Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
menyerang


__ADS_3

"Tian-Kun! Apakah kamu pernah mendengar tentang kisah ini?" tanya Naomi.


Naomi merasa Tian Feng mengetahui sesuatu, dan itu terlihat dari cara Tian Feng menatapnya, seolah dia sudah tahu semuanya.


"Aku...! Ah tidak, aku tidak pernah mendengar kisah seperti itu," jawab Tian Feng.


Tian Feng tidak ingin mengatakan jika sebenarnya dia mengetahuinya, bahkan tidak hanya mengetahuinya saja, melainkan juga sangat mengenali anak Kenji tersebut.


Jika sampai Tian Feng mengatakan jika dia mengetahuinya, Tian Feng yakin Naomi dan keluarga nya pasti akan sangat merepotkan Tian Feng.


Tapi caramu menatapku seperti sedang menyembunyikan sesuatu saat mendengar kisah Kakek buyut ku, bahkan kamu sama sekali tidak terlihat terkejut mendengarnya.


"Prasangka mu terlalu berlebihan Naomi! Lagi pula banyak wanita di dunia ini yang bernasib sama seperti wanita tersebut, aku sudah sering mendengar kisah yang seperti itu, jadi kenapa aku harus terkejut?"


"Owh..!"


Naomi hanya mengangguk, dia berpikir mungkin hanya prasaannya saja yang mengira jika Tian Feng mengetahui sesuatu.


"Tuan Muda! Tuan Yuan dan Tuan Hiroshi menunggu kalian di meja makan!" seorang pelayan wanita tua melapor kepada Tian Feng.


"Baik! Ayo Naomi kita sarapan bersama!" ajak Tian Feng.


Tian Feng dan Naomi segera masuk kedalam, setibanya di dalam, disana sudah ada Yuan Xia dan istrinya, Hiroshi dan Zang Yang serta Chie Xie.


"Mari Nona Naomi, kita sarapan bersama-sama!" ajak Lie Yie.


Naomi mengangguk dan disertai dengan anggukan pelan kemudian dia duduk disamping Chie Xie.


Saat itulah Tian Feng membuka topengnya karena tidak mungkin dia makan dengan mengenakan Topengnya.


Chie Xie tersenyum lebar melihat Naomi yang seperti lupa untuk berkedip saat melihat wajah Tian Feng yang sudah tidak ada penutup apapun.


"Tian gege ku tampan kan?" kata Chie Xie yang menggoda Naomi.


Naomi segera tersadar dan kemudian dia memalingkan wajahnya, "Biasa saja!" jawab Naomi namun matanya sedikit melirik kearah Tian Feng.


Chie Xie semakin tersenyum lebar, dia sangat suka melihat Naomi yang salah tingkah dan mencuri-curi pandang kepada Tian Feng.


"Ehem..!"


Semuanya menoleh kearah Zang Yang saat Zang Yang ber daham, "Sebaiknya kita segera mulai sarapannya!" kata Zang Yang.


Mereka semua sarapan bersama-sama, dan setelah selesai sarapan, mereka berkumpul di ruang tamu.

__ADS_1


"Tuan Yuan, Panglima Wei datang bersama dengan Panglima Ying! Mereka berdua ada diluar dan ingin bertemu dengan Tuan Muda!" kata salah satu penjaga yang melaporkan kedatangan Wei Fang dan Ying Lo.


"Kenapa kalian harus melapor dulu? Aih dasar Penjaga bodoh!" gerutu Yuan Xia kemudian dia bergegas keluar.


"Panglima Wei, Panglima Ying! Maaf atas sikap penjaga tadi, mari kita masuk kedalam!" ajak Yuan Xia.


"Tidak apa-apa Tuan Yuan, lagi pula akulah yang menyuruh penjaga itu untuk melapor padamu!" jawab Wei Fang.


"Tuan Yuan, kita ini sudah seperti teman dekat, jadi sebaiknya Tuan Yuan jangan lagi bersikap sesungkan itu lagi," kata Ying Lo.


