
Tian Feng menyadari efek dari pertempuran mereka berdua akan membinasakan Desa Wunji jika keduanya masih bertarung di dekat Desa, jalan satu-satunya adalah bertarung di tempat yang jauh dari pemukiman warga.
"Hai kera, jika kamu berani ayo ikuti aku! Aku akan menantang mu di suatu tempat, itupun jika kamu berani!" kata Tian Feng dengan nada meledek kepada Ye Jizan kemudian dia segera terbang dengan kecepatan tinggi menuju ke arah laut yang sangat jauh.
Ye Jizan dengan mata merah bergegas menyusul Tian Feng sehingga situasi di Desa Wunji sedikit lebih tenang untuk sesaat, setelah beberapa saat gerombolan bermacam siluman mulai berdatangan menuju ke Desa Wunji.
"Semuanya dengarkan! Nanti jangan ada satu orangpun yang boleh maju, biar aku dan kakek yang melawan mereka!" kata Alice.
"Nona Alice, apakah kamu bisa?" Zhu Lin bertanya kepada Alice.
"Nyonya tidak perlu khawatir, Tian sudah mempercayakan keselamatan desa ini padaku, jadi nyonya cukup memastikan saja agar tidak ada warga yang berani melangkah keluar dari desa ini apalagi sampai ikut menyerang para hewan aneh itu!" kata Alice.
Alasan Alice melarang mereka agar dia dan Louis bisa bertarung dengan leluasa tanpa harus terganggu oleh orang-orang yang nekat ingin melawan para gerombolan siluman, yang ada perhatian Alice dan Louis akan teralihkan antara bertarung sekaligus melindungi orang-orang.
Zhu Lin mengangguk setelah mendapatkan tepukan tangan di bahunya, tepukan itu berasal dari Hei Tong, setelah melihat Tian Feng yang ternyata adalah seorang pendekar hebat, dia yakin jika Alice dan Louis bukanlah orang biasa.
"Kakek, aku akan melawan yang dibawah, kakek lawan saja yang berada di udara!" kata Alice.
"Tapi Alice kamu harus berhati-hati, ingat jika sekarang di dalam perutmu ada janinnya!" kata Luois berpesan dan kemudian dia melompat ke udara dan terbang untuk menghadapi siluman yang terbang.
Alice memandangi Louis sesaat sebelum akhirnya dia menghentakkan kakinya dan melesat kearah pintu masuk desa. Semua orang jelas terkejut melihat Louis dan Alice yang sama-sama melesat dan menghilang dari hadapan mereka hanya dalam waktu singkat saja, bahkan para lelaki yang masih menaruh hati kepada Alice langsung menarik niat mereka setelah melihat semuanya.
"Sepertinya Desa Wunji akan menjadi desa paling aman setelah kedatangan cicit Tian Lio, mereka bertiga memiliki kemampuan yang melebihi kemampuan para Pendekar!" kata Hei Tong dengan sedikit bernafas lega.
Setelah beberapa saat suara teriakan dan badai angin mulai berhembus kembali, raungan siluman terdengar hingga kedalam desa, bahkan suara ledakan berkali-kali juga terlihat di udara serta di bawah.
Setiap kali ada ledakan maka akan ada badai angin yang terkadang kecil dan terkadang besar, bahkan getaran di tanah yang mereka pijak juga membuat wajah semua orang mulai memucat.
"Tebasan Energi Hitam."
Alice mengayunkan pedangnya kearah gerombolan siluman yang menuju kearahnya, sebuah energi pedang berwana hitam besar menghantam beberapa siluman hingga tubuh mereka terbelah menjadi dua.
Karena kekuatan terbesar yang di miliki oleh para Siluman hanya berada di puncak Cahaya Tahap 3, maka tidak terlalu sulit bagi Alice dan Louis untuk membunuh beberapa siluman terkuat dalam satu kali serangan, hanya saja jumlah mereka yang terus berdatangan seperti tidak ada habisnya.
***
Tian Feng terbang di atas air laut menuju ke sebuah pulau kosong untuk di jadikan tempat pertarungannya melawan Ye Jizan.
Setelah terbang selama beberapa saat, Tian Feng tiba di pulau yang tidak terlalu besar, ukuran pulau tersebut hanya sebesar satu desa kecil saja.
Tian Feng turun dan berdiri di atas batu dengan menatap kearah Ye Jizan yang juga turun kemudian berdiri di hadapan Tian Feng dalam jarak lima meter.
"Jadi kamu memilih tempat ini sebagai kuburan mu? Tidak buruk, kalau begitu mari kita mulai!" kata Ye Jizan kemudian dia menancapkan Toya nya ke tanah lalu mulai melepaskan energinya.
