
***
Getaran gunung yang sangat besar sama sekali tidak bisa dirasakan oleh semua para dewa karena gunung tersebut tertutup oleh energi pelindung dari 17 dewa pelindung, yang terlihat hanyalah gumpalan awan hitam yang mulai tercipta di atas puncak Gunung Kaki Buddha.
Terdengar suara gemuruh guntur yang suara terdengar ke seluruh Kahyangan, hal itu membuat semua para Dewa yang belum mengetahui akan Tian Feng yang sedang berlatih di sana kini mulai mendiskusikan dan bertanya-tanya akan siapa yang sedang berada di gunung itu.
Petir keemasan yang jatuh menyambar puncak gunung masih bisa di lihat sangat jelas, namun suara raungan Naga Api Emas yang keras justru tidak bisa di dengar.
Fenomena tersebut terus berlanjut hingga hari berganti bulan dan waktu terus berjalan, dan tanpa terasa sudah lebih dari tujuh bulan, fenomena tersebut tidak juga menghilang.
Selama tujuh bulan terakhir, semua penghuni Nirwana kini sudah tahu akan siapa yang sedang berlatih di puncak gunung itu, hanya saja para dewa tidak menyangka jika akan muncul Petir emas disana.
Semua Dewa pasti sudah tahu jika Petir emas sebenarnya adalah salah satu petir suci, bahkan selain Kaisar langit, tidak akan ada satu dewa pun yang akan sanggup menerima sambaran petir emas tersebut.
Semuanya kini semakin penasaran akan bagiamana Tian Feng bisa melewati ujian sebesar itu selama tujuh bulan tanpa henti, bahkan Kaisar Langit sekalipun merasa takjub akan Tian Feng yang masih sanggup menahan ujian itu.
"Kenapa Yang Mulia menyuruhku melatih Tian Feng yang sanggup menahan ujian sebesar ini? Seharusnya bukan aku yang melatihnya, jika dibandingkan dengan kemampuannya, sepertinya diriku ini tidak pantas untuk menjadi pelatihnya nanti!" gumam Dewa Cai Ling yang melihat semua itu dari kaki gunung.
Disisi lain Naomi juga berharap-harap cemas melihat ujian besar yang sedang di jalani oleh Tian Feng, dia sendiri saat ini sedang berlatih di bawah bimbingan Dewa Api, dan saat ini dia sudah hampir masuk ke tahap Dewa.
"Apakah Tian-Kun akan baik-baik saja?" batin Naomi.
Naomi sudah mendengar dari beberapa Dewa dan Dewi jika petir emas adalah salah satu petir suci yang sangat kuat, tidak akan ada satu dewa pun yang akan mampu menahan sambaran petir emas itu, karena itu Naomi merasa khawatir.
Disisi lain Ho Chen juga mengamati latihan Tian Feng dari kediamannya bersama dengan Qiao Lin. Dari semua para dewa, hanya Ho Chen yang tidak khawatir sama sekali, itu karena dia sudah tahu akan siapa itu Tian Feng, dia juga yakin jika Tian Feng pasti akan sanggup melewati semua ujian berat itu.
Hanya saja Ho Chen merasa heran karena sudah tujuh bulan fenomena petir emas itu masih tetap menyambar puncak gunung itu, lebih tepatnya menyambar tubuh Tian Feng.
"Apakah dia akan mampu melakukannya?" tanya Qiao Lin.
Ho Chen mengangguk sekaligus menjawabnya, "Aku yakin dia pasti akan mampu melaluinya, karena aku memang memiliki kepercayaan yang sangat tinggi padanya!" jawab Ho Chen.
"Tapi ini terlalu lama! Apa kamu masih yakin dengan itu?" tanya lagi Qiao Lin.
"Iya aku akui ini memang latihan terlama yang pernah Tian Feng lakukan, walau cara latihannya berbeda dengan latihanku saat akan naik ke tahap Dewa Agung, namun aku sangat percaya padanya jika dia pasti akan berhasil, kita tunggu saja!" jawab Ho Chen.
Saat sedang berbicara berdua dengan Qiao Lin, salah satu utusan dari istana langit datang kepada Ho Chen kemudian dia segera memberi hormat dan menyerahkan sebuah gulungan kepada Ho Chen.
"Dewa Ho Chen, ada tugas dari Kaisar Langit untuk mu!" kata utusan tersebut.
Ho Chen segera menerima gulungan tersebut dan kemudian utusan tersebut segera pamit meninggalkan Ho Chen.
