Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Toya Emas


__ADS_3

Tian Feng mengibaskan tangannya beberapa kali, dan beberapa energi angin juga melesat dengan kecepatan tinggi kearah Jia Tai Yan.


"Sial! Aku benar-benar lemah dengan serangan jarak jauh yang kuat dan memiliki kecepatan seperti ini!" Jia Tai Yan mengumpat habis-habisan di dalam hatinya.


Tian Feng sama sekali tidak membiarkan Jia Tai Yan untuk mengambil nafas, dia tetap menyerangnya dari udara dengan Energi Angin yang lebih kuat lagi.


Setiap energi angin mampu memotong batang kayu yang berukuran besar dengan sangat mudah, bahkan ada yang meledak saat mengenai tanah.


"Dasar pendekar pengecut! Ayo turun dan hadapi aku secara kesatria," teriak Jia Tai Yan.


"Andai kekuatan kita setara, aku tidak keberatan melawan mu secara langsung! Kamu bangga karena merasa paling hebat, dan aku bangga karena aku bisa terbang, jadi kita gunakan keahlian kita masing-masing, Setelah ini kita lihat siapa yang akan kalah!" jawab Tian Feng.


Yang dikatakan Tian Feng memang benar, Tian Feng tidak bermaksud menjadi seorang pengecut, namun memang kemampuan Jia Tai Yan jauh berada diatasnya.


Jia Tai Yan juga mengetahui hal itu, karena iti dia merasa percaya diri dan yakin bisa mengalahkan Tian Feng dengan mudah.


Sekarang situasi malah berbalik dimana Tian Feng yang merasa diuntungkan dalam pertarungan ini, namun Tian Feng lupa jika dia tetap terbang secara terus menerus maka lama-kelamaan Chi nya akan tetap terkuras habis, belum lagi dia menunggunakan energi perubahan yang akan menguras banyak Chi.


Tian Feng menyatukan ke-dua tangan kearah Jia Tai Yan kemudian angin mulai berkumpul dan membentuk sebuah kubus persegi tiga dimana salah satu ujung runcingnya mengarah kepada Jia Tai Yan.


Lebih dari setengah Chi yang digunakan oleh Tian Feng hanya demi membuat satu energi kubus berukuran sedang itu.


Jia Tai Yan dapat merasakan bahaya tersebut, dia juga membuat energi yang sama berwarna merah menghadap kearah Tian Feng.


Tian Feng segera melepaskan energi anginnya, karena tidak tahu nama ilmunya, maka Tian Feng tidak menyebutkan nama apa-apa.


Jia Tai Yan juga melapaskan energinya dan ke-duanya sama-sama melasat dan membentur ditengah-tengah menciptakan angin kencang yang menyapu bersih pohon-pohon disekitar mereka.


"Gila..! Baru kali ini aku melihat pertarungan sedahsyat ini," kata Hiroshi.


Hiroshi sendiri terpaksa menjauh karena banyaknya pasir, tanah dan kayu yang terbang kearah nya.


Ke-dua energi tersebut saling bertahan dan juga saling mendorong, jika dilihat ke-duanya seperti berimbang, namun sebenarnya Jia Tai Yan lah yang lebih unggul karena energinya lebih banyak dan juga lebih kuat.


Tian Feng semakin melemah karena energinya tidak cukup untuk menahan atau mendorong energi angin, dia sampai merapatkan giginya mendorong dengan sisa energi yang dimilikinya.


Disaat yang sama langit tiba-tiba berubah menjadi mendung, baik Hiroshi dan Jia Tai Yan melihat ada setitik cahaya emas dari balik awan hitam yang muncul secara tiba-tiba dan menutupi langit menjadi gelap.


Tian Feng tidak mengetahuinya karena dia sedang menghadap kebawah, yang ia tahu cuaca menjadi lebih gelap seperti mau turun hujan badai besar.


