
Toya Emas Tian Feng langsung menancap di tengah-tengah para pasukan Foiberia dan sekutunya.
Begitu Toya tersebut mengenai tanah, semua orang yang berada cukup dekat dengan tempat jatuhnya Toya langsung terlempar cukup tinggi keudara dan kemudian jatuh terhempas ketanah.
Wajah Taiyan Zin dan semuanya langsung berubah menjadi kusut, mereka tidak menduga jika serangan mereka diluar perhitungan.
Dengan perginya Tian Feng ke Kerajaan Jiu, seharusnya butuh waktu hingga empat sampai lima tahun untuk kembali lagi ke Kerajaan Jiu, namun ini baru setahun Tian Feng sudah kembali.
Belum lagi kemunculan Chie Xie yang ternyata memiliki kemampuan yang besar juga sehingga kemunculan Pendekar kakak beradik itu membuat semua rencana mereka kacau.
"Tembak mereka berdua..!"
Pimpinan prajurit Foiberia memberikan perintah untuk membidik Tian Feng dan Chie Xie yang berada udara.
Suara letusan senapan yang sangat banyak memekakkan telinga semua orang, dan peluru-peluru bundar melesat kearah Tian Feng serta Chie Xie.
Tian Feng mengibaskan tangannya kearah peluru yang melesat cepat kearahnya sehingga puluhan peluru tersebut berhenti diudara untuk beberapa saat dan kemudian menyerang balik kearah para penembak.
Para prajurit penembak langsung berjatuhan saat peluru-peluru yang mereka tembakkan kembali mengenai diri mereka sendiri.
Belasan hingga puluhan prajurit langsung tumbang, sebagian tewas dan sebagian lagi luka parah.
Chie Xie sendiri menatap kearah Zuan Lao yang belum bisa melepaskan diri dari cengkeraman Es yang menahan pergelangan kakinya.
Dengan berbagai cara sudah dia gunakan untuk menghancurkan es tersebut, namun tidak ada satupun yang berhasil.
"Xie'er! Tutuplah seluruh area ini agar tidak ada yang bisa lolos," kata Tian Feng.
"Tapi gege..!"
"Lakukan saja apa yang aku suruh! Sisanya biar aku yang menyelesaikannya!" bentak Tian Feng.
"Gege..! Aku tidak mau kamu membunuh lagi, sebelumnya kamu sudah berjanji tidak akan membunuh lagi untuk ku, apa gege lupa?"
"Xie'er! Jika aku tetap membiarkan mereka, maka kelak mereka akan melakukan penyerangan ini lagi saat kita berdua tidak ada! Jika kamu tidak ingin meliahat ku membunuh, tutuplah matamu dan biarkan aku melakukan apa yang harus aku lakukan!" kata Tian Feng.
"Aku tetap tidak mau melihat gege membunuh lagi! Jika gege masih mau membunuh seperti waktu itu, maka aku akan menghentikan gege walau aku tahu jika aku tidak akan bisa menang!" kata Chie Xie.
Selama menjadi seorang pendekar, Chie Xie tidak pernah membunuh siapapun, jika hanya melukai lawannya dia sudah pernah melakukan.
Ditambah lagi Chie Xie masih teringat saat Tian Feng membunuh para Pendekar Lingkaran Pisau Darah, kejadian itu masih membekas diingatan Chie Xie dan Chie tidak mau Tian Feng menjadi seperti Monster, karena itu dia tidak setuju jika kakaknya harus kembali melakukan pembunuhan kejam seperti waktu itu.
"Maaf Xie'er! Kali ini aku tidak bisa menurutimu dan dengan terpaksa aku akan mengingkari janjiku!" jawab Tian Feng kemudian dia menghilang dari hadapan Chie Xie dan muncul lagi di tengah-tengah para prajurit Foiberia.
"Tubuh Raja Iblis."