Awan hitam mulai berkumpul saat Ye Jizan mulai melepaskan Aura Hitam yang bercampur dengan putih, dari wajah Ye Jizan mulai muncul bulu putih dan garis lekungan di bawah hidungnya mulai menonjol kedepan.
Ye Jizan berteriak keras mengakibatkan banyak tanah yang naik ke udara serta kilatan petir yang menyambar di langit, dalam waktu sekejap saja wujud Ye Jizan sepenuhnya berubah menjadi seekor kera putih yang sangat perkasa, tatapan mata yang sangat tajam serta aura hitam yang bercampur aura putih membuat siapapun yang melihatnya tidak akan bisa bergerak, lingkaran hitam di belakang kepala Ye Jizan juga muncul sebagai wujud Dewa.
"Ayo manusia tunjukkan kemampuanmu juga yang hanya berada di tahap Dewa Bumi itu!" kata Ye Jizan setengah mengejek.
"Tian, kamu tidak perlu khawatir, walau kemampuanmu berada di tahap Dewa Bumi, namun secara normalnya kamu jauh melebihinya, apalagi kami bertiga juga sudah bangun, maka Hewan Iblis sepertinya tidak cocok untuk bersaing denganmu!" kata Xian.
"Kalian berdua diam saja, kali ini biarkan aku yang ikut bertarung dengan Tian, sudah sangat lama sekali aku tidak pernah menggunakan kemampuanku!" Lianli memotong pembicaraan Xian.
"Baik-baik terserah kamu saja!" ucap Xanzi.
Tian Feng hanya mendengarkan saja, dia sendiri sebenarnya bisa menghadapi Ye Jizan tanpa bantuan salah satu dari Roh Penjaga Pusaka, namun dia tidak mengutarakannya.
__ADS_1
Bumi mulai bergetar saat Aura merah dari tubuh Tian Feng mulai di keluarkan, badai berhembus kencang dan riak air laut berkecamuk tak tentu arah dengan kilatan petir merah yang mencambuk permukaan air laut yang di sertai dengan gemuruh guntur yang menggelegar.
"Bukankah hanya berada di tahap Dewa Bumi? Tapi kenapa dia memiliki tekanan Auranya sebesar ini?" gumam Ye Jizan dengan alis berkedut.
Tian Feng berubah ke wujud Dewa kemudian petir merah yang sangat besar muncul dari langit dan jatuh tepat di ujung mata tombaknya. Seluruh tubuh Tian Feng kini di selimuti oleh petir merah yang sangat kuat, dia terlihat seperti Dewa Petir yang siap kapan saja untuk melepaskan Energi besarnya.
Secara samar-samar aura keemasan yang melepaskan hawa panas melapisi petir merah dan menambah tingkat kemampuan Tian Feng hingga naik ke setengah langkah menuju ke tahap Dewa Langit.
Dengan sekali lepas, ledakan kuat yang menciptakan gelombang energi besar membuat air laut terseret membentuk sebuah gelombang besar, bahkan Ye Jizan sekalipun harus menggunakan energinya untuk bertahan dari hantaman gelombang energi milik Tian Feng.
"Mari kita mulai!" kata Tian Feng dengan nada pelan namun mengandung energi yang sangat kuat.
"Jangan meremehkan aku manusia!" seru Ye Jizan kemudian dia mencabut Toya hitam nya dan maju dengan memutar toya nya dengan satu tangan lalu mengarahkan pukulan yang sangat kuat.
Tian Feng menggenggam Tombak nya kemudian dia juga memutar dengan satu tangan lalu memberikan satu balasan.
Jdarrr!!!
Ledakan benturan dari kedua pusaka mulai menciptakan kekacauan yang membuat awan hitam tebal semakin gelap serta tanah mulai berlubang.
Setiap serangan masing-masing selalu mendapatkan pertahanan yang sangat kokoh lalu memberikan serangan balasan dan hasilnya tetap saja sama.
Sedikit demi sedikit pinggiran pulau mulai hancur dan bongkahan tanah serta batu terus berterbangan kesegala arah, tentu saja Tian Feng menggunakan momen tersebut untuk memukul bongkahan batu kearah Ye Jizan dan Ye Jizan juga melakukan hal yang sama.
"Kau lebih kuat dari yang terlihat!" kata Ye Jizan yang masih menyerang dengan sengit.
"Ini masih belum cukup," jawab Tian Feng kemudian dia mengalirkan Api Teratai Buddha Emas kepada Tombak Nirwana, dengan sekali ayun, energi api emas di gabung dengan petir merah melesat dengan kecepatan tinggi kearah Ye Jizan.
