
Hachiro menatap Tian Feng dengan heran, "Oniichan! Perkenalkan Namaku Hachiro!" kata Hachiro berkenalan kepada Tian Feng.
Tian Feng hanya menatap Hachiro tanpa menjawab sepatah katapun, bukan karena tidak mau menjawab melainkan tidak mengerti bahasanya.
"Onesan, kenapa dia diam saja? Apakah dia itu tuli dan bisu?" tanya Hachiro kepada Naomi.
Naomi langsung melotot sekaligus menarik Hachiro ke sampingnya, "Dia itu orang dari Kerajaan Wu, dia tidak mengerti bahasa kita, jadi sebaiknya kamu tidak perlu berbicara padanya!" kata Naomi.
"Oww.. Pantas saja! Tapi kenapa dia memakai topeng? Apa separuh wajahnya itu rusak?" tanya lagi Hachiro.
"Kamu masih saja cerewet seperti perempuan! Sudah jangan banyak tanya lagi, kembali ke tempat latihan mu!" kata Naomi.
Setelah berhasil mengusir Hachiro, Naomi meminta Saichi mempersiapkan kamar untuk Tian Feng, sedangkan dia sendiri juga ingin beristirahat.
"Mari Tian-san aku antar kamu ke kamar mu!" ajak Saichi.
Tian Feng dan Saichi pergi menuju ke kamar yang akan di gunakan oleh Tian Feng, sedangkan Naomi duduk sendirian untuk beberapa saat dan kemudian dia juga bangkit dan pergi ke kamarnya untuk beristirahat.
***
"Panglima Wei kenapa kamu meminta kami semua berkumpul disini?"
Wei Fang menatap semua pendekar hebat yang sudah ia kumpulkan demi membentuk satu perkumpulan organisasi baru seperti yang sudah dia katakan niatnya kepada Tian Feng.
para Pendekar tersebut adalah, Bing Ling Ling si Dewi Salju dari perguruan Danau Beku.
Liu Tiobai ketua dari perguruan Gunung Persik.
Gu Yuao ketua Perguruan Mata Elang.
Chang Shan dari Singa Emas.
Huan Bao dari Gurun Barat.
Mei Xui Lin dari Bintang Putih.
Sao Mochu dari Lentera Timur.
Si Pedang Awan dari Gunung Persik Li Xiang Fai.
Si Tubuh Besi dari Kuil Yin Biksu Bai Ming, dan masih banyak lagi pendekar-pendekar dari aliran Suci dan Bebas yang semuanya berkumpul di Empat pilar batu.
"Benar sekali Panglima, kenapa anda menggumpal kan kami semua disini?"
Wei Fang yang berdiri di atas salah satu pilar batu menari nafas sejenak kemudian mulai menjawab pertanyaan mereka semua.
"Saudara dan saudari semua, seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya jika beberapa waktu terakhir ini, kekacaun sudah terjadi di wilayah kita ini."
Wei Fang melanjutkan jika kekacauan tersebut terjadi akibat kemunculan Organisasi Bintang Hitam sehingga Organisasi Tiga Bunga juga keluar.
Kemunculan Jia Tai Yan juga menjadi pembahasan Wei Fang dimana pendiri Organisasi Tiga Bunga yang seharusnya sudah tiada secara mengejutkan ternyata masih hidup dan bahkan memiliki kemampuan yang sangat tinggi.
Wei Fang juga tahu jika Jia Tai Yan kemungkinan besar masih hidup, kabar itu dia dapatkan dari Hiroshi yang melihat langsung pertarungan antara Tian Feng dan Jia Tai Yan.
Wei Fang yakin cepat atau lambat Jia Tai Yan pasti akan muncul lagi, karena itu dia menyusun rencana tersebut yang sudah lama ia rencanakan.
"Kenapa Pendekar Dewa Sesat tidak ikut hadir disini? Apakah Panglima tidak memberitahu dia?" tanya Huan Bao.
__ADS_1
"Justru itu aku mengumpulkan kalian semua disini, ini semua juga atas permintaan Tian! Saat ini dia sedang melakukan latihan tertutup, karena itu dia meminta kepada ku agar membentuk sebuah Organisasi agar bisa melindungi Kerajaan Wu selama dirinya masih melakukan latihan tertutup."
Wei Fang sengaja berbohong agar tidak ada yang tahu jika sebenarnya Tian Feng berada di luar wilayah Kerajaan Wu.
Wei Fang juga terpaksa menggunakan nama Tian Feng untuk meyakinkan mereka semua karena dia yakin tidak akan ada satu orang pun yang akan berani membantah jika tahu jika ini adalah permintaan Tian Feng.
Walau Wei Fang saat ini adalah yang terhebat setelah Tian Feng, namun saat ini ada lebih dari dua puluh pendekar hebat termasuk Bing Ling Ling yang kemampuannya tidak jauh di bawahnya, jika semuanya menolak dan Wei Fang tetap memaksa, maka Wei Fang tidak akan sanggup jika harus menghadapi semuanya seorang diri.
