
***
Jiwa Spiritual Tian Feng melayang melewati lorong waktu yang sangat gelap gulita, tidak hanya gelap, bahkan lorong waktu tersebut memiliki kekuatan energi yang sangat kuat, bahkan Tian Feng sendiri harus menggunakan energinya untuk melindungi tubuhnya dari energi di dalam lorong waktu, jika tidak walau dirinya memiliki kekuatan Rana Ilahi sekalipun jiwanya akan terkikis oleh energi besar dan pada akhirnya dia akan lenyap, sebab saat ini dirinya hanyalah sebuah jiwa Spiritual yang berpisah dengan tubuhnya demi melakukan perjalanan ke masa lalu.
"Ternyata tidak mudah untuk pergi ke masa lalu, tapi bagaimana dengan kembaran jiwa ku serta Zhi Shan dan Zhi Yin serta Zhi yang lainnya? Mereka itu kan juga sebuah jiwa, apakah mereka juga melakukan perlindungan tubuh dengan energi seperti ini?" batin Tian Feng.
Dia merasa jika melawan hukum melewati lorong ruang waktu sangatlah beresiko tinggi, jika tidak memiliki energi yang cukup, maka dirinya tidak akan bisa kembali ke masa depan, namun untungnya saat ini dirinya sedang prima serta memiliki energi lebih dari cukup untuk kembali pulang nantinya.
Setelah beberapa saat, barulah Tian Feng melihat ada cahaya diujung lorong gelap tersebut dan kemudian dirinya mempercepat laju geraknya, hanya saja kekuatan pengendalian serta sihir benar-benar tidak berfungsi serta tidak berlaku di dalam lorong waktu, jadi Tian Feng hanya mengikuti arus dengan sesekali menggerakkan kakinya agar memiliki daya dorong untuk mempercepat gerakannya.
Tian Feng akhirnya berhasil keluar dari dalam lorong waktu, dan begitu dia sampai di luar, ternyata dirinya muncul di samping seorang wanita paruh baya yang sedang mengandung.
"Hem.. kenapa aku justru muncul disini dan bukannya muncul di Desa Wunji?" kata Tian Feng dengan melihat kiri dan kanan, hanya saja wanita paruh baya yang sedang hamil tersebut sama sekali tidak bisa melihat keberadaan Tian Feng.
"Ini kamar yang sangat mewah, tapi dimana ini sebenarnya?" Tian Feng melayang ke arah jendela kemudian dia melihat banyak rumah dimana-mana, melihat rumah-rumah tersebut, seperti Tian Feng mengenali daerah tersebut.
"Ini di Xanhuo di masa lalu! Jadi aku benar-benar berhasil sampai ke masa lalu, tapi bukankah seharusnya aku muncul di tempat dimana aku sedang dilahirkan bukan? Tapi kenapa aku muncul di kamar mewah ini, jelas-jelas ini kamar orang-orang kaya atau mungkin saudagar serta pejabat!" kata Tian Feng kemudian tatapannya tertuju kepada wanita paruh baya tersebut yang sedang mondar-mandir dengan perut besarnya dan sesekali mengelus perutnya.
"Nyonya Wang, apakah sudah waktunya?" seorang pelayan wanita datang dan berbicara kepada ibu hamil itu yang ternyata berwarga Wang.
"Wanita ini berwarga Wang, itu artinya rumah ini adalah kediaman keluarga Wang? Hem.. kenapa aku muncul di rumah keluarga Lie Yie?" batin Tian Feng.
Lie Yie memang keturunan keluarga Wang, nama lengkap Lie Yie adalah Wang Lie Yie, hanya saja Tian Feng tidak mengerti kenapa dirinya bisa muncul di situ.
"Benar sekali Mei Mei, sepertinya sudah saatnya aku akan melahirkan, dari tadi perutku sangat sakit sekali!" kata ibu hamil tersebut.
"Kalau begitu mari kita cepat sebelum air ketubannya pecah di dalam!" kata pelayan tersebut.
"Baik, tapi tolong bantu aku!" kata Ibu tersebut kemudian dia berjalan bersama dengan pelayan tersebut.
"Akan melahirkan? Jangan-jangan…!?" Tian Feng langsung mengerti kenapa dirinya bisa muncul disitu, dia yakin jika bayi yang akan segera dilahirkan itu pasti dirinya.
