Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Gunung Qinsang


__ADS_3

Semua anggota organisasi termasuk kelima pendekar Cahaya sama-sama berkeringat dingin, kelima pendekar sudah menyadari jika Tian Feng memang memiliki kemampuan tinggi, dari cara Tian Feng mengendalikan angin menjadi bentuk tangan, mereka sudah bisa mengira jika Tian Feng memiliki kemampuan diatas Raja Alam atau mungkin setingkat Dewa.


"Tuan, adakah anggota kami yang sudah menyinggung Tuan sehingga Tuan ingin sekali menghancurkan kami?" tanya salah satu Pendekar Cahaya.


"Apakah kamu sadar akan pertanyaan kalian itu? Kalian adalah Organisasi pencipta masalah dan menjebak orang-orang agar terjerumus ke dalam Kegelapan, apakah kalian masih bisa bertanya hal ini lagi? Selain diriku pasti masih banyak orang lain yang juga ingin menghancurkan kalian, hanya saja mereka tidak berani karena tidak memiliki kemampuan, sekarang jangan banyak bicara lagi."


Tian Feng melangkah ke salah satu kayu besar kemudian dengan tenangnya dia duduk di atas kayu tersebut lalu kembali berbicara, "Aku hanya ingin salah satu dari kalian saja untuk memberitahu akan dimana letak markas terdekat berikutnya, sedangkan sisanya akan aku bunuh, atau kalian bisa saling serang, pemenang yang terakhir akan selamat setelah memberitahukan ku semua informasi yang ku butuhkan!" kata Tian Feng.


Semua orang saling berpandangan, mereka terlihat ragu, bahkan kelima pendekar Cahaya juga merasa permintaan Tian Feng terlalu aneh, "Kamu..! Jangan mentang-mentang memiliki kemampuan tinggi kamu bisa seenaknya untuk mengancam kami, di dunia tidak hanya kamu saja yang memiliki kemampuan besar, Organisasi kami juga memiliki banyak ahli-ahli kuat yang setara dengan kekuatan Dewa!" kata Pendekar Cahaya yang berasal dari Yamuru.


Tatapan Tian Feng berubah menjadi dingin kemudian dia menatap kearah orang Yamuru itu kemudian dia mengarahkan jarinya kepada orang Yamuru seraya berkata, "Kalau begitu matilah!' kata Tian Feng.


Orang dari Yamuru terkejut mendengar ucapan Tian Feng serta menatap jari Tian Feng dengan penuh kewaspadaan. Walau sudah memasang kewaspadaan penuh, tetap saja tidak ada yang bisa melihat serangan jari Tian Feng kepada orang dari Yamuru itu, yang ada hanyalah sebuah lubang seukuran kepalan tangan yang tiba-tiba saja melubangi bagian jantung orang dari Yamuru itu.


Tidak ada teriakan ataupun tanda-tanda sebuah energi yang melesat kearah rekan mereka, yang ada hanyalah tubuh rekan mereka yang tiba-tiba saja ambruk dengan mata masih terbuka dan dada bagian jantung sudah bolong.


Kini semua orang semakin ketakutan ketika melihat satu lagi seorang Pendekar Cahaya mati begitu saja tanpa sebab, bagi mereka Tian Feng terlihat lebih menakutkan dari pada pimpinan Organisasi mereka yaitu Carolus.


"Sekarang pilihan ada ditangan kalian masing-masing, apakah kalian memilih mati semuanya di tanganku, atau kalian saling bertarung hingga tersisa satu orang yang menjadi pemenang, namun ini hanya berlaku bagi para Anggota Organisasi Bintang Hitam saja, bagi yang belum memiliki tanda Segel Kesetiaan, kalian boleh pergi dari tempat ini!" kata Tian Feng.


Setelah berkata demikian, sekitar lebih dari 70 orang yang tergabung dari laki-laki dan perempuan segera memisah diri dan pergi setelah memberikan hormat kepada Tian Feng. Tidak ada satupun dari anggota yang berani menghentikan orang-orang yang melangkah pergi karena mereka takut Tian Feng akan membunuh mereka jika berani mengehentikan mereka.


