
***
"Dimana ini, kenapa aku tidak bisa melihat apa-apa?"
Tian Feng membuka matanya dan dia tidak bisa melihat apapun selain kegelapan dan tidak ada setitik cahaya pun yang terlihat.
Ingatan terakhir Tian Feng saat dia berusaha membunuh sebanyak mungkin para anggota Organisasi Tiga Bunga, namun setelah itu pandangan yang serasa semakin buram tiba-tiba saja menjadi gelap.
Kini dia membuka matanya dan yang ia lihat justru kegelapan tak berujung, "Apakah aku sedang bermimpi?" batin Tian Feng.
Tian Feng berjalan secara perlahan-lahan, dia bisa merasakan tanah yang ia pijak terasa sangat lunak sekali.
"Panglima Wei! Panglima Ying..!" Tian Feng memanggil-manggil nama Wei Fang dan Ying Lo, namun tidak ada suara atau jawaban sama sekali dari mereka berdua.
"Ini sangat aneh sekali! Sekarang aku harus pergi kemana? Timur, tapi di mana arahnya?"
Dengan penuh waspada, Tian Feng terus berjalan dan memasang Indra pendengarannya setajam mungkin.
Tian Feng melangkahkan kakinya setapak demi setapak, Tian Feng tidak tahu arah mana yang ia tuju, yang ia tahu hanya bisa melangkah mengikuti kemana kakinya akan melangkah, Tian Feng hanya berharap bisa menemukan cahaya yang bisa menuntunnya untuk menemukan arah tujuannya.
"Hem... Ada apa manusia? Apakah kamu kebingungan dan tidak tahu arah?"
Suara yang terdengar berat dan mengandung aura yang sangat kuat membuat Tian Feng menghentikan langkahnya dan berusaha mencari sumber suara tersebut.
"Siapa yang bicara itu? Keluarlah..!" kata Tian Feng yang masih berusaha mencari sosok pemilik suara tersebut, namun dia sama sekali tidak bisa melihat apapun.
"Manusia, aku tidak menduga kamu akan rela menukar jiwamu dengan iblis, sekarang jiwamu akan terus terkurung disini dan tubuh mu akan di masuki oleh Iblis dan dia yang akan mengendalikan nya!" kata suara tersebut.
Tian Feng jelas terkejut namun dia juga mengetahui akan hal itu, hanya saja saat mengetahui dari gurunya serta mengalaminya sendiri terasa berbeda rasanya.
"Jadi saat ini tubuhku di gunakan iblis? Lalu siapa kamu?" tanya Tian Feng.
"Mungkin saja kamu tidak mengenaliku, akan tetapi selama beberapa hari terakhir ini aku dan kamu sudah bersama!" kata suara tersebut.
Tian Feng sangat kebingungan mendengar penjelasan suara tersebut, dia berusaha mengenali suara tersebut namun tidak berhasil.
"Aku tidak mengenalmu, namun jika kamu mengenal ku tunjukkan wujudmu dan jelaskan padaku akan siapa kamu yang sebenarnya!" kata Tian Feng.
Suara tersebut tertawa pelan kemudian berkata, "Bagaimana aku bisa menunjukkan wujudku padamu jika dirimu memasukanku kedalam Cincin Langit Malam? Jadi aku hanya bisa menggunakan suaraku untuk bisa berkomunikasi dengan mu!" kata suara tersebut.
Tian Feng sangat kebingungan mendengarnya, dia sama sekali tidak merasa pernah memasukkan orang atau mahluk hidup lainnya kedalam Cincin pemberian Kakek Aneh yang misterius tersebut.
"Kapan aku pernah memasukkan mu kedalam Cincin ku, di sana hanya ada pakaianku, kitab, beberapa uang dan juga Mata Tombak saja! Jadi aku sama sekali tidak memasukkan mahluk hidup lainnya," kata Tian Feng.
"Benar sekali, kamu memang tidak pernah memasukkan mahluk hidup lainnya ke dalam Cincin mu, tapi Mata Tombak yang kamu maksud tadi adalah diriku!" kata suara tersebut.
"Apa? Mata Tombak itu adalah dirimu? Apa kamu pikir aku ini bodoh harus mempercayai ucapan mu itu?" kata Tian Feng yang merasa sedang di permainan oleh kata-kata dari suara tersebut.
"Kau boleh saja tidak percaya padaku, akan tetapi aku ini memang Penjaga Mata Tombak salah satu dari Tiga Pusaka Nirwana yang kamu bawa itu! Namaku adalah Qin Tan Xanzi, atau panggil saja Xanzi."
"Xanzi? Baiklah sekarang jelaskan padaku siapa sebenarnya dirimu ini?" kata Tian Feng.