"Aku harus mengikuti mereka, aku ingin tahu jika memang aku ini sebenarnya adalah anak keluarga Wang, kenapa aku berakhir menjadi anak pungut Ayah Tian Lio?" kata Tian Feng kemudian dia segera mengikuti kedua wanita tersebut di belakangnya.
Jika dilihat dengan sangat teliti, wajah ibu hamil tersebut hampir mirip seperti Lie Yie, namun tidak sepenuhnya mirip, hanya beberapa saja yang mirip seperti alis serta bibirnya.
__ADS_1
"Hem.. Jika memang aku ini sebenarnya adalah anak keturunan Keluarga Wang, itu artinya Lie Yie benar-benar adalah keluarga ku!"
Tian Feng mulai larut dalam pemikirannya sendiri sebelum akhirnya dia kembali mendengarkan obrolan kedua wanita tersebut.
"Mei Mei, apakah Tuan Mu sudah di beri kabar jika aku akan segera melahirkan?" tanya ibu tersebut.
"Sudah nyonya!" jawab pelayan tersebut.
"Aduh..! Perutku sangat sakit sekali," kata ibu tersebut yang kembali merasakan kesakitan di perutnya.
Mei Mei terlihat tersenyum aneh, namun Ibu tersebut tidak melihatnya, sedangkan Tian Feng dapat melihat senyum pelayanan wanita tersebut yang mengandung niat jahat.
"Mei Mei, sebaiknya kamu panggil saja tabibnya kesini, aku sungguh sudah tidak sanggup lagi untuk berjalan!" kata Ibu tersebut.
"Baik nyonya!" jawab pelayan tersebut kemudian dia bergegas pergi meninggalkan Ibu tersebut yang duduk di lantai dengan kedua kaki lurus sekaligus mengerang kesakitan.
Tian Feng merasa tidak tega melihat penderitaan ibu tersebut, kemudian tatapannya beralih ke arah wanita pelayanan yang ternyata tidak pergi ke tabib, dia justru bersembunyi di balik ruangan dengan mengintip ibu hamil tersebut lalu tersenyum jahat.
"Kali ini aku pastikan kamu mati, kamu dan bayimu itu tidak boleh ada di dunia ini, dan setelah itu aku sendiri akan membuat Wang Sao jatuh hati padaku dan menikahiku, setelah itu seluruh kekayaan keluarga Wang akan menjadi milikku!" gumam pelayanan tersebut.
Ibunya Tian Feng berteriak keras karena dia benar-benar tidak kuat lagi dengan rasa sakit yang luar biasa, hal ini membuat hati Tian Feng seperti tersayat mendengar jeritan keras dari ibunya.
"Ibu..!" spontan Tian Feng memanggil Ibunya, hanya saja dia tetap tidak bisa dilihat dan didengar suaranya oleh ibunya.
Walau demikian hembusan angin dari gumaman Tian Feng ditransmisikan ke wajah ibunya sehingga angin tersebut melewati telinga Ibunya Tian Feng langsung terdiam dengan tertegun sebelum akhirnya dia berubah menoleh kekiri dan kanan.
"Sepertinya barusan aku mendengar suara seseorang memanggil Ibu, tapi dimana?" kata Ibunya Tian Feng.
Tian Feng langsung menutup mulutnya karena terkejut saat Ibunya mendengar suara gumaman nya, padahal dia sudah menggunakan aura penghilang jejak, namun sepertinya itu tidak cukup.
Ibu Tian Feng tersentak saat merasakan bayi seperti bergerak di dalam perutnya sehingga kembali membuat Ibu Tian Feng berteriak kembali lalu kemudian cairan putih mulai terlihat lalu disusul oleh darah yang mengalir di lantai.
Ibu Tian Feng mengambil kain bajunya dan kemudian menggigitnya dengan sangat kuat serta menggunakan kekuatannya untuk mengeluarkan bayinya sendiri karena tabib dan pelayan yang di tunggunya tidak juga kunjung datang.
Perjuangan tersebut membuat kering membasahi seluruh pakaiannya dan kemudian Ibu Tian Feng berhasil melahirkan bayi laki-laki sendiri.
__ADS_1
Dengan sisa tenaganya, Ibu Tian Feng bergerak dan membersihkan bayinya yang masih mungil lalu suara tangis sang Bayi pun pecah.
"Selamat datang di dunia diriku, sejak kita dilahirkan, aku hanya ingin mengatakan jika bersiap-siaplah diriku yang kecil untuk merasakan kejamnya dunia ini!" kata Tian Feng yang berbicara kepada dirinya yang masih bayi.