"Sekarang katakan pilihan kalian!" ucap Tian Feng sekaligus mengangkat telapak tangan ke atas dan muncul sebuah energi berwarna merah membentuk sebuah lingkaran tipis seperti piring.


Keempat Pendekar Cahaya serta semua orang saling berpandangan sesaat sebelum akhirnya mereka saling mengangkat senjata dan kekacauan segera terjadi. Kekacauan pertarungan melawan sesama membuat bau amis darah segera menyebar, mereka tidak perduli apakah yang mereka lawan adalah teman atau bukan, yang penting bisa membunuh dan keluar sebagai pemenang adalah yang paling penting, semua itu demi keselamatan diri mereka masing-masing, itu yang ada di pikiran mereka masing-masing saat ini.


Tentu saja mereka tidak menyadari jika Tian Feng sedang memanfaatkan mereka semua untuk saling menghancurkan diri mereka sendiri tanpa perlu dirinya sendiri yang harus bertindak, Tian Feng hanya jadi penonton saja tanpa peduli setiap teriakan dari setiap orang yang meregang nyawa.


Tentu saja pertarungan yang paling seru adalah pertarungan Keempat Pendekar Cahaya yang saling serang dan sama-sama melepaskan niat membunuh yang sangat besar.


Markas cabang Organisasi Bintang Hitam yang berada di dalam Hutan Hitam hancur dengan sendirinya dan Tian Feng tidak perlu melakukan apa-apa, setelah hampir setengah hari lebih dari tiga ratus anggota Organisasi Bintang Hitam kini hanya tersisa satu orang saja, dan ironisnya pemenang terakhir bukan seorang pendekar terkuat seperti Pendekar Cahaya, keempat Pendekar justru sama-sama mati akibat luka parah mereka, dan kini yang berhasil selamat justru seorang Pendekar yang baru berada di tingkat Awal saja.


"Akhirnya akulah pemenangnya..!" seru pria itu dengan tubuh yang di penuhi banyak luka dan tubuhnya yang mandi darah, mulia dari darahnya sendiri hingga darah rekan-rekannya yang ia bunuh.


Pria itu dengan menahan sakit berjalan mendekati Tian Feng yang masih duduk tenang menatap kearahnya, pria itu segera mengatakan jika dirinya sudah berhasil bertahan dan menagih janji Tian Feng.


Tian Feng menghela nafas panjang kemudian dia bangkit dan berdiri di hadapan pria itu yang nafasnya tidak teratur akibat menahan rasa sakit di sekujur lukanya.

__ADS_1


"Apakah kamu tahu dimana lokasi markas cabang kalian yang terdekat dari tempat ini?" tanya Tian Feng.


Pria itu mengangguk kemudian dia mengatakan jika markas cabang berikut yang paling dekat berada di Gunung Qinsang yang letaknya berada di dekat Kota kecil yang bernama Kota Zaiping.


Gunung Qinsang adalah salah satu gunung tertinggi di Wilayah Kerajaan Wutong, gunung tersebut juga terlihat dari kota Tang, namun jaraknya cukup jauh, setidaknya butuh waktu sepuluh hari untuk tiba disana jika menggunakan kuda tercepat.


"Tuan aku sudah mengatakan informasi yang Tuan inginkan, jadi apakah saya bisa pergi sekarang?" tanya pria tersebut.


"Kamu lihat dulu mereka semua, dari semua orang-orang yang mati itu, adakah salah satu dari mereka yang menjadi teman paling baik bagimu?" tanya Tian Feng.


Pria tersebut mengerutkan alisnya, perasaannya mulai merasa tidak enak namun dia berusaha untuk menjawabnya, "Ada tuan, dia adalah teman terbaik setelah saya bergabung dengan Organisasi ini, namun tadi dia mati terbunuh oleh orang lain, dan saya berhasil membunuh orang yang sudah membunuh teman saya itu!" jawab pria tersebut.