Melihat energi yang melesat secepat kilat membuat Ye Jizan menggunakan Toya nya untuk mengeluarkan energi terkuat yang ia miliki.
"Toya Angin Neraka."
Gemuruh petir merah serta hawa panas Api Teratai Buddha Emas bertabrakan dengan pusaran angin besar membuat pulau kecil itu mulai retak dan gelombang air laut semakin menggila.
Dimana-mana jika api bertemu angin tidak akan bisa mati, yang ada akan semakin membesar dan itu terlihat ketika Api emas berputar mengikuti alur angin kemudian menyatu menjadi satu.
Ye Jizan jelas terkejut melihat Api emas yang mulai menjalar seolah-olah tidak terpengaruh oleh anginnya, dia segera merentangkan sebelah tangannya kemudian melepaskan energi dorong dari angin agar Api emas itu tidak terus mendekatinya.
Apa emas memang terdorong namun tidak untuk petir merah, petir tersebut menerobos energi pendorong kemudian menyambar tubuh Ye Jizan dengan sangat keras dan ledakan besarpun tercipta dari sambaran petir yang sangat kuat.
Ye Jizan berteriak keras dan Toya hitam di tangannya terlepas serta tubuh Ye Jizan terhempas keluar dari pulau tersebut, rasa sakit serta panas di sekujur tubuh Ye Jizan membuat Ye Jizan tidak bisa berpikir serta mengontrol diri, tubuh Ye Jizan jatuh kedalam air laut.
Tian Feng tidak tinggal diam begitu saja, dia segera melayang ke udara tepat di atas jatuhnya tubuh Ye Jizan kemudian mengarahkan mata tombaknya kelangit dan mengumpulkan petir merah yang menyambar ke toya nya.
"Aku tahu kamu tidak akan mati hanya dengan serangan seperti itu, sekarang rasakanlah yang satu ini!" kata Tian Feng kemudian seluruh awan hitam berkumpul membentuk sebuah pusaran raksasa dengan kilatan petir merah yang menyambar ke mata tombak Tian Feng.
Mata Tian Feng menyala merah dan tubuhnya diselimuti oleh petir hitam kemudian dia mengarahkan tombak nya kebawah lalu meluncur bagai sebuah batu meteor yang jatuh dari langit.
Pusaran awan hitam raksasa mengikuti tubuh Tian Feng yang turun kebawah dengan petir merah yang menyala, air laut langsung membentuk sebuah cekungan besar akibat tekanan dari Tian Feng, dan disaat yang bersamaan Ye Jizan juga terlihat mulai melayang namun hanya sebentar sebelum akhirnya dia juga tidak mampu menahan tekanan yang turun dari langit.
Ye Jizan yang hampir seluruh bulunya habis terbakar dengan kondisi kulit melepuh berusaha melihat ke langit dan menemukan cahaya petir merah yang memiliki tekanan yang sangat luar biasa membuat Ye Jizan menatap dengan ekspresi wajah ketakutan.
Seluruh meridian nya sudah hancur sehingga energi dalam tubuhnya sangat kacau, namun Dantian nya masih utuh, hanya saja energi yang ia miliki benar-benar sangat sedikit.
Tsk: Meridian adalah titik nadi yang sebelumnya disebut sebagai Sel Darah.
Ye Jizan tidak bisa menghindar ataupun berusaha untuk bertahan ketika Tian Feng yang menggunakan seperempat kekuatan Tombak Nirwana sudah mulai mendekat.
__ADS_1
"Pergi dan mati..!"
Tangisan Tian Feng seperti suara Dewa pencabut nyawa di telinga Ye Jizan, dia benar-benar tidak memiliki apapun lagi sehingga yang bisa dia lakukan hanyalah menatap Tian Feng serta petir merah yang di ikuti oleh pusaran awan hitam besar di belakangnya.
"Argh...!"
Suara teriakan kesakitan ketika ujung tombak Tian Feng yang mengandung petir merah menghujam tubuh Ye Jizan, suara teriakan yang di sertai dengan ledakan besar membuat cekungan dalam hingga tembus ke dasar laut.
Ledakan yang memisahkan air laut menciptakan gelombang besar kemudian bergerak menjauh, gelombang kejut yang membuat air laut belum bisa menyatu membuat dasar laut terlihat sangat jelas dan tubuh Ye Jizan juga terkapar disana, namun dia masih hidup dengan kondisi yang sangat miris.
