
***
Semua para pejabat Kerajaan Wu sedang berkumpul di aula pertemuan termasuk Yuan Xia, Zang Yang dan Tian Feng yang juga ikut hadir di sana.
Terlihat juga Ma Xia Li dan Yong Shing sedang duduk berdampingan dan diam-diam melirik kearah Tian Feng dan juga Yuan Xia.
"Ingat saudara Yong, kita jangan bertindak gegabah! Anak angkat Yuan Xia itu bukan anak muda biasa, jika sampai kita tetap memberikan racun itu kepada mereka, bisa-bisa anak Yuan Xia itu mengetahuinya!" kata Ma Xia Li berbisik kepada Yong Shing.
"Tentu saja aku tidak akan lupa, aku tidak akan memberikan racun itu pada keluarga Yuan, melainkan kepada Panglima Wei Fang terlebih dahulu, yang penting Panglima itu lenyap lebih dulu, karena hanya dia satu-satunya orang yang akan menjadi penghalang, sedangkan anak Yuan Xia itu, dia bukan orang dalam istana sehingga dia tidak akan bisa berbuat apa-apa kecuali Yuan Xia saja!" kata Yong Shing.
Mereka berdua saling berbisik agar tidak ada orang yang bisa mendengar obrolan mereka, namun mereka berdua tidak tahu jika sebenarnya Tian Feng sedang mengawasi mereka.
Dengan Indra pendengarannya yang tajam, Tian Feng dapat mendengar obrolan mereka dengan sangat jelas.
"Dasar orang-orang licik! Tapi tidak masalah, selama aku masih berada disini, aku pastikan rencana kalian akan gagal!" batin Tian Feng.
Dari arah pintu depan aula pertemuan, Wei Fang datang seorang diri, dia tidak membawa Golok panjang nya.
"Selamat datang kembali Panglima Wei!" salah satu anggota dewan menyapa Wei Fang.
"Terima kasih tuan Lan!" jawab Wei Fang dengan tersenyum hangat kemudian dia menatap kearah kursi Singgasana.
"Kemana Zhi Yu Zhuan, kenapa dia tidak datang?" tanya Wei Fang.
"Panglima Wei, tolong bicara yang sopan, dia itu adalah Raja, jadi panggil dia dengan sebutan Yang Mulia dan hormati dia!" kata Yong Shing.
"Apa? Raja yang mana yang kamu maksud? Apakah dia jadi Raja atas ijin para Dewan dan Rakyat? Jika tidak maka jangan berani-berani mengajariku tentang kesopanan!" kata Panglima Wei kemudian dia menghampiri Tian Feng.
"Aku pikir kamu tidak akan ikut datang kesini Tian? Owh iya Tuan Zang Yang, bagaimana kondisi mu? Semalam Tian sudah menceritakan semuanya padaku!"
"Kondisi saya sudah pulih sepenuhnya Panglima! Saya bersyukur sekali karena ada Tian, andai tidak ada dia mungkin kemarin saya sudah mati!" jawab Zang Yang.
"Kau benar sekali, aku sendiri merasa iri padamu karena kamu memiliki murid seperti Tian, di usia semuda ini dia sudah menjadi pendekar terkuat di Kerajaan Wu ini, sebenarnya aku berharap dia bisa menjadi seorang Panglima agar bisa melindungi Kerajaan ini, namun ternyata Tian tidak tertarik!" kata Wei Fang sambil tertawa lepas.
Zang Yang dan Yuan Xia juga ikut tertawa, sedangkan yang lain hanya bisa melihat mereka berempat yang terlihat paling bahagia dari yang lainnya.
"Kemana perginya Zhi Yu Zhuan itu? Apakah dia tidak berani datang kesini?" tanya Wei Fang kemudian dia berbalik dan menatap kearah Yong Shing.
"Penasehat Yong, cepat kamu panggil Zhi Yu Zhuan kesini!"
