
Tangan Chinmi menjadi kaku sedangkan kakinya melepaskan hawa hitam, hawa tersebut tidak lain adalah energi hitam yang mengambil alih tubuh Chinmi.
"Hahaha...! Aku tidak menduga jika para Buddha akan turut andil dalam masalah ini!" suara pelan menggema mengisi seluruh Alam semesta dan membuat ruang muncul banyak riak.
"Azura..! Apakah kamu datang hanya untuk mengacau dunia kahyangan lagi?"
"Dewi welas asih, bukanlah takdir ini tidak bisa dirubah dimana dunia atas dan dunia bawah tidak bisa bersatu? Kami hanya ingin bergabung dengan dunia atas, namun karena kami di tolak, maka penolakan dan penghinaan ini akan terus kami simpan di dasar hati yang paling dalam, jadi kalian para Bodhisattva janganlah ikut campur masalah kami, apakah kalian merasa kami ini akan menyerang Nirwana? Tidak Buddha!" kata suara itu kemudian sebuah cahaya merah muncul daei jauh dan berkedip sebelum akhirnya muncul di depan para pasukannya.
Semua dewa dan para pasukan Kegelapan menarik nafas melihat wujud Kaisar Iblis yang sesungguhnya, tubuhnya sederhana dan rambutnya berwarna hitam panjang dengan kedua mata berwarna kemerahan, dia mengenakan jubah merah dengan dua pedang panjang berada di punggungnya, untuk kemampuannya tidak ada yang bisa mengukur kecuali para Buddha.
"Kaisar Iblis, sudah jutaan tahun lamanya kamu tidak pernah menampakkan diri, apakah sekarang kamu bangun dari tidur panjang mu untuk merebut Kahyangan seperti dulu?"
Sebuah suara muncul dari tanda spasial dan sosok berjubah hitam menampakkan dirinya membuat semua pasukan Kegelapan segera memberi hormat.
"Siapa kamu?" tanya Kaisar Iblis.
Mulut An Huang Yi melengkung, dia memang sadar jika Kaisar Iblis tidak akan mengenalinya karena dulu saat Kaisar Iblis membuat masalah, saat itu dia masih menjadi seorang Buddha yang masih satu jalan dengan Buddha Rulay, bahkan saat pertempuran besar di kahyangan terjadi, dia sedang bermeditasi seorang diri, karena itu Kaisar Iblis tidak mengenal dirinya.
"Aku adalah Penguasa kegelapan An Huang Yi Sang Kaisar Kegelapan, hahaha..!" kata An Huang Yi memperkenalkan dirinya dengan bangga kemudian tertawa lantang.
"Aku tidak pernah mendengar itu!" kata Kaisar Iblis membuat tawa Kaisar Kegelapan tersangkut di tenggorokannya.
"Rulay..! Lepaskan tubuh menantuku," kata Kaisar Kegelapan.
"Dia menantu mu, namun dia juga muridku! Jadi aku tidak bisa membiarkan dia kembali jatuh dalam pengaruhmu!" kata Buddha Rulay.
"Maksudmu bekas muridmu lagi pula dia sudah melepaskan kekuatan Suci pemberian mu dan menerima kekuatan Kegelapan ku, jadi dia berhak berada di sampingku!" Kaisar Kegelapan melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"Baik aku akan menyerah tubuh Xi Jing Zi padamu, tapi kamu harus memenuhi tiga persyaratan terlebih dahulu, bagaimana?"
Kaisar Kegelapan merajut alisnya, dia tahu jika akan sulit rasanya untuk bisa mendapatkan Chinmi kembali jika sudah berada di tangan Buddha Rulay, walau dengan cara negosiasi sekalipun pasti akan ada persyaratan yang akan diberikannya.
"Apa persyaratannya?" tanya Kaisar Kegelapan.