Sebagian tubuhnya sudah hancur, dan nafasnya juga melemah, hanya saja mahluk yang memiliki kemampuan di tahap Dewa tidak akan mati semudah itu jika jiwanya tidak segera di lenyapkan.
"Ka..kau akan menerima pembalasanku..!" kata Ye Jizan kemudian dia menghembuskan nafas lalu sebuah kabut halus keluar dan melesat ke langit.
"Apakah kamu pikir aku ini bodoh?"
Tian Feng tiba-tiba saja muncul di atas kabut halus itu dan kemudian wajah Ye Jizan mulai terlihat dari kabut itu, tentu saja Tian Feng tahu jika itu adalah bentuk jiwa Spritual yang hampir mirip seperti Yao Shan, hanya saja Yao Shan sudah menyempurnakan bentuk Spiritual nya sehingga terlihat seperti setengah manusia tranparan.
Wajah Ye Jizan langsung ketakutan saat melihat Tian Feng yang tersenyum dingin kepadanya, dia juga tidak menduga jika Tian Feng menyadari dirinya yang akan kabur dalam wujud jiwa.
Tato Naga Api Emas tiba-tiba saja bergerak dari lengan Tian Feng membuat Tian Feng terkejut, tato Naga Api Emas itu bergerak menjalar di lengan Tian Feng kemudian dia keluar dari telapak tangan Tian Feng dan muncul dalam wujud Naga Api Emas kecil.
Ye Jizan juga sama terkejutnya melihat Naga Api Emas kecil yang menatapnya dengan buas, belum sempat dia berpikir, Naga emas itu tiba-tiba saja melesat kearah jiwa Ye Jizan kemudian dia membuka mulutnya dan sebuah lubang hisap yang sangat kuat menghisap jiwa Ye Jizan kedalam mulut sang Naga Emas kecil.
Tian Feng mematung melihat aksi Naga Api Emas kecil, setelah seluruh jiwa Ye Jizan diserap olehnya, Naga Api Emas kecil meliuk-liukan tubuhnya kemudian dia terbang dan berhenti di hadapan wajah Tian Feng.
"Uwa..! Uwa..!"
Naga Api Emas kecil mengeluarkan suara seperti bayi Naga sekaligus mengibas-ngibaskan ekornya dan bergerak menuju ke telapak tangan Tian Feng kemudian dia melingkarkan tubuhnya dan menatap kembali wajah Tian Feng.
"!!?"
Tian Feng benar-benar keheranan melihat Naga Api Emas kecil tersebut, dia bingung karena ternyata Naga Api Emas kecil tidak hanya sebuah energi Api saja, melainkan dia memiliki kesadaran sendiri dan tentunya dia juga hidup dalam wujud nyata.
"Uwa..Uwa..!"
Tian Feng semakin kebingungan dengan suara Naga Api Emas kecil yang seperti bersuara bayi Naga sekaligus terdengar seperti ingin mengatakan sesuatu.
"Kamu bicara apa?" Tian Feng bertanya.
"Tian, dari mana kamu mendapatkan Api Teratai Buddha Emas?" Xian bertanya.
"Panjang ceritanya Xian, tapi aku tidak tahu jika Api Teratai Buddha Emas yang membentuk tato Naga itu akan benar-benar hidup!" kata Tian Feng.
"Itu adalah wujud asli dari Api Teratai Buddha Emas, dia adalah salah satu Naga Api Suci yang di miliki oleh Buddha!" kata Xanzi.
"Lalu apakah dia akan terus berada diluar dan berbicara Uwa-uwa lagi?"
"Kamu ingin tahu apa yang dia katakan olehnya tadi?" tanya Lianli yang di jawab dengan anggukan oleh Tian Feng.
"Dia bilang jika dia itu sangat suka memakan jiwa mahluk hidup, apalagi jiwa yang jahat seperti kera tadi, jadi jika suatu saat kamu bertarung melawan mahluk jahat lagi, dia akan dengan senang hati untuk menyerap jiwa mahluk jahat itu!" kata Lianli yang menterjemahkan.
"Jadi kata Uwa-uwa itu memiliki arti sebanyak itu?" tanya Tian Feng.
"Tidak juga, aku hanya menerangkannya padamu!" jawab Lianli.
Tian Feng menatap Naga Api Emas kecil yang terlihat lucu dan menggemaskan, Tian Feng tertawa kecil karena dia merasa hal aneh kembali dia lihat kemudian mengelus kepala Naga tersebut.
__ADS_1
Naga tersebut seperti sangat senang kemudian dia terbang berputar-putar beberapa kali lalu terbang dan melilit lengan Tian Feng kemudian. berubah lagi menjadi tato Naga di lengannya.