"Amukan Raja Iblis, Kuku Singa Mencakar Angin."
Tian Feng yang berpindah tempat dengan menggunakan Ilmu Sihir Ruang dan Waktu langsung mengaktifkan Tubuh Raja Iblis dan kemudian menyerang semua para prajurit Foiberia dengan Amukan Raja Iblis nya yang dikombinasikan dengan Jurus Singa nya.
Setiap cakaran yang Tian Feng lepas membuat dua prajurit harus mati dengan kondisi tubuh terpotong menjadi beberapa bagian.
Setiap serangan Cakarannya melepaskan lima Energi Angin yang sangat tajam serta cepat.
Para prajurit Foiberia menjadi ketakutan saat melihat Tian Feng yang seperti kesurupan dan mengamuk, jika dilihat Tian Feng seperti menyerang dengan membabi buta, namun sesungguhnya dia menggunakan Jurus Amukan Raja Iblis yang terlihat seperti kesurupan.
"Ini kesempatan ku!" batin Taiyan Zin kemudian dia segera melompat bersama Cin Peng saat melihat semua mata pendekar termasuk Wei Fang sedang tertuju kepada Tian Feng yang membunuh para prajurit dengan sadis dan tanpa ampun.
__ADS_1
Wei Fang jelas terkejut saat melihat Taiyan Zin dan Cin Peng kabur, "Taiyan Zin jangan kabur!" seru Wei Fang kemudian dia mengejarnya namun halangi oleh Lang Wang.
"Terima ini Panglima!" kata Lang Wang kemudian dia menaburkan sesuatu kearah wajah Wei Fang.
Wei Fang mengira jika Lang Wang akan melemparkan sebuah serbuk seperti Taiyan Zin namun ternyata yang dia lempar adalah cairan air.
Wei Fang yang berusaha melindungi matanya agar tidak terkena cipratan cairan air dari Lang Wang langsung mundur saat air tersebut mengenai telapak tangannya.
Telapak tangan Wei Fang mengeluarkan asap dan kulit tangannya mulai melepuh saat terkena air tersebut.
"Ini Cairan Asam dari Gunung Api!" Wei Fang segera mengenalinya.
Beruntungnya bukan mata Wei Fang yang terkena cairan tersebut mengenai kedua matanya, bisa-bisa dia akan buta.
"Panglima!" Zang Yang segera menghampiri Wei Fang.
Sebenarnya Zang Yang juga lengah karena ingin menolong Mei Yinyi, namun saat melihat Lang Wang yang kabur, dia segera mengejarnya, namun dia berhenti saat melihat Wei Fang yang berusaha menghilangkan rasa panas ditangannya.
"Aku tidak apa-apa! Namun sebaiknya kamu kejar mereka bertiga, dan aku akan segera menyusul!" kata Wei Fang.
Zang Yang segera membawa ke-empat ketua anggota Pengemis serta dua orang dari Organisasi Jalan Kebenaran untuk mengejar Taiyan Zin dan dua ketua cabang organisasi Tiga Bunga, sedangkan Wei Fang terus mengalirkan energi untuk meringankan rasa panas di telapak tangannya.
Tian Feng yang melihat Taiyan Zin dan dua rekannya kabur segera melepas ilmu sihir anginnya untuk membunuh para prajurit Foiberia lebih cepat sehingga para prajurit banyak yang lari kocar-kacir karena panik.
Ratusan para prajurit banyak yang tergeletak akibat mengalami banyak luka dan juga ada yang mati, bahkan setiap mayat akan sangat sulit untuk di kenali akibat cara membunuh Tian Feng yang terlalu sadis.
Para Anggota Organisasi Jalan Kebenaran dan Pengemis serta para Prajurit istana hanya bisa menjadi penonton di tempat yang aman.