Yong Shing menatap Ma Xia Li, dia ingin menolak namun dia tidak berani, "Baik Panglima!" jawab Yong Shing kemudian dia pergi namun matanya melirik kearah pelayan yang mengantar makanan dan minuman untuk semua orang yang hadir.
Yong Shing menganggukkan kepalanya kepada pelayan tersebut, dan pelayan itu segera membalas anggukan dan kemudian dia pergi mengantarkan makan jamuan tersebut ke depan meja mereka masing-masing.
"Silahkan Tuan Yuan, Tuan Muda dan Guru Zang!" kata pelayan tersebut memberikan suguhan kepada mereka.
Tian Feng memperhatikan minuman tersebut kemudian melirik kerah Wei Fang yang sudah di suguhkan makanan dan minuman di hadapan nya.
Mata Ma Xia Li tidak lepas terhadap Wei Fang, dia berharap Wei Fang segera meminumnya, dia yakin Wei Fang tidak mungkin sadar jika minumannya sudah di beri racun.
Racun kali ini berbeda dari racun yang pernah di berikan kepada Zang Yang, racun itu adalah racun penghancur lambung.
Racun tersebut akan beraksi saat malam hari, sedangkan untuk bau dan warna sama sekali tidak ada.
Wei Fang tidak langsung memakan atau meminum suguhan di hadapannya sehingga membuat Ma Xia Li hampir kehilangan kesabaran nya menunggu Wei Fang.
Dengan berpikir keras, Ma Xia Li menemukan ide agar Wei Fang bisa meminum air tersebut.
__ADS_1
"Para Dewan dan saudara-saudara sekalian, sudah cukup lama Panglima Wei pergi, dan sekarang dia sudah berkumpul kembali bersama kita, selagi menunggu Yang Mulia Zhi datang, bagiamana kalau kita bersulang bersama untuk Panglima Wei?"
Semua orang yang ada di sana mengangguk setuju atas usulan Ma Xia Li kecuali Tian Feng saja yang diam.
"Benar sekali, sudah belasan tahun Panglima pergi, jadi tidak ada salahnya bagi kita untuk memberikan sambutan kedatangan nya kembali dengan bersulang bersama! Saya harap Panglima tidak keberatan dan ikut bersulang bersama kami!" kata salah satu Dewan.
"Hahaha... Tentu saja aku tidak keberatan, aku justru sangat terhormat atas sambutan kalian padaku! Kalau begitu mari kita bersulang bersama!" kata Wei Fang sekaligus mengangkat cangkirnya dan bersiap untuk meminumnya.
Ma Xia Li tersenyum lebar, dia merasa caranya itu benar-benar bisa membuat Wei Fang meminum airnya yang isinya adalah rebusan ginseng hangat.
Semuanya sama-sama mengangkat cangkir mereka kecuali Tian Feng saja, "Tian mari minum bersama!" ajak Wei Fang.
"Demi Panglima Wei, semoga panglima memiliki umur panjang!" kata Ma Xia Li.
Semuanya hampir menuangkan air minum mereka ke mulut masing-masing, namun suara Tian Feng segera terdengar dan menghentikan mereka semua.
"Tunggu dulu!" kata Tian Feng membuat semua orang berhenti bergerak.
"Tian! Ada apa? Kenapa kamu menghentikan kami?" tanya Yuan Xia.
"Maaf ayah, panglima dan semuanya! Kenapa kita harus bersulang untuk menyambut Panglima Wei? Apakah tidak ada cara yang lebih meriah dari ini?" tanya Tian Feng, namun sebenarnya dia ingin membatalkan acara bersulangnya.
"Anak muda, ini sudah menjadi kebiasaan kami untuk menyambut orang paling penting di istana!" kata Ma Xia Li.
Tian Feng bangun dan membawa cangkirnya kemudian dia berdiri di samping Wei Fang, "Ada yang lebih menarik dari ini!" kata Tian Feng.
Semua orang menatap kearah Tian Feng dengan rasa penasaran mereka masing-masing.
