
Wei Fang masih tetap menyerang Tian Feng dengan seluruh kemampuan yang dimilikinya, pertarungan mereka berdua ternyata mengundang banyak prajurit yang datang karena suara ledakan dan getaran dari benturan pukulan mereka berdua.
"Golok Menghalau Awan."
Wei Fang tetap melepaskan serangan Goloknya serta energi tebasan yang sangat luar biasa sekali, namun Tian Feng dengan sangat mudahnya menepis setiap energi tebasan tersebut dengan sebelah tangannya saja.
"Panglima apa yang kamu pertanyakan? Aku ini Tian!" jawab Tian Feng.
"Jika kamu memang Tian, kenapa kamu bisa tahu nama Sue Yue? Dan aku yakin kamu pasti tahu jika wajah putri Tuan Hiroshi itu sangat mirip dengan Sue Yue!" kata Wei Fang tanpa menghentikan serangannya.
"Aku..! Aku pernah melihat wajah senior Sue Yue dari gambar dirumah Guru Topeng Iblis!" kata Tian Feng.
Wei Fang menyerang dengan tendangan berputar dengan gagang Goloknya sebagai penahan tubuhnya.
Tian Feng menahan tendangan tersebut yang mengarah ke dadanya dengan menyilangkan ke-dua lengannya.
Tian Feng mundur setengah meter kebelakang, namun dia sama sekali tidak merasakan dampak sakit apapun dari tendangan Wei Fang.
"Tadi kamu tidak memanggil Sue Yue dengan sebutan Senior! Sekarang kamu memangilnya senior! Tapi kenapa Topeng Iblis bisa memiliki gambar Sue Yue?" tanya Wei Fang kemudian kembali menyerang Tian Feng.
"Guru Topeng Iblis menjelaskan padaku bahwa Senior Sue Yue itu adalah Si Iblis Gila!" jawab Tian Feng.
Wei Fang yang sudah mengayunkan Goloknya seketika itu juga berhenti saat Tian Feng mengatakan jika Sue Yue itu adalah Si Iblis Gila.
"Apa katamu? Sue Yue itu adalah Iblis Gila? Jadi dia benar-benar bergabung dengan Perguruan aliran sesat?"
Dari sejak terbentuknya gelar Lima Iblis Kematian hingga sekarang, tidak ada yang mengetahui nama asli mereka, karena semua penderkar hanya mengetahui mereka berlima sebagai Lima Pendekar Iblis Kematian saja.
"Baiklah aku percaya padamu! Namun aku ingin bertanya satu pertanyaan lagi padamu! Apakah kamu benar-benar tidak ingat siapa keluarga mu dan dari mana asalmu?"
Tian Feng hanya menggelengkan kepalanya pura-pura tidak ingat, "Aku tidak terlalu mengingatnya Panglima!" jawab Tian Feng.
"Tian maaf karena sudah mencurigai mu! Aku tidak tahu jika Sue Yue itu adalah Si Iblis Gila! Awalnya aku mengira kamu adalah seorang pendekar yang memiliki cara khusus seperti diriku yang bisa membuat fisik jadi sepuluh kali lebih muda dari usia sebenarnya, karena itu aku mencurigai mu," kata Wei Fang.
"Tidak apa-apa Panglima! Lagi pula wajar jika Panglima menaruh rasa curiga padaku," jawab Tian Feng.
Wei Fang merasa malu, namun dia berusaha menutupinya dengan tersenyum lembut kepada Tian Feng.
"Sekarang bagaimana? Apakah kita akan melanjutkan latih tanding ini?" tanya Tian Feng.
Wei Fang melihati para prajurit yang sudah berkumpul melihat pertarungan mereka. Para prajurit tersebut menonton dari jarak yang cukup jauh karena tidak ingin terkena serangan nyasar.
"Kenapa kalian semua berada disini? Kami ini hanya berlatih tanding, jadi cepat kalian semua bubar!" bentak Wei Fang.
__ADS_1
Para prajurit yang ada disana segera membubarkan diri karena bentakan Wei Fang, bahkan prajurit yang baru tiba juga diajak meninggalkan tempat itu agar tidak dimarahi oleh Wei Fang.
"Kita sudahi dulu latih tanding kita, aku tahu jika sejak tadi kamu sengaja menahan diri agar tidak melukaiku, andai tadi kamu serius, aku pasti sudah kalah sejak pertama memulai pertarungan!" kata Wei Fang.