"Baik-baik aku akan bersikap seperti biasa," jawab Yuan Xia.


Setalah berada didalam, semuanya segera bangkit dan memberikan tanda hormat mereka kepada dua Panglima Kerajaan Wu.


"Sudahlah, kalian semua duduk saja kembali!" kata Wei Fang.


"Tian! Kami tidak pentas menerima penghormatan dari mu, seharusnya kamilah yang memberikan rasa hormat kami kepada Pendekar nomor satu di Kerajaan Wu!" kata Ying Lo.


"Panglima, apalah gunanya gelar jika tidak mengerti akan arti kesopanan! Bagiku orang yang paling tua tetap harus dihormati, aku tidak perduli kalian akan menganggap ku ini sebagai pendekar nomor satu, namun bagiku kesopanan adalah yang paling utama!" kata Tian Feng.


Naomi semakin terpesona mendengar perkataan Tian Feng yang cara berfikirnya lebih dewasa dari usianya.


"Kamu ini tidak hanya muda dan hebat, namun juga sangat bijak dalam berpikir, sepertinya kami yang lebih tua harus banyak belajar dari mu!" kata Wei Fang.


"Tuan Hiroshi! lama kita tidak bertemu!" Ying Lo menyapa Hiroshi yang hanya tersenyum diam.


"Panglima Ying, maaf karena saya tidak menyapamu!" jawab Hiroshi.


Mereka semua kembali duduk, di meja bundar dan para nelayan segera menyiapkan beberapa cemilan serta minuman untuk semuanya.


"Tian! Ini surat pengantar dari Ratu Sie, surat ini juga sudah memiliki stempel Kerajaan, jadi jika nanti ada yang menanyakan identitas mu di Kerajaan Jiu, kamu tunjukkan saja surat ini agar kamu tidak dianggap sebagai orang buangan!" kata Wei Fang sekaligus menyerahkan sebuah gulungan yang ada ikatan tali pita berwarna emas.


"Apa maksud Panglima?" tanya Lie Yie.


Wei Fang mengerutkan dahinya, dia menoleh kearah Tian Feng, "Kamu belum memberitahukan ibumu?" tanya Wei Fang.


"Belum Panglima!" jawab Tian Feng.


"Tian? Sepertinya kamu harus menjelaskan semuanya padaku!" kata Lie Yie.


"Ibu! Sebenarnya besok aku akan pergi ke Kerajaan Jiu!" jawab Tian Feng.


"Pergi ke Kerajaan Jiu? Kerajaan Jiu itu sangat jauh sekali! Lalu mau apa kamu pergi ke sana?" tanya Lie Yie.

__ADS_1


"Begini ibu!"


Tian Feng menjelaskan dengan sangat jelas kepada Lie Yie agar Lie Yie bisa mengerti akan maksud rencana Tian Feng yang ingin pergi ke Kerajaan Jiu.


Ternyata walau sudah memberikan penjelasan yang sangat jelas, ternyata Lie Yie tetap tidak menyetujuinya.


"Tidak Tian! Kamu tidak boleh pergi kemana-mana lagi, apalagi hingga sejauh itu. Apapun alasannya aku tidak setuju," kata Lie Yie.


"Tapi ibu ini semua demi masa depan keluarga kita? Aku harus berlatih lebih kuat lagi agar bisa melindungi semua keluarga ku dan semua orang-orang yang aku sayangi! Jika sampai aku masih lemah, maka aku tidak akan pernah bisa melindungi apapun," kata Tian Feng.


"Untuk apa? Sekarang kamu sudah menjadi seorang pendekar nomor satu, jadi mau berlatih sekuat apa lagi? Sekarang saja sudah tidak akan ada satu pendekar pun yang bisa mengalahkan mu, jadi kamu tidak perlu lagi pergi berlatih hingga sejauh itu!" kata Lie Yie.


"Tidak ibu! Walau aku sudah kuat dan hebat, namun nyatanya diluar sana masih banyak Pendekar yang memiliki kemampuan lebih hebat dan lebih kuat dariku, salah satunya adalah dari Organisasi Bintang Hitam!" kata Tian Feng.


