Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
kabar baik dan juga buruk


__ADS_3

***


"Hem... apakah kamu yakin Yian Shan jika Dewa Sesat itu bukanlah sebuah ancaman bagi kita?" tanya Kaisar Kegelapan yang berdiri membelakangi Yian Shan.


"Yang Mulia, untuk saat ini saya yakin dia masih belum menjadi ancaman, hanya saja tidak mudah untuk membunuhnya karena Dewa Pelindung Alam Semesta selalu berada disampingnya!" jawab Yian Shan.


"Jika demikian tetap sama saja dia akan menjadi ancaman di masa depan jika tetap dibiarkan!" ucap Kaisar Kegelapan sembari melangkah kearah kursi batu hitam berukir yang menjadi singgasananya.


Saat berhasil menyelamatkan Yian Shan dari serangan segel milik Ho Chen, Kaisar Kegelapan mulai memperhatikan Ho Chen dari pada Tian Feng, karena dia masih belum tahu siapa itu Tian Feng, sedangkan untuk Ho Chen, sudah beberapa kali dia bertemu bahkan saling bertukar serangan.


Kaisar Kegelapan sudah mendapatkan gambaran akan siapa sosok yang sudah membunuh ketiga Pengawalnya, dia yakin hanya Ho Chen lah yang mampu melakukannya mengingat kemampuan Ho Chen yang samar-samar mulai meraba ke tahap Rana Agung.


"Yang Mulia, Dewa Hitam dan semuanya sudah datang!" salah seorang penjaga berpakaian hitam masuk dan menyampaikan jika para Pengawalnya yang pergi menemui Kaisar Iblis sudah datang.


"Bagus, semoga mereka datang membawa berita baik!" kata Kaisar Langit.


Yian Shan segera bergeser sedikit ke kiri dan kemudian bermunculan energi hitam yang jatuh di sampingnya, energi-energi tersebut adalah para Pengawal yang datang dan setelah enam belas sosok berpakaian serba hitam muncul seraya berlutut.


"Hormat kami kepada Yang Mulia Kaisar Kegelapan!" kata mereka berbicara hampir serempak.


Kaisar Kegelapan mengangguk kemudian dia berbicara, "Katakan apakah kalian membawa berita baik untuk ku dari Kaisar Iblis?" tanya Kaisar Kegelapan.


Para Pengawal yang lain belum sempat menjawab, mereka semua menatap Yian Shan dengan tatapan penasaran, setahu mereka yang tidak ikut ada tiga orang, yaitu Tanduk Iblis, Mata Ular dan Yian Shan, namun saat ini yang ada hanyalah Yian Shan.


"Apakah Tanduk Iblis belum kembali dari tugasnya untuk membantu Organisasi yang aku bentuk?" gumam Panglima Gerbang Utara dengan rasa penasaran.


"Yang Mulia, Kaisar Iblis masih ingin memikirkan tawaran Yang Mulia, itu semua karena saat ini Yang Mulia sedang dalam pengawasan Buddha Rulay, jika dia gegabah dalam bertindak, bisa-bisa Buddha Rulay akan mengetahuinya dan pastinya dia akan di datangi oleh nya!" kata Dewa Hitam.


"Kaisar Iblis ini...? Kenapa dia tidak berpikir jika kekuatannya dan kekuatan ku digabungkan, bukankah akan sangat mudah bagi kita untuk menguasai Nirwana serta Kahyangan!Sebenarnya dia itu bodoh atau bagaiamana?" ucap Kaisar Kegelapan dengan nada sedikit kecewa.

__ADS_1


"Tapi Yang Mulia, Kaisar Iblis tetap akan mendukung pihak kita secara sembunyi-sembunyi, dia akan membantu kita untuk menghambat jalan latihan murid Buddha Rulay yang akan menjadi lawan tanding Yang Mulia dalam Lima tahun kedepan di Galaxi merah!" tambah lagi Dewa Hitam.


"Owh... Benarkah? Lalu bagaimana cara dia akan membantu kita?" tanyanya.


"Di Kahyangan Kaisar Iblis sudah memiliki banyak mata-mata yang menyamar sebagai prajurit istana, Yang Mulia tahu akan informasi yang baru didapat dari laporan mata-mata itu?"


"Apa?" Kaisar Kegelapan penasaran sekaligus menunggu Dewa Hitam menjawabnya.


"Dewa Sesat dan Dewa Pelindung Alam Semesta sudah tiba disana untuk berlatih!" jawab Dewa Hitam.


"Mereka sudah berada disana? Tapi kapan mereka tiba disana?" tanya Kaisar Kegelapan.


"Sekitar satu hari dalam hitungan dunia bawah!"


