
***
"Dewa Pelindung Alam Semesta sialan! Dia sudah berani menyerangku hanya karena sudah mencapai Dewa Agung, andai aku menggunakan tubuh asliku, sudah aku lenyapkan dia!"
Sesok pria yang memancarkan Aura Agung sedang duduk di singgasana besar namun dengan ekspresi sedang marah, dihadapan sosok yang terlihat berwibawa dan memiliki tekanan besar, ada sekitar 17 sosok yang sedang berlutut dan tidak satupun dari mereka yang berani mengangkat wajah.
"Ampun Yang Mulia, apakah tidak sebaiknya kami pergi mencarinya dan membunuhnya? Dengan kemampuan kita semua disatukan, hamba yakin kami mampu membunuhnya!" kata sosok yang memiliki tanduk di kepala.
Sosok agung yang duduk itu adalah Sang Kaisar Kegelapan An Huang Yi yang baru setahun keluar dari meditasinya. Mata An Huang Yi menatap sosok pengawalnya yang memberikan sarannya, saat dia melirik tekanan yang sangat kuat membuat sosok bertanduk itu langsung jadi pucat.
An Huang Yi segara menarik kembali Auranya dan kemudian menggelengkan dan menekan kembali emosinya, "Memberikan ide sangat mudah, tapi walau kalian semua bersatu menyerangnya, itu tidak akan mudah, yang pasti para Dewa yang lain akan datang membantunya."
"Lalu apakah kita akan diam saja? Menurut informasi Panglima Gerbang Utara di Galaxi Gugusan Putih, telah muncul manusia yang di ramalkan oleh Dewi Peramal waktu itu!" kata sosok pengawal yang paling tengah yang tubuhnya diselimuti kabut hitam dan ada suara seperti suara tangisan disetiap kabut tersebut.
An Huang Yi yang mulai tenang kini ekspresi wajahnya kembali berubah suram, "Maksudmu manusia yang akan membunuhku itu?" tanya An Huang Yi dengan nada yang mengandung tekanan.
"Benar sekali yang mulia!" jawab sosok tersebut.
"Galaxi Gugusan Putih!" An Huang Yi merenung sesaat kemudian dia menatap ke salah satu bintang besar di hadapannya, "Seberapa besar kemampuannya saat ini?" tanya An Huang Yi.
"Menurut Informasi dari Setan Api Hitam, kemampuannya itu baru ditahap Raja Alam, dan baru-baru ini dia bertarung melawan pengikut Panglima Gerbang Kegelapan Utara, dan keduanya sama-sama terluka!"
An Huang Yi mengangguk-anggukan kepala mendengar penyampaian sosok berkabut itu kemudian dia menatap sosok kabut tersebut lalu melemparkan pertanyaan, "Berapa banyak galaxi yang mahluk hidupnya sudah menerima segel Swastika Kegelapanku Dewa Hitam?" tanya An Huang Yi.
Sosok berkabut yang dipanggil Dewa Hitam itu terkejut mendengar pertanyaan Kaisar Kegelapan, "Yang Mulia, apakah tidak sebaiknya kita mengurusi Dewa Sesat ini?" Dewa Hitam ragu-ragu bertanya balik.
"Hah.. dia itu baru berada ditahap Raja Alam, butuh ribuan tahun bagi dia untuk bisa menghadapi Kaisar ini, jadi jawab saja berapa banyak galaxi mahluk hidup yang sudah diberi segel Swastika Hitam milikku?" tanya lagi Kaisar Kegelapan.
"Dari sekian banyak Galaxi, baru Lima Galaxi yang hampir mahluk hidupnya menjadi pengikut dan dipasangkan segel Swastika Hitam!" jawab Dewa Hitam.
"Em.. bagus-bagus, itu saja seperti sudah cukup bagiku, sekarang kirim beberapa pengikut terkuat ke Galaxi Gugusan Putih untuk membantu Sao Lao Cin dan membantu melenyapkan Dewa Sesat itu, mengingat kemampuan Dewa Sesat ini hanya Raja Alam, kirimkan beberapa pengikut yang memiliki kekuatan Dewa saja setidaknya yang paling kuat berada di puncak Dewa Bumi, itu sudah cukup untuk melenyapkan Dewa Sesat!" kata An Huang Yi.
"Akan saya kerjakan Yang Mulia!" jawab Dewa Hitam.
An Huang Yi mengangguk pelan kemudian dia menatap kearah pintu besar dan memiliki beberapa hiasan berukiran gambar Naga Hitam yang besar, "Menantuku, keluarlah!" kata An Huang Yi.
Setelah selesai berkata demikian, suara derek pintu besar itu terbuka secara perlahan-lahan, saat sudah terbuka keluar gelombang energi yang sangat luar biasa besarnya hingga Istana Kegelapan bergetar sangat keras.