Mereka semua merasa takjub, takut dan juga ngeri melihat aksi Tian Feng yang begitu kejam, tidak ada tanda belas kasih dari Tian Feng, bahkan terlihat jika Tian Feng tidak berniat memberikan kesempatan Ke-dua kepada para Prajurit Foiberia yang kebanyakan hanyalah para manusia biasa saja.
"Sama.. Aku juga tidak pernah membunuh lawan-lawanku sesadis itu!"
"Ini bukan lagi pertempuran, melainkan pembantaian!"
Para prajurit yang sering ikut ke medan perang tidak pernah membunuh atau melihat pendekar sesadis Tian Feng, menurut mereka Tian Feng bukan bertempur, melainkan membantai.
Sebenarnya Tian Feng juga tidak mau membunuh para prajurit-prajurit tersebut, namun kesabarannya sudah mencapai batas dimana untuk kesekian kalinya keluarganya kembali menjadi sasaran para musuh-musuhnya.
Tidak sulit bagi Tian Feng membantai semua para pasukan dari Foiberia karena kebanyakan dari mereka hanyalah para manusia biasa saja yang hanya mengandalkan senapan dan senjata lain untuk bertahan.
Begitu selesai membantai ratusan pasukan seorang diri, Tian Feng terbang keudara dan mencari keberadaan Taiyan Zin serta pimpinan para pasukan Foiberia yang meloloskan diri.
Setelah menemukan Taiyan Zin dari udara, Tian Feng berniat menggunakan Ilmu Sihir Ruang dan Waktu nya, namun Chie Xie lebih dulu menahannya.
"Cukup Tian gege, kali ini aku tidak akan membiarkanmu membunuh lagi! Lihat perbuatanmu itu, banyak para prajurit Foiberia yang rata-rata adalah manusia biasa harus mati, apakah kamu masih belum puas?" kata Chie Xie.
"Apakah kamu ingin mengetahui jawaban ku?" tanya Tian Feng.
"Tian gege! Aku tahu kamu memiliki ilmu sesat dimana ilmu itu dapat membuatmu sangat haus darah! Apakah kamu tidak kasihan kepada mereka?"
"Tidak! Aku tidak pernah memiliki rasa belas kasih kepada orang-orang yang berniat mencelakai keluarga yang aku sayangi! Menurutmu kenapa aku terus berlatih? Itu karena aku ingin melindungi Ayah, Ibu, dan juga dirimu, jadi jangan halangi aku lagi Xie'er!" kata Tian Feng kemudian dia kembali menggunakan Ilmu Sihir Ruang dan Waktu.
Chie Xie juga membuat Lorong Dimensi dan mengejar Tian Feng yang kini sudah muncul dihadapan Taiyan Zin.
Taiyan Zin, Cin Peng dan Lang Wang jelas terkejut karena Tian Feng sudah berada dihadapannya, mereka langsung menghentikan langkahnya dan mundur beberapa langkah kebelakang.
"Sudah berulang kali aku memberikan kalian kesempatan untuk hidup, namun kalian tetap saja menguji kesabaran ku! Hari ini nama kalian akan aku hapus dari Kerajaan Wu ini!" kata Tian Feng kemudian dia mengangkat sebelah tangannya dan tiba-tiba saja mungkin sebuah lingkaran yang terbentuk dari kumpulan air
__ADS_1
"Pendekar Dewa Sesat! Kami melakukan semua ini atas perintah Pimpinan besar kami yaitu Jia Tai Yan, jadi sebaiknya pendekar berurusan saja dengan dia!" kata Taiyan Zin.
"Mau Pimpinan utama atau kalian sama saja! Kalian semua tidak pantas hidup di dunia ini, jadi bersiaplah untuk mati, setelah itu aku akan mencari Pimpinan utama kalian dan aku akan mengirim dia ke neraka bersama dengan kalian semua!" kata Tian Feng.
Taiyan Zin menjerit saat lingkaran air di telapak tangan Tian Feng semakin membesar dan mengeluarkan aura kuat berwarna kemerahan.
