Qiao Lin.


"Owh..!! Lalu apa yang terjadi, apakah guru Ho Chen menikahi kalian berdua saat itu?" tanya Naomi yang semakin penasaran.


"Tidak juga!" jawab Qiao Lin kemudian dia menatap keawan lalu kembali bercerita.


"Sebenarnya hampir saja kami berdua menjadi istrinya Ho Chen, dan kami saat itu sama-sama tidak keberatan andai Ho Chen menikahi kami berdua, namun...!"


Naomi semakin serius dan larut dalam cerita Qiao Lin, terlebih lagi Qiao Lin yang menghentikan ceritanya membuat Naomi semakin penasaran kemudian segera bertanya, "Namun? Namun kenapa?" tanya Naomi.


"Ho Chen yang tidak mau! Dia lebih memilih diriku, sedangkan Yihua menikah dengan kakak angkatnya Jie Rui," jawab Qiao Lin.


"Owh..! Ternyata ini hampir mirip juga!" gumam Naomi.


"Mirip? Apanya yang mirip?" kini Qiao Lin yang balik bertanya.


"Guru ingat kepada Alice yang melahirkan saat itu?" tanya Naomi.


"Iya tentu saja! Memangnya kenapa?" tanya Qiao Lin.


"Dulu dia adalah wanita satu-satunya yang paling aku benci, semua itu karena dia merebut Tian-Kun dariku, dulu saat Tian-Kun berterus terang jika dirinya akan menikahi Alice, ingin rasanya aku membakar Alice hingga menjadi abu, namun Tian-Kun menghentikanku sehingga aku tidak jadi untuk membunuhnya!" kata Naomi.


Qiao Lin mengangguk walau dia tahu jika saat itu Naomi pasti akan sangat sakit hati, namun yang mengganjal pikirannya saat ini, kenapa saat itu Naomi dan Alice bisa terlihat akur seperti tidak memiliki konflik saja, pertanyaan yang mengganjal pikirannya akhirnya dia pertanyaan langsung kepada Naomi.

__ADS_1


"Tapi kenapa kamu saat itu terlihat baik-baik dan bahkan kamu rela menolongnya saat dia berada di dalam kondisi kritis?" tanya Qiao Lin.


"Itu semua karena bayi yang ada di dalam kandungannya, karena itu aku hanya bisa menekan dan menyembunyikan rasa dendam ku serta sakit hatiku di balik senyuman yang aku keluarkan!" jawab Naomi.


"Hem.! Ternyata kamu juga bisa menyembunyikan sakit di balik senyuman!" ucap Qiao Lin.


"Tapi anehnya guru, istrinya Tian-Kun saat ini bersikap aneh!"


Qiao Lin mengerutkan dahinya sembari bertanya, "Bersikap eneh bagaiamana?" tanya Qiao Lin.


"Guru, apakah guru rela jika suatu saat Guru Ho Chen tertarik dengan wanita lain lalu kemudian dia menikahi wanita itu dan menjadi istri kedua?" tanya Naomi.


"Bagiamana mana ya menjawabnya? Begini, seluruh sifat wanita itu sebenarnya sangat sensitif, kamu pasti tahu akan hal itu, jadi tidak mungki ada seorang istri yang rela untuk di duakan!" jawab Qiao Lin.


"Itu dia maksudku! Tapi kali ini berbeda, Alice justru mendorong Tian Feng agar menikahi aku juga!" kata Naomi.


"Hah...!?" Qiao Lin terkejut mendengarnya, walau dia tahu jika terkadang ada wanita yang seperti itu, namun tetap saja dia terkejut mendengarnya.


Naomi hanya tersenyum tipis mendengar Qiao Lin yang secara tidak langsung memuji keteguhan hati Alice yang kuat.


"Lalu bagiamana denganmu sendiri? Apakah kamu mau menikah dengan Tian yang sudah memiliki anak dan istri?" tanya Qiao Lin.


"Kalau itu...!?"