Sebuah langkah kaki mulai terdengar berjalan dan samar-samar muncul sesosok pria berbaju hitam dengan postur tubuh agak kurus yang memancar aura yang sangat besar mulai terlihat jelas.
Semua para Pengawal Kaisar Kegelapan hanya bisa menatap dalam diam dengan ekspresi wajah sedikit suram, mereka tahu walaupun sosok itu adalah Manusia, namun kekuatannya sangat besar, bahkan Dewa Hitam yang menjadi Pengawal paling utama tidak berani menyinggung sosok ini.
Sosok tersebut adalah menantu Kaisar Kegelapan yang bernama Chinmi, dia adalah salah satu Manusia yang memiliki kekuatan Dewa paling kuat dari manusia Dewa sebelumnya.
Namun saat ini jiwa Chinmi telah tersegel oleh energi Kegelapan sehingga tubuh serta kekuatannya sekaligus kesadarannya telah dikendalikan oleh energi Kegelapan. Sorot mata yang dingin dan tajam melirik para Pengawal Kaisar Kegelapan sehingga tubuh para Pengawal tersebut sedikit gemetar hanya menerima tatapan dingin dan tajam itu. Semuanya segera berlutut saat Chinmi melangkah melewati mereka semua, sedangkan Chinmi secara acuh tak acuh memalingkan wajah dan kemudian dia berdiri dihadapan An Huang Yi dengan membungkukkan badan.
"Hahaha...! Lihatlah dirimu menantu, dulu kamu terlalu lugu dan tergiur oleh kekuatan besar yang ku berikan padamu sehingga kamu melepaskan kekuatan Suci pemberian Rulay. Kamu benar-benar hanya menyerap energiku saja, tapi pada akhirnya jiwamu terperangkap dan sekarang menantuku yang sesungguhnya telah kembali bangkit dengan gabungan energi putriku, maka sekarang kekuatanmu sudah bisa untuk bersaing dengan para Dewa tertinggi di kayangkan!" kata An Huang Yi dengan tertawa puas.
Semua para Pengawal tahu jika yang di maksud menantu yang sesungguhnya adalah energi hitam dari gabungan milik An Huang Yi dan putrinya yang bernama An Hei Ling yang diserap oleh Energi Hitam milik Kaisar Kegelapan.
__ADS_1
"Menantuku, sekarang kamu dan para Pengawalku harus berpencar menjagaku, aku akan menarik semua jiwa kehidupan di Lima Galaxi yang sudah memiliki Segel Swastika Hitamku, sedangkan untuk para kesatria pelindung yang terkuat akan aku jadikan pasukan elit Kegelapan!" kata An Huang Yi.
Chinmi yang di kendalikan energi Kegelapan mengangguk dan semua pengawal yang berlutut di belakang Chinmi juga mengangguk.
"Dewa Hitam, kamu tidak perlu ikut, pergi dan lakukan saja tugas yang aku berikan padamu tadi!"
"Baik Yang Mulia, kalau begitu hamba akan pergi sekarang!"
Selesai memberikan hormat, Dewa Hitam segera menghilang untuk melaksanakan tugasnya, sedangkan An Huang Yi mulai bangkit kemudian dia melangkahkan kakinya di ruang kosong dan berjalan keluar hingga berdiri di antara Kegelapan dan bintang-bintang.
"Akhirnya penantianku selama jutaan tahun akan terwujud, dengan menyerap semua jiwa mahluk hidup di lima galaxi, aku pasti akan setengah melangkah di Tahap Rana Agung, sisanya tinggal menunggu waktu untuk sepenuhnya memiliki kekuatan penuh Rana Agung!" kata An Huang Yi kemudian dia menatap kearah yang sangat jauh tak terlihat kemudian dia berbicara, "Rulay, tunggulah saatnya aku tiba, aku akan membalas kekalahan masa lalu ku padamu.. berpencar..!" seru An Huang Yi.
Chinmi dan 16 Pengawal yang masih ada disana segera hilang seperti hantu dan kemudian mereka muncul secara terpisah di tempat yang jauh.
"Bentuk formasi segel pemecah alam semesta!"
Semua pengawal segera membuat segel tangan yang rumit dan kemudian aura hitam yang sangat pekat tersebar bagai dinding kabut raksasa yang menutupi hampir setengah galaxi bintang hitam. An Huang Yi membuat segel tangan lain dan kemudian dia meletakkan sebelah tangan kanannya dengan dua jari menghadap keatas.
Tsk: keatas dalam kata lain menghadap ke arah kepala, karena di luar angkasa itu tidak memiliki atas atau bawah, jadi arah kepala menjadi arah penunjuk sebagai kata atas.