Buddha Rulay tersenyum lembut kemudian dia menunjuk kesatu arah, "Kembalikan jiwa-jiwa mahluk hidup yang sudah kamu ambil dari tiga Galaxi," kata Rulay kemudian dia menunjuk kearah Chinmi, "Lepaskan jiwa Xi Jing Zi dan kembalikan kepada tubuhnya, " Buddha Rulay menatap kearah satu Galaxi dan kembali mengatakan syarat yang ketiga, "Di galaxi merah, salah satu muridku akan menantang mu, jadi datanglah ke galaxi merah lima tahun lagi, jika kamu tidak sanggup memenuhi persyaratan yang pertama maka ada persyaratan yang kedua, jika masih maka masih tidak bisa masih ada yang ketiga dan tidak ada yang bisa kamu tolak, jika kamu berhasil menang di persyaratan yang ketiga, maka aku akan menyerah Xi Jing Zi padamu beserta dengan Nirwana, namun jika kamu kalah, kamu tidak akan mendapat apa-apa, hanya hukuman yang akan kamu dapatkan!" kata Buddha Rulay.
Ho Chen mengerutkan dahinya mendengar persyaratan yang di berikan oleh sang Buddha kepada Kaisar Kegelapan, dia tahu murid yang di maksud pasti adalah Tian Feng, hanya saja lima tahun adalah waktu yang singkat, sedangkan Tian Feng dalam dua tahun saja baru bisa naik ke tahap Dewa Bumi, walau terdengar aneh namun Ho Chen tetap percaya sepenuhnya kepada Sang Buddha.
"Kalau begitu aku akan menerima persyaratan yang ketiga! Aku pasti akan datang ke galaxi merah untuk memenuhi undangan pertarungan melawan muridmu!" kata Kaisar Kegelapan.
Buddha Rulay tersenyum sekaligus mengangguk, dia yakin jika An Huang Yi pasti lebih memilih persyaratan yang ketiga, karena tidak mungkin dia bisa mengembalikan jiwa-jiwa yang sudah ia serap dari tiga Galaxi, yang ada kemampuannya akan hilang, dan untuk persyaratan yang kedua juga tidak mungkin bisa di lakukan oleh An Huang Yi, jika melakukannya dia akan benar-benar kehilangan Chinmi yang jiwanya sudah kembali ketubuhnya, namun untuk yang ketiga, Buddha Rulay sangat yakin jika An Huang Yi pasti akan menyetujuinya.
"Kalau begitu hentikan pertempuran ini dan kembalilah ketempat mu, dan untuk kamu Azura, aku minta padamu untuk tidak melanjutkan niatmu itu, jika tidak maka bukan hanya tentara langit saja yang akan mendatangi Dunia bawah, melainkan para murid-murid kami juga akan mendatangi Dunia bawah, jika hal itu sudah aku putuskan, maka tidak akan ada satupun yang bisa menghentikannya termasuk diriku! Sekarang kembalilah kalian semuanya," kata Buddha Rulay.
__ADS_1
Kaisar Iblis dan Kaisar Kegelapan sama-sama saling berpandangan, terlihat jelas keengganan mereka untuk kembali, namun mereka berdua sadar jika yang bicara kepada mereka bukanlah sosok yang bisa di anggap remeh.
"Kembali kalian semua!" kata Kaisar Iblis kepada para pasukannya.
Seluruh pasukan dari Kaisar Iblis segera mundur kemudian mereka menghilang menjadi cahaya, setelah itu disusul oleh pasukan Kegelapan hingga akhirnya hanya tersisa pasukan langit serta para dewa.
Semuanya bisa bernafas lega setelah semua musuh mundur tanpa terjadi pertempuran besar yang sangat di khawatirkan, setelah para Dewa dan seluruh pasukan langit menarik diri, kini hanya tersisa kelima Buddha dan Ho Chen serta Chinmi.
"Buddha, kenapa Buddha membiarkan Kaisar Kegelapan pergi begitu saja?" tanya Ho Chen.
Buddha Rulay tersenyum kemudian dia mengibaskan tangannya kearah Chinmi yang semakin melemah. Tubuh Chinmi di pindahkan oleh Buddha Rulay ke Nirwana kemudian dia meminta kepada keempat Buddha lainnya untuk kembali karena masalah sudah selesai.
"Aku mengerti akan perasaanmu Dewa Pelindung Alam Semesta, hanya saja aku ingin bertanya satu hal padamu! Jika kami harus terlibat dalam pertarungan melawan An Huang Yi dan Azura, apa yang akan terjadi terhadap seluruh alam semesta ini?" tanya Buddha Rulay.