Tian Feng tersenyum tipis, jelas dia tahu jika Wei Fang pasti menyadari jika dirinya sengaja menahan dirinya.
"Tian..! Aku ingin kamu mengajariku bagaimana caranya bisa terbang seperti mu! Apakah kamu bisa memberitahukanku bagiamana caranya! Bila perlu aku akan memanggilmu guru! Bagaimana?"
"Panglima! Ini tidak sesederhana yang panglima pikirkan, butuh banyak energi untuk bisa terbang diudara!" jawab Tian Feng.
"Emm!? Memangnya kenapa? Aku memiliki Seratus Dua Puluh Lima Pusaran Chi! Apakah itu tidak cukup?" tanya Wei Fang yang yakin jika Chi yang ia miliki sudah cukup banyak.
"Tidak cukup Panglima!" jawab Tian Feng.
"Mustahil! Memangnya butuh berapa banyak pusaran Chi yang harus dimiliki?"
"Setidaknya Tiga ratus keatas!" jawab Tian Feng dengan tenang.
"Ti..tiga ratus keatas? Memiliki seratus lebih saja adalah sebuah keberuntungan bagiku, dan itu aku mendapatkannya dengan cara yang sangat sulit, apalagi jika sampai Tiga ratus bahkan lebih, butuh latihan dan juga sumber daya yang tidak sedikit untuk bisa mendapatkannya, dan itu juga butuh puluhan hingga ratusan tahun!" kata Wei Fang.
Wei Fang memperhatikan Tian Feng secara seksama, "Apakah saat ini kamu sudah memiliki Tiga Ratus lebih pusaran Chi?" tanya Wei Fang.
"Aku memiliki sekitar Delapan Ratus Pusaran Chi Panglima!" jawab Tian Feng.
Wei Fang terkejut bukan main seperti tersengat lebah, dia memegang ke-dua pundak Tian Feng dan menatap Tian Feng dengan tatapan tidak percaya.
"Untuk apa aku mengerjai Panglima? Jika Panglima tidak percaya, lihat dan rasakanlah!" kata Tian Feng kemudian dia melepaskan seluruh energi yang ia miliki.
Seluruh tanah di lapangan latihan mulai bergetar, bahkan disekeliling tubuh Tian Feng seperti diselimuti oleh pusaran angin.
Semakin lama pusaran angin tersebut semakin membesar, bahkan tanah di lapangan juga mulai retak akibat getaran yang semakin meluas hingga mencapai ke rumah-rumah penduduk.
Tentu saja semua penduduk yang merasakan getaran tersebut segera keluar rumah karena panik dan mengira ada gempa.
Getaran tersebut semakin melebar hingga sampai ke istana serta sampai kerumah Yuan Xia.
Akibatnya semua orang menjadi panik bahkan Ratu Sie Qian dan seluruh orang istana juga berhamburan keluar rumah, termasuk Yuan Xia, Hiroshi dan semuanya yang juga keluar dari rumah karena takut tertimpa rumah jika sampai roboh.
Wei Fang menelan ludahnya saat merasakan dampak dari energi Chi yang dilepaskan oleh Tian Feng, dia juga melihat banyak tanah yang retak dan juga mendengar suara teriakan orang yang panik.
"Cukup Tian, cukup! Aku percaya tolong segera hentikan, jika tidak akan banyak bangunan yang roboh!" kata Wei Fang.
Tian Feng segera menghentikannya, dia menari kembali Chi nya dan segera menyimpannya kembali dengan teknik pernafasan.
__ADS_1
"Bagaimana caramu bisa memiliki Chi sebanyak ini? Sebelumnya saat kamu bertarung dengan Pengawal Organisasi Bintang Hitam itu, kamu tidak melapaskan energi sebesar ini!" kata Wei Fang.
"Cerita cukup rumit Panglima, dan masalah petarung di Kuburan Seribu Pedang itu aku mengeluarkan energi yang sama besarnya, namun karena disana adalah gurun pasir, jadi dampaknya tidak seperti disini, dan di kuburan Seribu Pedang juga tidak ada pemukimannya jadi tidak mengakibatkan dampak yang serius!" kata Tian Feng menjelaskan.
"Kamu sungguh pemuda berbakat, selama ini hanya kamu satu-satunya orang yang memiliki Chi hingga Delapan Ratus Pusaran, jadi aku semakin yakin jika kamu pasti berasal dari Kerajaan Jiu, dan mungkin kamu adalah anak dari Pendekar hebat yang ada disana!" kata Wei Fang.
