
Para Organisasi Pengemis yang kesulitan untuk menghancurkan Segel Perisai dari luar kini langsung bergerak masuk saat Segel Perisai hancur karena Petir merah.
Zang Yang yang baru tiba dan bergabung dengan Mei Yinyi atau Nenek Chi juga ikut masuk dan menyerang para prajurit Xiandong dengan Cakar Singanya.
Mei Yinyi sendiri melompat dari satu tempat ketempat yang lain, dan setiap kali mendarat dia akan melumpuhkan beberapa prajurit dengan Tongkat kayunya.
Walau terlihat kuat dan hebat, namun sebenarnya Mei Yinyi tidak bisa bertarung terlalu lama karena kondisi tubuhnya yang sudah tua.
Namun tidak akan mudah bagi prajurit untuk bisa menyentuh Nenek yang terlihat rapuh itu.
Mei Yinyi segera bergabung dengan Bing Ling Ling yang menghadapi salah satu gajah yang tersisa.
"Dewi Salju ijinkan aku membantumu!" kata Mei Yinyi.
Bing Ling Ling tentu tidak keberatan karena dia juga membutuhkan bantuan untuk menghadapi Gajah yang sangat kuat itu.
Pasukan Gajah yang awalnya mencapai hampir seratus itu kini hanya tersisa kurang dari tiga puluh ekor saja.
Beberapa ada yang mati karena dibunuh oleh Naomi dan Chie Xie, dan beberapa lagi ada yang mati karena terkena imbas dari pertarungan Tian Feng dengan para Anggota Organisasi Bintang Hitam.
"Cakar Singa Merobek Mangsa."
Mei Yinyi melompat kearah leher gajah besar tersebut kemudian dia mencakar leher gajah tersebut dengan menggunakan Jurus Singa Emas nya.
Walau berhasil menggores kulit gajah tersebut, namun ternyata itu tidak cukup mampu untuk menembus kulit gajah yang begitu kuat dan tebal.
Untungnya Bing Ling Ling segera memberikan serangan tapak saljunya ke bagian goresan di leher gajah itu hingga terlihat membeku.
Gajah itu berteriak keras kemudian menyerang Mei Yinyi dan Bing Ling Ling dengan belalainya dan disertai dengan serangan anak panah serta tembakan senapan dari para penunggangnya.
"Dewi Salju! Sebaiknya kita serang bagian lututnya saja, gajah ini terlalu besar, jika kita melumpuhkan bagian lututnya, dia pasti tidak akan bisa bertahan dan akhirnya pasti roboh!" kata Mei Yinyi memberi saran.
"Benar juga! Kenapa tidak terpikirkan sebelumnya oleh ku!" kata Bing Ling Ling kemudian dia dan Mei Yinyi bersama-sama menyerang kedua lutut gajah bagian depan.
__ADS_1
Serangan Cakaran Mei Yinyi dan Pembekuan dari serangan Bing Ling Ling membutuhkan beberapa waktu karena tidak mudah untuk menyerang kaki gajah yang selalu bergerak dan menyerang balik kearah kedua nenek tua itu.
Pada akhirnya kedua nenek tua itu berhasil merobohkan Gajah tersebut dan semua para pendekar yang melihat itu segera melakukan serangan yang sama, yaitu menyerang lutut gajah agar bisa merobohkannya.
Saat semuanya sudah mengetahui kelemahan gajah tersebut, tiba-tiba saja tanah yang terus bergetar terlihat pecah dan terbelah sangat lebar.
Beberapa pasukan dan Pendekar yang tidak sempat melompat jatuh kedalam belahan tanah yang sangat dalam dan gelap itu.
Semua itu di akibatkan oleh kekuatan petir merah yang menyelimuti Tombak serta tubuh Tian Feng.
"Tian..! Apa yang akan dia lakukan?"
Zang Yang yang baru menyadari jika sosok yang tertutupi petir merah sekaligus menyambar keberbagai tempat itu adalah muridnya Tian Feng.
Namun Zang Yang sendiri juga tidak bisa berbuat apa-apa karena petir merah yang mengelilingi tubuh Tian Feng itu sangat berbahaya.
Semua itu terlihat saat beberapa prajurit dan Pendekar yang terkena sambaran petir itu langsung lenyap jadi debu hitam, itu menandakan jika Petir Merah itu memiliki energi yang sangat besar yang mampu membunuh Seorang Pendekar Cahaya seperti Wei Fang.
***
Tian Feng sendiri sebenarnya menahan sakit karena kulitnya mulai melepuh, walau sudah menggunakan Chi untuk melindungi kulitnya serta mengaktifkan Tubuh Raja Iblisnya, semuanya tidak ada yang mampu menahan panasnya energi Petir yang berasal dari Tombak Nirwana.
"Aku sudah tidak tahu lagi bagaimana cara mengingatkan mu Tian! Hingga saat ini kamu masih saja membantah dan tidak mau mendengarkan peringatanku walau sekali saja, jika begini tidak ada cara lain lagi!" gumam Xian.