"Mau sampai kapan kamu bertahan anak muda? Energi mu pasti akan segera habis dan kamu pasti akan lenyap tak tersisa!" kata Jia Tai Yan walau dia sedikit penasaran dengan cahaya emas yang samar-samar namun semakin terang.

__ADS_1


Tian Feng benar-benar sudah merasa tidak kuat lagi, energinya pecah akibat Tian Feng sudah tidak mampu menahannya.


Energi merah milik Jia Tai Yan segera melesat kearah Tian Feng yang kehabisan Chi serta tubuhnya mulai turun, sedangkan cahaya emas di atas awan semakin terlihat jelas.


Cahaya emas tersebut berputar membentuk Swastika dan terus turun hingga menembus awan dan turun kearah Tian Feng.


Jia Tai Yan menaungi matanya karena merasa silau, sedangkan energi yang mengarah kepada Tian Feng tetap melesat tanpa ada yang menghalanginya.


Hiroshi juga melihat itu, dan pandangannya juga merasa silau, dan sebagian penduduk Kota Xanhuo juga melihat cahaya emas yang turun dari langit.


"Cahaya apa itu?" Wei Fang yang sudah berada di Kota Xanhuo melihat kearah Cahaya emas tersebut.


Cahaya terang di hari yang hampir gelap ditambah dengan mendung tebal membuat setengah wilayah Kerajaan Wu dapat melihatnya, bahkan Yuan Xia dan seluruh keluarganya juga keluar untuk melihat fenomena tersebut.


Kwe Shin dan Raneb yang sudah dekat dengan pelabuhan juga berhenti melihat munculnya cahaya berbentuk Swastika itu.


Tian Feng ingin berusaha bertahan serta dapat melihat paparan Cahaya itu ingin melihatnya, namun dia juga masih belum bisa karena harus bersiap menyambut energi merah milik Jia Tai Yan.


Energi merah yang sudah hampir sampai ketubuh Tian Feng tiba-tiba saja berhenti karena membentur sesuatu.


Tian Feng berusaha melihat wujud yang membentur serta menahan energi tersebut, namun tidak bisa kerena wujud tersebut terlalu terang.


Akan tetapi Tian Feng merasa jika wujud tersebut bukan berwujud seperti manusia, melainkan seperti sebuah benda panjang.


Boommm!!!


Energi merah meledak karena tidak mampu menahan dorongan benda bercahaya tersebut, suara ledakannya di udara terdengar hingga kepenjuru Wilayah Kerajaan Wu seolah-olah seperti berada di dekat bola peledak.


Getaran kuat segera tercipta mengguncang hampir separuh Wilayah Kerajaan Wu, bahkan banyak bangunan biasa yang roboh dan beberapa orang harus terluka akibat getaran kuat tersebut.


Disaat yang sama cahaya emas tersebut juga meredup dan tidak terlihat lagi oleh semua orang termasuk Jia Tai Yan yang dirinya sudah terhempas akibat ledakan diudara.


"Tian...!?" Wei Fang merasa ledakan besar tersebut berasal dari tempat Tian Feng bertarung, dan cahaya emas itu juga turun dan menghilang disana juga.


Anehnya ledakan tersebut terjadi di dekat Tian Feng, namun tidak terjadi sesuatu yang membahayakan Tian Feng, bahkan dia sendiri hanya bisa terpaku saat melihat sebuah Toya berwarna emas yang bisa melayang sendiri.


"Apa aku tidak salah melihat? Ini benar-benar Toya Emas?" batin Tian Feng.


Toya Emas tersebut melayang di atas kepala Tian Feng kemudian dengan sendirinya menempel di pundak Tian Feng.


Tian Feng merasa ada energi yang masuk kedalam tubuhnya, rasanya seperti Chi namun yang ini serasa berbeda karena terlalu sejuk bagi Tian Feng untuk menyebutnya sebagai Chi.

__ADS_1


Tian Feng ingin menyentuh Toya Emas tersebut, namun Tingkat tersebut justru kembali terbang dan turun melesat kearah Jia Tai Yan.