Tian Feng hanya menanggapinya dengan tersenyum tipis, memang Tian Feng berasal dari Desa kecil yang letaknya sangat jauh dari Kota Xanhuo.
Masa lalu Tian Feng sangat tidak menyenangkan, dulu dia hanya tinggal dengan seorang pria pemabuk yang Tian Feng tahu jika dia itu adalah Ayahnya.
Sejak kecil Tian Feng tidak pernah melihat wajah ibunya, kata Ayahnya Ibu Tian Feng meninggal saat melahirkan Tian Feng, dan ayah Tian Feng menyalahkan Tian Feng atas kematian ibunya.
Namun Tian Feng sempat mendengar desas-desus dari beberapa penduduk desanya bahwa sebenarnya Ibunya tidak mati karena habis melahirkan, dia meninggal karena tidak sengaja terkena pukulan kayu di kepalanya oleh Ayah Tian Feng.
Kabarnya saat itu Tian Feng masih berusia satu tahunan. Saat malam ayah Tian Feng pulang dalam keadaan mabuk, dia datang dan bertengkar hebat dengan istrinya.
Saat itu Ayah Tian Feng berniat membunuh Tian Feng yang sedang tidur dikamar dengan cara akan memukul Tian Feng dengan kayu hingga mati.
Namun ternyata ibunya datang dan melindungi Tian Feng, akhirnya kayu tersebut mengenai kepala ibu Tian Feng hingga pecah dan meninggal ditempat.
Saat itu ayah Tian Feng yang mabuk juga jatuh karena teler, dia tidak sadarkan diri hingga pagi hari, dan dia terbangun karena Tian Feng yang menangis disamping jasad ibunya.
Semua warga desa terdekat yang mendengar itu segera datang dan menolong Tian Feng serta membantu mengubur ibunya.
Masalahnya saat itu Tian Feng terlalu kecil untuk mengingat semuanya, apalagi kejadiannya waktu itu dia sedang tidur.
Saat Tian Feng menginjak usia Lima tahun, Tian Feng sempat mendengar obrolan warga yang lain jika mereka merasa kasihan terhadap Tian Feng yang katanya menjadi anak pungut Tian Lio dan istrinya, mereka berdua adalah Ayah Tian Feng serta ibunya yang sudah meninggal.
Karena saat itu Tian Feng masih anak-anak, jadi pemikiran seperti anak pada umumnya, yaitu tidak terlalu menghiraukan pembicaraan orang dewasa karena dia tidak mengerti akan semua itu.
Masa kecil Tian Feng tidak pernah sebahagia anak lainnya, dia sering dimarahi oleh Tian Lio, dan juga sering dianggap sebagai beban dan juga pembawa sial dan disalahkan atas kematian ibunya yang katanya mati setelah habis melahirkan Tian Feng.
Tian Feng tidak pernah merasakan kasih sayang dari ke-dua orang tuanya, malah dia tidak pernah bermain, yang ada hanya disuruh mencari uang dengan cara apapun untuk bisa membeli minuman Tian Lio.
Tian Feng diusir oleh Tian Lio saat sudah berusia delapan tahunan, dan sejak saat itu hingga sekarang, Tian Feng tidak pernah kembali lagi.
Pastinya Tian Lio pasti sudah meninggal karena dia adalah manusia biasa yang kerjanya hanya mabuk.
"Baiklah Panglima, lain kali aku akan mencari cara agar Chi Panglima dan Guru Zang bertambah, setelah itu barulah aku akan mengajari kalian cara terbang, untuk saat ini aku belum bisa karena lusa aku akan berencana pergi ke Kerajaan Jiu!" kata Tian Feng.
"Kamu tetap akan pergi kesana?"
"Tentu saja Panglima! Aku harus mempelajari Ilmu Tombak sekaligus menambah energiku! Walau energi yang aku miliki sebanyak Delapan Ratus Pusaran, namun itu masih belum cukup, karena Pengawal Organisasi Bintang Hitam yang aku kalahkan itu sebenarnya memiliki Chi yang lebih banyak dariku!" kata Tian Feng.
__ADS_1
"Baiklah, besok aku akan meminta stempel Kerajaan dari Ratu Sie untukmu, sampai bertemu besok dirumahmu!" kata Wei Fang kemudian dia lebih dulu pergi meninggalkan Tian Feng.
Tian Feng hanya menghela nafas panjang dan kemudian dia segera melompat dan terbang kembali pulang kerumahnya.