"Nyonya Yuan! Sekarang situasi di Kerajaan Wu sudah tidak aman lagi, semua itu karena kedatangan Organisasi Bintang Hitam, dan perlu Nyonya tahu jika salah satu dari mereka memiliki ilmu yang sangat tinggi, bahkan Tian Feng dengan kemampuannya yang sekarang sekalipun tidak akan bisa mengalahkannya!" kata Wei Fang.


"Ini aneh sekali! Bukankah seharusnya ini adalah urusan Kerajaan, kenapa putraku yang harus menanggung semuanya? Apa tidak ada satupun orang lain yang bisa menggantikan Tian?"


Lie Yie berpendapat jika semua masalah yang terjadi tidak seharusnya di limpahkan kepada Tian Feng seorang diri, sudah kewajiban bagi para pejabat-pejabat istana serta para pendekar lainnya untuk ikut serta dalam urusan ini.


"Jika semuanya harus ditanggung oleh putraku seorang diri, apa gunanya keberadaan pemerintah serta banyaknya pendekar yang ada Kerajaan Wu ini?"


Yuan Xia, Hiroshi dan Zang Yang serta Naomi dan Chie Xie hanya bisa menatap Wei Fang, Tian Feng dan Lie Yie secara bergantian, sedangkan Ying Lo sama sekali tidak ingin berdebat dengan Lie Yie.


"Ibu! Aku tidak bermaksud merasa orang yang paling hebat, namun nyatanya semua ini hanya aku yang bisa melakukannya, karena itu sebelum semuanya terlambat, aku mohon ijin aku untuk pergi, ini demi keselamatan semuanya terutama masa depan Xie'er!" kata Tian Feng.


"Baik aku akan mengijinkan mu, akan tetapi, kamu tidak boleh pergi sendirian, kamu harus ditemani oleh seseorang seperti Guru Zang, atau Panglima Wei dan Panglima Ying!" kata Lie Yie.


"Tidak perlu ibu! Guru Zang harus tetap disini menjaga kalian serta melatih Xie'er! Aku juga akan meminta Nenek Chi untuk tinggal disini, dan aku juga minta kepada Panglima Wei untuk mengumpulkan para Pendekar dan bersatu untuk melindungi Kerajaan ini selama aku belum kembali!" kata Tian Feng.


"Kamu tidak perlu cemas Tian, aku dan Ratu Sie sudah membahasnya, namun saat ini aku yakin jika sekarang para Organisasi Bintang Hitam pasti akan mencari informasi akan Keluarga mu, jadi sekarang akan ingin menunjukkan sebuah tempat padamu, tempat itu adalah salah satu dari Markas Organisasi Tiga Bunga!" kata Wei Fang.


"Organisasi Tiga Bunga seharusnya tidak lagi menjadi ancaman, kalian pasti bisa membubarkan Organisasi Tiga Bunga tanpa bantuan ku!" kata Tian Feng.


"Tidak bukan itu yang aku maksud! Begini disana terlihat ada beberapa Anggota Organisasi Bintang Hitam, dan aku yakin jika Organisasi Bintang Hitam itu pasti berada disana!" jawab Wei Fang.


"Benarkah? Kalau begitu kita harus kesana sekarang! Bawa semua pasukan dan juga pendekar terkuat, kita akan berusaha membersihkan sarang mereka," kata


"Gegabah sekali anak ini tanpa memikirkan rencana apapun!" batin Wei Fang.


"Hari ini juga aku akan melenyapkan salah satu markas Organisasi Bintang Hitam maupun Tiga Bunga."


Tian Feng tidak ingin menunda-nunda lebih lama lagi karena besok dia harus berangkat segera bangkit.

__ADS_1


Merasa tidak bisa menghentikan Tian Feng, akhirnya Wei Fang, Ying Lo, segera mengikuti Tian Feng yang akan pergi menyerang salah satu Markas Organisasi Tiga Bunga


__ADS_2