"Kamu punya ide apa Tian? Menurut ku hanya ini yang paling menarik untuk menghormati seorang pahlawan seperti Panglima Wei!" kata Yuan.
Semua orang saling berpandangan, mereka merasa ide Tian Feng sangat aneh, namun sebagian ada yang setuju.
"Tunggu dulu, ini tidak benar! Selama ini tidak pernah ada acara pertukaran minuman untuk bersulang, tapi sekarang kenapa tiba-tiba saja ada acara seperti ini? Aku tidak setuju!" kata Ma Xia Li yang sedikit panik karena dia harus bertukar minuman dengan Wei Fang.
"Tidak apa Pejabat Ma, lagi pula aku setuju dengan idenya Tian! Ayo kita bertukar minuman," kata Wei Fang sambil menyerahkan cangkirnya yang sudah ada Gingseng nya.
"Tidak-tidak, ini tidak benar, kenapa harus aku yang bertukar minuman dengan Panglima?" tanya Ma Xia Li yang menolak untuk bertukar minuman.
"Ada apa Tuan Ma? Apakah anda keberatan bertukar minuman dengan Panglima? Atau ada alasan lain?" tanya Tian Feng.
Ma Xia Li berusaha mencari alasan yang tepat, menurutnya kemungkinan besar Tian Feng sudah mengetahui jika di air minum Wei Fang ada racunnya.
"Sudahlah Pejabat Ma, kamu beruntung bisa mendapatkan air milik Panglima Wei," kata Ying Lo sambil menyeringai.
Ma Xia Li benar-benar tidak berkutik, jika dia tetap menolak maka semua akan mencurigainya, namun jika dia menerima, maka dialah yang akan terkena racunnya dari Yama Denji.
Ma Xia Li mengambil air tersebut sekaligus menukar dengan punya dirinya.
"Baik sekarang mari kita bersulang untuk Panglima Wei!" kata salah satu Dewan sekaligus mengangkat cangkirnya.
"Untuk Panglima Wei!" kata semuanya dengan serentak, namun Ma Xia Li hanya bergumam kecil saja.
Ma Xia Li melirik kearah Tian Feng yang tersenyum licik ke arahnya dan kemudian Tian Feng meneguk air ginseng nya.
Semua orang sudah mulai meneguk air minum mereka masing-masing kecuali Ma Xia Li yang hanya menempelkan bibirnya di tepi cangkir, dia sama sekali tidak memasukkan air tersebut kedalam mulutnya.
Ma Xia Li berusaha agar tidak ada satu tetespun yang masuk, namun tiba-tiba saja ada sebuah benda menghantam tenggorokannya.
__ADS_1
"Uhuk-uhuk.. Uhuk-uhuk..!"
Tanpa sengaja Ma Xia Li menelan sedikit air gingseng tersebut dan terbatuk-batuk, dia merasakan tenggorokan sangat sakit sekali sehingga dengan refleks membuka sedikit mulut nya karena ingin berseru sakit, namun yang masuk justru air gingseng sehingga dia tersedak air gingseng tersebut.
"Tuan Ma! Kenapa harus terburu-buru seperti itu?" kata Tian Feng sambil menepuk-nepuk pundak Ma Xia Li dengan keras.
Bukannya merasa mendingan, batuk Ma Xia Li semakin kencang karena Tian Feng memukul pundaknya cukup keras.
Ma Xia Li melihat ada biji kacang yang jatuh dari jubahnya, dia yakin biji kacang itulah yang sudah mengenai tenggorokannya, di saat yang sama Ma Xia Li melihat tangan Tian Feng yang memegang beberapa biji kacang, dan akhirnya dia mengerti jika kacang yang mengenai tenggorokannya itu adalah ulah Tian Feng agar air ginseng tersebut masuk ke dalam mulutnya.
Ying Lo segera mengambil air gingseng yang belum habis di minum oleh Ma Xia Li, "Cepat minum lagi Pejabat Ma agar lebih lega!" kata Ying Lo.