Kekuatan An Huang Yi berada di tahap setengah langkah menuju Rana Agung, walau hanya setengah langkah saja, namun itu tetap termasuk dalam tahap Rana Agung yang memiliki kehancuran besar ke seluruh Alam semesta, belum lagi kemampuan Kaisar Iblis yang kemungkinan sudah berada di puncak terakhir Rana Agung.
Jika semua para Buddha bertarung melawan kedua Kaisar itu, maka betapa mengerikannya kehancuran yang akan melenyapkan alam semesta.
Jadi selagi menunggu waktu hingga lima tahun, Buddha Rulay akan membuat segel di galaxi merah agar saat terjadi pertempuran besar, maka tidak ada lagi yang perlu di khawatirkan, namun untuk membuat segel penahan itu butuh waktu sehingga Buddha Rulay memberikan waktu persyaratan hingga lima tahun, tentu saja para Buddha serta para Dewa harus bisa bekerja sama melatih calon lawan An Huang Yi yang tidak lain adalah Tian Feng.
"Dewa Pelindung Alam Semesta, Aku harap kamu mau membawanya kemari untuk dilatih, hanya di dunia alam Dewa dia dia bisa meningkatkan kemampuannya, jadi bawalah dia ke dunia alam Dewa!"
Ho Chen mengangguk, dia mengerti jika yang dimaksud oleh Sang Buddha adalah Tian Feng, hanya saja saat ini tiap m membutuhkan waktu 1 tahun untuk memberantas organisasi si Bintang Hitam di dunianya, setelah itu barulah dia akan dibawa ke dunia alam Dewa.
Ho Chen tidak menanyakan akan diapakan nantinya Chinmi oleh Sang Buddha, namun setidaknya nya saat ini chinmi tidak akan bisa melakukan apapun sesuka hatinya karena sang Buddha sendiri yang akan mengawasinya.
Walau sudah terlihat tenang kembali setelah sang Buddha berhasil menyelesaikan kekacauan, namun tidak ada yang tahu kedepannya karena watak An Huang Yi dan Kaisar Iblis sama-sama memiliki pikiran yang jahat dan licik.
"Pertandingan tunggal ya!" gumam Ho Chen kemudian dia berpindah tempat kembali ke dunia tempat terakhir dia bertarung melawan Chinmi.
***
Pertarungan besar antara Ho Chen melawan Chinmi memang berada di luar angkasa, namun energi mereka terutama Ho Chen masih bisa di rasakan oleh sebagian orang diantaranya adalah Wang Dunrui, Lio Long dan Tian Feng.
Saat ini Tian Feng sudah tiba di Desa Wunji, desa itu memang sudah terlihat jauh berbeda dari terakhir kali Tian Feng meninggalkan desa tersebut, banyak pemikiran warga yang semakin padat serta posisi jalan yang juga berubah.
Namun tanah tempat tinggal Tian Feng saat masih kecil masih ada, tanah itu hampir menyerupai hutan, banyak pohon-pohon rindang serta rumput liar yang berduri berserakan memenuhi tanah kosong yang hanya menyisakan beberapa bekas kayu dari rumahnya.
"Maaf Tuan, kalian ini siapa? Apakah kalian sedang mencari seseorang?" seorang wanita tua datang menghampiri Tian Feng yang sedang memandangi tanah bekas tempat tinggalnya.
Alice dan Louis hanya menatap dalam diam, mau menjawab mereka tidak tahu harus menjawab apa kepada wanita tua itu, sedangkan Tian Feng berbalik dan menjawabnya.
"Nyonya, kami hanya ingin menempati tempat ini!" kata Tian Feng.
__ADS_1
Wanita Tua itu mengerutkan alisnya mendengar perkataan Tian Feng kemudian dia menatap ke tanah kosong sembari memberikan penjelasan kepada Tian Feng.
"Tanah ini sudah kosong sejak seratus tiga puluh tahun yang lalu, tanah ini sebenarnya adalah milik seseorang yang semasa hidupnya hanya tinggal sendirian setelah dia mengusir anak angkat laki-lakinya! Karena hidup sendirian hingga menjelang tuanya, orang itu akhirnya meninggal tanpa ada satu warga pun yang mengetahuinya, setelah lima hari barulah warga desa menemukan jasad orang tua itu yang sudah membusuk, setelah itu tidak ada satu orangpun yang mau menempati tanah ini hingga hari ini!" kata Wanita tua itu.