Tidak lama setelah itu, Mei Mei datang, namun dia tidak membawa sang tabib, karena sebenarnya dia memang tidak pergi kemana-mana.
"Mei.. Mei, Ke..bapa kamu sangat,sangat lama?" tanyanya.
"Maaf nyonya tadi tabib juga sedang menolong ibu lain yang akan melahirkan juga, jadi saya hanya bisa menunggu, tapi sepertinya bayi Nyonya sudah dilahirkan dengan selamat?" kata Pelayan Mei Mei dengan penjelasan berbohongnya.
"I..iya, dia sudah lahir, dia bayi laki-laki, dan ini pasti akan membuat iri kedua kakak perempuannya!" kata Ibu Tian Feng membuat Tian Feng mengerutkan dahinya.
"Kakak? Jadi aku punya dua kakak?" gumam Tian Feng.
"Ini Mei Mei, tolong bersihkan bayiku dengan air hangat, serta panggil dua pengawal untuk membantu ku ke kamar, aku ingin membersihkan diri, dan juga jangan lupa tolong bersihkan darah-darah ini nanti!" kata Ibu Tian Feng yang mulai bisa bergerak.
Saat akan bangkit untuk pindah, tiba-tiba saja pelayan Mei Mei mendorong majikannya dengan kaki sehingga membuat majikannya itu langsung kembali terjatuh dengan keras kemudian terbaring dengan perdarahan hebat.
"Mei .. Mei!? A..apa yang kamu lakukan padaku?" tanya Ibu Tian Feng yang juga majikan pelayan tersebut.
"Hahaha.. kali ini kau sudah tidak bisa berbuat apa-apa nyonya! Sudah lama aku menunggu kesempatan ini!" kata Mei Mei dengan tertawa sembari menggendong bayi tersebut dengan kasar membuat tangisan bayi tersebut pecah.
"A..apa maksudmu!" tanya Ibu Tian Feng yang mulai lemas karena kehabisan banyak darah akibat pendarahan.
"Aku sangat menginginkan suamimu, jadi aku harus bisa memilikinya, tapi hanya aku seorang diri saja, karena itu sebaiknya kamu mati saja dengan bayi laki-laki mu ini, dan untuk kedua Putrimu, aku yang akan mengasuhnya, jadi pergi saja kamu ke alam baka sana!" kata Mei Mei.
"Bedebah kamu Mei… Argh…!!" baru saja berbicara tiga kata, Mei Mei dengan kejamnya menendang perutnya dengan keras sehingga membuat Ibu Tian Feng berteriak dan kemudian jatuh tidak sadarkan diri.
Melihat majikannya yang sudah tidak sadarkan diri, Mei Mei meletakkan bayi kecil di lantai kemudian dia mengeluarkan sebilah pisau lalu merobek perut majikannya, setelah selesai mengeluarkan isi perut majikannya, dia meletakkan pisau tersebut di telapak tangan majikanya supaya dikira nantinya jika majikan mati karena merobek perutnya sendiri.
Tian Feng mengepalkan kedua tangan dengan erat, sebenarnya bisa saja dia menampakkan diri untuk menolong Ibunya, hanya saja dia tidak mau ikut campur karena bisa-bisa dunia sejarah akan berubah dan kedua istrinya serta anaknya akan menghilang saat dia kembali ke ke dunia masa depannya.
Setelah membunuh majikannya, Mei Mei membungkus bayi kecil itu seperti kain kemudian dia berniat untuk membantingnya bayi itu hingga hancur berkeping lalu akan meletakkan daging bayi itu di samping ibunya, hanya saja ada Pengawal yang lewat sehingga Mei Mei mengurungkan niatnya dan bergegas keluar membawa bayi tersebut lalu segera membawa kuda dan pergi ke arah sungai setelah itu barulah dia membuang bayi tersebut dengan meletakkannya di atas sebuah keranjang yang sudah dilapisi sesuatu sehingga dia bisa melihat terapung.
Bayi tersebut akhirnya dibawa oleh arus hingga akhirnya bayi itu ditemukan oleh seorang wanita kemudian dibawa pulang kerumahnya, sesampainya disana barulah Tian Feng melihat wajah Tian Lio, dan setelah itu Tian Feng mengetahui identitas diri yang sebenarnya.
__ADS_1
"Pantas saja Lie Yie memiliki ikatan yang saling terhubung, ternyata dia memang keluarga ku!" gumam Tian Feng.