Kesatria Tombak Nirwana

Kesatria Tombak Nirwana
Sifat Tian Feng


__ADS_3

Dalam waktu kurang dari satu hari, nama Pendekar Dewa Sesat segera tersebar ke seluruh wilayah Kerajaan Wu, bahkan sebelum Tian Feng sampai ke Kota Xanhuo, namun Nama Pendekar Dewa Sesat sudah lebih dulu terdengar oleh semua penduduk kota Xanhuo.


Rumah Yuan Xia segera di penuhi oleh para tamu yang tidak diketahui alasan mereka datang kesana.


Setelah ditanya oleh Katashi akan kenapa mereka semua berkumpul dirumah Yuan Xia, barulah Yuan Xia dan semua orang yang ada disana tahu jika kedatangan mereka semua hanya demi menyambut kepulangan Tian Feng yang dikabarkan telah menjadi seorang pendekar nomor satu.


Dihari yang sama, datang satu rombongan dari Negara Toakai yang juga datang kerumah Yuan Xia.


"Tuan Hiroshi, kenapa tidak memberitahuku jika akan datang kerumahku ini?" Yuan Xia segera menyambut kedatangan Hiroshi dan rombongannya.


"Maaf Pejabat Yuan, saya jarang datang dan juga tidak mengabari tuan jika akan datang karena semua ini sangat mendadak!" kata Hiroshi.


Pandangan Yuan Xia terarah kepada seorang gadis cantik yang berdiri disamping Hiroshi, wajahnya begitu cantik, dan rambutnya yang panjang diikat jadi satu dibelakang kepalanya serta gadis cantik tersebut juga membawa dua pedang.


"Tuan Hiroshi! Apakah Nona ini adalah Nona muda Naomi?" tanya Yuan Xia.


"Benar sekali Tuan Yuan, ini adalah putriku, dia ikut datang kesini karena ingin bertemu dengan Tuan Muda Tian!" jawab Hiroshi.


Dengan tersenyum manis dan bersikap kalem dan sopan, Naomi segera membungkuk badan memberi rasa hormatnya kepada Yuan Xia.


"Gadis yang sangat cantik dan juga sopan! Ayo kita masuk kedalam, istri saya pasti sangat senang bertemu dengan kalian!" ajak Yuan Xia.


Katashi dan Katsuyuki yang melihatnya kedatangan Hiroshi dari jauh tidak berani mendekat karena takut Hiroshi akan mengenali mereka terutama Katashi yang berasal dari Suku Mori.


"Tuan Yuan! Apakah Tian-Kun belum datang?" tanya Naomi.


"Tian belum pulang Nona muda! mungkin dia masih berada dijalan!" jawab Yuan Xia.


Naomi mengangguk dengan tersenyum lembut, dia berjalan sambil melihat-lihat dekorasi rumah milik Yuan Xia.


"Yie'er! Tuan Hiroshi dan putrinya datang kerumah kita untuk bertemu dengan putra kita!" kata Yuan Xia kepada Lie Yie yang sedang berjalan kearahnya.


"Tuan Hiroshi! Nona Muda!" Lie Yie menyambut ke-duanya.


"Nyoya Yuan! Anda sungguh terlihat awet muda sekali! Lihatlah kami berdua yang semakin menua, tapi dirimu masih terlihat sama seperti dulu!" kata Hiroshi.


"Tuan terlalu memuji! Begini-begini juga sudah punya dua anak, dan mungkin tidak lama lagi akan ada anak baru yang akan memanggil ku nenek!" kata Lie Yie sekaligus melihat wajah Naomi yang sangat cantik.


"Mari silahkan duduk!" kata Yuan Xia mempersilahkan Hiroshi dan Naomi untuk duduk.


"Tuan Hiroshi, bukankah Anda memiliki seorang pengawal setia yang sering menemani anda? Kalau tidak salah namanya adalah Saichi, kemana dia?" tanya Yuan Xia.


"Owh! Saichi sedang melatih beberapa calon Samurai lainnya di rumah, jadi dia tidak bisa ikut dengan kami!" jawab Hiroshi.


"Nyonya Yuan! Bukankah anda memiliki seorang putri juga? Kemana dia?" tanya Naomi.


"Xie'er sedang berada dirumah gurunya, dia berlatih dengan Nenek Chi disana!" jawab Lie Yie.


"Apakah dia menginap disana?" tanya lagi Naomi.


"Kalau dulu iya, namun semenjak kakak nya sudah kembali dia tidak pernah menginap, setiap sore dia pasti akan pulang!"


Naomi hanya mengangguk, dia merasa tidak mungkin akan ikut mengobrol dengan para orang tua, karena itu dua ingin bertanya keberadaan Chie Xie.

__ADS_1


Lie Yie seolah mengerti melihat rasa tidak nyaman yang dirasakan oleh Naomi, "Nona muda, mari ikut dengan ku, kita akan mengobrol ditaman belakang!" ajak Lie Yie.


Naomi yang masih merasa canggung mengangguk dan pergi mengikuti Lie Yie ketaman belakang, sedangkan Hiroshi dan Yuan Xia kembali berbincang-bincang.