__ADS_1
Ho Chen membuka gulungan yang terbungkus di dalam sebuah kaca yang ujungnya memiliki penutup merah.
Penutup merah menandakan jika surat itu adalah sebuah tugas penting, karena itu Ho Chen segera membukanya.
"Tugas apa yang Kaisar langit berikan padamu?" tanya Qiao Lin.
"Ini adalah tugas pergi ke dunia bawah untuk mengamati pergerakan para Panglima Kaisar Iblis yang terlihat mencurigakan!" jawab Ho Chen.
Qiao Lin mengerutkan dahinya mendengar jawaban Ho Chen. "Pergi ke dunia bawah? Dengan siapa, dan kapan kamu akan pergi?" tanya Qiao Lin.
"Aku akan pergi dengan 12 Dewa lain dan guru Cao Yuan serat Dewa Mata Tiga serta anjing langit juga akan ikut denganku, dan kami akan pergi hari ini juga kebawah!" jawab Ho Chen.
Qiao Lin menghela nafas lega mendengarnya, dia tidak khawatir jika Ho Chen akan di temani oleh ke 12 Dewa serta Dewa Mata Tiga yang juga akan di temani oleh anjing langit, dengan mereka semua tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi.
Andai Ho Chen harus pergi sendiri, tentu Qiao Lin akan merasa cemas karena dia sudah tahu akan seperti apa bahayanya jika pergi ke dunia bawah, disana adalah dunia yang di kuasai oleh para Iblis dan Siluman hebat, dan yang paling terkenal adalah Kaisar Iblis beserta para Panglimanya.
"Kamu terus temani Nona Naomi disini, sekarang aku akan segera pergi karena semuanya sudah berkumpul menungguku!" kata Ho Chen.
"Iya aku akan selalu menemani Naomi, dan kamu harus berhati-hati di dunia bawah!" kata Qiao Lin.
Ho Chen mencium kening Qiao Lin kemudian dia segera terbang menuju ketempat pertemuan dengan para Dewa yang akan menjadi rekan dalam tugasnya.
Qiao Lin menghela nafas panjang kemudian dia kembali menoleh dan melihat puncak gunung yang masih di kelilingi oleh awan hitam serta Petir Emas yang semakin ganas menyambar.
***
Tian Feng segera menggunakan Zirah perisai energi merahnya sehingga pakaian tidak seluruhnya habis, hanya saja Zirah perisai energi berwarna merah itu tidak bertahan terlalu lama karena sambaran petir emas yang jatuh dari langit semakin menggila.
Karena terlalu disibukkan dengan pertahanan serangan petir emas itu, Tian Feng tidak sadar jika sebenarnya dia sudah berada disana selama Tujuh bulan, dan selama itu juga petir itu tetap saja menyerangnya, bahkan serangan semakin bertambah kuat.
Segala usaha sudah Tian Feng lakukan untuk bisa bertahan dari amukan petir emas itu, namun setelah sekian lama akhirnya energi Tian Feng lah yang mulai berkurang sehingga petir emas yang semakin besar itu jatuh dan menghempaskan tubuh Tian Feng hingga terpental menabrak dinding lubang kawah itu dengan sangat keras.
Tian Feng mengerang kesakitan, seluruh kulitnya serasa terbakar, bahkan Api Teratai Buddha Emas sekalipun yang terus menyelimuti tubuhnya juga lenyap.
Tian Feng dengan susah payah berusaha bangkit, namun belum sempat dia berhasil bangkit, sambaran petir emas kembali menyambar tubuhnya.
Suara cambukan seperti suara cambuk keras yang disertai dengan gemuruh guntur langsung menggelar dan tubuh Tian Feng kembali ambruk dengan asap yang mulai keluar dari tubuhnya.
"A...aku tidak akan menyerah padamu..!"
Suara Tian Feng yang meraung keras seperti suara yang ingin menyemangati dirinya agar bisa terus bangkit dan bertahan, dia sudah tidak tahu lagi sudah berapa lama dia berada disana, walau dalam keadaan yang semakin melemah, Tian Feng hanya bisa mengandalkan semangat yang tersisa.
__ADS_1
Tian Feng melihat kearah Naga Api Emas yang kembali mengecil dan berlindung di balik lubang dinding kawah, Tian Feng dapat melihat tatapan Naga Api Emas yang marasa iba melihat kondisinya.
"Naga kecil, kamu jangan menatapku dengan tatapan seperti itu!" kata Tian Feng, namun belum sempat dia melanjutkan ucapannya, sambaran petir kembali menghantam tubuhnya sehingga tubuhnya kembali terkapar.