"Temuilah Raja Akhirat!" kata Tian Feng kemudian dia ingin melepaskan lingkaran air tersebut.
!!?
Mendadak jantungnya terasa sakit sehingga lingkaran air ditangannya jatuh ke tanah. Tian Feng berdiri sekaligus memegang jantungnya yang semakin sakit saat berdetak.
"Ada apa ini? Kenapa tiba-tiba saja jantungku jadi sangat sakit?" gumam Tian Feng yang semakin tidak kuat dan berusaha mengalirkan energinya untuk memeriksa kondisi tubuhnya.
Disaat yang sama Chie Xie muncul dan kemudian Zang Yang serta ke-empat ketua anggota Pengemis juga tiba.
"Kalian bertiga akan kami tahan! Jadi jangan melawan, jika sampai kalian melawan!"
Chie Xie melepaskan energi yang begitu kuat sehingga membuat ke-tiga ketua Organisasi Tiga Bunga itu merasa sangat kedinginan, "Kalian akan aku jadikan patung Es!" kata Chie Xie kemudian meminta kepada Zang Yang untuk meringkus ke-tiganya.
"Tian gege!"
Chie Xie segera menghampiri Tian Feng yang duduk meditasi dan berusaha mencari tahu kenapa jantungnya tiba-tiba terasa sangat sakit sekali.
Anehnya Tian Feng tidak menemukan apapun selain rasa sakit itu sendiri dan tidak lama kemudian Tian Feng muntah darah.
"Tian gege..! Ada apa dengan mu?"
Chie Xie langsung panik dan kemudian dia langsung menyalurkan Chi untuk membantu memulihkan kondisi Tian Feng yang tidak ketahui apa yang sudah terjadi.
"Sudah Xie'er kamu tidak usah membantu ku lagi! Mungkin yang terjadi padaku kali ini karena aku sudah melanggar janjiku padamu!" kata Tian Feng.
"Tian gege maafkan Xie'er! Semua ini terjadi gara Xie'er yang egois karena telah meminta gege untuk bersumpah!"
Chie Xie merasa sedih dan percaya terhadap perkataan Tian Feng yang mengatakan jika yang menyebabkan dirinya sakit secara misterius itu akibat telah melanggar janji.
"Hahaha...!"
Suara tawa Xanzi membuat Tian Feng terkejut dan bertanya lewat pikirannya akan alasan Xanzi tertawa saat dirinya masih menahan sakit.
"Kenapa kamu tertawa?" tanya Tian Feng.
"Kalian ini lucu sekali! Mengait-ngaitkan sakit di jantung mu dengan janji yang sudah kamu langgar adalah hal terkonyol yang pernah aku dengar!" kata Xanzi.
"Apa maksudmu?" tanya Tian Feng.
"Kamu tahu! Sakit di jantung mu itu bukan karena kamu mengingkari janji, melainkan karena Pusat Roh mu yang belum terbiasa!" kata Xanzi.
Pusat Roh atau Sendi Alam Tian Feng bukan Pusat Roh alami, melainkan buatan, karena Tian Feng baru menyempurnakan kesembilan energi Yin, jadi efeknya akan lari ke jantung.
Seharusnya Tian Feng harus membiasakan diri terlebih dahulu dengan Energi Yin yang baru ia miliki, jika tidak maka Tian Feng akan merasakan sakit di jantung karena energi Yin akan membekukan jantungnya dari dalam, karena sebenarnya energi Yin dan Yan harus berdampingan agar tidak terjadi sesuatu terutama bagi Tian Feng yang tidak memiliki Pusat Roh murni seperti Chie Xie.
"Sebenarnya sangat mudah untuk menyembuhkannya!"
"Bagaimana caranya?" Tian Feng.
"Kamu harus memiliki energi Yan sebagai penahan suhu dalam tubuhmu!" jawab Xanzi.
__ADS_1