Naomi tidak tahu harus menjawab apa, walau dia memang berharap bisa menikah dengan Tian Feng, namun tetap saja dia merasa tidak enak jika nantinya harus menikahi Tian Feng yang sudah memiliki anak dan istri.


"Dari raut wajahmu aku bisa melihatnya Naomi! Kamu harus tahu, jika ingin melihat kekasih yang dicintainya bahagia, kamu harus rela melepaskan rasa keegoisanmu, jangan ragu karena jika kamu jadi menikah dengan Tian, kamu tidak akan di sebut sebagai perebut suami orang, alasannya sangat mudah, itu semua karena istri pertama yang sudah mendirikan suaminya untuk menikah lagi, jadi yang di lakukan oleh Alice adalah demi melihat orang yang di cintainya bahagia!" ucap Qiao Lin menasehati Naomi.


Naomi terdiam dan hanya pikirannya yang melayang kemana-mana, sedangkan Qiao Lin hanya tersenyum hangat melihat Naomi yang masih berada dalam dilema.


"Iya sudahlah, sekarang semuanya terserah padamu Naomi, lakukan apa yang kamu paling anggap benar, jadi pikirkan dulu sebelum mengambil keputusan besar yang melangkah di jalan yang besar juga untuk selamanya!" kata Qiao Lin seraya bangkit dan menepuk pundak Naomi dengan pelan.


"Terima kasih guru Qiao Lin!" jawab Naomi kemudian dia juga bangkit dan berjalan bersama dengan Qiao Lin melihat-lihat pemandangan taman kahyangan yang indah.

__ADS_1


***


Tian Feng berdiri mematung melihat sebuah kuali besar yang berada di atas tungku api yang sangat panas, bahkan hawa panas dari tungku api yang berada di dalam pot besar mampu mencapai hingga ke tempat Tian Feng berdiri.


"Di dalam kuali ini ada Pil Dewa Tujuh Petir sedang di masak, kemungkinan nanti akan selesai dengan sempurna, namun setelah melewati proses pemurnian!" kata Dewa Obat.


"Kuali sebesar ini hanya membuat tiga Pil hingga ratusan bahkan sampai ribuan dan jutaan tahun?" tanya Tian Feng.


"Iya!" jawab Dewa Obat.


"Semakin kesini serasa semakin aneh saja di Nirwana ini!" batin Tian Feng.


"Ayo duduklah dulu Dewa Sesat!" ajak Dewa Obat.


"Iya terima kasih!" jawab Tian Feng kemudian dia duduk di sebuah kursi batu panjang.


Saat sudah duduk, tiba-tiba saja muncul sebuah getaran yang menggetar Nirwana, Tian Feng langsung bangkit karena dia merasa sedang ada musuh yang mungkin akan datang.


"Tenang saja Dewa Sesat, getaran ini adalah getaran biasa, dan asal getar ini pasti dari dalam penyegelan!" kata Dewa Obat.


"Memangnya ada disana?" tanya Tian Feng.


"Disana ada satu Batu Mustika putih yang berhasil di kumpulkan dan dijaga oleh para dewa!" jawab Dewa Obat.


"Batu Mustika putih?"


"Iya, ini adalah getaran yang diciptakan oleh pecahan Batu Mustika putih yang dulu pernah di hancur oleh Kaisar Iblis, beberapa diantaranya sudah berhasil kami ambil dan kami kumpulkan, sedangkan Batu Mustika putih yang berada di dalam tubuh Kaisar Iblis belum berhasil kami dapatkan!" kata Dewa Obat.


Tian Feng hanya bisa mengangguk saja, dia sudah pernah mendengar kisah Kaisar Iblis yang memecah Batu Mustika putih menjadi beberapa bagian, dan salah satunya kini berada dalam dirimu.


***


Lambungku ternyata yang kumat, membuat aku tidak bisa konsisten, terima kasih atas doa kalian.

__ADS_1


__ADS_2