"Uwaa...!"
Naga kecil semakin cemas melihat kondisi Tian Feng, namun dia sendiri tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa menjadi penonton saat majikannya harus menerima siksaan dari ujian latihan yang dijalaninya.
Tian Feng kembali bangkit sekaligus berbicara dengan suara terputus-putus kepada Naga Api Emas. "A..aku bu-bu..kan orang lemah..! Pe..petir ini.. ti-tidak akan bisa membunuh ku..!" kata Tian Feng kemudian dia berhasil berdiri.
"Berikan padaku tatapan penyemangat mu Naga kecil...!" kata Tian Feng kemudian dia menatap kearah awan hitam dan mengangkat kedua tangannya ke atas.
"Datanglah padaku..! Sambarlah aku sepuasmu, aku Tian Feng tidak akan pernah tunduk dan menyerah kepada petir seperti mu..!" seru Tian Feng.
"Jdarrr....!"
Sambaran petir yang lebih besar dan banyak kini mulai menghujani tubuh Tian Feng dengan semakin ganas, tantangan Tian Feng seolah-olah dimengerti oleh Petir Suci Emas itu sehingga Petir Suci Emas semakin murka.
"Uwa.. Uwa...!"
Naga Api Emas hanya bisa menatap sedih saat melihat Tian Feng yang terus-menerus di sambar tanpa ampun oleh petir tersebut, hanya saja Tian Feng tetap berdiri walau petir itu terus menyambar tubuhnya dengan sangat ganas.
Tanpa Naga Api Emas sadari jika sebenarnya Tian Feng sudah mulai menyerap esensi dari petir emas tersebut, sedikit demi sedikit esensi Petir Suci Emas mulai masuk dan menyatu dengan tubuh Tian Feng.
Hanya saja Naga Api Emas tidak bisa melihatnya, itu karena masih sedikit esensi yang di serap oleh Tian Feng, andai Naga Api Emas menyadarinya, pasti tatapannya akan berbuah menjadi tatapan keterkejutan.
Saat setahun sudah berlalu, Tian Feng baru sedikit berhasil menyerap esensi yang baru dia serap, namun efek dari semua itu membuat tubuh Tian Feng kini sudah mulai kebal dengan sambaran Petir Suci Emas.
Seiring berjalannya waktu yang memakan hingga satu setangah tahun, barulah Naga Api Emas bisa merasakan lonjakan energi dari dalam tubuh Tian Feng.
Kulit Tian Feng kini mulai berubah keemasan, dan sambaran Petir Suci Emas yang mengenai kulit Tian Feng terdengar seperti sebuah benturan logam keras, dan tentu saja Naga Api Emas merasakan jika Tian Feng sudah mulai masuk ketahap Dewa Agung.
"Uwa.. Uwa.. Uwa...!"
Tatapan Naga Api Emas kini berubah menjadi tatapan kepuasan setelah menyadari jika Tian Feng sudah berhasil menyerap energi dari Petir Suci Emas, bahkan awan hitam di atas gunung mulai menghilang dan sambaran petir juga mulai melemah, dan ketika petir itu sudah sepenuhnya menghilang, Tian Feng langsung duduk bermeditasi dengan telanjang bulat tanpa sehelai benang sedikitpun di tubuhnya.
Tian Feng mulai menyerap energi alam yang ada di Gunung Kaki Buddha sekaligus menyatukan energi Petir Suci Emas yang berhasil ia serap untuk menyempurnakannya.
Naga Api Emas menganga ketiak sebuah petir emas keluar menyelimuti tubuh Tian Feng, dan anehnya petir emas itu semakin menutupi tubuh Tian Feng yang telanjang bulat, dan tubuh Tian Feng secara perlahan-lahan melayang ke udara dan yang terjadi kemudian, petir itu berubah menjadi sebuah kain yang lentur dan membentuk sebuah pakaian berwarna keemasan.
"Uwa..!?"
__ADS_1
Naga Api Emas yang terkejut dan keheranan memiringankan kepalanya dengan mata yang membuka tutup merasa tidak percaya, jelas terlihat jika pakaian yang muncul secara tiba-tiba dari sebuah selimut petir emas itu sangatlah kuat, dan tentu saja Naga Api Emas bisa merasakan jika Tian Feng kini sudah berhasil mencapai tahap Dewa Agung, walau hanya awalnya saja, namun jika diberikan sedikit waktu untuk menyerap energi alam, maka Tian Feng pasti akan berhasil mencapai puncak Dewa Agung yang sempurna.