Lain cerita jika nama gelar Tian Feng yang digunakan untuk meyakinkan mereka, sudah pasti mereka tidak akan mungkin menolak lagi.
"Panglima Wei, selain Si Dewa Sesat, tidak satupun dari kita yang mampu menghadapinya Jia Tai Yan!" kata Bing Ling Ling.
"Kamu benar Dewi, namun setidaknya kita bisa menahannya untuk sementara jika dua benar-benar muncul kembali," jawab Wei Fang.
"Menahannya? Tapi sampai kapan? Bagiamana jika dia membunuh kita semua sedangkan Dewa Sesat belum menyelesaikan latihan tertutup nya itu?" Chang Shan bertanya.
"Kita semua adalah para Pendekar yang tidak pernah takut bukan? Jika kita tidak bersatu dan bergerak sendiri-sendiri, apakah kalian yakin bisa bertahan? Yang pasti kalian akan di bunuh dan juga seluruh keluarga kalian pasti juga akan di bantai oleh Organisasi Tiga Bunga itu, apa kalian mau itu terjadi?"
Semuanya terdiam sekaligus saling berpandangan masing-masing, menurut pemikiran mereka ucapan Wei Fang memang ada benarnya, yaitu lebih baik bersatu dari pada bergerak sendiri-sendiri.
"Ingatlah jika Organisasi Tiga Bunga hanya memiliki empat pendekar dan yang paling kuat hanyalah Jia Tai Yan, sedangkan kita semua ada puluhan Pendekar, jika kita bersatu melawan mereka, kita pasti bisa mencegah kekacauan tersebut!" kata Tian Feng.
"Apakah selain kami masih ada lagi yang ingin kamu ajak untuk bergabung?" tanya Gu Yuao.
"Tuan Hiroshi dari Klan Tsuki juga bersedia untuk berkontribusi dan yang pasti semua prajurit istana akan ikut bergabung!" jawab Wei Fang.
"Kedengarannya cukup kuat, tapi kita juga tidak bisa mengabaikan para Pendekar aliran sesat! Mereka pasti akan ikut bergabung dengan Organisasi Tiga Bunga itu, belum lagi para invasi dari Yamuru, Toakai dan Foiberia," kata Bing Ling Ling.
"Yang dikatakan Dewi Salju benar! Belum lagi dari Kerajaan Xia, mereka pasti akan mengambil keuntungan atas situasi ini!" kata Liu Tiobai.
"Sebaiknya kita mencari tambahan dukungan lain, aku yakin masih banyak Pendekar hebat yang belum menunjukkan diri mereka di dunia persilatan ini! Bagiamana menurut mu Biksu Bai Ming?" kata Li Xiang Fai sekaligus meminta pendapat Bai Ming.
"Itu tidak masalah Biksu Bai, namun kalian para Biksu tidak boleh lupa jika Organisasi Bintang Hitam juga menyebarkan serta mengajarkan ajaran sesat, jadi kalian juga tidak boleh menutup mata akan hal ini!" kata Wei Fang.
Bai Ming terdiam serta berusaha berpikir mencari solusi atas keputusan yang harus di ambil.
"Sekarang kita akan mencarikan nama untuk Organisasi kita ini, silahkan bagi yang memiliki saran untuk memberikan nama untuk Organisasi kita!" kata Wei Fang.
Semuanya saling berdiskusi masing-masing untuk mencari nama yang pantas, setelah beberapa saat salah satu Pendekar mulai membuka suara terlebih dahulu.
"Jika kalian tidak keberatan, bagaiamana jika Organisasi ini kita beri nama Organisasi Dua aliran?" kata pendekar tersebut.
Semuanya saling berdebat kembali dan kebanyakan dari mereka tidak setuju atas nama tersebut.
Semua orang memberikan saran nama masing-masing untuk Organisasi tersebut, namun tidak satupun ada yang cocok dan hingga akhirnya semuanya meminta kepada Bai Ming untuk memberikan nama.
Bai Ming memejamkan mata sedangkan yang lain dengan sabar menunggu Bai Ming bersuara.
Setelah cukup lama barulah Bai Ming membuka matanya sehingga semuanya langsung antusias.
"Saya tidak menemukan petunjuk apapun, namun jika kalian memaksa aku akan memberikan nama Organisasi Jalan Kebenaran!" kata Bai Ming.
Mendengar Bai Ming sudah memberikan suaranya, Wei Fang segera bersuara, "Kalau begitu aku akan mengambil nama yang di berikan oleh Biksu Bai, dengan demikian Organisasi kita ini bernama Organisasi Jalan Kebenaran!" kata Wei Fang.
Walau ada yang merasa keberatan, namun yang menyetujui nama tersebut lebih banyak sehingga nama Organisasi baru secara resmi diberikan nama Organisasi Jalan Kebenaran.
***
__ADS_1
Tian Feng berada di rumah Naomi selama tiga hari, dan selama tiga hari itu juga tidak ada tanda-tanda dari Daimo.