Sebuah diagram berbentuk bulatan raksasa muncul di belakang An Huang Yi, diagram hitam itu memiliki simbol Swastika hitam yang berputar-putar pelan. An Huang Yi mengarahkan jari kirinya kedepan dan kemudian diagram Swastika hitam menembakkan Energi Hitam ke depan An Huang Yi.
Suara energi yang mendesis mengguncang seluruh galaxi Bintang Hitam dan kemudian dari tembakan energi Hitam yang seperti laser itu menciptakan sebuah riak kuat dan akhirnya lima lingkaran lubang dimensi terlihat.
Lima Galaxi yang terang juga juga terlihat sangat jelas karena An Huang Yi sengaja membuat lingkaran lubang antar dimensi agar dimensi yang jauh bisa lebih dekat.
Lima galaxi yang terang itu mulai bergetar dan kemudian ada banyak macam jenis cahaya berwarna yang tak terhitung jumlahnya terbang melewati lingkaran lubang dan menyatu jadi satu di hadapan An Huang Yi.
Bola cahaya yang memiliki banyak jenis warna dengan jumlah yang tak terhitung itu membentuk sebuah bola cahaya raksasa dihadapan An Huang Yi, dan kejadian ini berlangsung cukup lama hingga cahaya terang di lima galaxi itu meredup dan kemudian berubah menjadi galaxi mati karena sumber kehidupan dari semua bintang dan jiwa penghuninya sudah diserap dan menyatu dengan bola cahaya raksasa yang berwarna-warni itu.
Setalah semua energi kehidupan di Lima galaxi itu habis diserap, galaxi tersebut segera terlihat gelap, dan sesaat kemudian kelima Lingkaran Lubang dimensi antar Alam Semesta menutup.
Swastika Hitam di belakang An Huang Yi segera bergerak kedekat bola cahaya raksasa itu dan kemudian melepaskan sebuah energi hitam kedalam bola tersebut. Cahaya yang sangat besar itu secara perlahan-lahan menyusut selama beberapa waktu hingga akhirnya mengecil hingga seukuran genggaman tangan.
An Huang Yi segera mengambil bola cahaya yang sudah kecil dan kemudian tersenyum puas menatap bola tersebut, "Energi Jiwa seluruh kehidupan Lima Galaxi, ini akan membuat kekuatanku setengah melangkah ke Rana Agung!" kata Kaisar Kegelapan dan kemudian dia berseru sekali lagi.
"Tarik perisai dan kembali keistana untuk membuat perisai perlindungan istana!" kata An Huang Yi.
Perisai yang di buat agar energi jiwa kehidupan tidak tersebar saat ditarik kini di hilangkan, sebagai gantinya mereka pindah ke istana dan kemudian membuat segel perisai pelindung, sedangkan An Huang Yi masih berada di luar istana.
"Menyatulah dengan Kaisar ini!" kata An Huang Yi kemudian dia menyerap bola energi jiwa kehidupan itu dengan menggunakan energi hitamnya.
Sebuah energi hisap keluar dari mulut An Huang Yi dan menyerap energi jiwa kehidupan itu dengan sangat buas. Jelas An Huang Yi tidak memperdulikan jiwa-jiwa mahluk yang diserap itu, An Huang Yi terlihat seperti seekor monster yang akan menelan sebuah dunia besar dengan sekali telan.
Setelah beberapa saat akhirnya bola energi jiwa kehidupan dari lima galaxi habis diserap hanya dalam waktu kurang lima puluh tarikan nafas saja. Situasi sangat hening untuk beberapa saat dan An Huang Yi terdiam dengan menutup mata tanpa bergerak.
Secara perlahan-lahan aura hitam yang bercampur sedikit kilau perak mulai terlihat merembes dari dalam tubuh An Huang Yi. Tidak ada aktifiras apapun saat itu, bahkan para Pengawal juga hanya menggulir tenggorokan mereka saat situasi terdiam, bahkan bernafaspun terasa berat.
Disaat hening itu mata Chinmi mulai berkedut dan tiba-tiba saja energi hitam yang sangat luar biasa meledak menjadi sebuah badai energi yang sangat dahsyat menyebar kesuluruh galaxi bintang hitam.
__ADS_1
Guncangan hebat terasa di semua bintang di galaxi bintang hitam, bahkan para Pengawal dan Chinmi yang membuat perisai pelindung istana sempat kesulitan untuk mempertahankan terjangan badai energi hitam tersebut.
Disaat yang sama mata An Huang Yi terbuka dan kabut hitam juga keluar dari kedua matanya, dia menekan energi dari dalam mulutnya kemudian dengan suara energi yang lebih dahsyat, An Huang Yi berteriak dengan sangat keras.
Suara dengan kecepatan super sonik segera menggema mengisi seluruh Galaxi bintang hitam, suara ledakan kuat dari berbagai batu meteor terdengar hingga keseluruh alam semesta.
"Gluk..!"