"Maaf atas sifat keras kepalaku ini Xian! Aku harap kamu mengerti jika semua ini aku lakukan demi melindungi semuanya dari pengaruh Organisasi Bintang Hitam serta ajarannya, jika aku harus mati karena ini, aku tidak menyesalinya karena aku tidak akan mati sendirian."
Tian Feng berencana menggunakan kekuatan Tombak Nirwana hingga batas kemampuannya sendiri, dan jika dirinya nanti harus mati karena itu, setidaknya dia akan membawa Louis yang menjadi orang nomor satu di Organisasi Bintang Hitam itu ikut mati bersamanya.
Kedua bola mata Tian Feng juga bercahaya merah serta mengeluarkan kabut yang juga merah kemudian dia memegang Tombaknya dengan tangan kanannya lalu menyampaikan pesan terakhir kepada Xian sebelumnya menyerang Louis.
"Terima kasih atas semuanya Xian! Sampaikan rasa terima kasihku kepada Xanzi serta Lianli atas kepercayaan kalian kepadaku!" kata Tian Feng kemudian dia melompat kearah Louis dengan kecepatan melebihi kedipan mata.
"Cepat sekali..!"
__ADS_1
Louis jelas terkejut saat Tian Feng sudah berada di hadapannya dengan Tombak yang mulai diarahkan kepadanya.
"Sekarang rasakan ketakutan dan bersiap menyambut kematianmu!" kata Tian Feng kemudian dia melepaskan satu tusukan kearah dada Louis.
Louis segera melapisi tubuhnya dengan energi hitam dan menahan serangan Tian Feng dengan telapak tangannya.
Namun semuanya sia-sia karena petir merah itu terlalu kuat dan tidak bisa ditahan hanya dengan energi Raja Alam.
Petir Merah itu menembus pelindung energi yang melapisi tubuh Louis sehingga tubuh Louis terhempas dibawa oleh sambaran Petir Merah itu hingga menghujam kedalam tanah dan membuat ledakan besar yang hampir membunuh setengah dari pasukan kedua kerajaan.
Para pasukan segera menghentikan pertempuran mereka dan kedua pasukan tersebut lari menyelamatkan diri masing-masing termasuk para pendekar kecuali Wei Fang dan Dokhan yang sama-sama terluka parah, lalu Chie Xie dan Naomi yang masih bertarung melawan Arthur walau saat ini mereka sudah tidak lagi bertarung kerena perhatian mereka terhadap Tian Feng dan Louis, lalu Alice yang berusaha bangkit untuk menghentikan pertarungan Tian Feng dan kakeknya dan Wang Dunrui serta Lio Long.
"Xian apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu tidak memperingatkan Tian agar jangan dulu menggunakan kekuatan Tombak melebihi batasan!" gumam Ho Chen yang menyadari jika Tian Feng berusaha menggunakan Kekuatan Tombak yang lebih tinggi, namun itu sama saja dengan bunuh diri.
Ho Chen menghela nafas panjang kemudian dia berniat berpindah tempat, namun mendadak dia menoleh ke langit dan merasakan energi yang ia kenali.
"Chinmi..? Itu pasti dia!"
Ho Chen kini merasa bingung apakah dia harus menyelamatkan Tian Feng atau pergi mengejar energi yang ia yakini jika tadi dia merasakan keberadaan Chinmi walau hanya sebentar melintas di luar angkasa.
"Xian aku percayakan dia padamu!" kata Ho Chen kemudian dia menghilang dan muncul lagi di luar angkasa.
Ho Chen menggunakan mata Dewa nya dan menelusuri seluruh ruang angkasa mencari keberadaan Chinmi.
Setelah beberapa saat dia melihat sesosok manusia yang bergerak dengan kecepatan tinggi, dan itu pergerakan yang hanya bisa di lakukan oleh para dewa yang berada di Tingkat Dewa Agung.
Di saat yang sama sosok tersebut juga menyadari jika dirinya sedang di perhatikan kemudian dia menoleh kebelakang dan tersenyum tipis kepada Ho Chen.
Tenyata memang benar jika sosok itu adalah Chinmi, tanpa menunggu lama-lama lagi, Ho Chen langsung mengejarnya dengan Sihir Ruang Waktunya.
"Chinmi berhenti..!" seru Ho Chen setelah dirinya berada cukup dekat di belakang Chinmi.
Namun panggilan Ho Chen sama sekali tidak mendapatkan respon apapun, bahkan Chinmi juga menggunakan Sihir Ruang Waktunya untuk berpindah tempat.
__ADS_1
Ho Chen jelas tetap mengejarnya, dan dengan kecepatan serta sihir yang sama, Ho Chen terus mengejar Chinmi, dan Ho Chen akan berusaha menyadarkan Chinmi lagi yang kemungkinan besar sudah di kendalikan oleh Energi Hitam pemberian Kaisar Kegelapan yang waktu itu sudah menjadi mertua Chinmi.
.