"Saya tahu itu nyonya, tanah ini sebenarnya adalah milik Tian Lio!" kata Ho Chen.
Wanita tua itu terkejut mendengarnya kemudian balik bertanya, "Bagaimana kamu bisa tahu? Aku saja hampir lupa dengan namanya karena kejadian itu terjadi jauh sebelum aku dilahirkan!" kata Wanita tua itu yang tidak menyembunyikan rasa keterkejutannya.
Tian Feng tersenyum kemudian dia mengenal dirinya kepada wanita itu, "Nyonya, nama saya adalah Tian Feng, saya masih memiliki hubungan dengan Tian Lio karena itu saya bisa tahu semuanya," kata Tian Feng.
"Tian Feng!?" wanita itu memiringkan kepalanya.
"Ada apa nyonya?" Tian Feng bertanya.
"Tidak! Hanya saja namamu hampir mirip dengan nama anak dari Tian Lio!" kata wanita tua tersebut.
Tian Feng berpikir sejenak sekaligus menghitung sesuatu, andai dirinya benar-benar terlahir di masa sekarang dan umurnya benar-benar 21 tahun, maka dirinya bisa di bilang sebagai kakek atau kakek buyut.
"Hahaha.. Nama saya memang di samakan dengan nama mendiang kakek saya!" kata Tian Feng dengan tersenyum berat kerena harus mengatakan jika dirinya sudah tiada.
"Owh..!? Kalau begitu tanah ini memang milik keluargamu!"
Tian Feng mengangguk kemudian dia mengenalkan Alice serta Louis kepada wanita itu, nama wanita tua itu adalah Zhu Lin, istri kepala desa di desa Wunji.
"Kalian butuh waktu untuk membersihkan tanah ini serta membangun rumah baru kalian, karena itu kalian menginap saja di rumah ku, nanti biar suamiku yang meminta warga untuk membantumu membangun rumah untuk mu!" kata Zhu Lin.
"Terima kasih nyonya Zhu!"
"Jangan terlalu sungkan begitu, lagi pula kamu dan istrimu akan menjadi warga kami, jadi sudah sepatutnya bagi kami untuk memberikan bantuan ini!" kata Zhu Lin.
Sebenarnya bisa saja Tian Feng melakukannya seorang diri, namun dia tidak mau melakukannya karena tidak ingin membuat para warga jadi takut, terlebih lagi situasi di Desa Wunji sepertinya tidak sepenuhnya damai, semua itu terlihat dari beberapa orang yang terlihat takut saat melihat kedatangan orang asing seperti kelompok Tian Feng.
"Maafkan atas sikap mereka itu nak Tian, mereka masih agak takut karena beberapa hari yang lalu, ada gerombolan hewan aneh yang menyerang beberapa warga, bahkan hewan aneh itu di temani oleh beberapa manusia yang memakai pakaian serba hitam, mereka mengatakan jika mereka berasal dari Bintang Hitam!" kata Zhu Lin.
"Hewan aneh? Itu pasti siluman!" kata Louis.
"Sepertinya kedatangan kita sangat tepat, aku bisa memulai pelenyapan markas pertama dari Hutan Hitam!" kata Tian Feng dengan tersenyum lebar.
Mereka semua tiba di rumah Zhu Lin yang tidak terlalu besar, "Mari silahkan masuk kedalam!" kata Zhu Lin dan di saat bersamaan seorang pria berumur hampir 50 tahun keluar dari dalam rumah.
"Siapa orang yang kamu bawa ini?" tanya pria tersebut.
"Ah suamiku, mereka adalah warga baru kita, dia adalah keturunan Tian Lio, " kata Zhu Lin kemudian menjelaskan semuanya kepada laki-laki tersebut yang ternyata adalah kepala desa di Desa Wunji.
__ADS_1
***
Malam ini adalah malam Nisfu Syaban, semoga hajat kita dan doa' kita di kabulkan oleh sang maha pencipta, Amin.