"Bagaimana perasaan mu setelah membunuh rekan satu organisasi yang sama? Apakah kamu tidak takut dicap sebagai penghianat?" tanya Tian Feng namun tangan di belakangnya sudah mulai berwarna merah.


"Entahlah Tuan, sebenarnya saya berasal dari desa kecil tidak jauh dari sini. Setahun yang lalu saya di paksa untuk ikut bergabung, jika menolak maka anak dan istri saya akan di bunuh, jadi demi keselamatan mereka saya terpaksa ikut bergabung!" jawab Pria tersebut.


Tangan Tian Feng yang awalnya sudah merah dan bersiap untuk melenyapkan satu orang yang tersisa langsung menghilang setelah mendengar pengakuan pria tersebut, hal ini menandakan jika tidak semua orang secata suka rela ingin ikut bergabung, mereka bergabung hanya karena karena berada dibawah ancaman saja.


Masalahnya sekali bergabung dengan Organisasi itu, begitu sudah memiliki tanda Segel Kesetiaan, maka orang itu tidak akan bisa lagi untuk berpaling apalagi berhianat, mereka harus tetap mengabdi sampai mati.


"Apakah kamu tahu letak Desa Wunji?" tanya Tian Feng.


"Tentu saja Tuan, saya memiliki kerabat disana!" jawab pria tersebut.


"Kalau begitu pergilah kesana, nanti disana ada salah satu mantan pemimpin Organisasi Bintang Hitam yang sudah keluar, dia juga bisa menghilangkan tanda di bahumu itu," kata Tian Feng.


"Benarkah? Tapi Tuan apakah nanti dia tidak akan membunuhku?" pria itu merasa sedikit ragu serta takut, dia takut jika nantinya dia justru akan di bunuh oleh orang yang Tian Feng maksud, lagi pula dia juga tahu jika Desa Wunji juga menjadi target Organisasi Bintang Hitam, terlebih lagi ada sekitar tiga orang yang sudah di bawa ke markas dan mereka bertiga sudah lari bersama 70 orang lainnya.


"Tidak perlu takut, katakan saja jika kamu datang hanya untuk menghilangkan tanda Segel Kesetiaan di bahu mu, bilang kalau kamu mengetahui semua itu dariku, kamu hanya perlu menyebut namaku saja kepasa orang itu, setelah itu orang itu pasti akan langsung mengerti!" kata Tian Feng.


"Nama Tuan!?"


"Iya, namaku adalah Tian Feng! Cukup dengan namaku saja, kamu pasti akan langsung dibantu olehnya," ucap Tian Feng.


Tidak ada satu musuh Tian Feng yang mengetahui nama Tian Feng kecuali Luois dan Alice yang kini sudah menjadi anggota keluarganya, sedangkan sisa musuhnya hanya tahu nama Pendekar Dewa Sesat saja.


"Baik terima kasih Tuan!" kata pria itu dengan bersujud.

__ADS_1


Tian Feng mengeluarkan sebutir pil lalu memberikannya kepada pria tersebut agar luka-luka lekas sembuh, setelah itu pria itu bergegas pergi setelah menelan Pil pemberian Tian Feng.


Setelah pria tersebut sudah menghilang, Tian Feng memandangi tumpukkan mayat yang berserakan kemudian dia melepaskan energi api untuk membakar semua mayat dalam sekali lepas. Semua mayat hanya dalam waktu singkat langsung menjadi debu kemudian Tian Feng menghancurkan penghalang mulut goa dan mulai memasukinya.


Kondisi di dalam goa yang menjadi markas cabang sudah berantakan akibat getaran yang ia ciptakan sendiri, namun Tian Feng tidak kesulitan untuk melewatinya.


Tian Feng memeriksa setiap tempat dengan menyebarkan Spiritualnya keseluruh ruangan, dua hanya ingin memastikan apakah ada orang lain lagi di dalam markas seperti orang-orang yang belum terikat dengan Segel Kesetiaan.