"Ini adalah kabar baik dan juga buruk!" gumam Kaisar Langit.


"Masalah ini semakin berat saja, kini aku sudah kehilangan tiga Pengawal terbaik, dan sekarang Dewa Sesat ini sudah akan berlatih! Ini benar-benar tidak bisa dibiarkan!" kata Kaisar Kegelapan.


"Kehilangan Tiga Pengawal terbaik? Maksud yang mulia...!?"


"Dewi Peramal, Setan Api Hitam, Tanduk Iblis, dan Mata Ular kini sudah tiada!" kata Yian Shan.


Semuanya terkejut mendengar perkataan Yian Shan terutama Panglima Gerbang Utara. "Bagiamana bisa, siapa yang sudah membunuh Tanduk Iblis dan Mata Ular?" tanyanya.


"Siapa lagi kalau bukan Dewa Pelindung Alam Semesta! Aku yakin sebelumnya pasti dia juga yang sudah membunuh Setan Api Hitam!" jawab Yian Shan.


"Bagiamana kamu bisa tahu?" Dewa Hitam bertanya.


"Karena saat kejadian aku juga berada disana untuk membantu, namun saat itu aku hampir saja terbunuh andai Yang Mulia tidak datang tepat waktu untuk menolongku!" jawab Yian Shan.

__ADS_1


Kini semuanya memasang wajah buruk, kali ini Ho Chen benar-benar menjadi ancaman buruk bagi mereka semua, belum lagi di tambah dengan Tian Feng yang akan segera menyusul Ho Chen.


"Yang Mulia, sebaiknya kita juga meminta bantuan dari Kaisar Iblis untuk membantu menangani masalah ini, hamba yakin dengan bantuan para Jenderal Iblis, kita pasti bisa mengalahkan Dewa Pelindung Alam Semesta ini!" kata Dewa Hitam.


"Saranmu sangat membantu Dewa Hitam, namun tetap saja kita tidak bisa gegabah, resiko yang harus kita tanggung tidak murah, ingat jika Dewa Pelindung Alam Semesta itu adalah salah satu murid Rulay, jadi dia pasti dijaga oleh Rulay!" jawab Kaisar Kegelapan.


"Jadi, apakah kita hanya bisa diam saja menunggu Dewa Sesat dan Dewa Pelindung Alam Semesta mengalahkan kita?"


Kaisar Kegelapan menggelengkan kepalanya kemudian dia menunjuk kearah Panglima Gerbang Timur seraya berkata, "Kamu pergilah ke pada Naga Angin, mintalah bantuannya untuk mencari tahu aktivitas Dewa Pelindung Alam Semesta ini, jika kita bisa mengetahui gerak-geriknya, kita pasti akan bisa menjebaknya!" kata Kaisar Kegelapan dengan wajah serius.


"Baik Yang Mulia!"


Panglima Gerbang Timur segera menghilang kemudian Kaisar Kegelapan berbicara kepada Dewa Hitam. "Dewa Hitam, kembalilah kamu ke Kaisar Iblis, sampaikan padanya akan rencana ku ini, lalu mintalah bantuan agar dia mengerahkan beberapa Jendral Iblis untuk membantu kalian dalam menyergap Dewa Pelindung Alam Semesta ini!" kata Kaisar Kegelapan.


"Baik Yang Mulia!"


Dewa Hitam segera menghilang dan kemudian menyisakan Kaisar Kegelapan dan ke 15 pengawalnya yang belum memiliki tugas.


"Kalian semua bersiaplah, jika ada kabar dari Naga Angin, segera kalian semua pergi untuk menyergapnya, pastikan bantuan juga datang dan setelah itu lenyapkan Dewa Pelindung Alam Semesta ini dari Alam Semesta, tapi ingat usahakan jangan sampai ketahuan oleh Rulay!"


"Baik Yang Mulia!" jawab mereka serentak dan semuanya sama-sama berlutut satu kaki.


Kaisar Kegelapan hanya menarik nafas sebelum akhirnya dia melangkah pergi meninggalkan mereka semua dengan wajah yang masih terlihat tidak tenang, dia tidak terlalu yakin apakah rencananya bisa berjalan dengan lancar atau tidak.


"Semoga semua rencanaku berhasil, dan aku bisa merebut Batu Putih milik Kaisar Iblis untuk menyempurnakan tahap Rana Agung ku!" gumam Kaisar Kegelapan yang sebenarnya menginginkan Batu Mustika putih milik Kaisar Iblis.


***


Sebenarnya saya berencana libur malam ini karena kepala saya sangat sakit setelah pulang dari tempat wisata bersama anak-anak, tapi tidak enak jika tidak melanjutkan walau hanya sedikit.

__ADS_1


__ADS_2