Selain Chinmi, semua pengawal Kaisar Kegelapan tidak ada yang tidak muntah, mereka hampir tidak dapat mempertahankan perisai pelindung istana akibat suara yang mengandung energi dahsyat dan memiliki kecepatan gelombang sonik yang mampu meledakkan batu meteor yang berterbangan.
Hal itu juga dirasakan oleh penghuni Galaxi lain termasuk oleh penghuni kahyangan serta Nirwana, semua yang memiliki kemampuan seperti kekuatan akar jiwa dan sihir jiwa dapat merasakan lonjakan energi dahsyat yang membuat semuanya seperti tersengat belut listrik.
"Amithafa..! Sepertinya Dia berhasil menembus Rana Agung, kekuatan ini sungguh sangat mengerikan!" beberapa Bodhisattva bersuara saat jiwa kuat mereka merasakan kekuatan energi dahsyat tersebut.
** Kahyangan**
Di Kahyangan sendiri juga merasakan guncangan yang lumayan menggetarkan seluruh Alam para Dewa, semua menatap kearah pusat datangnya energi dahsyat tersebut, walau tidak bisa dilihat, tapi mereka masih dapat merasakannya.
"Kekuatan yang sangat mengerikan! Apakah ini kekuatan Kaisar Kegelapan itu?"
"Siapa lagi yang memiliki kekuatan perusak dan penghancur ini selain Kaisar Iblis itu!"
Semua para Dewa mulia membicarakan tentang pemilik energi tersebut, sedangkan di aula Istana langit, kondisi disana juga sedikit gaduh akibat fenomena tersebut.
"Yang Mulia, sepertinya dalam waktu dekat, kekacauan besar di seluruh alam semesta akan terjadi, apa yang harus kita lakukan untuk mencegah bencana perang ini?" salah satu Dewa bertanya kepada sosok agung yang duduk di singgasana dengan aura yang sangat kuat dan berwibawa.
"Kekuatan ini memang sangat besar, tapi sepertinya ini belum mencapai puncak kekuatan yang sebenarnya, namun jika tidak ada upaya pencegahan, dalam waktu dekat perang besar bisa saja terjadi!" kata sosok yang berwibawa dan memancarkan kilauan cahaya emas yang agung.
"Yang Mulia, sepertinya ada lima galaxi yang tiba-tiba menghilang di alam semesta, mungkin ini ada hubungannya dengan semua ini!"
"situasi yang terlalu buruk, jika sampai semua mahluk hidup disemua galaxi dibiarkan untuk mengikutinya, aku khawatir ini tidak akan bisa diatasi lagi oleh siapapun, bahkan tidak akan bisa diatasi oleh para Dewa dan para Buddha juga tidak akan sanggup jika dia sudah berhasil mencapai puncaknya dengan menyerap energi jiwa kehidupan yang lebih banyak lagi! Dewa Pagoda, cepat panggil Dewa Pelindung Alam Semesta, aku akan membahas masalah ini bersama dengan para Buddha dan juga Dewa Pelindung Alam Semesta!"
Sosok yang mengenakan Zirah Emas dengan memegangnya sebuah menara emas kecil segera menangkupkan tangannya dan kemudian dia berubah jadi cahaya dan melesat pergi.
"Para Jenderal Perang semua, kalian harus bersiaga penuh, kajadian tak terduga ini terlalu besar untuk kita atasi, lengah sedikit saja taruhan sangat besar, bisa-bisa para mahluk akan menjadi korban lagi jika kita tidak waspada!"
Belasan Jenderal perang segera menangkupkan tangan mereka kemudian bergegas pergi karena bisa dibilang jika mulai saat ini seluruh Alam semesta dalam status siaga.
"Semoga dia lekas mencapai kekuatan itu untuk bisa mengakhiri bencana ini!" gumam Kaisar Langit kemudian dia bangkit karena akan memanggil para Buddha untuk membahas masalah ini.
***Galaxi Gugusan Putih**
Kekuatan energi yang mengguncang seluruh alam semesta tidak hanya mengacaukan para Dewa di Kahyangan, bahkan keributan besar juga dapat dirasakan hingga ke Akhirat, semua galaxi dan alam-alam lainnya.
Di salah satu dunia, Ho Chen yang memejamkan mata saat ini juga membuka mata karena merasakan alisnya berkedut kecil. Kedutan itu berasal dari pancaran energi yang berasal dari tempat yang sangat jauh sekali.
Ho Chen melirik Tian Feng yang sedang berusaha belanjar melakukan perubahan warna Api bersama Yao Shan. masalahnya Yao Shan juga menengadah ke langit, dia juga merasakan pancaran energi yang sangat besar tersebut.
"Ini pancaran Rana Agung! Apakah dia sudah berhasil menembus Rana Agung? Ini semakin gawat," batin Ho Chen.
__ADS_1