"Tuan Yuan! Ada sedikit oleh dari Toakai, semoga Tuan Yuan menyukainya!" kata Hiroshi sambil menyerahkan bungkusan yang ia bawa dari rumahnya.


"Tuan Hiroshi tidak perlu repot-repot membawakan saya oleh-oleh seperti ini, jika begini saya merasa tidak enak!" kata Yuan Xia.


Anehnya walau dia berbicara seperti itu, namun dia tetap menerimanya sehingga membuat Hiroshi ingin tertawa geli.


"Tapi Tuan Hiroshi, apakah anda sempat kembali ke Toakai?" tanya Yuan Xia.


"Bukan aku yang membawanya dari Toakai, melainkan Naomi yang membawanya!" jawab Hiroshi.


"Nona Naomi? Sejak kapan dia pergi Toakai?" tanya Yuan Xia.


"Sudah lama, namun kami merahasiakan kepergiannya demi keselamatannya!" jawab Hiroshi.


Yuan Xia mengangguk-anggukkan kepalanya, dia tahu jika Hiroshi memiliki banyak musuh sehingga dia menyembunyikan keberadaan Naomi.


"Tuan Yuan, apakah kamu sudah mendengar jika anakmu itu sekarang sudah menjadi seorang kesatria nomor satu di Kerajaan ini?" tanya Hiroshi.


"Saya sudah mendengarnya, walau saya juga mengetahui betapa hebatnya Tian, namun saya masih tidak percaya jika Tian akan menjadi Pendekar paling hebat!" kata Yuan Xia.


Sebenarnya Yuan Xia tidak percaya jika Tian Feng adalah pendekar terhebat, walau dia sudah melihat sendiri betapa hebatnya Tian Feng, namun kabar yang dia dengar terasa terlalu dilebih-lebihkan.


"Tidak kusangka jika seorang anak yang kami temukan ditengah hutan ternyata akan menjadi seorang pendekar hebat seperti sekarang ini, bahkan berkali-kali dia membuat keluarga Yuan menjadi keluarga yang lebih terhormat!" batin Yuan Xia.


"Tuan Yuan! Tuan Yuan..!" Hiroshi memanggil Yuan Xia yang terlihat melamun sendiri.


Hiroshi hanya tersenyum lembut, dia sadar ini masih terasa baru bagi Yuan Xia. Hiroshi juga memiliki pemikiran dan pandangan yang berbeda terhadap Yuan Xia.


"Tuan Yuan! Walau sekarang Tian sudah menjadi satu-satunya kesatria terhebat, namun kedepannya kehidupan kalian termasuk Tian akan selalu dalam berada dalam bahaya," kata Hiroshi.


Yuan Xia terkejut mendengarnya, "Maksud Tuan?" tanya Yuan Xia.


Hiroshi menjelaskan jika dunia itu begitu luas, masih banyak para Kesatria hebat diluar Wilayah Kerajaan Wu, ditambah lagi Tian Feng sudah membunuh salah satu Pengawal Organisasi Bintang Hitam.


Bisa saja Pengawal Organisasi Bintang Hitam yang lebih kuat akan mencari keberadaan Tian Feng untuk menuntut balas.


Jika Tian Feng memiliki bakat yang mampu melampaui Pengawal terkuat dari Organisasi Bintang Hitam, mungkin ceritanya akan berbeda.


Hiroshi sangat mengetahui kemampuan yang dimiliki oleh semua Pengawal Organisasi Bintang Hitam, walau tidak semua yang ia ketahui, namun dia yakin kemampuan Pengawal yang paling kuat sangat besar.


Hiroshi mendengar kabar bahwa kemampuan Pengawal pertama mampu melenyapkan satu Negara seorang diri, bahkan menghancurkan sebuah gunung besar sekalipun semudah membalikkan telapak tangannya.


"Jika yang Tuan katakan memang benar, apa yang seharusnya Tian lakukan untuk melindungi dirinya?" tanya Yuan Xia.


"Kenapa Tuan Yuan malah menghawatirkan Tian? Dia memiliki kemampuan untuk melindungi diri bahkan meloloskan diri dari bahaya! Sebaiknya Tuan Yuan cari cara agar keluarga Tuan bisa selamat dari ancaman para Pengawal Organisasi Bintang Hitam!" kata Hiroshi.


"Saya tidak terlalu menghawatirkan masalah itu, saya masih bisa mendapatkan perlindungan dari istana, karena itu saya tidak terlalu khawatir!" kata Yuan Xia.


"Apakah Tuan lupa? Pengawal terkuat mereka yang ada diurutan pertama mampu melenyapkan sebuah Negara, karena itu perlindungan dari kekuatan kerajaan sekalipun tidak akan cukup!" ucap Hiroshi.

__ADS_1


Yuan Xia hanya menghela nafas panjang, "Mau bagiamana lagi Tuan Hiroshi! Saya serahkan semuanya kepada takdir, namun saya berharap tidak ada masalah yang menimpa keluarga saya terutama Tian!" kata Yuan Xia.


"Semoga..!" jawab Hiroshi.