Tian Feng tidak menemukan siapapun lagi, yang ada obor dan ruangan yang penuh dengan banyak rantai hitam bergantungan di beberapa ruangan tertentu, bahkan Tian Feng tidak menemukan harta simpanan sama sekali, mengingat Organisasi Bintang Hitam adalah sebuah organisasi besar, biasanya organisasi sebesar itu akan memiliki banyak harta simpanan seperti anggota Lingkaran Pisau Darah yang ia binasakan.


Mungkin karena markas tersebut baru dibuat sekitar setahun lebih, jadi mereka belum sempat mengumpulkan harta, yang ada hanyalah dapur yang memiliki banyak makanan.


Karena tidak menemukan satu orang lagi dan juga di dalam tidak ada barang yang bisa dia jarah, Tian Feng memutuskan untuk keluar dan dia muncul tepat di atas bukit itu.


"Aku akan menunggu disisi selama tiga hari, siapa tahu masih ada anggota lain yang akan datang kesini!" batin Tian Feng kemudian dia duduk di atas sebuah kayu tinggi dan juga besar.


***


Tian Feng duduk bermeditasi sekaligus menyebarkan Spiritualnya dalam jarah jangkau lebih dari seratus meter di sekitar markas, terkadang dia akan mendatangi Dunia dimensi obat untuk mengambil beberapa tanaman dan membuat Pil di luar dunia dimensi.


Tian Feng juga masih berkonsultasi kepada Lianli, dia meminta bimbingan serta arahan Lianli agar lebih memahami cara menggunakan kekuatan Tombak, karena sebelumnya dia sudah sering mendapat bimbingan dari Xian dan Xanzi, kali ini Tian Feng lebih memilih untuk mendengarkan bimbingan Lianli, karena sejak pertama kali mengenal Lianli, dia masih belum berkomunikasi dengan serius.


Dalam penantian Tian Feng di markas itu, tenyata dugaan Tian Feng memang benar, saat hari kedua Tian Feng berada di tempat itu, ada sekitar sembilan orang anggota Organisasi yang datang kesana, mereka membawa orang yang baru mereka dapatkan, namun setibanya disana mereka justru terkejut karena di dalam markas sudah tidak ada siapa-siapa lagi selain reruntuhan batu dan tanah saja.


Beberapa ada yang langsung dibunuh oleh Tian Feng, dan sisanya adalah orang-orang yang secara terpaksa ikut bergabung di lepaskan dan di minta untuk segera pergi ke Desa Wunji.


Setelah hari ketiga barulah Tian Feng memutuskan untuk meratakan bukit yang menjadi markas cabang itu, Tian Feng terbang cukup tinggi kemudian dia menciptakan bola angin berukuran kecil di telapak tangannya kemudian menjatuhkan bola angin kecil itu tepat di atas bukit.


Ledakan yang sangat besar segera tercipta dan bukit tersebut langsung hancur rata dengan tanah, cara tersebut sebelumnya sudah pernah Tian Feng lakukan saat dia melenyapkan Suku Mori di Toakai.


Kali ini cara yang sama dia gunakan lagi untuk menghancurkan markas itu, kehancuran yang di hasilkan sangatlah luas sehingga saat dilihat dari langit seperti tanah kosong yang habis dilanda bencana besar.


"Berikutnya adalah Gunung Qinsang yang letaknya berada di dekat Kota Zaiping!" gumam Tian Feng sekaligus menatap kearah gunung yang terlihat sangat jauh.


Memang secara normalnya akan butuh waktu hingga sepuluh hari untuk pergi kesana dengan menggunakan kuda tercepat, namun bagi Tian Feng yang memiliki Ilmu Sihir Ruang Waktu, Tian Feng hanya butuh waktu kurang dari tiga tarikan nafas untuk tiba disana.


Tian Feng tidak menunggu lebih lama lagi, dia bergegas menggunakan sihir ruang waktunya dan berpindah tempat di atas sebuah kota kecil tidak jauh di bawah kaki gunung, dia lebih dulu akan mencari informasi terkait dengan kabar keberadaan markas cabang yang ada Gunung Qinsang.

__ADS_1


__ADS_2