Saichi beranggapan kemungkinan besar Kinzu atau Daimo belum mengetahui jika sudah terjadi sesuatu kepada Hataro.
"Sejauh ini belum ada tanda apa-apa dari Daimo yang kalian khawatir itu! Mungkin Daimo itu tidak akan pernah tahu, jadi kalian tidak perlu khawatir lagi!" kata Tian Feng.
"Nada bicaranya seperti orang yang berniat akan pergi!" kata Naomi.
Tian Feng tersenyum lembut kemudian menjawab nya, "Aku memang akan pergi hari ini, sebelum aku pergi ke Kerajaan Jiu, aku ingin mencari keberadaan Suku Mori terlebih dahulu!" jawab Tian Feng.
"Sangat sulit Tian-san, kami yang penduduk asli disini saja tidak ada yang tahu dimana tempat persembunyian Suku Mori!" kata Saichi.
"Benarkah?" Tian Feng merasa tidak percaya.
"Tentu saja benar! Para Suku Pedalaman itu memang tinggal di tempat tersembunyi dan bahkan sering pindah lokasi desa mereka," Saichi menjelaskan.
Suku Mori memang sering berpindah-pindah tempat, tidak hanya suku Mori saja melainkan hampir semua suku pedalaman sering berpindah-pindah tempat.
Ada yang tinggal di dalam hutan, Gunung, Tebing, dan masih banyak lagi tempat persembunyian lainnya yang menurut mereka sangat aman untuk mendirikan desa kecil mereka.
"Ternyata sesulit itu untuk menemukan keberadaan mereka! Apakah ada cara lain agar aku bisa menemukan keberadaan suku itu?" tanya Tian Feng.
"Sebenarnya ada, namun aku juga tidak sepenuhnya yakin!" jawab Saichi.
"Em! Katakan saja setidaknya masih ada sedikit harapan agar perjalanan ku ini tidak sia-sia!"
"Semua suku pedalaman pasti ada yang bergabung dengan beberapa Klan besar, Klan Mori sediri memiliki hubungan baik dengan Klan Yama, jadi kamu bisa menyelidikinya dari sana!" kata Saichi.
"Klan Yama! Apakah Klan Yama juga memiliki hubungan akrab dengan Daimo itu?" tanya Tian Feng.
"Tentu saja, Klan Yama dan Klan Iga sangat akur, mereka menjalin kerja sama sejak dulu!"
"Kalau begitu jalan satu-satunya adalah mendatangi tempat Daimo itu!"
Perkataan Tian Feng mengejutkan Saichi dan Naomi, "Jangan gegabah Tian-Kun, aku tidak akan mengijinkan mu mendatangi kediaman Tuan Daimo!" kata Naomi.
"Sensei..! Sensei..!" salah satu murid datang dengan tergesa-gesa dan memanggil Saichi berkali-kali.
"Ada apa, kenapa kamu terlihat panik seperti itu?" tanya Saichi.
"Sensei! di daerah bukit bambu terlihat banyak pasukan militer Syogun sedang menuju kesini, terlihat juga ada ratusan Shinobi serta ratusan ronin," jawab murid tersebut.
Saichi dan Naomi langsung bangkit saat mendengar kabar tersebut, "Benarkah? Siapa yang memimpin mereka?" tanya Saichi yang terkejut.
"Belum di ketahui Sensei, mungkin salah satu Kesatria dari Daimo, karena ada seorang Samurai berpakaian Zirah Domaru!"
"Ini pasti pasukan Syogun yang dikirim Daimo, itu artinya dia sudah mengetahui akan apa yang sudah terjadi kepada Hataro!" kata Saichi kepada Naomi.
"Ada apa?" tanya Tian Feng.
Saichi dan Naomi terlihat ragu, namun mereka harus menyampaikan kabar tersebut kepada Tian Feng.
"Pasukan dari Daimo sudah datang lebih dulu, padahal kita belum melakukan persiapan apapun!" kata Saichi.
"Benarkah? Itu artinya Daimo itu sudah mendapatkan kabar dan dia datang menyerang secara diam-diam? Sungguh pejabat yang memalukan," kata Tian Feng dengan geram kemudian dia meminta penjelasan akan jumlah pasukan tersebut.
Tian Feng meraih Toyanya saat mengetahui ternyata jumlah musuh berkali-kali lipat banyaknya, dan jelas Daimo itu berniat melenyapkan Klan Tsuki dengan pasukan yang sangat banyak.
__ADS_1
"Suruh Pengawal kalian untuk bersiap terutama yang ahli dalam memanah, segera kumpulan seluruh pengawal kalian dan aku akan memberikan arahan sebelum musuh mendekat!" kata Tian Feng.
Saichi dan Naomi tidak tahu apa yang direncanakan oleh Tian Feng, namun mereka tidak memiliki pilihan lain selain menuruti Tian Feng, karena mereka sendiri tidak tahu harus berbuat apa untuk menghadapi ratusan pasukan Syogun.