Mereka berdua terus melanjutkan obrolan mereka dengan topik yang berbeda-beda, sedangkan ditaman, Naomi dan Lie Yie juga saling berbincang-bincang.


***


"Nona muda, bisakah kamu menceritakan awal mula pertemuan mu dengan Tian?" tanya Lie Yie.


Naomi tersenyum lembut mendengar pertanyaan Lie Yie, dia mulai menceritakan akan awal mula bertemunya dengan Tian Feng hingga akhirnya mereka berpisah karena tujuan yang berbeda.


"Apakah Nona menyukai anakku?"


Naomi terkejut mendengarnya, dia tidak menduga jika Lie Yie akan memberikan pertanyaan tersebut.


"Nyonya, pertemuan kami waktu itu hanya sebentar, jadi saya masih belum mengenal Tian-Kun secara keseluruhan, jadi kalau bicara masalah suka atau tidak, sepertinya ini terlalu cepat!" jawab Naomi yang juga bingung harus menjawab apa.


"Benar juga! Sebaiknya kalian harus saling mengenal satu sama lain, tidak perlu buru-buru mengambil keputusan, apalagi ini menyangkut perasaan!" Lie Yie menatap wajah Naomi yang memiliki kulit bersih dan juga terlihat kencang dan halus.


"Sebenarnya aku sangat menyukai mu, walau ini terdengar sedikit egois, namun aku berharap Tian mau memilih mu sebagai pasangan hidupnya!"


Menurut Lie Yie, Naomi tidak hanya cantik, namun dia juga baik dan sopan. Naomi juga terlihat seperti gadis terpelajar walau yang membuat pandangannya tidak enak terhadap dua pedang yang ada di pinggang Naomi.


Wajah Naomi sedikit memerah mendengar ucapan Lie Yie, dia sendiri tidak yakin apakah nanti Tian Feng akan memilih nya sebagai pasangan hidupnya, walau Naomi juga berharap hal yang sama, namun dia tidak berani menaruh harapan yang terlalu tinggi terhadap perasaannya terhadap Tian Feng.


"Nona! Sebenarnya Tian itu adalah anak yang pendiam, dia akan berbicara jika hal itu perlu untuk dibicarakan, dan sejauh ini yang bisa membuatnya bisa tersenyum dan bahagia hanya saat bersama dengan adiknya saja!" kata Lie Yie yang tidak menutup-nutupi akan sifat Tian Feng.


Sejak masih kecil, Lie Yie merasa jalan pikiran Tian Feng seperti seorang yang sudah tua atau dewasa. Dia juga tidak berpikir dua kali untuk menolongnya seseorang yang paling ia sayangi walau dia tahu nyawanya akan menjadi taruhannya.


Namun Lie Yie juga sangat bangga karena memiliki putra seperti Tian Feng yang tidak pernah mengecewakan dan juga selalu menjaga martabat keluarganya.


Biasanya seorang anak yang menyadari akan status ayah nya yang memiliki jabatan penting di istana akan selalu bersikap manja, sombong, arogan, dan sering menghambur-hamburkan uang orang tuanya.


Namun Tian Feng justru berbeda, dia tidak arogan, dan juga tidak sombong serta manja, apalagi Tian Feng tidak pernah meminta uang. Sejak kecil berapapun yang Yuan Xia dan dirinya kasih ke Tian Feng, Tian Feng selalu menerimanya tanpa protes apapun.


Apalagi saat ini, Tian Feng sering menolak saat dikasih uang oleh Yuan Xia serta Lie Yie, tidak ada yang tahu alasan Tian Feng menolak pemberian mereka berdua, namun semenjak masalah penyerangan yang di lakukan oleh anggota Lingkaran Pisau Darah, Tian Feng mulai menolak pemberian Yuan Xia.


"Yang nyonya katakan memang benar! Dulu saat saya bertemu dengan Tian-Kun, dia terlihat lebih dewasa dan jalan pikiran jauh berbeda dengan anak seusia dia!" kata Naomi yang juga menyadari akan kedewasaan Tian Feng.


"Yie'er..! Tian sudah datang, ayo kita semua kedepan untuk menyambut kedatangannya!"


Suara Yuan Xia yang berseru dari dalam memanggil Lie Yie dan memberi kabat kedatangan Tian Feng segera dijawab oleh Lie Yie.


"Iya.. Kami akan segera kesana..!" jawab Lie Yie.


"Ayo kita kedepan untuk menyambut kedatangan Tian Nona!" ajak Lie Yie.


Naomi mengangguk kemudian dia dan Lie Yie segera masuk kedalam dan menyusul Yuan Xia dan Hiroshi yang sudah lebih dulu berjalan kedepan rumah untuk menyambut kepulangan Tian Feng.


Naomi dan Lie Yie melihat kerumunan orang dari arah pintu, kerumunan orang tersebut mengitari seorang pemuda Bertopeng yang datang dengan dua orang lagi, mereka semua adalah Tian Feng, Zang Yang, dan Wei Fang.


***

__ADS_1


Maaf jika saya mulai jarang update, saat ini saya masih sibuk mencari rumah kontrakan baru, namun belum berhasil, karena itu saya tidak sempat membagi waktu!"


__ADS_2