Jia Tai Yan yang sudah merasa lebih baik setelah terhempas terkejut saat sebuah Toya Emas tiba-tiba saja jatuh di depannya dan menancap ketanah.


"Toya apa ini? Apa cahaya tadi itu berasal dari Toya ini?" gumam Jia Tai Yan.


Jia Tai Yan menyentuh Toya tersebut dengan hati-hati, setelah berhasil menyentuhnya, Jia Tai Yan sama sekali tidak merasakan bahaya apapun.


"Mungkin Toya ini memang datang hanya untuk ku! Itu artinya Toya ini adalah milik ku!" kata Jia Tai Yan yang merasa senang serta mengelus Toya Emas tersebut.


Yang ada dipikiran Jia Tai Yan hanya dua, mungkin Toya itu adalah sebuah pusaka, jika bukan setidaknya Toya itu bisa dia jual.


Hiroshi juga berusaha mendekat untuk melihat akan apa yang terjadi, namun dia tidak berani terlalu dekat karena khawatir pertarungan Tian Feng dan Jia Tai Yan masih berlangsung.


Jia Tai Yan yang merasa senang ingin mencabut Toya tersebut, namun ternyata dia tidak bisa mencabut, bahkan goyang pun juga tidak.


"Aneh sekali, padahal dia tidak menancap terlalu dalam, tapi kenapa susah sekali mencabutnya?"


Jia Tai Yan tidak mau menyerah, dia menyerahkan seluruh energinya agar bisa mencabut dan mengangkat Toya tersebut, namun tetap saja dia tidak berhasil.


Tanpa Jia Tai Yan sadari jika Chi nya terkuras habis hanya karena ingin bisa mencabut Toya tersebut.


Hiroshi semakin mendekat karena dia sama sekali tidak mendengar suara petarungan, dia merasa heran saat melihat Jia Tai Yan yang kesulitan untuk mencabut sebuah Toya Emas yang berdiri diatas tanah.


Tian Feng yang merasa energinya sudah pulih hanya karena pundaknya disentuh oleh Toya Emas itu segera turun dan menuju kearah Jia Tai Yan.


Jelas saja Jia Tai Yan melompat sedikit jauh dari Tian Feng karena dia merasa energinya yang semakin berkurang, dan kini dia hampir sama dengan kemampuan yang dimiliki Raneb.


Awalnya Tian Feng menatap Jia Tai Yan dengan tajam, namun dia kembali memandangi Toya Emas yang memiliki ukiran Naga itu dengan seksama.


"Apakah ini sebuah pusaka? Toya ini memiliki kesamaan dengan Mata Tombak Emas, apakah ini salah satu Pusaka Nirwana?" gumam Tian Feng kemudian dia memegang Toya Emas itu secara hati-hati.


Tian Feng mencabut Toya tersebut hanya dengan tangan kanannya saja, dan dengan mudahnya dia mengangkat dan mengayunkan Toya tersebut tanpa merasakan beban apapun.


Jia Tai Yan terkejut melihat Tian Feng dengan gampangnya mencabut dan memainkan Toya Emas, padahal dirinya sudah menghabiskan lebih dari seperempat energinya untuk mencabut Toya tersebut.


Toya Emas tersebut seperti menyatu dengan tangan Tian Feng, padahal Tian Feng sama sekali tidak pernah menguasai ilmu Toya, namun tiba-tiba saja Tian Feng bisa menggunakannya.


Tian Feng sadar jika gerakannya itu bukan atas dasar keinginannya sendiri, tangannya seperti kehilangan kendali dan bergerak dengan sendirinya.


"Toya ini mengendalikan tubuh ku! Tidak salah lagi, ini pusaka yang sama dengan Mata Tombak Emas ku!" batin Tian Feng.

__ADS_1


Jia Tai Yan merasa tidak terima melihat Tian Feng memilki Toya Emas yang ia rasa Toya itu seharusnya menjadi miliknya.


__ADS_2