__ADS_1
"Aku adalah salah satu dari tiga Pelindung Nirwana yang mendapatkan tugas dari Buddha untuk menjaga Pusaka Nirwana hingga nanti ke-tiga pusaka itu menyatu dan dipegang oleh seorang yang sudah di takdirkan untuk memiliki Tombak itu!" kata Xanzi.
"Ceritamu hampir sama dengan kakek tua yang sudah memberikan Mata Tombak itu padaku," kata Tian Feng sambil mengelus dagunya.
"Kakek yang kamu temui itu adalah pembawa pesan, dia itu bukanlah manusia, melainkan salah satu Bodhisattva yang menyamar!" kata Xianzi.
"Mana mungkin dia itu adalah Bodhisattva, jelas-jelas dia itu manusia, hanya saja kekuatannya tidak masuk akal, dan dia juga bisa melayang di udara!"
"Maksud kamu dia itu bisa menghentikan waktu dan juga sangat sulit untuk bisa di sentuh?"
Tian Feng mengangguk, memang mustahil rasanya saat melihat seseorang bisa menghentikan waktu, apalagi kakek tua itu bisa memukul dirinya hanya dengan satu jarinya saja.
"Kamu tahu, sebenarnya kamu bisa mengambil alih kembali tubuhmu dari Iblis itu," kata Xianzi.
Mata Tian Feng melebar mendengar perkataan Xianzi, "Benarkah? Bagaimana caranya? Cepat beritahu padaku!" tanya Tian Feng.
"Mudah saja, kamu hanya perlu berkonsentrasi dan rasakan sendiri keberadaan tubuhmu yang ada di luar sana, kamu hanya perlu mengalirkan energi Positif mu dan menarik energi Negatif dari tubuhmu," kata Xianzi.
Tian Feng merasa semua tidak semudah seperti yang Xianzi jelaskan, dia sendiri saja tidak mengerti apa itu Energi Positif dan Energi Negatif.
"Apa maksudmu Energi Chi?" tanya Tian Feng.
"Kamu ini sudah hidup selama Puluhan tahun tidak mengetahui apa itu energi Positif dan Energi Negatif? Bagiamana kamu bisa memiliki ilmu beladiri?"
Tian Feng hanya tersenyum kecut, selama ini yang ia ketahui hanyalah Energi Chi saja, sedang yang lain tidak pernah ia ketahui.
"Di seluruh Alam semesta ada dua jenis energi yang selalu berputar, jika kamu kebingungan cobalah kamu bandingkan antara cahaya dan kegelapan, siang dan malam, Matahari dan Bulan, Air dan api! Semua akan terus berputar-putar dan masing-masing memiliki sifat yang berbeda-beda, ini adalah energi besar yang si sebut sebagai Yin dan Yang."
Setelah bisa merasakan keberadaan tubuhnya, Tian Feng mengubah energi Chi yang ia miliki menjadi energi Yang,
"Jika kamu sudah bisa merubah energimu, maka segera alirkan ke tubuh mu, jangan lupa serap juga energi Negatif itu agar kamu secara bersamaan bisa bertukar tempat!" kata Xianzi.
Tian Feng menurut dan kemudian dia mengalirkan energi cahaya berwarna putih keluar dari dalam tubuhnya dan kemudian cahaya itu seperti menembus dinding hitam di hadapannya.
Tempat yang awalnya gelap langsung memiliki cahaya, akan tetapi Tian Feng tidak tahu seperti apa tempat tersebut setelah terkena paparan cahaya dari energi nya, karena Tian Feng saat ini sedang menutup matanya.
Butiran Cahaya juga menyelimuti tubuh Tian Feng dan kemudian tubuhnya menjadi transparan, secara perlahan-lahan tubuh atau Jiwa Tian Feng menghilang dari tempat tersebut dan kembali masuk kedalam tubuhnya.
***
Ying Lo dan Li Xiang Fan kesulitan menghadapi Tian Feng yang sudah di kendalikan oleh Iblis, sedangkan Wei Fang dan Bai Ming baru selesai saat Ying Lo dan Li Xiang Fai terkena serangan Tian Feng.
"Mundurlah kalian berdua!" seru Wei Fang kemudian dia dan Bai Ming melompat secara bersamaan.
Tubuh mereka berdua di selimuti energi yang sangat besar kemudian energi tersebut bergerak dan berkumpul di dua kepalan tangan Wei Fang dan Bai Ming.
"Tangan Besi-Tapak Buddha."
Energi tersebut langsung berubah menjadi sebuah tapak biru yang sangat besar dan turun tepat kearah Tian Feng.