Ma Xia Li melirik kearah mejanya dan melihat ada satu cangkir disana, dia berpikir jika itu adalah cangkir milik Wei Fang yang ia taruh disana, sehingga dia mengira jika air yang di berikan oleh Ying Lo adalah air yang lain.
Ma Xia Li segera mengambil air dari Ying Lo dan meminumnya sampai habis dan kemudian menyerahkan cangkir tersebut kembali kepada Ying Lo.
"Terima kasih Panglima Ying!" kata Ma Xia setelah batuknya reda.
"Sama-sama Pejabat Ma!" kata Ying Lo kemudian dia kembali ke tempat nya.
Ma Xia Li segera duduk, namun tatapannya mengarah ke arah Tian Feng yang sudah duduk dan juga masih tersenyum lebar padanya.
Zhi Yu Zhuan datang tepat setelah semuanya tenang, Ma Xia Li segera berdiri untuk memberi hormat, namun yang lain tidak ada yang berdiri.
Mereka menunggu Wei Fang, jika Wei Fang bangkit dan memberi hormat kepada Zhi Yu Zhuan, maka yang lainnya akan ikut bangkit.
Zhi Yu Zhuan hanya bisa menahan amarahnya kepada Wei Fang, dia melirik kearah Yong Shing di sampingnya ingin mengetahui apakah rencana untuk meracuni Wei Fang sudah di lakukan atau belum.
Yong Shing menganggukkan kepalanya sehingga Zhi Yu Zhuan bernafas lega, terlebih lagi dia melihat semua orang sudah meminum air mereka masing-masing hingga habis.
Yong Shing melirik kearah Ma Xia Li, namun Ma Xia hanya menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya, tentu saja Yong Shing agak bingung, namun dia tidak bisa bertanya karena situasinya belum tepat.
"Tunggu Zhi Yu Zhuan, kamu jangan dulu duduk di singgasana itu, sebelum kami semua mengakui mu, maka kamu belum bisa duduk di sana!" kata Wei Fang.
Perkataan Wei Fang jelas membuat Zhi Yu Zhuan tidak menerimanya, namun dia tidak menyuarakan nya dan berusaha tersenyum ramah sekaligus menjawab perkataan Wei Fang.
"Tentu saja Panglima! Aku tidak akan duduk disana saja!" kata Zhi Yu Zhuan.
"Pejabat Yong, duduklah di tempat mu!" kata Zhi Yu Zhuan.
Yong Shing segera mundur dan kembali ke tempat nya di samping Ma Xia Li, "Saudara Ma! Aku harap dia sudah meminum air nya!" kata Yong Shing dengan berbisik.
"Saudara Yong, semuanya gagal, lihatlah air di depanku itu, itu adalah air miliknya!" kata Ma Xia Li yang mejelaskan dengan singkat jika semua rencana sudah gagal.
Yong Shing terkejut kemudian secara perlahan dia mengambil cangkir yang ia kira masih ada airnya.
"Cangkir ini kosong!" kata Yong Shing.
Ma Xia Li langsung melotot kemudian dia mengambil cangkir tersebut, "Tidak! Ini tidak mungkin!" Ma Xia Li langsung panik dan kemudian tanpa permisi dia langsung lari keluar dan membuat semua orang keheranan.
Ma Xia Li lari keluar dan kemudian dia memasukkan jarinya ke tenggorokannya agar air yang ia minum bisa di keluarkan lagi.
Tanpa memperdulikan Ma Xia Li yang lari keluar sebelum pertemuan selesai, di dalam istana sendiri Wei Fang sudah mulai membahas masalah Zhi Yu Zhuan yang menjadi Raja tanpa di lantik oleh siapapun.
Walau semuanya mendengarkan perkataan Wei Fang, hanya Yong Shing yang tidak tenang karena Ma Xia Li kabur secara tiba-tiba.
"Apa yang sebenarnya sudah terjadi, dan mengapa air milik Panglima Wei bisa berada di sini?" batin Yong Shing yang mulai gelisah.
__ADS_1