Tubuh Tian Feng yang berwarna merah perlahan mulai menghilang, namun Iblis yang mengendalikan tubuhnya masih sempat mengumpulkan energi Chi dan membentuk sebuah tapak yang sama besarnya dengan energi tapak milik Wei Fang dan Bai Ming.
__ADS_1
Saat Iblis tersebut melepaskan Energi Tapak besarnya, tubuhnya tiba-tiba tidak bisa lagi di gerakkan, dan warna kulitnya juga berubah menjadi normal.
"Bagaimana mungkin ini terjadi, kenapa manusia ini bisa mengambil alih tubuhnya kembali!" seru Iblis yang menguasai tubuh nya.
Dia ingin mempertahankan nya, namun energi yang ia miliki seperti terserap, dan dalam waktu singkat, Iblis tersebut berteriak dan akhirnya pandangan nya berubah menjadi gelap juga.
Jdarrr!!!
Ledakan dua tapak yang beradu membuat daya kejut yang membuat tanah pertarungan langsung retak.
"Sekali lagi!" kata Wei Fang kemudian dia dan Bai Ming kembali melompat dan mengumpulkan energi Chi dan memusatkan lagi di satu titik.
"Panglima Wei? Kenapa kalian mengarahkan itu kepadaku?"
Tian Feng yang sudah berhasil mendapatkan kembali tubuhnya berkat bantuan Xianzi terkejut saat melihat arah serangan Wei Fang dan Bai Ming yang sudah melepaskan energi tapak itu padanya.
"Kamu bisa melawannya karena sekarang kekuatan mu sudah pulih sepenuhnya, bahkan energi yang kamu beri nama Chi itu juga sudah bertambah!" suara Xianzi kembali terdengar oleh Tian Feng
Tian Feng memeriksa Chi nya dan benar saja, Chi yang ia miliki bertambah menjadi 600 lingkaran.
"Auman Singa."
Groaarrr...!!!
Tian Feng tidak mau membalas tapak tersebut, dia hanya mendorongnya keatas dengan Auman Singa nya sehingga berhasil mementalkan Energi Tapak tersebut jauh keatas hingga menghilang.
"Tahan Panglima! Kenapa kalian semua menyerang saya, apakah saat saya tidak sadar tadi saya menyerang balik kalian?" tanya Tian Feng.
Wei Fang dan Bai Ming sama-sama saling berpandangan, begitu juga dengan Ying Lo dan Li Xiang Fai.
Mereka masih ragu untuk mendekati Tian Feng, dan hanya memperhatikan tubuh serta wajah Tian Feng yang sudah kembali normal, terlebih lagi rambut nya yang kembali menjadi hutam.
"Apakah kamu tidak tahu apa yang sudah kamu lakukan tadi?" tanya Wei Fang.
Tian Feng menggelengkan kepalanya, dia benar-benar tidak tahu sama sekali akan apa yang sudah terjadi pada dirinya.
Tian Feng memeriksa bajunya yang banyak robekan akibat terkena sayatan pedang milik Ying Lo dan Li Xiang Fai sekaligus golok Wei Fang.
"Maaf jika saya tadi sudah menyerang kalian, sebenarnya tadi itu adalah kekuatan yang tidak bisa saya kendalikan sehingga saya tidak mampu dan di ambil alih oleh kekuatan itu!" kata Tian Feng.
Melihat kondisi tubuh Tian Feng yang sudah kembali normal, Wei Fang yakin jika Tian Feng sudah kembali, dan dia yakin Tian Feng tidak akan mengamuk lagi.
"Kamu membuat kami semua hampir mati anak muda, kekuatan mu itu terlalu besar untuk kami lawan, kamu terlihat seperti memiliki kekuatan Dewa!" kata Bai Ming.
"Biksu Bai benar! kekuatan mu itu seperti kekuatan Dewa, namun cara mu membunuh wanita itu seperti pendekar dari aliran sesat saja!" Ying Lo bicara sekaligus menatap jasad She Ying yang berada agak jauh dari mereka.
"Memiliki kekuatan seperti Dewa dan membunuh seperti pendekar aliran sesat, kamu lebih pantas di juluki sebagai Pendekar Dewa Sesat!" kata Wei Fang.
"Panglima, saya ini masih muda dan masih belum pantas untuk menyandang sebuah gelar!" kata Tian Feng.
"Sudahlah sebaiknya kamu ganti dulu bajumu itu terlebih dahulu, lagi pula ini sudah sore!" kata Li Xiang Fai.
__ADS_1
Tian Feng melihati bajunya kemudian Wei Fang mengajak Tian Feng untuk ikut kerumahnya, dia akan memberikan Tian Feng pakaian ganti, sedangkan Ying Lo memerintahkan para prajurit untuk mengumpulkan semua mayat untuk di kubur.